Membuat Produk yang Bakal Meledak!
By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp.
Kamis, 20 Agustus 2009 pukul 18:07:00 

 

SUATU pagi di bulan Juni lalu, Sodik yang datang bersama beberapa pengusaha 
Semarang menemui saya ketika saya baru mendarat di airport Ahmad Yani untuk 
sebuah acara yang mereka adakan. Dia bertanya kepada saya sambil membawa sebuah 
produk,

"Pak Heppy ini produk yang baru saya kembangkan, sirup jahe pak, kira-kira bisa 
meledak nggak pak, produk ini baru lho pak masih belum beredar di pasaran" 
begitu kira-kira yang dia sampaikan kepada saya.

Saya sempat mencicipi sirup jahe yang dibuat Sodik itu. Menurut saya rasanya 
enak sekali karena kebetulan saya juga sangat menyukai wedang jahe dari dulu. 
Produk ini juga praktis dan mudah disajikan setiap saat. Dan yang penting lagi 
produk ini dibuat dengan biaya produksi yang sangat kompetitif per botolnya, 
sehingga dengan harga jual yang tidak terlampau tinggi bisa mendapatkan margin 
yang cukup bagus.

Apakah produk ini akan meledak dan menghasilnya uang buat kita? Apakah produk 
ini akan disukai masyarakat? Jawabnya adalah mungkin ya dan mungkin tidak!

Kesalahan yang sering kali kita lakukan dalam meluncurkan produk atau jasa 
adalah kita menganggap bahwa kita tahu apa yang diinginkan oleh target market 
kita. Bagaimana kita tahu sedangkan customer sendiri tidak tahu apa yang mereka 
inginkan. Kalau kita tahu apa yang customer inginkan tentu bisnis menjadi 
sangat mudah bagi kita, dan kalau customer tahu apa yang mereka inginkan maka 
bisnis juga menjadi mudah buat kita.

Sebelum memulai meluncurkan sebuah produk langkah yang paling aman untuk kita 
lakukan adalah dengan mencari tahu dulu apa yang customer inginkan. Find out 
what they want! Bicaralah dengan target market, dengan calon customer yang akan 
kita bidik sebagai sasaran pemasaran produk anda. 

Apa yang membuat mereka sakit, apa yang mengkhawatirkan mereka, apa yang 
membuat mereka frustasi, apa yang membuat mereka merasa senang, merasa aman, 
merasa terpenuhi, sehingga anda benar-benar tahu produk seperti apa apa yang 
harus anda buat dan lebih penting lagi anda tahu apa yang harus anda 
komunikasikan kepada target market anda tersebut.

Sebagian besar orang memulai dengan pengembangan produk dan kemudian 
menjualnya, dan baru mengetahui apakah customer menginginkannya atau tidak 
setelah barangnya laku atau tidak.  Banyak kegagalan bisnis terjadi karena 
pendekatan yang digunakan terbalik. Mereka meluncurkan produk yang tidak 
diinginkan oleh target market. Mereka mengandalkan inovasi dan kreatifitas yang 
didasarkan pada obsesi diri sendiri bukan obsesi customer. Namun banyak sukses 
bisnis dilahirkan dengan produk-produk yang sederhana bahkan beberapa terkesan 
tidak bermutu, namun kenyataannya produk tersebut diserbu oleh customer.

"Tara Nasiku" adalah contoh sebuah produk yang dilahirkan oleh pemain besar di 
industri consumer goods di negeri ini dan telah menyedot bermilyar-milyar biaya 
pemasaran untuk meng-edukasi masyarakat. Namun hari ini kita lihat "Tara 
Nasiku" tidak dibeli oleh target market, kenapa? Karena target market tidak 
menginginkannya!

Selalu ada cara untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh customer, tidak mudah 
memang, tapi membangun produk dengan asumsi kita mengetahui apa yang customer 
inginkan adalah sebuah risiko tinggi!

"Jadi bagaimana dengan sirup jahe saya pak? Apakah akan meledak?"

sumber : REPUBLIKA

Kirim email ke