From: "Dewi Kriswanti" <[EMAIL PROTECTED]>

Hari minggu yang lalu pada perayaan "4th" seorang pendeta mengutip  kesaksian seorang 
kristen Jerman yang hidup pada zaman Nazi.

Ketika itu lokasi gereja tempat pria ini bersekutu bersebelahan dengan jalur kereta 
yang digunakan kereta-kereta holocoust yakni kereta-kereta yang membawa orang-orang 
Yahudi ke camp-camp konsentrasi.

Lebih kurang empat belas tahun yang lalu saya pernah mengunjungi bekas salah satu kamp 
konsentrasi ini di perbatasan Jerman dan Perancis. Lokasinya di atas gunung dan saat 
kunjungan itu musim dingin dengan salju yang luar biasa tebal maka sangat sempurna 
untuk membayangkan kekejaman Nazi dan penderitaan orang-orang Yahudi. Teman-teman saya 
menunjukkan rumah-rumah kecil terbuat dari kayu seperti gubuk-gubuk begitu. Nah, 
selama musim dingin itu orang-orang Yahudi  dibakar seperti kayu bakar untuk menjadi 
pemanasnya, sungguh mengerikan. Selain gubuk-gubuk, kini ada kuburan-kuburan dan 
monumen yang menceritakan kisah tragis tersebut.

Kembali pada kisah kesaksian pria Jerman kristen di atas. Setiap hari minggu, ketika 
mereka bersekutu kereta-kereta holocoust yang dijejali oleh orang-orang Yahudi ini 
lewat di samping gereja dan sangat jelas terdengar permintaan minta tolong dan jeritan 
dari dalam kereta. Untuk menandingi suara jeritan- jeritan ini maka di dalam gereja 
musik dimainkan semakin keras dan jemaat bernyanyi semakin keras hingga 
telinga-telinga mereka tertutup dari suara-suara yang menyayat hati itu.

Kata sang pendeta kemudian, bukankah kita seringkali berbuat hal yang sama seperti 
jemaat kristen di gereja itu dengan menyanyi semakin keras sehingga telinga dan bahkan 
juga mata hati kita tertutup.

Salam sejahtera,
====================================
Tuhan Mempunyai 1001 Jalan Menjawab Doa Kita 
Oleh Sammy Wiriadinata 

Seringkali kita menghadapi situasi di mana kita meminta sesuatu dari Tuhan, tapi 
kelihatannya seolah-olah doa kita tidak sampai ke atas, boro-boro menerima jawabannya. 
Jangan mempersalahkan Tuhan, karena Dia berkata "kalau bapak kita di dunia yang jahat 
pun pasti tidak akan memberikan batu apabila anaknya meminta roti, masakan Bapa yang 
di sorga lebih keras hati-Nya dan lebih kejam dari bapak duniawi!"
Pada tahun 1975, saya tiba di Sydney untuk melanjutkan studi di perguruan Avondale 
College dalam jurusan Teologi. Karena saya tidak mendapat beasiswa dari mana pun, saya 
terpaksa harus mencari pekerjaan untuk menutupi uang kuliah dan ongkos hidup yang 
cukup mahal di Australia. Di kampus Avondale College, ada sebuah pabrik makanan sehat 
Sanitarium yang produknya dijual di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. 
Alangkah kecewanya saya ketika melamar untuk bekerja di situ, tapi ternyata ada 
peraturan bahwa mahasiswa dari Avondale College hanya boleh salah satunya yang bekerja 
di pabrik itu, kalau bukan istri, maka suaminya saja.
Ini tentu saja berat bagi kami karena kami membawa dua orang anak yang masih di bangku 
SD, dan kami ingin sekolahkan di sekolah swasta Kristen, berhubung di sekolah 
pemerintah di sini tidak diajarkan agama.
Sebab itu, kami terpaksa mengubah rencana untuk berkuliah di sekolah itu dan berusaha 
masuk di salah satu universitas yang ada di Kota Sydney. Kami rkecewa untuk kedua 
kalinya ketika supervisor saya, seorang wanita asal Inggris di Departement Pendidikan 
Australia, mengatakan dengan ketus bahwa saya harus kembali ke Indonesia kalau tidak 
jadi kuliah di perguruan yang saya pilih sebelum tiba di sini. 

Tapi heran bercampur suka cita, saya mendapat seorang pembela yang tak 
disangka-sangka. Seorang supervisor lain di kantor itu langsung mendekati saya ketika 
menunggu lift untuk membawa turun ke bawah. 
Beliau membisikkan kepada saya untuk kembali ke kantornya minggu berikutnya karena 
rupanya dia akan menggantikan supervisor yang ketus tadi, dan berjanji akan berusaha 
menolong saya sedapatnya.
Minggu berikutnya, saya bertemu dengan Dr. Kevin Smith, seorang keturunan 
Yahudi-Inggris dan beragama Katolik yang menggantikan supervisor saya yang terdahulu 
itu. Ketika mengetahui bahwa saya eks siswa Sekolah Katolik sejak SD hingga di bangku 
SMA I, dengan ramah dan bersungguh-sungguh ia menolong saya untuk mendaftar di 
Macquarie University pada jurusan Bahasa Inggris dan Linguistik. 
Jadi saya kuliah sambil bekerja di sebuah rumah sakit di utara Sydney, sementara istri 
saya juga mendapat pekerjaan full time di situ.
Sebenarnya daerah utara kota Sydney itu termasuk daerah yang mewah dan mahal, tapi 
sekali lagi kemurahan Tuhan ditunjukkan karena dengan tidak disangka-sangka kami 
mendapat sebuah flat yang letaknya hanya sepelempar batu dari tempat kami bekerja dan 
anak-anak kami bersekolah, yaitu Wahroonga Adventist Primary School.
Dua tahun kemudian setelah saya menyelesaikan kuliah, istri saya mengambil cuti 
sebulan ke Jakarta menengok keluarga. Ketika itu ada sebuah kongres evangelisasi 
anggota awam yang diadakan di salah satu gereja di Wahroonga.
Dalam kongres itu, ada seorang anggota dari Murwillumbah yang bersaksi bahwa dia 
mempunyai warung kecil di kota itu dan menaruh traktat dan buku-buku yang berisi kabar 
selamat yang ditawarkan secara gratis bagi langganannya.
Satu hari seorang hippy mengambil sebuah buku yang berjudul "The Desire of Ages". 
Setelah membaca buku itu, dia memberikan kepada kawannya, dan begitu seterusnya, 
sehingga dua tahun kemudian, di antara para hippy itu ada 25 orang yang bertobat dan 
menerima Tuhan.
Saya sangat terharu mendengar cerita itu dan berpikir alangkah bahagianya kalau 
seandainya kami bisa membuka warung makan yang kecil di Sydney dan berbuat seperti itu 
sebagai usaha penginjilan. 
Waktu itu, iseri saya tinggal di rumah seorang pamannya yang cukup berada. Saya berdoa 
supaya Tuhan menggerakkan hatinya untuk memberikan pinjaman kepada kami sebagai modal 
membuka usaha rumah makan itu. Heran dan ajaib sungguh cinta Tuhan.

Tanpa sepengetahuan istri saya apa yang saya doakan itu, telah dijawab Tuhan, tapi 
dalam cara yang tak terpikirkan kami. Seorang teman sebangku sekolah di Surabaya dulu 
telah menyerahkan kepadanya lima batang emas yang kami jadikan modal membuka usaha 
kami.
Sebenarnya, saya hanya berdoa untuk mendapat sebuah rumah saja agar di usia senja 
nanti kami boleh mempunyai tempat berteduh dari hujan dan teriknya matahari yang dapat 
kami sebut milik sendiri. Dia malah mengaruniakan kami lebih dari itu.
Kami berhasil menyekolahkan anak kami. Yang pria sekarang menjadi pendeta di salah 
satu gereja yang ada di Sydney.
Karena mengambil jurusan Inggris dan Linguistik, saya kemudian dapat menggunakannya 
dalam mengajar bahasa Inggris di samping menjadi pendeta di Indonesia, Malaysia, dan 
Makao, bahkan juga di Australia ini. 
Ketika di Makao, di sampingnya mengajar bahasa Inggris, saya juga menjadi chaplain 
dari Sekolah SMP/SMA Escola Segundaria Sam Yuk de Macau selama 7 tahun. 
Di sana, saya juga berkesempatan belajar bahasa Mandarin. Saya hanya ingin menambahkan 
bahwa nama "Yesus" dalam bahasa Mandarin adalah "Yesu", dituliskan dengan dua kata: 
"Ye" adalah terdiri dari "dua telinga" yang berdampingan, dan "Su" terdiri dari gambar 
"ikan dan batang padi atau gandum". 
Dengan kata lain, Dia selalu terbuka telingaNya mendengar doa kita, dan menyediakan 
kebutuhan kita sehari-hari berupa makanan, yaitu nasi atau roti (gandum) dengan "lauk 
pauknya"(ikan). Tapi janganlah paksakan Dia untuk menjawab sesuai dengan pikiran kita, 
tetapi serahkan Dia melakukan kehendakNya bagi kita, karena Dia tidak pernah meleset 
dalam memberikan yang terbaik. Kiranya kasih karuniaNya selalu menjadi bagian Anda 
sekalian!

Penulis adalah mantan wartawan, menjelang pensiun di Sydney, Australia


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke