-----Original Message-----
  
Emak Ingin Naik Haji 
Kamis, 01/10/2009 15:30 WIB

November mendatang, ibu-ibu Indonesia akan mendapat kado istimewa
berupa film bertajuk Emak Ingin Naik Haji. Memang, film ini tak hanya
patut ditonton oleh kaum hawa, namun, film keluarga ini juga layak
disaksikan oleh seluruh anggota keluarga.

Mizan Productions yang sukses menghadirkan Laskar Pelangi dan Garuda
di Dadaku bekerja sama dengan Smaradhana Pro meluncurkan Emak Ingin
Naik Haji, sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai
kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi,
berserah diri, dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja
terlupakan oleh sebagian besar dari kita.

Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang Emak, seorang wanita paruh
baya yang dengan gigih berusaha untuk dapat mewujudkan impiannya, yaitu
pergi ke tanah suci Mekah untuk menunaikan haji. Kehidupan Emak
sehari-hari hanya bergantung pada hasil jualan kue yang dititipkan di
warung atau pesanan orang. Kalau beruntung, ada juga sedikit tambahan
uang dari Zein, anak Emak satu-satunya yang berjualan lukisan keliling
hasil karyanya sendiri.

Walaupun Emak tahu bahwa naik haji adalah salah satu hal yang
mungkin sulit diraih, tetapi Emak tidak putus asa, dia tetap
mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di
bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak tersebut, juga berusaha dengan
berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Apakah ada jalan
bagi Emak agar keinginannya terwujud?

Kelanjutan cerita ini dapat kita saksikan saat film Emak Ingin Naik 
Haji ini dirilis di bioskop pada 12 November mendatang.

Emak Ingin Naik Haji digarap oleh Aditya Gumay yang mengadaptasi
sebuah cerpen berjudul sama yang ditulis oleh Asma Nadia pada 2007.
Aditya mengakui, saat pertama kali membaca cerpen tersebut, ia tak
kuasa menitikkan air mata dan ingin mewujudkannya dalam layar lebar. Ia
pun kemudian bekerja sama dengan Adenin Adlan untuk menggarap skenario
Emak Ingin Naik Haji hingga rampung pada Januari 2008.

Beberapa artis senior terlibat dalam film Emak Ingin Naik Haji.
Sebut saja, Aty Kanser yang berperan sebagai Emak, Didi Petet, Niniek
L. Karim, Henidar Amroe, Cut Memey, dan Reza Rahardian yang populer
setelah berakting dalam film Perempuan Berkalung Sorban.
Meski dibuat dengan biaya minim, produser Emak Ingin Naik Haji,
Putut Widjanarko, meyakinkan bahwa film ini tak kalah berkualitas
dengan dua film sebelumnya yang sukses diluncurkan Mizan Productions. 

Keunggulan Emak Ingin Naik Haji adalah tema sosial yang mengangkat
kehidupan sehari-hari masyarakat. Lebih khususnya, Emak Ingin Naik Haji
menyentil fenomena sosial keluarga muslim yang hidup berkecukupan dan
dapat berkali-kali naik haji sementara banyak keluarga muslim lain yang
tak mampu menunaikan rukun Islam kelima tersebut atau harus bersusah
payah menabung bertahun-tahun untuk mewujudkan impiannya pergi haji.

Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat
merindukan Mekah, tetapi karena persoalan finansial, maka pergi haji
menjadi sebuah hal yang sangat jauh di awang-awang. Sementara Juragan
Haji, yang diperankan oleh Didi Petet, bersama keluarganya dengan penuh
kemudahan dapat melakukan ibadah haji dan umroh kapan saja mereka
inginkan. Adapula Pak Joko, yang memaksakan diri untuk pergi haji
karena ingin memamerkan titel hajinya untuk meraup suara pada pemilihan
umum.

Aty Kanser yang berperan sebagai Emak di film ini mengungkapkan
bahwa keterlibatannya dalam film tersebut adalah karena ingin
menyemarakkan syiar Islam. ???Kalau bukan karena syiar mah, Emak nggak
mau ikutan,??? ujar Emak Aty Kanser yang kerap berperan sebagai seorang
ibu yang tabah.

Sementara itu, Reza Rahardian, yang berperan sebagai Zein, mengatakan
bahwa film Emak Ingin Naik Haji adalah kado untuk ibunda tercintanya.
Film ini juga mengasah kepiawaian Reza dalam memerankan Zein. Untuk
mendalami karakter Zein, Reza mengakui bahwa ia sampai harus bermalam
di rumah yang menjadi lokasi rumahnya dalam film. ???Saya harus tinggal,
menetap, tidur, mandi di lokasi tersebut bahkan setelah semua kru,
sutradara sudah pulang semua,??? ujar Reza. Reza menambahkan, film Emak
Ingin Naik Haji adalah film luar biasa yang membuatnya yakin untuk
berperan sebagai Zein saat pertama kali membaca skenarionya.

Aditya Gumay, yang juga bertindak sebagai sutradara, mengakui bahwa
saat ini, tim produksi sedang sibuk melakukan shooting di beberapa
wilayah di Jakarta dan sekitar pulau Jawa. Bagi Aditya, shooting yang
masih berjalan ini banyak mendapatkan kemudahan. Sama seperti
penuturannya dalam milis FLP Sumut, Aditya mengungkapkan beberapa
kemudahan dalam proses shooting. Salah satunya, ketika kru kesulitan
untuk mendapatkan lokasi shooting yang bisa menggambarkan keadaan yang
sesuai dengan cerita. Sebuah rumah kumuh milik Emak yang bersebelahan
dengan rumah mewah tempat sang juragan haji. Kemudahan tiba-tiba saja
muncul ketika salah satu orang tua murid di sanggarnya (Sanggar Ananda,
red), menawarkan rumah besar dan rumah kontrakan miliknya. Walhasil,
kru pun langsung bergerak mendandani rumah kontrakan itu agar semirip
mungkin dengan gambaran dalam cerpen.

Meski tak menargetkan dengan angka, co-producer Emak Ingin Naik
Haji, Gangsar Sukrisno, menegaskan bahwa film Emak Ingin Naik Haji
adalah film keluarga, sebuah drama religi yang layak dinikmati oleh
seluruh anggota keluarga. Film ini pun ibarat oase di tengah padang
pasir film bertema cinta yang marak di layar lebar. Kehadiran film ini
pun ikut menyemarakkan film bertema religi yang mulai mendapat tempat
di masyarakat akhir-akhir ini. 
(Indah P.R.)

Source : http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/emak-ingin-naik-haji.htm

----- End forwarded message -----

------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke