________________________________
From: Agus Rasyidi <[email protected]>
To: [email protected]; MILIS LINTAS BODEBA <[email protected]>
Sent: Saturday, July 18, 2009 1:28:29 PM
Subject: [Ar-Royyan-9090] Catatan Roker : ' Empat Skenario....'

 
July 17, 2009, 4:12 
pm
Catatan Roker : ' 
Empat Skenario....'

Skenario Pertama,

Andaikan kita 
sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat 
duduk, kita berdiri di dalam gerbong
tersebut. Suasana cukup ramai meskipun 
masih ada tempat bagi kita untuk
menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak 
menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang melihatnya, memungutnya 
dan langsung mengembalikannya kepada
kita. "Pak, handphone bapak barusan 
jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik 
kita.

Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?. Mungkin kita 
akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 
Kedua,

Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
Handphone kita 
terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu 
handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya
kepada kita. 
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru 
menyadari
handphone kita hilang.

Sesaat sebelum kita turun dari 
kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata, "Pak, handphone 
bapak barusan jatuh nih." 

Apa yang akan kita lakukan kepada orang 
tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang 
tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa 
terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang 
langsung memberikan handphone itu kepada kita).
Setelah itu mungkin kita akan 
langsung turun dari kereta.

Skenario Ketiga,

Marilah kita beralih 
kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone 
kita terjatuh, hingga kita
menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita 
saat kita sudah turun
dari kereta.

Kita pun panik dan segera menelepon 
ke nomor handphone kita, berharap
ada orang baik yang menemukan handphone 
kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi 
menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab 
telepon kita.
"Halo, selamat siang, Pak.
Saya pemilik handphone yang ada 
pada bapak sekarang," kita mencoba
bicara kepada orang yang sangat kita 
harapkan berbaik hati mengembalikan
handphone itu kembali kepada 
kita.
Orang yang menemukan handphone kita berkata,
"Oh, ini handphone 
bapak ya.
Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil 
di sana nanti ya."

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun 
pergi ke stasiun
berikut dan menemui "orang baik" tersebut.
Orang itu pun 
memberikan handphone kita yang telah hilang. Apa yang akan kita lakukan pada 
orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, 
dan seperti nya
akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada 
skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan 
hadiah kecil kepada
orang yang menemukan handphone kita 
tersebut.

Skenario Keempat,

Terakhir, mari kita perhatikan 
skenario keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita 
terjatuh, kita turun
dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah 
hilang, kita
mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat. Sampai 
akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS 
:
"Bapak / Ibu yang budiman.
Saya adalah pemilik handphone yang ada pada 
bapak / ibu sekarang.
Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu 
untuk dapat
mengembalikan handphone itu kepada saya.
Saya akan memberikan 
imbalan sepantasnya. "
SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.
Kita sudah 
putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada 
di dalam
handphone kita.
Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang 
ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang 
menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemu untuk 
mengembalikan
handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan 
kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang 
diberikan
oleh orang itu.

Kita pun sampai di sana dan orang itu 
mengembalikan handphone kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang 
tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya 
kepadanya, dan
mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar 
lebih
berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario 
ketiga).

****

Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di 
atas?

Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan 
handphone, dan
ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya 
dan langsung mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima 
kasih.

Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum 
kita
turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih 
besar.

Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita 
turun
dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan 
sedikit hadiah.

Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa 
hari, setelah
itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia 
ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang 
aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah 
yang paling
baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung 
memberikannya kepada kita,
bukan?
Dia adalah orang pada skenario 
pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit 
di antara
empat orang di atas.

Manakah orang yang paling tidak 
baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat 
kita
menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone 
kita
tersebut selama itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan 
kita berikan reward paling
besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di 
sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara 
tulus,
tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas 
mendapatkan
banyak, kita berikan lebih sedikit.

Kenapa bisa 
begitu?

Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di 
setiap
skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan 
karena kita belum
sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya 
kembali.

Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan 
karena saat
itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan 
yang
mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari 
kereta.

Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun 
tidak lama
kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan 
handphone kita
kembali.

Pada skenario keempat, kita sangat merasakan 
kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar 
kepada orang
yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa 
kembali kepada
kita.

Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita 
semakin menghargai
handphone yang kita miliki.

Jadi, Saat ini, adakah 
sesuatu yang kurang kita syukuri? Apakah itu berupa rumah, handphone, 
teman-teman, kesempatan berkuliah,
kesempatan bekerja, atau suatu hal 
lain.

Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari 
genggaman
kita. Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar 
biasa..

Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah 
hilang
tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu 
agar kita dapat bersyukur pada nikmat yg telah Allah berikan ?

Sebaiknya 
tidak.

Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi 
itu masih
ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu 
telah lenyap
dari diri kita,
ketika Allah Yang Maha Memiliki telah 
mengambilnya kembali.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum 
diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah 
diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila 
kita mampu memandang dari sudut yang benar dan bersyukur kepada 
Allah

(Jojo Wahjudi,Roker Bojong ) 

http://www.krlmania.com/sinyal/read.php?id=1545


      

Kirim email ke