Entrepreneurship, Bisakah Diajarkan? Keterampilan berkomunikasi dan ketangguhan mental menjadi seorang entrepreneur.
Seorang entrepreneur punya ciri khas yang membedakannya dengan kebanyakan pegawai. Ia mampu menggerakkan perubahan mental. Ia pun pandai mengambil risiko. Jalan hidupnya tidak datar, penuh gejolak malah. Itukah gambaran masa depan yang Anda inginkan bagi si kecil? Apa pun hasrat Anda terhadap buah hati, simpan saja buat diri Anda. ''Sebab, tiap anak dilahirkan dengan potensinya masing-masing,'' cetus Rachmini Rachman Uno yang lebih dikenal dengan nama Mien Uno dalam seminar yang digelar oleh Universitas Paramadina, Sabtu (1/3). Orangtua tak semestinya memaksakan kehendaknya pada anak. Sebaliknya, orangtua justru harus mengarahkan agar anak bisa menganalisis kemampuan dan kelemahannya. ''Selidiki apa keandalan mereka sehingga kita bisa menjuruskan mereka sesuai dengan keandalan yang dimilikinya,'' saran Mien yang memprakarsai berdirinya Lembaga Pendidikan Duta Bangsa. Kalau Anda mendapati anak yang gemar berjualan, biarkan ia melakukannya. Tak perlu membatasinya untuk berusaha. Kalau perlu, beli apa yang dijualnya. ''Motivasi orangtua akan membuatnya lebih kreatif, berimajinasi, dan terus mencoba mewujudkan mimpinya,'' kata Mien. Mencari ilmu Motivasi dapat diberikan dengan menyodorkan berbagai buku bacaan kepada anak. Dengan begitu, wawasannya akan semakin luas. ''Ia harus memiliki mimpi yang kreatif,'' papar Mien yang menulis buku Etiket - Sukses Membawa Diri Disegala Kesempatan. Untuk keberhasilan anak di masa depan, lanjut Mien, orangtua harus menanamkan karakter yang baik pada anak. Karakter tersebut selayaknya menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan. ''Ini adalah bagian terpenting agar anak punya empati, rasa ingin berbagi.'' Mien berkeyakinan anak juga perlu menjalankan prinsip 'how to sell yourself before you sell your idea'. Artinya, mereka mesti bisa mendandani diri agar penampilannya menarik. ''Dari kecil, ajarkan mereka memilih warna,'' imbuhnya. Dengan penampilan yang oke, orang akan lebih mudah menerima keberadaannya. Peluang untuk menjual ide pun makin terbuka. ''Juga, jangan lupa untuk mengajarkannya membaca, menanamkan keinginan untuk terus mencari ilmu, dan jangan biarkan mereka terlalu banyak menonton,'' urai ibu dua anak ini. Sementara itu, anak pun perlu menyadari betapa pentingnya berbagi kepandaian dengan orang lain. Karenanya, biarkan ia membawa teman ke rumah. Dengan begitu, orangtua telah mengakomodasi anak agar berada di lingkungan yang baik. ''Rangkul mereka biar bisa dimonitor sejauh apa anak bisa berkembang,'' ucap Mien. Sedari kecil, lanjut Mien, orangtua mesti membiasakan anak menjadi ujung tombak. Jangan remehkan anak hanya karena usianya yang belia. ''Dari kecil, ia harus bisa menempatkan diri dan menghargai dirinya sendiri,'' tutur pakar pendidikan dan kepribadian ini. Pendidikan juga penting untuk masa depan anak. Sedapat mungkin, sekolahkan ia di sekolah yang bagus. ''Tak perlu mengikutsertakan dia les yang padat. Hanya orangtua yang tak paham anak saja yang melakukannya,'' ujar Mien. Di samping itu, kemampuan berkomunikasi juga mutlak diperlukan untuk masa depannya yang lebih cerah. Sebab, hanya dengan kepandaian komunikasi orang bisa mengaktualisasikan diri di lingkungannya. ''Sikap-sikap diplomatis mesti dimilikinya,'' papar Mien. Hal lain yang tak kalah penting ialah kepandaian anak menangani masalah. Tidak lembek Anak sewajarnya harus bisa membuat keputusan sendiri. Ia pun perlu mengetahui cara mengendalikan diri saat di saat marah. ''Orang yang ingin sukses tidak boleh gampang marah, mesti bisa menjaga hubungan,'' kata Mien. Sifat dasar tersebut, lanjut Mien, amat diperlukan bagi seorang wirausahawan. Dengan begitu, anak kelak tidak membeda-bedakan pelanggan. ''Dalam perjalanannya menuju masa depan, ada kalanya ia bosan. Biarkan ia jeda sejenak. Yang penting, ia harus percaya akan kemampuan dan yakin apa yang dilakukannya benar.'' Ananda Siregar berpendapat menjadi seorang entrepreneur bukan pilihan yang mudah. Ia bahkan baru yakin beralih ke wirausaha setelah bertahun-tahun menjadi financial analyst bank swasta. ''Berkat seringnya membaca kisah sukses orang terkenal, saya pun mantap melangkah memimpin perusahaan sendiri,'' ujar CEO PT Graha Layar Prima yang terkenal dengan bioskop Blitzmegaplex-nya. Empat tahun berwirausaha, Ananda menyadari betapa pentingnya memiliki kemampuan yang jarang dipunyai orang lain. Dan, itu adalah ketangguhan mental. ''Enterprenir mesti punya sikap can do, harus bisa,'' cetusnya. Kesimpulan Ananda didapat setelah mendapati skill alias kemahiran saja tidak cukup untuk memperlancar bisnisnya. Terlebih, kemahiran sebetulnya bisa dipelajari. ''Namun, sikap can do tadi lebih sukar untuk ditanamkan.'' Terlahir dari keluarga yang berada, Ananda bersyukur. Ia memandangnya sebagai modal awal yang baik. ''Tetapi, terlalu berkecukupan pun tidak baik. Anak harus terus merasa hungry, ingin maju dan tangguh. Jadi, saat ditimpa masalah, ia tidak gampang lembek.'' Lantas, bisakah entrepreneurship diajarkan? Menurut Noke Kiroyan, ''Bisa saja. Asalkan, anak bisa melihat peluang dan senang belajar dari kecil,'' tandas mantan pimpinan Rio Tinto yang di usia 60 tahun memutuskan untuk berwirausaha. n rei ( ) sumber : Republika ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

