----- Original Message ----- From: /wongcilik Sent: Thursday, February 04, 2010 10:10 AM
Dia yang Tetap Menginspirasi Wednesday, 03 February 2010 JIKA orang-orang menyebut keburukan seseorang di hadapannya, maka ia justru sebaliknya,ia langsung akan mencari-cari dan menyebutnyebut kebaikan orang itu. Dia adalah orang yang sangat menjaga kejernihan hati dan pikiran. Dia orang yang begitu khusyuk dan tenang. Setiap kali ada orang yang menemaninya pergi ke suatu tempat, ia pasti berkata kepada orang itu,“Jika kamu tidak punya keperluan lagi denganku, pulanglah!” Dia sangat menjaga dirinya untuk tidak merepotkan orang lain.Setiap kali berbicara dengan ibunya, ia menepis tema penting yang berkenan di hati ibunya. Ia selalu menjaga diri untuk tidak menyampaikan semua yang ingin disampaikannya. Sebab,ia sangat menghormati ibunya,wanita yang melahirkan dan mengasuhnya. Suatu ketika, ia ditahan pihak keamanan karena kasus utangpiutang. Penjaga penjara itu mungkin sangat yakin dia tidak bersalah, maka penjaga itu berkata kepadanya,“Jika malam tiba, maka pulanglah Anda ke rumah Anda.Paginya baru Anda kembali ke sini.”Dia adalah seorang ksatria dan penjaga amanah sejati, maka mendengar apa yang dikatakan penjaga itu ia langsung menjawab, “Aku tidak mau membantumu mengkhianati tugas yang diamanahkan kepadamu.” Seketika petugas penjara mendapat pelajaran tiada ternilai harganya darinya pada hari itu. Dan mengenai kasus yang menyebabkan dirinya dijebloskan ke dalam penjara itu, ia berkata, “Yang menyebabkan aku ditahan adalah aku mencela seseorang karena ia memiliki utang.Lalu aku dihukum karena itu.” Pada kesempatan lain dia mengatakan,“ Di antara bentuk kezaliman yang nyata pada teman Anda adalah menceritakan keburukannya dan menyembunyikan kebaikan kawan Anda pada saat Anda membencinya.” Memang tidak mudah bersikap adil kepada orang yang kita benci, meskipun itu teman kita. Dan dia adalah jenis manusia yang diberi kelebihan oleh Tuhan untuk terus mampu menjaga sikap adil itu. Termasuk kepada orang-orang yang memusuhi dan membenci dirinya. Dia juga jenis manusia yang sangat menyadari segala dosa yang melekat pada dirinya. Ia sama sekali tidak pernah merasa lebih baik atau lebih suci daripada orang lain. Dia mengatakan,“Jika dosa-dosa itu memiliki aroma,maka tidak ada seorang pun yang akan mau dan mampu dekat denganku karena saking banyaknya dosa-dosaku.” Setiap kali ditanya tentang mimpi,dia akan menjawab kepada orang yang bertanya, “Bertakwalah kepada Allah dalam keadaan sadar. Tidak akan membahayakan kamu apa yang kamu lihat dalam mimpimu.” Dia adalah seorang pemaaf. Tibatiba ada seorang lelaki mendatanginya dan berkata dengan penuh kejujuran,“Aku telah menggunjing dirimu. Halalkanlah apa yang telah aku lakukan kepadamu.” Mendengar hal itu ia menjawab, “Sesungguhnya aku tidak suka menghalalkan apa yang diharamkan Allah terutama menyangkut kehormatan kaum muslimin. Namun, semoga Allah mengampunimu.” Dia adalah seorang ulama yang tidak pernah merasa dirinya ulama. Dia sama sekali tidak pernah bangga dianggap sebagai ulama. Dia hanya merasa menyampaikan apa yang ia ketahui dan harus ia sampaikan kepada orang lain. Jika ada orang yang memuji fatwa yang disampaikannya, misalnya ada yang mengatakan, “Tidak ada seorang sahabat pun yang bisa memberikan fatwa sebaik ini,”maka ia langsung berkata dengan tegas, “Demi Allah, jika kami menunjukkan kecerdasan para sahabat Nabi, maka akal kita tidak akan menjangkaunya.” Dia adalah guru besar sejati di zamannya. Dia adalah seorang tabiin mulia. Dia adalah Al Imam Muhammad bin Sirrin atau dikenal sebagai Ibnu Sirrin yang oleh Imam Sya`rani dalam kitabnya, At Tabaqat Al Kubra Al Musammat bi Lawaqih Al Anwar fi Thabaqat Al Akhyar , dimasukkan dalam kelompok ahli hadis dan ahli fikih yang sufi. Dia berada dalam satu kelompok dengan Imam Sufyan Ats Tsauri, Imam Sufyan bin Ùyainah, Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhari, Urwah bin Zubair, Saìd bin Al Musayyab, Malik bin Dinar, Abdullah bin Mubarak, Imam Abu Nuàim Al Ashbihani, dan Syaikhul Islam Zakaria Al Anshari. Dialah Imam Ibnu Sirrin, yang terkenal dengan karyanya,Tafsiral Ahlam. Ibnu Sirrin wafat pada tahun 110 Hijriah pada usia 85 tahun.Sejarah hidupnya dan keteladanannya telah menjadi lentera bagi umat manusia di zamannya dan zaman setelahnya, bahkan sampai sekarang.Jasadnya boleh jadi telah bercerai berai berkalang tanah, tetapi nama dan keteladanannya masih terus harum, terus hidup dikenang dan menginspirasi banyak orang, terutama orangorang yang beriman. Habiburrahman El Shirazy Budayawan Muda, Penulis Novel Ketika Cinta Bertasbih http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/302009/ ------------------------------------------------------------------ - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 - - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com - Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

