----- Original Message -----
From: masjid annahl
Sent: Tuesday, September 01, 2009 7:50 AM

Seri : Kisah Sahabat



Cerita Dari Seorang Ibu
oleh Mira Kania Dewi Kamis, 27/08/2009 14:17 WIB
Seorang wanita muda sedang mengandung anak kedua. Kehamilannya belum
mencapai usia tujuh bulan. Suatu hari, wanita yang tengah hamil ini mencuci
tiga stel pakaian ABRI milik suaminya dengan tangannya sendiri sambil duduk
berjongkok. Keesokan harinya, rasa sakit yang sangat di bagian perutnya
dialami sang ibu dan rasa sakit itu terus berlangsung selama tiga malam
hingga akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan dalam keadaan belum cukup
bulan (pre-mature).
“Pak-Bu harus siap ya, bayinya kecil sekali (1,5 kg) sewaktu-waktu bisa
meninggal dunia” itulah kurang lebih ucapan dokter di rumah sakit kepada
kedua orang tua bayi itu, di sebuah kota kecil Cimahi, Jawa Barat.
Sebulan lamanya bayi prematur itu harus tidur dalam incubator (kotak kaca)
dan tidur terpisah dari ibunya. Namun kondisi demikian tidaklah mengurangi
kasih sayang sang ibu bahkan sifat keibuannya semakin meraja. Dengan setia,
sebulan lamanya sang ibu menemani bayinya dengan hati yang penuh do’a dan
asa……..harapan dan keyakinan yang sangat kuat akan kebesaran Illahi Rabbi
dalam mempertahankan perjuangan hidup seorang anak manusia.
Bayi yang bertubuh sangat mungil ini mengalami penurunan berat badan menjadi
1,3 kg. Kesulitan menyusu menjadi kendala dalam pertumbuhan bayi prematur.
Setiap kali disusui, bayi itu tersedak sehingga wajahnya menjadi kebiruan.
Sungguh…..kepanikan yang luar biasa dialami wanita itu.
Suatu ketika wabah diare menyerang sepuluh bayi di rumah sakit tempat bayi
prematur itu dilahirkan. Dari sepuluh bayi, hanya dua orang bayi yang
bertahan dalam keadaan sehat wal’afiat satu di antaranya adalah bayi mungil
dari ibu muda nan cantik tadi. Rupanya kebiasaan sang ibu selalu hidup rapi
dan bersih menjadi kuncinya. Dia selalu mencuci dan merebus sendiri
baju-baju bayi prematurnya. Dia wanita yang kuat dan tegar, tak ada kata
lelah dan bermanja-manja sehabis melahirkan.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan.” (QS Al-Insyiraah : 5-6)
Mencoba dan mencoba lagi, berusaha dan terus berikhtiar….itulah yang
dilakukan wanita itu. Sampai suatu ketika ia melakukan pemberian ASI (Air
Susu Ibu) dengan menggunakan pipet tetes. Setetes demi setetes ASI dalam
pipet mengalir dan menyambung kehidupan bayi mungil itu. Sungguh tak
terbayangkan betapa luasnya samudera kesabaran, pengorbanan dan keikhlasan
yang terpancar dari dalam diri wanita nan mulia itu. Bayi prematur itu
perlahan-lahan tumbuh dan dapat menyamai berat bayi-bayi yang lahir normal
dalam waktu tiga bulan. Subhanalloh…..
Bayi mungil itu kini telah menginjak usia 38 tahun dan telah menjadi seorang
ibu dengan tiga orang anak. Bayi itu adalah aku…..
Perjuangan aku membesarkan anak-anakku tak ada nilainya dibanding perjuangan
ibu membesarkan aku. Perjuangan dan pengorbanannya sungguh luar biasa dalam
kondisi kedokteran yang pada saat itu masih sangat sederhana dan belum
sehebat ataupun secanggih kedokteran masa kini. Ibuku seorang wanita yang
hebat, kuat dan tegar. Banyak sekali ilmu dan teladan yang selalu beliau
contohkan kepadaku, kepada kami anak-anaknya, dan kepada cucu-cucunya.
Abu Hurairah Radhiallu ‘anh berkata : Seorang lelaki datang menemui
Rasulullah Saw dan bertanya,” Ya Rasulullah, siapakah yang paling berhak
mendapat pelayananku dengan sebaik-baiknya?” Nabi Saw menjawab, “Ibumu”. Dia
bertanya lagi : “Kemudian siapa lagi?” Rasulullah menjawab, “ Ibumu.” Dia
bertanya lagi,” Kemudian siapa?” Nabi Saw menjawab;” Ibumu.” Dia bertanya
lagi,” Kemudian siapa lagi?” Nabi Saw menjawab,” Ayahmu.” (HR Bukhari)
Ibu, aku banyak berhutang kepadamu. Aku tak tahu harus memulai dari mana. Ya
Rabb bantulah aku dan bimbinglah aku agar aku tergolong ke dalam
hamba-hamba-MU yang sholeha yang mampu memuliakan dan membahagiakan ibu dan
ayahku dan jadikanlah surga sebagai kampung akherat kami, aamiin Allohumma
aamiin.
Dalam usianya yang semakin senja, semoga ALLOH SWT selalu memberikan
kenikmatan iman, Islam dan sehat kepadamu ibu dan juga ayahku. Kebahagiaan
dunia dan akherat yang selalu menyertaimu, limpahan Rahman dan Rahim-NYA
yang selalu bersamamu serta keberkahan dalam hidup yang selalu tercurah
untukmu, ibu dan ayahku. Cinta dan do’a kami (anak-anakmu) selalu
menyertaimu.
“Rabbigh-firlii wa liwaa lidayya war-ham-humaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
.
Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku,
sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku dan memeliharaku di
waktu kecilku.
Wallohua’lam bishshowaab.

(mkd/bkk/27.08.09)



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke