Jadikan Konsumen sebagai Teman

Hermawan Kertajaya Chief Marketing Officer Club

TAHUN 2010 akan masuk pada wilayah shio macan yang melambangkan ke kua saan, 
hawa nafsu dan keperkasaan.
Demikian juga dengan situasi perekonomian.

Ketika semua prediksi mengarah ke perbaikan ekonomi pascakrisis ekonomi global, 
2010 justru menjadi momen penuh dag-dig-dug yang perlu disikapi dengan 
kehati-hatian, bagi para marketer dan pelaku pemasaran.

Demikian disampaikan Pendiri Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club 
Hermawan Kertajaya, di sela-sela acara Markplus Conference 2010 di Jakarta, 
kemarin.

Lebih jauh pascakrisis, tuturnya, kegiatan konsumsi, industri, termasuk ekspor 
impor memang akan kembali bergeliat.
Kondisi ekonomi akan semakin membaik. Namun, perilaku konsumen juga turut 
berubah.
"Perkembangan teknologi dan perubahan kultur yang sedemikian cepat menjadi 
salah satu penyebabnya," kata Hermawan.

Untuk menyiasati hal tersebut dan agar tetap mampu hidup dan bersaing dalam 
persaingan, Hermawan menekankan perlunya sistem marketing baru, yaitu new wave 
marketing. "Bukan vertical lagi, melainkan new wave," katanya.

Apa sih new wave marketing itu? Menurut Hermawan, dalam pemasaran sistem ini, 
marketer tidak lagi banyak menggunakan iklan sebagai bahasa untuk menyapa dan 
memperkenalkan produk pada pelanggan.

Pemasaran bertransformasi dengan cara menjalin hubungan secara langsung dan 
mendatar.
Konsep itu, imbuhnya, lebih menekankan aspek pemasaran secara horizontal.

Pemasaran horizontal dilakukan dengan mengandalkan konektivitas. Baik dari 
mobile (telepon genggam), experiental (Yahoo Messenger, Youtube), maupun social 
(Facebook, Twitter).

Pendekatan vertical yang selama ini dipakai hampir sebagian marketer di Tanah 
Air dianggap telah usang dengan low certain dan high impact. "Selama ini, 
vertical susah. Keluar duit banyak, belum lagi kalau dibajak."

Namun dengan model pemasaran horizontal, terang Hermawan, perusahaan akan dapat 
menekan bujet. Iklan tidak akan banyak lagi dipakai diganti dengan model 
komunikasi lewat jaringan internet dan telepon.
"Tapi hasilnya maksimal."

Ia mengingatkan perlunya kesabaran untuk menuai hasil dari strategi pemasaran 
horizontal ini. Sebab prosesnya lebih menguras tenaga dan waktu.

"Tidak zamannya lagi kalau jual produk kita bahasanya mau tidak mau ya konsumen 
mesti beli adanya ini. Sementara kalau untuk jasa kita angkat-angkat konsumen," 
lontarnya.

Pasar netizen Lebih lanjut ia mengutarakan berubahnya sistem pemasaran itu juga 
dipengaruhi perubahan yang terjadi pada masyarakat.
Untuk menggandeng banyak pasar, perusahaan harus menciptakan produk yang 
menyasar golongan anak muda, perempuan, dan netizen (pengguna internet). "Untuk 
netizen, beri kemudahan internet, gadget powered connection," sarannya.

Di tahun macan nanti, Hermawan mengingatkan, informasi media juga tidak lagi 
bisa disepelekan keberadaannya, seiring dengan meluncur derasnya informasi 
melalui teknologi komunikasi.

Rumor mudah tersebar, dan segala sesuatu bisa diprediksi dengan cepat. "Online 
media is the embrio of the new issues.
Jadi, jangan sia-siakan, jangan main-main. Kalau sekarang merasa terlalu tua 
untuk belajar internet, bikin blog. Harus disingkirkan pemikiran itu," katanya. 
(E-6) 

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/12/11/ArticleHtmls/11_12_2009_018_002.shtml?Mode=0

Kirim email ke