Sent: Monday, March 02, 2009 8:27 AM
Subject: Fw: metode hanifida


Assalamu'alaikum wr wb ,

SUBHANALLAH. 
Satu lagi Mu'jizat Al Qur'an, yang benar-benar Terjaga. 
ALLAHU AKBAR KABIRO, WAL HAMDULILLAHI KATSIRO. 



Sulap Anak Bak Komputer, Aa Gym-Yusuf Kepincut Hanifida 

JAKARTA (SuaraMedia) "Luar biasa sekali!" Komentar itu dilontarkan ustad 
terkemuka Aa Gym dan Yusuf Mansyur saat menyaksikan 4 anak dari Jombang, Jawa 
Timur, menghafal Alquran 30 juz dan pelajaran sekolah dengan metode Hanifida. 
Kejeniusan Ahmad Azmi Amiq (12), Rofi'ul Majid (14), Kamila Niami Permatasari 
(5,5), dan Putri Fitriani (9) mendorong Ustad Yusuf Mansyur ini untuk 
mengundang mereka. 
Produser film Kun Fa Yakun meminta empat anak ini untuk menularkan kepiawaian 
mereka menghafal Asmaul Husna, Alquran 30 juz dan artinya serta pelajaran 
lainnya kepada para santrinya di Sekolah Daarul Quran Internasional (SDQI), 
Jalan Ketapang, Cipondoh, Banten. "Kita menginap di sana sejak 11 hingga 18 
Februari untuk mengajarkan metode Hanifida. Alhamdulillah pada 18 Februari 
malam, Aa Gym juga menyaksikan praktek menghafal ini," ujar manajer Hanifida, 
Pito Sujatmiko, kepada detikcom, Jumat (20/2/2009). 

Apa komentarnya? "Luar biasa sekali," ujar Pito menirukan ucapan Aa Gym dan 
Yusuf Mansyur. "Beliau mendukung dan beri apresiasi dan sosialisasi," katanya. 
Empat anak ini juga laris diundang oleh ibu-ibu pengajian. Pito menegaskan 
tidak memasang tarif untuk menyosialisasikan metode menghafal cepat mutakhir 
ini. "Seikhlasnya, minimal untuk transportasi dan akomodasi. Ada 4 buku paket 
yang harus dibeli seharga Rp 120 ribu," ujar Pito. 

Pito mengatakan, empat anak itu akan beraksi lagi di Jakarta pada 16 Maret 
2009. "Rencananya pada 28 dan 29 Maret, kita akan diundang lagi oleh Ustad 
Yusuf Mansyur yang kelima kalinya," kata dia. Ke depan, lanjut Pito, metode 
Hanifida menghafal Alquran dan aplikasi pelajaran sekolah dikembangkan melalui 
DVD dan VCD. "Metode ini punya kuda-kuda dan jurusnya, tidak monoton, enjoy dan 
tidak perlu mengernyitkan dada," promosi Pito. 
Hanifida Sulap Anak Bak Komputer 

Metode Hanifida mengajarkan teknik menghafal cepat. Anak mampu menghafal Asmaul 
Husna, Alquran dan pelajaran di sekolah dalam waktu singkat. Metode inovatif 
ini dikembangkan oleh pasangan Hanifuddin Mahadun dan Kheirotul Idawati. 

"Anak dapat menghafal apa pun dalam waktu cepat dan dapat menjawab setiap 
pertanyaan mengenai apa yang telah dihafalkan seperti komputer saja," kata 
Hanif kepada detikcom di Klub Guru Jabodetabek, Jalan Jatipadang Nomor 23, 
Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

"Dengan mempelajari metode ini, selain anak pandai menghafal Alquran, jago 
berhitung dan pintar di sekolah. Apalagi anak usia produktif kelas 3 sampai 
kelas 6 SD paling cepat mempelajari metode ini," lanjut dia. Dijelaskan dia, 
metode Hanifida mengoptimalkan kerja otak kiri sehingga ada keseimbangan otak 
kiri dan otak kanan. Akurasinya hingga 85 persen. 

"Kami mengajarkan ini kepada anak-anak kami, Kamila (6), dan Ahmad (12)," 
ujarnya. Menurut dia, tidak butuh waktu lama untuk bisa menguasai metode 
tersebut. "Kalau sudah menguasai metodenya maka dapat menghafal saat itu juga. 

Kalau masalah biaya, hanya mengganti buku modul untuk menghafal Alquran dan 
Asmaul Husna. Harga 3 buku Rp 125 ribu. Kalau biaya mengajarkan seikhlasnya 
hanya infak saja," beber dia. Jika Anda tertarik, modul ini bisa Anda peroleh 
di Klub Guru Jabodetabek. 

Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida 

4 Anak dari Jombang, Jawa Timur, mengundang decak kagum. Mereka mampu menghafal 
Alquran 30 juz dan artinya. Bahkan mereka menghafal deretan angka secara acak 
dalam tempo 2 menit. Keempat anak itu adalah Ahmad Azmi Amiq (12), Rofi'ul 
Majid (14), Kamila Niami Permatasari (5,5), dan Putri Fitriani (9). 

Kejeniusan mereka tidak datang sendiri. Melainkan berkat metode menghafal 
Hanifida. Butuh waktu 1 bulan untuk menjadi jenius berkat metode belajar 
inovatif ini.Metode Hanifida ini dikembangkan oleh pasutri Hanif dan Ida yang 
terilhami pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI Irwan Widiatmoko. Hanif dan 
Ida lantas mengembangkannya ke dalam ke dalam dunia religi yaitu menghafal 
cepat Asmaul Husna dan Alquran. 

"Metode Hanifida dengan model file komputer ini melatih daya ingat permanen 
seperti menghafal Asmaul Husna dan Alquran 30 juz selama 1 bulan lebih," kata 
manajer Hanifida, Pito Sujatmiko, kepada detikcom, Jumat (20/2/2009). Menurut 
dia, berkat belajar dengan teknik Hanifida, empat anak asal Jombang itu mampu 
menyebut surat-surat Alquran, ayat-ayatnya dan artinya. 

"Misalnya, surat Al Ikhlas ayat 3. Azmi dapat menyebutkan lafal dan artinya. 
Kalau mengingat secara manual kan kadang menyebut dari awal surat, tetapi ini 
langsung disebutkan," ujar Pito. Selain menghafal Alquran, lanjut Pito, keempat 
anak itu mampu menyebut deretan angka hingga 100 dan menghafal materi pelajaran 
di sekolah. 

"Caranya misalnya, kita menulis angka acak masing-masing 10 angka dan dibuat 10 
baris. Lalu tulisan itu kita serahkan kepada si anak untuk menghafalnya selama 
2 menit. Setelah itu tulisan angka kita ambil lagi. Kemudian kita meminta si 
anak menyebut angka pada kolom atau baris tertentu yang kita inginkan. Si anak 
mampu menjawab dengan benar," beber Pito. 

Menurut dia, keempat anak itu mampu menghafal angka mundur dari belakang hingga 
ke depan, dari kolom atas hingga bawah secara acak. Pembaca detikcom, Habe 
Arifin, mengaku telah menyaksikan presentasi 4 bocah itu. "Mengagumkan banget, 
mereka jenius karena belajar tidak datang mendadak seperti Ponari," 
komentarnya. 

Bocah TK Hafal Asmaul Husna dan Surat Pendek 

Dalam gendongan sang bunda, Kamila Permatasari (6) bergelayut manja. Meski agak 
malu-malu, dia menjawab setiap pertanyaan yang diajukan untuk menguji metode 
Hanifida yang diajarkan ibunya. Dengan cepat, dia menjawab urutan Asmaul Husna 
dan surat pendek Alquran beserta artinya saat ditanya secara acak. 

"Sebutkan Asmaul Husna yang ke-50," tanya sang bunda, Khairotul Idawati. "Asy 
Syahidu artinya yang Maha Menyaksikan," sahut Kamila. "Asmaul Husna ke-10," 
tanya Idawati. "Al Mutakabbir artinya yang memiliki kebesaran," jawab bocah 
perempuan yang mengenakan baju warna kuning ini. 

"Asmaul Husna yang terakhir," tanya Idawati lagi. "Asy Shaburu artinya yang 
maha penyabar," jawab Kamila. Tidak hanya Asmaul Husna, Kamila pintar menghafal 
sebagian besar ayat-ayat dalam surat pendek Alquran beserta artinya. "Saya 
ngajari Kamila metode Hanifida dengan buku-buku ini sepulang sekolah. Kamila 
pemalu, kadang kalau ditanya orang nggak mau menjawab," tutur Idawati. 


Wassalamu'alaikum wr wb. 

Legal disclaimer
-------------------------
This email may contain confidential and/or legally privileged information. 
If you are not the intended recipient (or have received this email by error), 
please notify the sender immediately and delete this email. 
Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material in this 
email is strictly forbidden.

Kirim email ke