----- Original Message ----- From: "Diahni"
Sent: Monday, February 23, 2009 9:25 PM


Why Good Things Happen to Good People!
“Seorang anak muda yang sangat miskin bekerja sebagai wiraniaga untuk
membiayai uang kuliahnya. Pada suatu hari, ia sangat bingung karena ia
hanya punya uang sepuluh sen saja, padahal ia sangat kelaparan.
Ia memberanikan dirinya untuk minta makan pada tetangganya, tapi ia
gugup ketika seorang nyonya yang perlente membuka pintu. Ia tidak jadi
minta makanan. Ia minta segelas air saja.
Perempuan itu merasa bahwa anak muda itu dalam kesusahan. Ia berikan
kepadanya segelas susu. Ia minum perlahan-lahan. Ia bertanya,
“Berapa?”
“Anda tidak perlu bayar apa pun?” kata perempuan itu, “Ibuku
mengajarkan untuk tidak menerima apa pun buat perbuatan baik.”
“Kalau begitu, terimakasih saya yang setulus-tulusnya,” katanya.
Ketika anak muda itu meninggalkan rumah itu, ia merasa lebih bahagia
dan keimanannya kepada Tuhan serta kepercayaannya kepada umat manusia
menjadi lebih kuat.
Bertahun-tahun kemudian, nyonya yang baik itu jatuh sakit. Dokter-
dokter tidak tahu persis apa penyakit yang dideritanya. Ia dikirim ke
rumah sakit dan diserahkan kepada anak muda dulu yang kini sudah
menjadi dokter. Ketika ia mendengar nama kota asal pasiennya, matanya
bersinar dan mulai menduga-duga siapa dia.
Ia mulai merawatnya dan segera mengenal sang nyonya. Ia bekerja keras
untuk menyelamatkan nyawanya. Akhirnya, setelah perjuangan yang berat,
perempuan itu sembuh.
Dokter itu meminta administrasi rumah sakit untuk menyampaikan
kepadanya tagihan untuk ia setujui. Ia memperbaiki tagihan itu dan
menandatanganinya. Di atas tagihan biaya rumah sakit itu ia menuliskan
catatan kecil. Ia krimkan kembali kepada pasiennya.
Perempuan itu tahu ia harus membayar tagihan itu selama sisa usianya.
Walaupun ia bahagia karena telah disembuhkan, ia juga kuatir tidak
bisa membayarnya. Ia membuka amplop dan terkejut ketika membaca
tulisan di atas surat tagihan itu: “Tagihan ini sudah dibayar bertahun-
tahun yang lalu dengan segelas susu- dr Howard.”
Tangisan kebahagiaan membasahi mukanya. Ia bersyukur kepada Tuhan dan
berterimakasih kepada dokter muda itu akan balasan kebaikannya.”
Cerita di atas dikirim ke alamat email saya. Pengirimnya adalah bagian
dari organisasi internasional untuk menyebarkan kebaikan, The Random
Acts of kindness Foundation. Saya terharu dengan perilaku perempuan
elegan itu yang berempati dengan derita orang miskin yang tidak
dikenalnya. Saya lebih terharu lagi dengan dokter muda yang menjadi
tangan Tuhan; untuk membalas kebaikan sekecil apa pun dengan berlipat
ganda.

“Apalagi balasan perbuatan baik selain perbuatan baik lagi,” firman
Tuhan. “Sesungguhnya Allah selalu menolong seorang hamba yang selalu
menolong orang lain,” kata Nabi Muhammad saw. Alam ini diatur oleh
hukum resiprositas, hukum balas- membalas. Sapa orang dengan tatapan
kasih, dan ia akan menjawabmu dengan pelukan. Makilah kawan-kawanmu,
dan mereka akan menyebarkan keburukanmu.

Mungkin Anda akan mengajukan keberatan. Mengapa orang yang kita bantu
sering membalas air susu dengan air tuba? Pada saat seperti itu,
ingatlah bahwa Tuhan tidak memilih orang itu sebagai tanganNya untuk
membalas kebaikan Anda. Tapi ia pasti memilih tangan lain yang akan
datang padamu dari orang yang tepat pada saat yang tepat.

Saya ingat kawan saya yang terkenal sangat dermawan. Pada waktu kecil,
ayahnya mengumpulkan anak-anak miskin di kampungnya. Ia mendidik dan
membesarkan mereka dengan dananya sendiri. Setiap hari ia harus
bekerja sangat keras, sehingga sering melupakan anaknya sendiri.
Ketika ia mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, pada saat-
saat kritis ia selalu memperoleh pertolongan dari orang-orang yang
tidak dikenalnya. Tentu saja mereka bukan anak-anak asuh bapaknya.
Tapi tetap saja mereka adalah tangan-tangan Tuhan yang dikrimkan
kepadanya pada saat yang tepat.

Pada khotbahnya menyambut bulan Ramadhan, Nabi saw bersabda:
“Sayangilah anak-anak yatim orang lain, nanti Tuhan akan sayang pada
anak-anak yatim yang kamu tinggalkan. Bersedekahlah walaupun dengan
seteguk air atau sebutir kurma.” Ia sedang mengajarkan kepada kita
hukum reprositas.

I500 tahun sesudah itu, puluhan ribu mil jauhnya dari negeri Nabi,
seorang dosen Fakultas Kedokteran di Case Western University membiayai
dan melakukan penelitian-penelitian tentang manfaat memberi atau
bersedekah bagi pelakunya. Ia telah menjadi tangan Tuhan untuk
membuktikan kebenaran sabda Nabi. Dengarkan kata-katanya: “Kamu ingin
bahagia? Dicintai? Selamat? Sejahtera? Kamu ingin ketemu orang pada
saat-saat kritis dan percaya pada dukungannya? Kamu ingin kehangatan
hubungan yang sejati? Kamu ingin berjalan di dunia setiap hari dengan
yakin bahwa inilah dunia yang penuh kebaikan dan harapan? Aku punya
satu jawaban: Memberi. Berilah setiap hari, walaupun dalam jumlah
kecil. Kamu akan hidup lebih bahagia. Berilah dan kamu akan lebih
sehat. Berilah dan kamu akan berusia lebih panjang.” Dr Stephen Post,
dosen itu, menuliskan hasil penelitiannya yang disimpulkan dalam judul
bukunya Why Good Things Happen to Good People.

Diambil dari catatan  Jalaluddin Rakhmat
pada 09 Februari 2009 jam 18:18



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke