Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita! 
Thursday, 08 October 2009 16:34 

Kecuali suara khas jeritannya, kandungan hewan ini seakan menginvasi kehidupan 
manusia. Dari permen hingga peluru dan senjata kimia!

Hidayatullah.com--Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati 
sepotong bacon sandwich,  mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana 
perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk 
manusia itu.

Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana 
saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi 
setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha 
untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju 
mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya."

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di 
telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. 
Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. 
Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa 
luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa 
sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih 
sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang 
jumlahnya tidak terbayangkan."

Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 
pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. 
Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses 
tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari 
sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, 
terutama sebagai agen pembentuk gel.

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak 
yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat 
populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin 
babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu 
bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan 
dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. 
Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk 
obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit 
hingga multivitamin.

Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. 
Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan 
conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis 
asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti 
kerut.

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam 
pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa 
perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan 
sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk 
mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak 
antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.

Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan 
pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.

Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk 
menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi 
atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, 
seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat 
umum (dalam bahasa Inggris).

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 
60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota 
dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk 
babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.

"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah 
rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar 
yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata Lutwyche.

"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah 
demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa."

"Ada ungkapan lama yang mengatakan, 'bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan 
semuanya, kecuali bunyi jeritannya.' Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya 
berkembang pesat," ujar Lutwyche.

Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai 
bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. 
Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan 
kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang 
babi untuk memperkuat efek bersinarnya.

Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat 
filter pada rokok.

Lain kali jika membeli roti, mungkin  Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. 
Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu 
babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.

Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam 
pembuatan peluru dan bahan peledak.  Gelatin tulang babi digunakan untuk  
memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.

Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan 
ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.

Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya 
menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan 
percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan 
kulit/daging manusia.

Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih 
keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama 
digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.

Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang 
dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. 
Semuanya bisa dimanfaatkan.

Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:

1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan  jaringan kulit /daging babi dengan 
manusia.

2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.

3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.

4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.

5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.

6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna

7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.

8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.

9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya 
terlihat seperti mutiara.

10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan 
meningkatkan titik lumernya.

11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.

12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan 
bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.

13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar  lebih keras.

14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk 
mengeraskan serbuknya.

15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.

16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.

17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya 
bening

18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan 
mengurangi kelembaban.

19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari 
lendir yang ada di usus babi.

20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna 
sabun.

21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.

22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur 
kimia dalam tubuh manusia.

23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan 
yogurt.

24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok 
yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.

25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada 
lembaran film.

26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.

27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina 
mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.

28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.

29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.

30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.

31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan 
kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat 
dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)

32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.

33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.

34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, 
diturunkan dari kolagen babi.

35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.

36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai 
bahan bakar untuk listrik.

37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk 
para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.

38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.

39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.

40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan 
memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan 
untuk pembuatan  jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa 
menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang 
begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh 
produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir 
tidak mungkin menghindari babi sama sekali.

Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa 
yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang 
samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang 
syubhat, berarti ia telah selamat. [di/dm/www.hidayatullah.com]

Kirim email ke