Asl

Waduuh Hati-hati kalo bicara Habiib ngatain orang Katolik, memangnya habib tahu 
dari mana..ngaco aja.. kalo habib orang saleh mana akan ngomong asal 
ngomong..itu tandanya habib asal omong. orang bisa menilai kooo biib kalo habib 
nyalon presiden ga ada yang miliiih.. kasihaaan deeeh lhoooo

Wasalam

Husein Bakrie

Indonesia ph.08189811**

--- On Thu, 6/11/09, jaerony <[email protected]> wrote:

From: jaerony <[email protected]>
Subject: [Ar-Royyan-8992] Buat yg masih dukung SBY, jadikan pertimbangan bahwa 
istri budiono Katolik
To: [email protected]
Date: Thursday, June 11, 2009, 1:14 PM



 

Dear All,
 
Apa bener ya?
 
Wass / Jaerony.-
 
*******************************************
 
 
http://www.indonesi a-monitor. com/main/ index.php? 
option=com_ 
content&task=view&id=2333&Itemid=33




  
  
    Habib Husein Al-Habsy : “Apa PKS 
      Tidak Tahu Istri Boediono Katolik?” 
     
     

Boediono terpilih 
jadi cawapresnya SBY karena parpol-parpol Islam lemah dalam negosiasi. Mereka 
cenderung memanfaatkan umatnya demi harta dan 
kekuasaan.
 
PRESIDEN 
Ikhwanul Muslimin 
Indonesia (IMI) Habib Husein Al-Habsyi begitu geram ketika parpol-parpol Islam 
tetap berkoalisi mendukung SBY meski yang dipilih sebagai cawapres bukan dari 
kalangan parpol Islam. “Apa PKS tidak tahu kalau istri 
 Boediono itu Katolik,” ujar Habib Husein Al-Habsy kepada Sri 
Widodo dari Indonesia 
Monitor, Jumat 
(29/5).
 
Kenapa Anda begitu kecewa SBY memilih Boediono sebagai 
cawapres?
Kata William 
Shakespeare, janganlah terlalu royal dalam memrediksi sesuatu, termasuk kepada 
diri sendiri. SBY terlalu royal. Dia sudah tidak memedulikan apa 
 yang akan terjadi, ‘Silakan, saya sudah terpilih, saya bisa 
berbuat apa saja’. Padahal  kita tahu betul pemilu legislatif 
tidak legitimate. Pemilu paling 
kocar-kacir dalam sejarah pemilu Indonesia. Penunjukan Boediono bermakna SBY 
mengabaikan partai Islam.
 
Mengapa parpol Islam 
tidak berhasil memengaruhi SBY? 
Kita melihat 
partai-partai Islam yang mengatasnamakan Islam yang membuat SBY tidak 
memperhitungkan PKS. Padahal sebelumnya mereka ngotot 
tidak mau pakai 
Boediono, tapi tahu-tahu PKS berubah 180 derajat. Hal yang yang paling jahat di 
 dunia ini adalah orang-orang yang memanfaatkan theologi untuk 
kursiologi 
dan fulusiologi. 
 
Seburuk itukah 
partai Islam?
Saya adalah orang 
yang paling tidak suka terhadap partai-partai Islam di Indonesia, karena mereka 
memanfaatkan umat yang masih setia, konsekuen, dan istiqomah 
 dengan relijius. 
Mereka dimanfaatkan oleh politisi yang mengaku relijius tetapi jahat, 
 semata untuk uang dan kursi. Kata Imam Ali, orang yang paling 
bodoh di dunia ini  adalah dia tertipu dengan dunianya. Tapi 
akan lebih bodoh lagi kalau dia tertipu oleh  dunianya orang 
lain. Nah, partai-partai 
Islam ini tertipu untuk dunianya orang. Jadi,  bagaimana SBY 
mau segan terhadap Islam, mau memperhitungkan Islam kalau parpol Islam seperti 
itu.
 
Seperti itu 
bagaimana?
Mana mungkin dalam 
waktu beberapa jam saja PKS bisa berubah pandangan 180 derajat. Saya yakin ini 
ada penawaran-penawaran tertentu. PKS pasti mendapat penambahan jatah menteri. 
Mungkin PKS bilang, ‘Menteri agama jangan dikasih ke 
 nasi 
uduk, jangan dikasih ke 
NU, kasih saja ke PKS’. PKS ini kan Wahabiisme. 

 
Bukankah itu bagian 
dari negosiasi dengan SBY?
Bukan. Itu satu 
penghinaan dari SBY terhadap partai-partai Islam. Itu satu 
 kesombongan yang ditunjukkan oleh SBY. Kita tahu SBY 
menderita satu penyakit  yang sangat kronis, yakni dia tidak 
ragu-ragu untuk ragu-ragu. Dalam segala hal dia  selalu tidak 
ragu-ragu untuk ragu-ragu. Tapi dalam hal pemilihan cawapres, bagi SBY tidak 
ada 
keraguan sama sekali karena partai Islam bisa diakali.
 
Apa karena lobi 
mereka terlalu lemah?
Satu hal dari PKS 
dan partai Islam lainnya, mereka sama sekali tidak diperhitungkan oleh SBY. 
Tapi 
mereka semua justru mengakali umat untuk kepentingan mereka masing-masing. 
Apakah PKS tidak tahu bahwa istrinya Boediono Katolik? Tapi saya tidak akan 
bahas itu, Katolik atau bukan, tapi kejadian ini menunjukkan keadaan yang tidak 
demokratis. Boediono ini Islamnya Islam iwak ya 
iwak, celeng 
ya 
celeng, Islam 
tra-la-la. PKS sadar tentang 
hal ini, tapi mereka berhitung dengan kursi yang  bakal 
diperoleh, makanya tutup mata dengan penunjukan Boediono.
 
Bukankah banyak 
orang Jawa yang Islamnya seperti Boediono?
Islam 
Kejawen 
tidak kita 
persoalkan, tapi ada Islam yang menjadi antek asing. Dia  itu 
memang neoliberal sekali. Dia itu antek AS, antek Barat, dan antek kapitalis. 
PKS sendiri menyadari hal itu. Dalam strunggle, 
perjuangan ideologi 
di dunia ini, tidak ada tiga, yang ada dua, right 
atau 
wrong, haq 
atau 
bathil, haram 
atau 
halal. Kata 
 Imam Ali, barang siapa yang menyatakan netral dalam satu 
persoalan prinsip,  gelindingkan dia ke tempat lawan. PKS 
memakai akal-akalan dengan berdalih  agama.
 
Kalau SBY-Boediono 
terpilih akan seperti apa wajah bangsa ini?
Pertama, pemilu legislatif 
tidak legitimate, karena ada 50 juta 
orang tidak ikut  pemilu dan Mahkamah Konstitusi 
ngakali. Panwaslu lapor ke 
polisi, tapi polisi sengaja mengulur waktu sampai waktunya habis. Saya tidak 
takut ngomong 
apapun, 
wong 
saya tidak punya 
kepentingan. Saya tidak mengomprengkan 
baju gamis saya, 
 jenggot saya untuk dunia. Tidak. Yang paling bikin 
rusak agama ini 
adalah habib omprengan, kiai 
omprengan, ustad 
omprengan, dan yang paling 
melacur di dunia  politik, menjual agama, adalah partai-partai 
Islam. 
 
SBY menggaransi 
Boediono penganut Islam yang taat, menurut Anda?
SBY jelas berbohong. 
Itu sesuai dengan keyakinan dia bahwa politik merupakan alat untuk mencapai 
kekuasaan dengan jalan apa saja. Kenapa dia memilih Boediono, 
 karena apa yang ada di balik yang ada. Ini pasti pesanan dari 
zionis internasional,  IMF, World Bank, agar memilih Boediono. 
Seperti Purnomo Yusgiantoro, itu pesanan  dari Vatikan. Siapa 
yang berani utak-atik kasus Karaha Bodas. Itu kan milik 
Yusgiantoro.
 
Mengapa Anda tidak 
berjuang lewat partai?
Kalau kita 
ikut-ikutan, sama saja kita sekarang menggulingkan maling yang satu 
 untuk mengangkat maling yang lain. 
 
Kalau dikatakan 
Boediono titipan asing, apa yang diharapkan asing terhadap 
Boediono?
Kita lihat Megawati 
yang tidak punya knowledge, hanya lulus SMA 
saja, dia bisa jual aset-aset negara. Bagaimana dengan Boediono yang pintar 
itu, 
dia pasti akan melebihi Megawati. Sistem pasar bebas ini pasti akan betul-betul 
digalakkan,  akibatnya yang miskin tambah miskin yang kaya 
tambah kaya, lalu akan terjadi  hukum archimedes, sebuah benda 
dimasukkan ke dalam air, maka benda itu akan  mendapat gaya 
tekanan ke atas sebesar air yang ditumpahkan, dan akan terjadi 
 revolusi jalanan. Kemarahan rakyat dan muslim yang baik akan 
memuncak.  Pengaruh kemiskinan bisa membuat orang bersatu. 

 
Bagaimana Anda 
melihat non-Islam menjadi istri wakil presiden?
Kalau Islam 
mayoritas dipimpin oleh minoritas, itu tidak boleh. Tidak usah 
bicara soal agama 
deh, secara demokrasi 
hal itu tidak demokratis. Itu namanya penindasan  manusia atas 
manusia dalam soal ideologi, theologi. Itu akan menimbulkan 
 pergerakan dan kehancuran. Itu memberi kesempatan kepada 
kelompok radikal atau  ekstrem untuk bertindak. Di mana pun 
kelompok radikal tidak akan membawa  kebaikan kecuali 
kehancuran. Indonesia bisa seperti Pakistan. 
 
Penetapan Boediono 
akan memicu radikalisme?
Ya, radikalisme. 
Radikalisme itu tidak hanya Islam saja, semua agama, semua 
 mahzab, semua isme itu memiliki kelompok radikal, kelompok 
fundamentalis. 
 
Bagi Boediono status 
agama tampaknya tidak terlalu penting?
Ya itu tadi, Islam 
tra-lala, dan yang 
mengangkat dia menjadi muslim yang taat adalah SBY. Klop 
deh. 
 
Apa karena itu 
sehingga dia belum naik haji juga meski kekayaannya Rp 22,6 
miliar?
Tanya saja ke PKS, 
mau apa dia. Sekarang bagaimana mungkin Boediono mau naik haji, wong 
dia tidak punya 
keyakinan ke situ kok. Nanti untuk 
menenangkan rakyat, dia akan naik haji dengan dana ‘Atas Biaya Dinas’, semua 
bisa diatur.’  ■

anda peduli dengan umat mohon diforward

 
 
Original Message :
From: Dedi Afriadi 

 
#yiv2140434933 #ygrp-mkp {
BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;PADDING-RIGHT:14px;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px 
solid;PADDING-LEFT:14px;PADDING-BOTTOM:0px;MARGIN:14px 0px;BORDER-LEFT:#d8d8d8 
1px solid;PADDING-TOP:0px;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;FONT-FAMILY:Arial;}
#yiv2140434933 #ygrp-mkp HR {
BORDER-RIGHT:#d8d8d8 1px solid;BORDER-TOP:#d8d8d8 1px solid;BORDER-LEFT:#d8d8d8 
1px solid;BORDER-BOTTOM:#d8d8d8 1px solid;}
#yiv2140434933 #ygrp-mkp #hd {
FONT-WEIGHT:bold;FONT-SIZE:85%;MARGIN:10px 0px;COLOR:#628c2a;LINE-HEIGHT:122%;}
#yiv2140434933 #ygrp-mkp #ads {
MARGIN-BOTTOM:10px;}
#yiv2140434933 #ygrp-mkp .ad {
PADDING-RIGHT:0px;PADDING-LEFT:0px;PADDING-BOTTOM:0px;PADDING-TOP:0px;}
#yiv2140434933 #ygrp-mkp .ad A {
COLOR:#0000ff;TEXT-DECORATION:none;}












      

Kirim email ke