** Sang Bunga Mekar di Taman Jiwa ** {by : Drg Syukri Wahid}

Apa yang kurang pada mereka berdua,,,
Sang suami adalah salah seorang yang telah dijamin masuk dalam surga,
Orang ke tiga yang masuk ke dalam Islam,
Seorang yang tinggal dan tumbuh
Dalam asuhan rumah tangga yang paling mulia Rasulullah SAW.

Sang istri adalah seorang wanita suci
Wanita yang terbaik di nasabnya
Selalu menjaga ‘iffahnya dalam pergaulan
Termasuk wanita-wanita awal yang mengimani da’wah Rasulullah SAW.

Namun begitulah adanya,
Diluar dugaan semuanya,
Rumah tangga mereke berujung pada perceraian,
Bagaimana tidak, sang suami adalah Zaid bin haritsah
Dan sang istri adalah Zainab bint jahsy
Pernikahan mereka adalah rekomendasi dari Rasulullah SAW

Keduanya bukanlah orang biasa
Keduanya adalah manusia hebat
Keduanya adalah rujukan dalam keteladanan
Keduanya adalah pembela da’wah
Keduanya sama-sama memiliki kedekatan dengan Rasulullah SAW

Namun demikianlah cara kerja cinta
Tidak sederhana yang kita bayangkan
Rasulullah SAW sampai menasehati keduanya
Agar tetap mempertahankan rumah tangganya,
Namun tetap, perpisahan adalah jalan yang mereka putuskan

Ini balada bunga cinta rumah tangga sang sahabat
Yang gagal bunganya tumbuh mekar menjadi bunga
Belum sempat ia berkembang, namun sudah layu
Sulit dijelaskan dengan alasan apapun
Bukan karena kita adalah “saleh” maka rumah tangga akan bertahan

Cinta itu seperti bunga yang ingin tumbuh
Dan mekar di taman hati,
Bunga cinta tak akan mungkin tumbuh
Di kegersangan tanah jiwa
Kalaupun dia tumbuh di atas tanah jiwa yang gembur
Namun tetap saja ia membutuhkan air
Yang akan memberikan kesejukan padanya,
Sebagaimana ia juga membutuhkan cahaya
Yang akan memberikan gelora padanya.

Kita para suami bukanlah orang yg lebih baik dari Zaid bin haritsah
Dan para isteri bukanlah yang lebih baik dari Zainab bintu Jahsy

Karena itulah…
Balada cinta kita akan berbeda
Tergantung dari situasi lapangan jiwa kita
Sekufu di awal belum tentu sekufu di akhir
Namun alangkah baiknya semua kita berdoa

“Ya Allah aku telah ikhlas menikahi isteriku
Jadikanlah ia sebagai pasanganku di dunia
Dan juga pasanganku di akhirat”,

Seperti Jibril as yang datang kepada Rasulullah SAW
Atas pernikahan beliau dengan ‘Aisyah ra :

“Ya Muhammad... Hadzihi zaujuka fid-dunya wal akhirah”
Wahai Muhammad... inilah pasanganmu di dunia dan di akhirat”

        -- A. Yahya Sjarifuddin.


------------------------------------------------------------------
- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
- Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -

Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, 
seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR. Bukhari)

Kirim email ke