From: Suzianty Herawati 

Sharing Buku Etika Kristen
Pilihan dan Isu
Norman L. Geisler 

Di dalam kehidupan kita banyak menjumpai persoalan-persoalan etika. Kalau persoalan 
itu jelas benar atau salah, kita dengan mudah dapat membuat keputusan. Tetapi kalau 
keputusan menyangkut banyak hal yang rumit dan semua pilihan mempunyai resiko etis, 
maka kita pasti kebingungan bagaimana mengambil keputusan. Contoh klasik adalah: 
bagaimana dengan berbohong untuk kebaikan; Berbohong untuk menyelamatkan nyawa banyak 
orang; Aborsi untuk menyelamatkan nyawa ibu; Membunuh pada saat perang?
Dengan membaca buku ini kita akan banyak dibantu mengambil keputusan-keputusan etis 
yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab.



Bab 1 Pilihan-pilihan yang Ada
     Bab 1 membahas tentang pilihan-pilihan yang ada.

Di bab ini dijelaskan tentang banyak definisi umum mengenai etika:
1. Keadilan adalah demi kepentingan kelompok yang lebih kuat.
2. Moral adalah adat istiadat, apa yang secara moral benar adalah apa yang dikatakan 
masyarakat sebagai yang benar.
3. Manusia adalah tolak ukur segala sesuatu.
4. Umat manusia merupakan dasar kebenaran.
5. Kebenaran adalah keseimbangan.
6. Kebenaran adalah apa yang membawa kenikmatan.
7. Kebenaran adalah kebaikan yang terbesar bagi orang banyak.
8. Kebenaran adalah apa yang dikehendaki untuk kebaikannya  sendiri.
9. Kebenaran tidak dapat ditentukan.
10. Kebaikan adalah apa yang dikehendaki Allah.
    
Pandangan  Kristen mengenai etika:
1. Etika Kristen berdasarkan kehendak Allah.
2. Etika Kristen bersifat mutlak.
3. Etika Kristen berdasarkan wahyu Allah.
4. Etika Kristen bersifat menentukan.
5. Etika Kristen itu Deontologis.

Pada umumnya, sistem-sistem etika masuk ke dalam 2 kategori: non-absolutisme dan 
absolutisme. Dalam kategori non-absolutisme, ada antinomianisme (bab 2), situasionisme 
(bab 3), dan generalisme (bab 4). Untuk kategori absolutisme, ada absolutisme total 
(bab 5), absolutisme konflik/bertentangan (bab 6), dan absolutisme bertingkat (bab 7).

Bab 2 Antiniomianisme
     Antinomianisme berarti tidak ada hukum moral yang mengikat, segala sesuatu itu 
bersifat relatif. Di sini dijelaskan antonimianisme dalam dunia kuno, abad 
pertengahan, dunia modern dan sekarang. Bab ini menjelaskan keyakinan, kontribusi 
positif dan kritik terhadap antinomianisme.


Bab 3 Situasionisme
     Situasionisme mengklaim berpihak pada satu norma yang tidak bisa dipatahkan. 
Norma  itu adalah hukum kasih. Posisinya bukan relativisme tanpa hukum yang berkata 
tidak ada hukum apapun, demikian pula bukan absolutisme total yang mempunyai hukum 
untuk segala sesuatu. 
     Bab ini menjelaskan mengenai situasionisme, berikut kekurangan dan manfaatnya.

Bab 4 Generalisme
     Penganut generalisme percaya pada nilai dari hukum-hukum etis untuk membantu 
individu-individu menentukan tindakan yang mana yang mungkin membawa kebaikan terbesar 
untuk jumlah terbanyak dari manusia. Mereka bukanlah orang-orang absolutis, karena 
mereka biasanya menolak bahwa secara universal ada norma-norma etis yang mengikat, 
yang mewakili nilai-nilai intrinsik. 
     Penganut generalisme banyak dari kaum utilitarian. Bab ini menjelaskan mengenai 
utilitarian kuantitatif, utilitarian kualitatif, peraturan-peraturan umum dan ketaatan 
universal, menyatakan tidak ada peraturan-peraturan umum yang harus dilanggar. 
Disajikan pula evaluasi terhadap generalisme.

Bab 5  Absolutisme Total
     Alasan dasar dari absolutisme total adalah bahwa seluruh konflik moral itu hanya 
kelihatannya saja konflik, tetapi sebenarnya tidak konflik. Dosa selalu dapat 
dihindarkan. Ada hukum-hukum moral yang mutlak, tidak ada pengecualian-pengecualian.
     Bab ini menjelaskan absolutisme total Santo Augustine, absolutisme total Kant, 
absolutisme total John Murray, providensia Allah. Kemudian dijelaskan akan aspek-aspek 
positif maupun negatif dari absolutisme total.

Bab 6 Absolutisme Konflik
     Asumsi pokok dari sikap etis absolutisme konflik adalah bahwa kita hidup di dalam 
dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, dan dalam dunia seperti itu konflik-konflik 
moral yang nyata memang terjadi. Tetapi dasar pikiran yang menyertai adalah bahwa 
ketika dua kewajiban bertentangan (menjadi konflik), secara moral manusia bertanggung 
jawab terhadap keduanya. Dalam kasus-kasus seperti itu, seseorang harus benar-benar 
melakukan yang kurang jahat, mengakui dosanya, dan memohon pengampunan Allah.
     Bab ini menjelaskan latar belakang sejarah, prinsip dasar, kontribusi positif, 
dan kritik dari absolutisme konflik.

Bab 7 Absolutisme Bertingkat
    Absolutisme bertingkat melihat ada suatu hirarki dari kebaikan, bahwa 
kewajiban-kewajiban moral kadang bertentangan, dan bahwa kita tidak bersalah karena 
menaati kewajiban yang lebih tinggi.
     Bab ini menjelaskan unsur-unsur dasar, uraian, keberatan, dan nilai dari 
absolutisme bertingkat.

Bab 8 Aborsi
     Sekarang kita beralih dari pilihan-pilihan etis kepada masalah-masalah etis. Dari 
semua masalah moral, masalah yang paling mendesak adalah masalah-masalah yang 
melibatkan kehidupan dan kematian. Dan dari masalah tentang kehidupan dan kematian 
tersebut, satu yang berhubungan dengan kehidupan adalah masalah aborsi. Kita akan 
menyelidiki kapan, sekiranya mungkin, kita dibenarkan mengakhiri satu kehidupan yang 
ada dalam kandungan.
     Ada 3 sikap dasar mengenai aborsi yang berpusat pada status janin:
a. Mereka yang percaya bahwa janin hanyalah bagian tubuh manusia, lebih cenderung 
memperbolehkan aborsi sesuai permintaan.
b. Mereka yang berpendapat bahwa janin itu benar-benar manusia, menentang aborsi.
c. Mereka yang berpendapat bahwa janin itu berpotensi menjadi manusia, cenderung 
mendukung aborsi dalam situasi tertentu saja.

Bab ini menjelaskan argumentasi Alkitab dan evaluasi mengenai 3 sikap dasar di atas.

Bab 9 Euthanasia
     Apa yang harus kita lakukan terhadap seseorang yang tidak memiliki harapan, 
dimana ia terjebak di dalam sebuah pesawat terbang yang terbakar, yang memohon agar 
dia ditembak?
     Atau ada orang mempunyai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan dia 
dipertahankan untuk tetap hidup hanya dengan mesin. Jika sambungan pipanya dicabut dia 
hanya seperti tumbuh-tumbuhan. 
     Situasi seperti ini dan banyak situasi yang serupa memfokuskan masalah etis yang 
tidak dapat dipisahkan dengan euthanasia. Kapan, apabila memang akan dilakukan, 
"membunuh berdasarkan belas kasihan" dibenarkan secara moral?
     Bab ini menjelaskan euthanasia aktif (mencabut kehidupan untuk menghindari 
penderitaan), berikut evaluasinya. Disusul kemudian dengan euthanasia pasif yang tidak 
wajar dan wajar, kemudian evaluasinya.

Bab 10 Isu-isu Biomedis
     Teknologi telah menciptakan masalah-masalah etis yang baru. Inseminasi buatan, 
bayi tabung, ibu yang dipinjam kandungan dan tubuhnya, transplantasi organ, 
pengambilan organ, penyambungan gen dan kloning, semuanya merupakan realitas-realitas 
medis. Tidak ada lagi pertanyaan apakah hal-hal tersebut dapat dilakukan, hanya ada 
pertanyaan, yaitu: Apakah hal-hal itu harus dilakukan?
     Bab ini menjelaskan perspektif humanis sekuler dan evaluasinya, dilanjutkan 
dengan penjelasan perspektif Kristen mengenai etika-etika biomedis dan evaluasinya.

Bab 11 Hukuman Mati
     Ada 3 pandangan dasar mengenai hukuman mati:
a. Rekonstruksionisme, yang menuntut hukuman mati untuk semua kejahatan-kejahatan 
serius.
b. Rehabilitasionisme, yang tidak akan mengijinkan hukuman mati untuk kejahatan apapun 
juga.
c. Retribusionisme, yang menganjurkan kematian untuk beberapa kejahatan-kejahatan 
besar.
     
Bab ini membahas argumentasi Alkitab dan evaluasi terhadap ketiga pandangan ini.

Bab 12 Perang
     Bagaimana seharusnya sikap orang Kristen terhadap perang? Apakah dibenarkan 
mengambil nyawa orang lain atas perintah pemerintah? Apakah ada dasar alkitabiah bila 
ikut serta dalam peperangan?
     Secara mendasar, pandangan-pandangan yang berkaitan dengan mengambil nyawa orang 
dalam perang ada dalam 3 kategori:
a. Aktivisme, yang berpendapat bahwa orang Kristen harus berpartisipasi dalam perang 
apapun juga yang dihadapi oleh pemerintahnya, karena pemerintahan dilantik oleh Allah.
b. Pasifisme, yang berpendapat bahwa orang-orang Kristen tidak boleh berpartisipasi 
dalam perang sampai pada poin membunuh orang lain, karena Allah telah memerintahkan 
agar manusia tidak boleh mengambil nyawa orang lain.
c. Selektivisme, yang memperdebatkan bahwa orang-orang Kristen harus berpartisipasi 
dalam beberapa perang tertentu (maksudnya benar-benar perang).

Bab ini membahas argumentasi Alkitab dan evaluasi mengenai ketiga kategori di atas.

Bab 13 Ketidaktaatan terhadap Pemerintah
     Apakah orang Kristen boleh, pada situasi tertentu, tidak mentaati pemerintah? 
Jika ya, kapan? Jika tidak, mengapa tidak? Apakah benar memberontak terhadap 
pemerintahan yang tidak adil atau membunuh seorang pemimpin yang kejam?
     Ada 3 posisi dasar mengenai ketidaktaatan terhadap pemerintah:
a. Anarkis, berpendapat selalu benar untuk tidak taat terhadap pemerintah.
b. Radikal patriotisme, tidak pernah benar untuk tidak taat terhadap pemerintah.
c. Submisionisme alkitabiah, kadangkala benar untuk tidak taat terhadap pemerintah.

Karena pandangan yang pertama (a) meniadakan pembenaran Kristen manapun juga, 
perhatian kita akan terfokus pada dua pandangan terakhir.
     Selain dukungan Alkitab dan evaluasi mengenai 2 pandangan terakhir, bab ini juga 
menjelaskan mengenai revolusi (pemberontakan terakhir melawan pemerintah), bagaimana 
menghadapi penindasan, dan satu evaluasi tentang pandangan yang menolak pemberontakan.

Bab 14 Homoseksualitas
     Sementara sebagian besar orang Kristen sangat menentang praktek-praktek 
homoseksual, beberapa orang membela mereka dengan argumentasi-argumentasi alkitabiah 
maupun yang bukan alkitabiah. 
     Kedua macam dukungan tersebut akan diselidiki dan dievaluasi di sini.

Bab 15 Pernikahan dan Perceraian
     Pernikahan adalah unit masyarakat yang paling dasar dan berpengaruh di dunia. 
Adalah sulit untuk menaksir terlalu tinggi pentingnya pernikahan, tetapi setiap tahun 
di Amerika Serikat perceraian terjadi kira-kira separuh dari pernikahan yang ada. 
Mengingat hal ini, adalah perlu bagi kita untuk mempertimbangkan dasar alkitabiah bagi 
pernikahan dan perceraian.
     Bab ini membahas pandangan Alkitab mengenai pernikahan, beberapa pandangan 
Kristen mengenai perceraian, dan evaluasi dari pandangan-pandangan Kristen mengenai 
perceraian.

Bab 16 Ekologi
     Setiap tahun hutan tropis seluas Skotlandia dihancurkan di planet yang bernama 
Bumi. Mengacu pada penebangan hutan, sebanyak satu juta spesies tumbuhan dan hewan 
dapat punah di akhir abad ini.
     Limbah-limbah kimia telah masuk ke dalam rantai makanan dan diketemukan di dalam 
lemak tubuh manusia.
     Mengingat situasi ekologi yang membahayakan ini, bagaimanakah tanggung jawab etis 
orang Kristen terhadap lingkungan fisik di mana kita hidup? Apakah implikasi-implikasi 
moral dari polusi yang menghancurkan flora dan fauna? Adakah kebutuhan etis untuk 
menjaga air dan udara supaya tetap murni?
     Di antara 2 ekstrim, yaitu paham materialis yang menghabiskan alam dan paham 
panteis yang memuja-muja alam, orang Kristen mempercayai penghargaan dan penggunaan 
sumber alam yang tepat. 
     Bab ini membahas pandangan materialistik mengenai lingkungan,  pandangan 
panteistik mengenai lingkungan, dan pandangan Kristen mengenai lingkungan.

Judul asli: Christian Ethics: Options and Issues
Judul terjemahan: Etika Kristen: Pilihan dan Isu
Tebal buku: 409 halaman
Harga: Sekitar Rp50.000,-
Penerbit (Bahasa Indonesia):
Departemen Literatur SAAT
Jalan Arief Margono 18
Malang 65117
Telp. (0341) 325056, 366025


--------------------------------------------------------------------------------
Norman L. Geisler adalah seorang profesor dalam bidang apologetika di Dallas 
Theological Seminary dan sekarang menjabat sebagai dekan dari The Liberty Center for 
Christian Scholarship di Liberty University.
Beliau telah menulis lebih dari 25 buku, termasuk Introduction to Philosphy, 
Philosophy of Religion, Christian Aplogetics dan Miracles dan Modern Thought. Beliau 
juga memperoleh gelar Ph.D dari Loyola University.

Children of Light - Serving with LOVE through FAITH Apapun juga yang kamu perbuat, 
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kol 3:23 
Karena bagiku hidup adalah Kristus & mati adalah keuntungan Fil 1:21


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [EMAIL PROTECTED]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
WebSite: http://jnm.clear-net.com (Webmaster wanted!)
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke