Saya punya cerita yang sungguh-sungguh terjadi berkaitan dengan tulisan ini... 
temen saya sendiri yang mengalaminya..saat dia masih bekerja pada sebuah 
perusahaan dikarenakan keahliannya dalam media campaign, dia mendapatkan 
kontrak sebesar 6-7jt rupiah untuk memasang banner atau apa di 
jalan..dikerjakan dengan baik ... selanjutnya dapat kontrak lagi sekitar 12jt 
an dapat diselesaikannya lagi juga dengan baik. Setelah itu mendadak dia 
mendapatkan kontrak kerja senilai 3M. Sebuah nilai yang fantastis..yang apabila 
dihitung dari modal pelaksanaan/biaya produksi masih banyak keuntungan yang 
bisa diperolehnya. Akhirnya dia resign mendirikan perusahaan sendiri sampai 
sekarang. Bisnisnya dikembangkan ke banyak bidang..dan Alhamdulillah maju ... 
saat ini saya sedang bekerjasama dengan dia di bidang property. Jadi bisnis 
dengan modal 0 bukan sesuatu yang mustahil. Ada di depan saya dan bukan cuma 
cerita. Demikian sharingnya ..terima kasih.

Agung Prast




________________________________
From: Agus Rasyidi <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Thu, October 15, 2009 10:25:20 AM
Subject: [Ar-Royyan-9311] Bisnis dengan Modal 0

 
Bisnis dengan Modal 0
By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp.

Berbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya 
karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. "Saya sebenarnya ingin 
menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal" begitulah kira-kira komentar 
dari 
rata-rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini 
maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai 
bisnis.
 
Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan 
bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum 
ulang tahun yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata 
salah 
satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah "Easy 
Money", uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa 
begitu? 

Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang 
dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk 
menutupi kesalahan-kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak 
mencapai target, ketika piutang tidak tertagih, ketika team tidak dapat 
menyelesaikan tugas tepat waktu, ketika pendapatan tidak dapat menutupi biaya 
yang harus dikeluarkan, maka dengan easy money dan easy kredit anda akan merasa 
baik-baik saja. Ini karena selalu dapat menutup kekurangancash flow tanpa 
melakukan perbaikan kinerja, sehingga rendahnya sales tidak mempengaruhi 
psikologi perusahaan, dan team anda seolah-olah mendapatkan pesan "mencapai 
target sales tidak penting di perusahaan ini".

Banyak entrepreneur 
berlari dari satu masalah ke masalah yang lebih dalam karena selalu menutupi 
kesalahannya dalam berbisnis tidak dengan cara melakukan perbaikan fundamental 
dalam melakukan bisnis. Ketika bisnis mengalami kesulitan keuangan yang 
disebabkan oleh kinerja yang payah yang mereka lakukan adalah dengan melakukan 
restrukturisasi keuangan, dengan memberikan talangan uang cash baik yang 
diambil 
dari kocek pribadinya maupun dengan cara menghutang, bahkan banyak di antara 
yang saya jumpai mereka menutup masalah keuangan dengan cara memakai uang 
rentenir yang berbunga tinggi. 

Mereka memimpin dengan uangnya, sampai 
satu titik bisnis mereka benar-benar berhenti karena beban keuangan sudah 
sangat 
dalam sedangkan kinerja bisnisnya tidak pernah membaik seperti yang 
dibayangkan. 
Entrepreneur sukses memimpin perusahaan bukan dengan uangnya tetapi dengan 
waktunya! 

Sebuah kontradiksi, para pemula menganggap bahwa uang adalah 
kunci sukses bisnis, kenyataannya uang justru bisa menjadi pembunuh bisnis, 
karena uang yang mudah membuat entrepreneur bodoh. Kalau kita lihat kisah 
sukses 
para pebisnis, sebagian besar diantara mereka justru memulai bisnis dengan 
serba 
kekurangan modal, inilah yang memaksa mereka selalu berfikir kreatif, karena 
tidak ada pilihan kecuali harus meningkatkan kinerja perusahaan untuk bertahan 
hidup dan berkembang.

Mereka memulai usaha dengan modal seadanya, 
mengumpulkan uang lewat bisnis kecil dan melangkah ke bisnis selanjutnya yang 
lebih besar. Sebenarnya apa yang mereka lakukan dalam dunia entrepreneurship 
disebut "Financial Bootsrapping", meminimalisasi uang cash yang 
diperlukan ketika memulai sebuah bisnis. 

Financial bootstrapping bisa 
dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara mendapatkan barang dengan tempo 
pembayaran yang panjang, berbagi sarana bisnis dengan orang lain, penerapan 
inventory minimum, dan sebagainya. Banyak buku-buku yang memberikan inspirasi 
bagaimana anda memulai bisnis dengan modal yang sangat terbatas (mereka 
menyebutnya modal 0 atau modal dengkul), saya juga baru menyadari bahwa saya 
melakukan financial bootstrapping ketika memulai bisnis, barangkali 
itulah sebabnya saya ditulis sebagai salah seorang yang termasuk dalam 
buku  "10 Pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0" terbitan 
Gramedia.

Cerita yang sangat menginspirasi datang dari Dell Computer yang 
memulai bisnis hanya dengan US 1.000 dolar, dan dalam beberapa tahun bisa 
membawa Dell Computer menjadi bisnis dengan skala ratusan juta dollar. 

Pertanyaannya "Dapatkah anda memulai bisnis dengan uang cash sejuta 
sampai sepuluh juta rupiah saja?"
 sumber 
: Republika


      

Kirim email ke