2008 Desember 5 DO'A SAAT BINGUNG MENGHADAPI
HUTANG<http://emanloji.blogspot.com/2008/12/doa-saat-bingung-menghadapi-hutang.html>
Tidak seorangpun manusia yang suka terlilit hutang. Baik dia beriman maupun
tidak. Sebab ketika terbebani hutang seseorang biasanya menjadi bingung dan
kehabisan gairah beraktifitas. Kreatifitas diri dan dinamika menurun. Ia
tenggelam dalam kesedihan dan perasaan tertekan memikirkan hutangnya yang
belum sanggup ia lunasi. Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur:
“Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid.
Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang
duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau
sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan
hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu
sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan
kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai
Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore
hari, bacalah do’a: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ
وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ”Ya
Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku
berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau
dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan
hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah: ”Setelah membaca
do’a tersebut, Allah ta’aala berkenan menghilangkan kebingunganku dan
membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353) Ada beberapa pelajaran
yang bisa ditarik dari hadits di atas. Di antaranya ialah ternyata sahabat
merupakan manusia biasa seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Bilamana ia
terlibat hutang maka ia menjadi bingung dan sedih. Hal ini jelas dinyatakan
oleh Abu Umamah radhiyallahu ’anhu. Sahabat yang satu ini saking sedih dan
bingungnya menghadapi lilitan hutang hingga kedapatan oleh Rasulullah
shollallahu ’alaih wa sallam sedang berdiam diri di dalam masjid di luar jam
biasanya seseorang berada di masjid. Pelajaran lainnya ialah bahwa sahabat
tatkala ditawari doa oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam untuk
menghilangkan kebingungan dan mengatasi beban hutangnya, maka tanpa ragu
sedikitpun ia menyambut dan menerimanya. Bahkan dengan segera ia amalkan,
sehingga dengan izin Allah subhaanahu wa ta’aala tak lama sesudah ia rajin
berdoa, Allah subhaanahu wa ta’aala berkenan mengatasi problem hutangnya.
Tentunya sahabat Abu Umamah radhiyallahu ’anhu membaca doa bukan sekedar
seperti orang bernyanyi tanpa memahami dan meyakini kekuatan doa tersebut.
Di samping berdoa ia berusaha sekuat tenaga mengatasi apa-apa yang ia
lontarkan dalam doanya. Ia berusaha mengatasi bingungnya, sedihnya, lemah
dirinya, malasnya dan ketidakberdayaannya menghadapi kesewenang-wenangan
manusia kepada dirinya. Demikianlah para sahabat radhiyallahu ’anhum. Mereka
merupakan anak didik terbaik Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam
sehingga mereka tidak pernah meragukan kekuatan doa. Barangkali jika di
zaman sekarang ada orang yang datang kepada seseorang mengeluhkan problem
hutangnya kemudian diberikan jalan keluar berupa doa kepada Allah subhaanahu
wa ta’aala, ia akan marah dan merasa dipermainkan. Artinya, jika kita sedang
bingung lantaran problem hutang yang tidak kunjung terlunasi, maka hendaknya
kitapun mengikuti jejak generasi terbaik para sahabat radhiyallahu ’anhum
tersebut. Mereka sungguh telah menghayati kebenaran firman Allah ta’aala di
dalam Kitab-Nya: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ
دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat
186) Dari ayat di atas dapat kita simpulkan beberapa pelajaran yang sangat
penting: (1) Allah ta’aala itu dekat. Artinya jangan kira Allah ta’aala
tidak melihat dan mengetahui segala apa yang berkecamuk di dalam diri kita.
Termasuk segala kesulitan yang kita hadapi. (2) Asalkan permohonan diajukan
kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala berjanji pasti akan mengabulkannya
(3) Agar lebih besar kemungkinan dikabulkannya, hendaklah kita penuhi
segenap perintah Allah ta’aaladan tentunya tinggalkan segenap larangan-Nya
(4) Berimanlah kepada Allah ta’aala. Sebab Allah ta’aala memliki nama-nama
yang baik (Asmaa-ul Husna). Allah ta’aala Dialah yang Maha Kaya, Maha
Mendengar, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Kuasa mengabulkan segenap
doa hamba-hambaNya.

Kirim email ke