---------- Forwarded message ----------
From: wawan wahyu
Date: Fri, 2 Oct 2009 09:07:20 +0700
Subject: [Milis_Iqra] Nasehat Dalam Menghadapi Musibah ; Gemba Bumi
Dan Bencana Alam

Nasehat Dalam Menghadapi Musibah ; Gemba Bumi Dan Bencana Alam

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang
dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha
Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah
menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya
untuk menakut-nakuti hambaNya. Mengingatkan terhadap kewajiban mereka, yang
merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik
dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.

Sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk
menakut-nakuti” [Al-Israa : 59]

FirmanNya

“Artinya : Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)
Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi
mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi
kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” [Fushilat : 53]

Allah Aza wa Jalla berfirman.

“Artinya : Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk
mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki
kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling
bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian
yang lain” [Al-An’am : 65]

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Shahih-nya dari Jabir bin Abdullah
رضي
الله عنه , dari Nabi صلی الله عليه وسلم,dia (Jabir) berkata : “sifat firman
Allah Azza wa Jalla “ Qul huwal al-qaadiru ‘alaa an yab’atsa ‘alaikum
‘adzaaban min fawuqikum” turun, Rasulullah صلی الله عليه وسلم berdo’a : “Aku
berlindung dengan wajahMu”, lalu beliau صلی الله عليه وسلم melanjutkan
(membaca) “ Awu min tajti arjulikum”, Rasulullah berdo’a lagi, “Aku
berlindung dengan wajahMu” [1]

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al-Ashbahani dari Mujtahid tentang tafsir ayat
ini : “Qul huwal al-qaadiru ‘alaa an yab’atsa ‘alaikum ‘adzaaban min
fawuqikum”. Beliau mengatakan, yaitu halilintar, hujan batu dan angin topan.
““ Awu min tajti arjulikum”, gempa dan tanah longsor.

Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di beberapa
tempat termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan untuk
menakut-nakuti para hambaNya. Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa
gempa, longsor, banjir dan peritiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para
hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh
perbuatan syirik dan maksiat. Sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى :

“Artinya : Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh
perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)” [Asy-Syuura : 30]


Allah سبحانه و تعالى berfirman :

“Artinya :  Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana
apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri”
[An-Nisaa : 79]

Tentang umat-umat terdahulu, Allah سبحانه و تعالى berfirman.

“Artinya : Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya,
maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil,
dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur
(halilintar), dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan
di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak
hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka
sendiri” [Al-Ankabut : 40]

Maka wajib bagi setiap kaum Muslimin yang mukallaf dan yang lainnya, agar
bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten diatas diin (agama)Nya,
serta waspada terhadap semua yang dilarang, yaitu berupa perbuatan syirik
dan maksiat. Sehingga, mereka selamat dari seluruh bahaya di dunia dan
akhirat, serta Allah menolak semua adzab dari mereka, dan menganugrahkan
kepada mereka segala jenis kebaikan. Sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
.

“Artinya : Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi
mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya” [Al-A’raaf : 96]

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Ahli Kitab.

“Artinya : Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat,
Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya
mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka”
[Al-Maidah : 66]

Allah سبحانه و تعالى berfirman.

“Artinya : Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang
tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan
siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka
sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak
terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali
orang-orang yang merugi” [Al-A’raaf : 97-99]

Al-Alamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : ”Pada sebagian waktu, Allah
سبحانه و تعالى memberikan ijin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah
gempa yang dahsyat. Dari peristiwa itu, lalu timbul rasa takut pada diri
hamba-hamba Allah, taubat dan berhenti dari perbatan maksiat, tunduk kepada
Allah dan penyesalan. Sebagaimana perkataan ulama Salaf, pasca gempa.
”Sesungguhnya Rabb kalian mencela kalian”, Umar bin Khaththab  رضي الله عنه,
pasca gemba di Madinah menyampaikan khutbah dan nasihat ; beliau رضي الله
عنه mengatakan, ”Jika terjadi gempa lagi, saya tidak akan mengijinkan kalian
tinggal di Madinah”. Selesai perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah-.

Atsar-atsar dari Salaf  tentang hal ini sangat banyak. Maka saat terjadi
gempa atau peristiwa lain, seperti gerhana, angin ribut atau banjir, wajib
segera bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, merendahkan diri kepadaNya dan
memohon afiyah kepadaNya, memperbanyak dzikir dan istighfar. Sebagaimana
sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم ketika terjadi gerhana.

”Artinya : Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah berdzikir kepada
Allah Azza wa Jalla, berdo’a dan beristighfar kepadaNya” [2]

Disunnahkan juga menyayangi fakir miskin dan bershadaqah kepada mereka.
Berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.

”Artinya : Kasihanilah, niscaya kalian akan dikasihani” [3]

Sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.

”Artinya : orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Dzat Yang Maha
Penyayang. Kasihinilah yang di muka bumi, kalian pasti akan dikasihani oleh
(Allah) yang di atas langit” [4]

Sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.

”Artinya : Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan
disayang” [5]

Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz  rahimahulah, bahwa saat terjadi
gempa, dia menulis surat kepada pemerintah daerah agar bershadaqah.

Diantara faktor terselamatkan dari segala keburukan, yaitu pemerintah segera
memegang kendali rakyat dan mengharuskan agar konsisten dengan al-haq,
menerapkan hukum Allah Azza wa Jalla, di tengah-tengah mereka, memerintahkan
kepada yang ma’ruf serta mencegah kemungkaran. Sebagaimana firman Allah Azza
wa Jalla.

”Artinya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian
mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijakasana” [At-Taubah : 71]

Allah berfirman.

”Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(yaitu)
orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya
mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan

mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala
urusan” [Al-Hajj : 40-41]

Allah Azza wa Jalla berfirman.

”Artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” [Ath-Thalaaq : 2-3]

Ayat-ayat tentang ini sangat banyak.

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

”Artinya : Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah Azza wa Jalla akan
menolongnya” [Muttafaq ’Alaih] [6]

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

”Artinya : Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari
kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah Azza wa Jalla akan melepaskannya dari
satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan
kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di
dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah
Azza wa Jalla akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah Azza wa
Jalla akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong
saudaranya” [Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya] [7]

Hadits-hadits yang semakna ini banyak.

Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin,
memberikan pemahaman agama dan menganugrahkan kekuatan untuk istiqomah,
segera bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dari semua perbuatan dosa.
Semoga Allah memerbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin, semoga Allah
menolong al-haq melalui mereka serta menghinakan kebathilan, membimbing
mereka untuk menerapkan syari’at Allah Azza wa Jalla atas para hamba. Dan
semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari fitnah dan
jebakan setan yang menyesatkan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal
itu.

[Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawwi’ah IX/148-152]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Th X/1427/2006M.Penerbit Yayasan
Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo
Solo 57183. Judul diatas disesuaikan oleh admin almanhaj]
_________
Foote Note
[1]. Dikeluarkan Imam Al-bukhari dalam kitab Tafsir Al-Qur’anil Azhim, no.
4262, dan diriwayatkan Imam Tirmidi no. 2991
[2]. Diriwayatkan Imam Bukhari di dalam Al-Jum’ah,no. 999 dan Imam Muslim
dalam Al-Kusuf, no. 1518
[3]. Diriwayatkan Imam Ahmad, no. 6255
[4]. Diriwayatkan Imam Tirmidzi di dalam Al-Birr wash Shilah, no. 1847
[5]. Diriwayatkan Imam Bukhari di dalam Al-Adab no. 5538, dan Imam Tirmidzi
di dalam Al-Birr wash Shilah,no. 1834
[6]. Diriwayatkan Imam Bukhari dalam Al-Mazhalim wa Ghasab, no. 2262 dan
Muslim dalam Al-Birr wash Shilah wal Adab, no. 4677
[7]. Diriwayatkan Imam Muslim, no. 4867 dan Imam Tirmidzi dalam Al-Birr wash
Shilah, no. 1853
*Kategori*: Nasehat
*Sumber*: http://www.almanhaj.or.id
*Tanggal:* Selasa, 6 Februari 2007 02:45:14 WIB



------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke