Assalamualikum Wr.Wb,
Salah satu prinsip dakwah Jamaah Tabligh adalah menghindari membicarakan 
aib/kejelekan orang lain dan lebih banyak merenungkan kejelekan diri sendiri. 
Bagi yang
pernah ikut khuruj 3 hari, maka akan terasa bahwa selama 3 hari itu
kita dilarang keras untuk menyentuh aib/kejelekan orang lain.
Prinsip yang digunakan adalah sabarlah jika dihina, menangislah jika dipuji 
karena takut riya dan sayangilah
sesama muslim. Training 3 hari ini biasanya sangat membekas sehingga 
mempengaruhi 27 hari kita selanjutnya. 

Itulah
sebabnya dalam berdakwah mereka menghindari perdebatan, terlebih yang
memecah belah umat.  Untuk mengamalkan agama  yang sesuai dg risalah
Rasulullah ini  sudah cukup berat, maka tidak perlu diperberat dengan
perdebatan yang sia-sia apalagi menjurus pada ghibah. Hal ini karena demikian 
banyaknya bahaya ghibah (membicarakan aib/kejelekan orang lain) yang sering 
kali tidak kita sadari. Berikut ini saya kutipkan dari 
http://baitul-ikhlas.com/content/view/78/33/ semoga tidak menimbulkan 
perdebatan baru:


Rasulullah saw. menegaskan pengertian bergunjing sebagai berikut:“Tahukah 
kalian apa ghibah itu?”. Mereka menjawab: “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang 
tahu”. Maka
beliau bersabda, menjelaskan: “Memperbincangkan saudaramu tentang apa
yang tak disukainya”. Lalu Tanya mereka pula: “Kalau yang
diperbincangkan itu benar, ya, Rasulullah?”. Rasulullah menjawab:
“Kalau yang diceritakan itu benar, maka engkau telah melakukan ghibah terhadap 
saudaramu itu. Kalau yang dibicarakan itu tidak benar, maka engkau telah 
melakukan kepalsuan terhadap saudaramu”. 
Diriwayatkan
sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah r.a., bahwa Nabi saw bersabda :
"Hindarilah mengunjing, karena mengunjing itu lebih berat (siksanya)
dari berzina". Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa alasannya
mengunjing itu lebih berat dari berzina?" Nabi bersabda, "sesungguhnya
seorang lelaki yang telah berzina lalu ia mau bertobat, maka Allah akan
menerima tobatnya. Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan
mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya".
Diriwayatkan
pula, ada seseorang yang pada hari kiamat diberikan kepadanya buku
catatan amalnya. Lalu dia tidak melihat di dalamnya catatan amal
kebajikannya, maka dia berkata, “Ya Tuhanku, dimanakah amal shalatku,
puasaku dan amal ketaatanku?” Maka dikatakan kepadanya, “Hilang seluruh
amal kebaikanmu, lantaran kamu mempergunjingkan manusia.” Diberikan
pula buku catatan amal seorang lelaki lainnya yang diterima dengan
tangan kanannya. Lalu dia melihat amal-amal kebaikannya yang tidak
pernah dilakukannya, maka diucapkan kepadanya: “Inilah catatan
amal-amal kebaikan manusia yang telah mempergunjingkanmu, sedang kamu
tidak menyadarinya.” 
Abu Hurairah r.a. telah mendengar
Rasululah saw bersabda : "Sungguh adakalanya seorang hamba berbicara
sepatah kata yang tidak diperhatikan, tiba-tiba ia tergelincir kedalam
neraka oleh kalimat itu lebih jauh dari jarak antara timur dengan
barat." (HR. Bukhari, Muslim). 
Anas r.a. berkata : Rasulullah
saw bersabda : "Ketika saya di mi`raj-kan, saya telah melihat suatu
kaum yang berkuku tembaga yang digunakan mencakar muka dan dada mereka
sendiri, maka saya bertanya pada Jibril : Siapakah mereka itu? Jawabnya
: Mereka yang memakan daging orang lain dan mencela kehormatan orang
lain (ghibah)". (HR. Abu Dawud). 
Allah berfirman dalam Al-quran, "(Ingatlah) di
waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu
katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan
kamu menganggap itu suatu yang ringan saja. Padahal itu pada sisi Allah
besar. (An-Nuur (24):15)
Dalam suatu hadits yang
diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw. Bersabda, “ Orang yang
menutup aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup aibnya pula
kelak di hari kiamat.” 
Abu Darda r.a. berkata : Bersabda Nabi :
"Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan
orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya di hari kiamat".
(At-Tirmidzi). 
Rasulullah saw. bersabda, “Menggunjing itu
memang lezat rasanya di dunia, tetapi dapat mengantarkanmu ke neraka di
akhirat kelak”. 


Selanjutnya, saya sampaikan sebuah berita ttg kiprah Jamaah Tabligh di 
Perancis, semoga menambah keyakinan kita bahwa kejayaan Islam sudah semakin 
dekat, dan teruslah bekerja untuk menambah pundi-pundi amal kita di hari 
pembalasan nanti.


Wassalam,
M.Khoerur RoziqinRecommended blogs for better understanding of the purposes of 
our life: 
www.dalamdakwah.wordpress.com
www.hidayahku.com
www.mualaf.com.

Step By Step Mengislamkan Perancis

eramuslim
- Laporan intelejen Perancis menyebutkan pemeluk Islam baru di Perancis
tahun ini mencapai 50 ribu orang. Disebutkan pula bahwa kebanyakan
mereka memeluk Islam atas upaya Jamaah Da’wah wa Tabligh yang berbasis
di Pakistan dan memusatkan banyak kegiatannya di ibukota Perancis
Paris. Dalam laporan intelejen yang disebarkan oleh harian Le Figaro, 
disebutkan, “Fenomena pemeluk Islam menjadi perhatian di Paris dan mengundang 
perhatian lebih serius.”
Gerakan pemelukan Islam banyak terjadi di sektor Aison, sebuah
lokasi di Selatan Paris. Di tempat itu saja disebutkan ada sekitar 1000
hingga 2000 orang Perancis yang memeluk Islam di antara total penduduk
50 ribu orang Perancis yang tinggal di sana.
Secara umum jumlah Muslim di Perancis berjumlah 6 juta orang.
Menurut laporan Islamic Center Eifrey, wilayah di Aison, hampir setiap
pekan ada dua sampai tiga orang yang masuk Islam. Dalam laporan itu
juga disebutkan bahwa kebanyakan orang Prancis yang memeluk Islam
umumnya adalah orang-orang yang tidak memiliki keyakinan agama
sebelumnya, lalu mereka mendapatkan Islam yang mengisi kekosongan
rohani mereka. Di samping itu ada juga yang sebelumnya memiliki kaitan
dengan peradaban kristen tapi kemudian mereka memeluk Islam.
Jamaah Dakwah wat Tabligh yang berbasis di Pakistan disebutkan cukup
banyak berperan besar menjadikan para pemuda perancis masuk Islam.
Dijelaskan bahwa di Aison misalnya, ada sekitar 400 orang anggota
Jamaah Tabligh dan simpatisannya di sana. Merekalah yang menyerukan
berbagai siaraman ruhani sehingga diterima oleh para pemuda kampung.
Menurut informasi itu lagi, upaya jamaah tabligh dalam dua tahun
terakhir mendapat persaingan dari arus salafi jihadi yang juga merekrut
perhatian para pemuda disana. Tapi intelejen Perancis memandang arus
pemikiran itu merupakan ancaman bahaya. Khususnya, setelah ada
informasi di antara tertuduh dalam peledakan Darul Baidha pada 16 Mei
2003, salah satunya warga Perancis bernama Peir Robar, dan ia dihukum
penjara seumur hidup.
Le Figaro, melakukan wawancara dengan seorang Perancis yang masuk
Islam dan ia mengganti namanya dari Olivie menjadi Izzuddin, sejak
sepuluh tahun silam. Ia menceritakan bahwa dirinya bertemu dengan
sejumlah kaum muslimin ketika ia masih memeluk Kristen. Menurutnya
Kristen agama yang tidak toleran dan tidak menerima dialog. “Saya
mempelajari sholat dan sejarah Islam. Dan sejak saya masuk Islam
hubungan dengan kedua orang tua yang memeluk Kristen tetap baik,”
ujarnya. (na/iol)
Alhamdulillah … dibalik isue terorisme ternyata masih ada manusia yang mau dan 
percaya kepada kebenaran agama Islam {)


      

Kirim email ke