-----Original Message----- From: Susana Triana [Meratus PTL] Sent: Tuesday, October 28, 2008 11:28 AM To: Rudy Pancana[Meratus PTL]; Nursalam[MIF PTL]; Windi [Meratus PTL]; Lasiyono Muhlisudin[MIF PTL]; Eri Setiawan[Meratus PTL]; Ichsan Firmansyah[Meratus PTL]; Faizal Djabbar[Meratus PTL]; Ence Supardi[MIF Surabaya]; Ira Susanti; lelly kusuma; Ferry Dina [MIF HO]; Aswien Yuniarto [MIF HO] Subject: ~STI&K~ Gusti Allah ora sare
" GUSTI ALLOH ORA SARE " > > > > Sekedar bacaan di waktu senggang....mudah-an ada pelajaran yang bisa > diambil, Amin....... > > Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. > Telah lewat pukul 11 malam. > Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. > Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat > berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. > Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan. > > Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. > Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai > tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. > Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani > rokok dan lampu petromak yang masih menyala. > > Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada > kehujanan...,"begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. > Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian > yang pekat. > Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya > berkata, "tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja." > > Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak > sibuk. > Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. > Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam > waktu sebentar. > > Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera > saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. > Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah > hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" > Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih > dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam. > > "Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, > rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. > Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. > Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. > > Namun, agaknya saya keliru... "Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu > tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. > Saya malah senang kalau hujan begini. > Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, > walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." > Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung > kalau besok masih hujan.....". > > Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". > Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba hamba-Nya. > Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. > Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan > perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak > berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan. > > Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi > banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa > materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. > Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu > artinya saya cuma harus bersabar. > Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya > bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. > Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. > Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang > menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong > mobil yang mogok. > > Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. > Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak > dibenak saya. > "Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah,hujan telah > reda, dan sayapun telah selesai makan. > > Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora > Sare..... Gusti Allah Ora Sare..... > > Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. > Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan > cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya > lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya > menjadi semakin banyak belajar. > > Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, > dengan sesuatu yang istimewa. > Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang > saya lampaui. > Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya > lakukan. > > Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. > Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan > memaknai hikmah kehidupan. > Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. > Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal > besar dan istimewa. > > Aku berdoa agar diberikan kekuatan... > Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya. > > Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan... > Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya. > > Aku berdoa agar diberikan kecerdasan... > Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar > dari-Nya. > > Aku berdoa agar diberikan keberanian... > Namun, Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya. > > Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang..... > Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat > berbagi dengannya. > > Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan... > Namun, Allah memberikanku namun pintu kesempatan agar aku dapat > memanfaatkannya. > > Sahabat, terima kasih telah membaca. > Silahkan memforward email ini ke sahabat2mu, yang engkau cintai dan > teman-teman lain. > Bagi dan berikanlah yang terbaik untuk mereka. Best Regards, Susana Triana PT. MITRA INTERTRANS FORWARDING " Cares For Your Needs " Finance & Accounting Division Jl. Danau Lindu Blok B2 / 01 Palu - 94223, Indonesia Ph : +62 451 454787 ;455020; 455019 / Ext : 112 Fax : +62 451 454788 [email protected] www.mif.co.id Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

