-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

Kamis, 27/08/2009 00:43 WIB
Laporan dari Den Haag
Di Belanda Makanan Bersertifikat Halal Merebak
Eddi Santosa - detikRamadan

Den Haag -Kalau di Indonesia masih ada 'pembangkangan' sebagian
produsen terhadap sertifikat halal, di Negeri Belanda justru produsen
proaktif merespon pasar halal. Bagaimana ini bisa dijelaskan?

Kunci jawaban ada pada kesadaran umat. Selama umat rela menjadikan
perutnya seperti pembuangan sampah Bandar Gebang alias apa saja masuk,
selama itu pula produsen tidak perlu merasa peduli dengan produk yang
ditawarkan. Toh akan dibeli dan dimakan juga.

Di Belanda mayoritas umat islam, baik warga Belanda asli maupun
keturunan, sangat sadar ketentuan-ketentuan atau syariat agamanya.
Bahkan warga Belanda asli yang telah masuk Islam umumnya jauh lebih
disiplin dan ketat menjunjung syariat tersebut. Sadar keyakinan,
selanjutnya membentuk kesadaran hak.

Maka pelan tapi pasti komunitas muslim mengupayakan sendiri kebutuhan
halal, sebagaimana komunitas Yahudi juga memenuhi kebutuhan kosher
mereka. Muncullah islamitische slagerij (toko daging islam) dan
minimarket yang menyediakan makanan minuman halal.

Selain memperhatikan kehalalan yang kasat mata seperti daging, warga
muslim di Belanda juga cermat memperhatikan kandungan zat aditif
produk makanan minuman, yang secara standar di Eropa menggunakan kode
E, diikuti angka. Misalnya jenis emulgator apa yang digunakan. Apakah
terbuat dari bahan nabati, atau dari babi?

Kesadaran ini akhirnya membentuk posisi tawar kuat dalam lingkar
ekonomi. Bayangkan, di Negeri Belanda ada sekitar 850.000 warga muslim
(Centraal Bureau voor Statistiek/CBS, 2007-2008), yang disiplin
mencari kebutuhan makanan minuman halal di pasar eksklusif.

Jika diasumsikan dari kebutuhan daging saja per kepala minimal
EUR10,00 per pekan, maka potensi pasar yang tersedia sekurangnya
EUR8,5 juta per pekan! Menggiurkan.

Begitu besar dan potensial pasar muslim, sehingga raksasa Albert Heijn
(AH), market leader yang menguasai 31,3% pangsa pasar kelas menengah
atas, langsung menyergap dan menggarapnya. Produk halal AH ini,
meliputi daging segar dan produk turunannya, secara khusus ditandai
dengan stiker halal warna hijau dan ditempatkan secara terpisah.

AH menjalin kerjasama dengan rumah-rumah pemotongan muslim
bersertifikat, Deen-Hobu dan InterChicken di bawah pengawasan Halal
International Controle U.A, Den Haag. Pengepakan dan distribusinya
juga diperlakukan khusus oleh mereka. Selain itu AH juga melakukan
komunikasi gencar melalui iklan radio televisi dan situsweb.

Sedemikian rupa perkembangannya di Belanda, sehingga orang sampai
mengatakan bahwa di Belanda mencari makanan halal lebih jelas dan mudah.

(es/es)
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: GnuPG v1.4.9 (Darwin)
Comment: Using GnuPG with Mozilla - http://enigmail.mozdev.org/

iEYEARECAAYFAkqVusAACgkQEXxp/bggdZrQPwCdERuArxjy7Str9gSxSkkPOCY5
yrEAn2S3vKmZZB5alSmJ3OJXw8Zxv/rX
=0alC
-----END PGP SIGNATURE-----


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke