Jumlah Muslim Dunia Melonjak Tajam
By Republika Newsroom
Kamis, 08 Oktober 2009 pukul 16:06:00 
 

NEW YORK--Berapa jumlah Muslim di dunia saat ini? The Pew Forum on Religion and 
Public Life menyodorkan data: jumlah Muslim dunia melonjak hampir 100 persen 
dalam beberapa tahun ini. "Rata-rata di tiap negara bertambah dari semula 1 
juta menjadi 1,8 juta penganut," tulis laporan terbaru tentang riset yang 
dilakukan selama tiga tahun itu.

Angka pastinya, menurut laporan itu, jumlah penganut Islam di seluruh dunia 
saat ini mencapai 1,57 miliar jiwa. "Kini, hampir satu dari empat penduduk 
dunia mempraktikkan ajaran Islam," tulis laporan itu.

Dari jumlah itu, dua pertiga Muslim tinggal di 10 negara. Indonesia -- yang 
disebut dalam laporan itu sebagai negara yang sangat toleran kendati Muslim 
dominan -- disebut sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di 
dunia. Jumlah Muslim di Indonesia adalah sebesar 203 juta atau 13 persen dari 
seluruh penduduk Muslim dunia. Sebanyak 60 persen jumlah Muslim dunia tiggal di 
kawasan Asia, bukan di Timur Tengah, tempat asal ajaran agama ini.

Eropa disebut sebagai negara yang pertumbuhan jumlah penduduk Muslimnya sangat 
cepat. Kini benua itu menjadi rumah bagi 38 juta Muslim, atau lima persen dari 
seluruh populasi. Jumlah penduduk Muslim di Jerman lebih kurang 4 juta orang, 
hampir sama dengan jumlah gabungan Muslim di Amerika Utara dan Selatan. Prancis 
dalam laporan itu memiliki jumlah Muslim paling sedikit di Eropa, namun secara 
prosentase adalah tertinggi.

Di Benua Amerika, sebanyak 4,6 juta Muslim tinggal di sana dan hampir separuh 
dari jumlah itu ada di Amerika Serikat. Sedang di Kanada jumlah Muslimnya 
mencapai 700 ribu jiwa, atau 2 persen dari seluruh populasi.

The Pew Forum on Religion and Public Life juga menyodorkan data yang cukup 
mencengangkan. Misalnya saja, jumlah penduduk Muslim di German ternyata lebih 
banyak dari Lebanon, Muslim di Cina lebih banyak dari Suriah, dan Muslim di 
Russia lebih banyak dari gabungan jumlah Muslim di Yordania dan Libya. Sedang 
jumlah Muslim di Ethiopia, negeri Katholik Ortodoks di Afrika, jumlahnya 
sebanding dengan Afghanistan.

"Pendapat bahwa Islam identik dengan Arab dan Arab adalah Islam sama sekali 
keliru," ujar Amaney Jamal, asisten profesor di Princeton University yang 
mereview penelitian itu. Ia menyebut hasil penelitian The Pew ini sangat 
konprehensip, khususnya dalam data terkini jumlah Muslim di dunia. Apalagi 
setelah perang global melawan terorisme yang kerap diterjemahkan sebagai perang 
melawan Islam oleh penduduk di banyak negara non-Muslim.

Menurut forum ini, penelitian yang dilakukan di 232 negara itu baru penelitian 
pendahuluan. Tahun depan mereka berencana merilis hasil penelitian dengan 
menyodorkan data terkini plus prosentase tingkat pertumbuhan jumlah penduduk 
Muslim di masing-masing negara di dunia. Pada tahun yang sama, mereka juga akan 
merilis studi tentang perkembangan penyebaran agama Kristen di dunia. n ap/tri



Sumber : republika.co.id

Kirim email ke