Bisnis dengan Modal 0
By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp.

Berbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya 
karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. "Saya sebenarnya ingin 
menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal" begitulah kira-kira komentar 
dari rata-rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini 
maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnis.
 
Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis 
tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahun yang 
kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab 
mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah "Easy Money", 
uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu? 

Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang dan kredit yang 
mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk menutupi 
kesalahan-kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak mencapai 
target, ketika piutang tidak tertagih, ketika team tidak dapat menyelesaikan 
tugas tepat waktu, ketika pendapatan tidak dapat menutupi biaya yang harus 
dikeluarkan, maka dengan easy money dan easy kredit anda akan merasa baik-baik 
saja. Ini karena selalu dapat menutup kekurangan cash flow tanpa melakukan 
perbaikan kinerja, sehingga rendahnya sales tidak mempengaruhi psikologi 
perusahaan, dan team anda seolah-olah mendapatkan pesan "mencapai target sales 
tidak penting di perusahaan ini".

Banyak entrepreneur berlari dari satu masalah ke masalah yang lebih dalam 
karena selalu menutupi kesalahannya dalam berbisnis tidak dengan cara melakukan 
perbaikan fundamental dalam melakukan bisnis. Ketika bisnis mengalami kesulitan 
keuangan yang disebabkan oleh kinerja yang payah yang mereka lakukan adalah 
dengan melakukan restrukturisasi keuangan, dengan memberikan talangan uang cash 
baik yang diambil dari kocek pribadinya maupun dengan cara menghutang, bahkan 
banyak di antara yang saya jumpai mereka menutup masalah keuangan dengan cara 
memakai uang rentenir yang berbunga tinggi. 

Mereka memimpin dengan uangnya, sampai satu titik bisnis mereka benar-benar 
berhenti karena beban keuangan sudah sangat dalam sedangkan kinerja bisnisnya 
tidak pernah membaik seperti yang dibayangkan. Entrepreneur sukses memimpin 
perusahaan bukan dengan uangnya tetapi dengan waktunya! 

Sebuah kontradiksi, para pemula menganggap bahwa uang adalah kunci sukses 
bisnis, kenyataannya uang justru bisa menjadi pembunuh bisnis, karena uang yang 
mudah membuat entrepreneur bodoh. Kalau kita lihat kisah sukses para pebisnis, 
sebagian besar diantara mereka justru memulai bisnis dengan serba kekurangan 
modal, inilah yang memaksa mereka selalu berfikir kreatif, karena tidak ada 
pilihan kecuali harus meningkatkan kinerja perusahaan untuk bertahan hidup dan 
berkembang.

Mereka memulai usaha dengan modal seadanya, mengumpulkan uang lewat bisnis 
kecil dan melangkah ke bisnis selanjutnya yang lebih besar. Sebenarnya apa yang 
mereka lakukan dalam dunia entrepreneurship disebut "Financial Bootsrapping", 
meminimalisasi uang cash yang diperlukan ketika memulai sebuah bisnis. 

Financial bootstrapping bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara 
mendapatkan barang dengan tempo pembayaran yang panjang, berbagi sarana bisnis 
dengan orang lain, penerapan inventory minimum, dan sebagainya. Banyak 
buku-buku yang memberikan inspirasi bagaimana anda memulai bisnis dengan modal 
yang sangat terbatas (mereka menyebutnya modal 0 atau modal dengkul), saya juga 
baru menyadari bahwa saya melakukan financial bootstrapping ketika memulai 
bisnis, barangkali itulah sebabnya saya ditulis sebagai salah seorang yang 
termasuk dalam buku  "10 Pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0" 
terbitan Gramedia.

Cerita yang sangat menginspirasi datang dari Dell Computer yang memulai bisnis 
hanya dengan US 1.000 dolar, dan dalam beberapa tahun bisa membawa Dell 
Computer menjadi bisnis dengan skala ratusan juta dollar. 

Pertanyaannya "Dapatkah anda memulai bisnis dengan uang cash sejuta sampai 
sepuluh juta rupiah saja?"

 sumber : Republika

Kirim email ke