Dear All,

Apa bener ya?

Wass / Jaerony.-

*******************************************


http://www.indonesi a-monitor. com/main/ index.php? option=com_ 
content&task=view&id=2333&Itemid=33


      Habib Husein Al-Habsy : “Apa PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik?”      

Boediono terpilih jadi cawapresnya SBY karena parpol-parpol Islam lemah dalam 
negosiasi. Mereka cenderung memanfaatkan umatnya demi harta dan kekuasaan.


PRESIDEN Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI) Habib Husein Al-Habsyi begitu geram 
ketika parpol-parpol Islam tetap berkoalisi mendukung SBY meski yang dipilih 
sebagai cawapres bukan dari kalangan parpol Islam. “Apa PKS tidak tahu kalau 
istri  Boediono itu Katolik,” ujar Habib Husein Al-Habsy kepada Sri Widodo dari 
Indonesia Monitor, Jumat (29/5).



Kenapa Anda begitu kecewa SBY memilih Boediono sebagai cawapres?

Kata William Shakespeare, janganlah terlalu royal dalam memrediksi sesuatu, 
termasuk kepada diri sendiri. SBY terlalu royal. Dia sudah tidak memedulikan 
apa  yang akan terjadi, ‘Silakan, saya sudah terpilih, saya bisa berbuat apa 
saja’. Padahal  kita tahu betul pemilu legislatif tidak legitimate. Pemilu 
paling kocar-kacir dalam sejarah pemilu Indonesia. Penunjukan Boediono bermakna 
SBY mengabaikan partai Islam.



Mengapa parpol Islam tidak berhasil memengaruhi SBY? 

Kita melihat partai-partai Islam yang mengatasnamakan Islam yang membuat SBY 
tidak memperhitungkan PKS. Padahal sebelumnya mereka ngotot tidak mau pakai 
Boediono, tapi tahu-tahu PKS berubah 180 derajat. Hal yang yang paling jahat di 
 dunia ini adalah orang-orang yang memanfaatkan theologi untuk kursiologi dan 
fulusiologi. 



Seburuk itukah partai Islam?

Saya adalah orang yang paling tidak suka terhadap partai-partai Islam di 
Indonesia, karena mereka memanfaatkan umat yang masih setia, konsekuen, dan 
istiqomah  dengan relijius. Mereka dimanfaatkan oleh politisi yang mengaku 
relijius tetapi jahat,  semata untuk uang dan kursi. Kata Imam Ali, orang yang 
paling bodoh di dunia ini  adalah dia tertipu dengan dunianya. Tapi akan lebih 
bodoh lagi kalau dia tertipu oleh  dunianya orang lain. Nah, partai-partai 
Islam ini tertipu untuk dunianya orang. Jadi,  bagaimana SBY mau segan terhadap 
Islam, mau memperhitungkan Islam kalau parpol Islam seperti itu.



Seperti itu bagaimana?

Mana mungkin dalam waktu beberapa jam saja PKS bisa berubah pandangan 180 
derajat. Saya yakin ini ada penawaran-penawaran tertentu. PKS pasti mendapat 
penambahan jatah menteri. Mungkin PKS bilang, ‘Menteri agama jangan dikasih ke  
nasi uduk, jangan dikasih ke NU, kasih saja ke PKS’. PKS ini kan Wahabiisme. 



Bukankah itu bagian dari negosiasi dengan SBY?

Bukan. Itu satu penghinaan dari SBY terhadap partai-partai Islam. Itu satu  
kesombongan yang ditunjukkan oleh SBY. Kita tahu SBY menderita satu penyakit  
yang sangat kronis, yakni dia tidak ragu-ragu untuk ragu-ragu. Dalam segala hal 
dia  selalu tidak ragu-ragu untuk ragu-ragu. Tapi dalam hal pemilihan cawapres, 
bagi SBY tidak ada keraguan sama sekali karena partai Islam bisa diakali.



Apa karena lobi mereka terlalu lemah?

Satu hal dari PKS dan partai Islam lainnya, mereka sama sekali tidak 
diperhitungkan oleh SBY. Tapi mereka semua justru mengakali umat untuk 
kepentingan mereka masing-masing. Apakah PKS tidak tahu bahwa istrinya Boediono 
Katolik? Tapi saya tidak akan bahas itu, Katolik atau bukan, tapi kejadian ini 
menunjukkan keadaan yang tidak demokratis. Boediono ini Islamnya Islam iwak ya 
iwak, celeng ya celeng, Islam tra-la-la. PKS sadar tentang hal ini, tapi mereka 
berhitung dengan kursi yang  bakal diperoleh, makanya tutup mata dengan 
penunjukan Boediono.



Bukankah banyak orang Jawa yang Islamnya seperti Boediono?

Islam Kejawen tidak kita persoalkan, tapi ada Islam yang menjadi antek asing. 
Dia  itu memang neoliberal sekali. Dia itu antek AS, antek Barat, dan antek 
kapitalis. PKS sendiri menyadari hal itu. Dalam strunggle, perjuangan ideologi 
di dunia ini, tidak ada tiga, yang ada dua, right atau wrong, haq atau bathil, 
haram atau halal. Kata  Imam Ali, barang siapa yang menyatakan netral dalam 
satu persoalan prinsip,  gelindingkan dia ke tempat lawan. PKS memakai 
akal-akalan dengan berdalih  agama.



Kalau SBY-Boediono terpilih akan seperti apa wajah bangsa ini?

Pertama, pemilu legislatif tidak legitimate, karena ada 50 juta orang tidak 
ikut  pemilu dan Mahkamah Konstitusi ngakali. Panwaslu lapor ke polisi, tapi 
polisi sengaja mengulur waktu sampai waktunya habis. Saya tidak takut ngomong 
apapun, wong saya tidak punya kepentingan. Saya tidak mengomprengkan baju gamis 
saya,  jenggot saya untuk dunia. Tidak. Yang paling bikin rusak agama ini 
adalah habib omprengan, kiai omprengan, ustad omprengan, dan yang paling 
melacur di dunia  politik, menjual agama, adalah partai-partai Islam. 



SBY menggaransi Boediono penganut Islam yang taat, menurut Anda?

SBY jelas berbohong. Itu sesuai dengan keyakinan dia bahwa politik merupakan 
alat untuk mencapai kekuasaan dengan jalan apa saja. Kenapa dia memilih 
Boediono,  karena apa yang ada di balik yang ada. Ini pasti pesanan dari zionis 
internasional,  IMF, World Bank, agar memilih Boediono. Seperti Purnomo 
Yusgiantoro, itu pesanan  dari Vatikan. Siapa yang berani utak-atik kasus 
Karaha Bodas. Itu kan milik Yusgiantoro.



Mengapa Anda tidak berjuang lewat partai?

Kalau kita ikut-ikutan, sama saja kita sekarang menggulingkan maling yang satu  
untuk mengangkat maling yang lain. 



Kalau dikatakan Boediono titipan asing, apa yang diharapkan asing terhadap 
Boediono?

Kita lihat Megawati yang tidak punya knowledge, hanya lulus SMA saja, dia bisa 
jual aset-aset negara. Bagaimana dengan Boediono yang pintar itu, dia pasti 
akan melebihi Megawati. Sistem pasar bebas ini pasti akan betul-betul 
digalakkan,  akibatnya yang miskin tambah miskin yang kaya tambah kaya, lalu 
akan terjadi  hukum archimedes, sebuah benda dimasukkan ke dalam air, maka 
benda itu akan  mendapat gaya tekanan ke atas sebesar air yang ditumpahkan, dan 
akan terjadi  revolusi jalanan. Kemarahan rakyat dan muslim yang baik akan 
memuncak.  Pengaruh kemiskinan bisa membuat orang bersatu. 



Bagaimana Anda melihat non-Islam menjadi istri wakil presiden?

Kalau Islam mayoritas dipimpin oleh minoritas, itu tidak boleh. Tidak usah 
bicara soal agama deh, secara demokrasi hal itu tidak demokratis. Itu namanya 
penindasan  manusia atas manusia dalam soal ideologi, theologi. Itu akan 
menimbulkan  pergerakan dan kehancuran. Itu memberi kesempatan kepada kelompok 
radikal atau  ekstrem untuk bertindak. Di mana pun kelompok radikal tidak akan 
membawa  kebaikan kecuali kehancuran. Indonesia bisa seperti Pakistan. 



Penetapan Boediono akan memicu radikalisme?

Ya, radikalisme. Radikalisme itu tidak hanya Islam saja, semua agama, semua  
mahzab, semua isme itu memiliki kelompok radikal, kelompok fundamentalis. 



Bagi Boediono status agama tampaknya tidak terlalu penting?

Ya itu tadi, Islam tra-lala, dan yang mengangkat dia menjadi muslim yang taat 
adalah SBY. Klop deh. 



Apa karena itu sehingga dia belum naik haji juga meski kekayaannya Rp 22,6 
miliar?

Tanya saja ke PKS, mau apa dia. Sekarang bagaimana mungkin Boediono mau naik 
haji, wong dia tidak punya keyakinan ke situ kok. Nanti untuk menenangkan 
rakyat, dia akan naik haji dengan dana ‘Atas Biaya Dinas’, semua bisa diatur.’  
■


anda peduli dengan umat mohon diforward



Original Message :
From: Dedi Afriadi 

Kirim email ke