From: Winda MUSTARI (Winda HS) 

Buat kita, sebagai renungan saja, hasil iseng di www.indocell.net/yesaya


"Doa Seorang Anak Sekolah Minggu"

Tuhan, sudah 120 kali aku minta pada-Mu agar Tuhan mengganti guru sekolah 
mingguku.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang tidak siap.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang sering terlambat.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang ketus dan galak.
Jangan kirim padaku seorang guru sekolah minggu yang tidak sayang padaku.

Tapi kirimkan padaku seorang guru yang baik seperti Engkau;
tidak usah indah suaranya, namun ramah senyumnya 
tidak usah cantik parasnya, namun menarik pribadinya 
tidak usah tegap badannya, namun lembut hatinya 
tidak usah bagus bajunya, namun rendah hatinya 
tidak usah baik ceritanya, namun Kristus hidupnya. 

Agar ketika aku sedih, aku dapat menangis dipelukannya 
ketika aku gembira, aku dapat tertawa bersamanya 
ketika papa dan mama berselisih, aku dapat berdoa dengannya. 
Tuhan, aku ingin guru sekolah minggu yang baik seperti-Mu. (NN) 

Panggilan apapun bentuknya dalam kehidupan kita adalah rahmat sekaligus tugas 
dan 
tanggung jawab. Sejak pembaptisan, setiap kita dimaterai menjadi milik Kristus 
dan menerima Kristus hidup dalam hati kita. Kita dipanggil untuk memberi 
kesaksian tentang Dia dalam kehidupan nyata kita. Inti dari doa si anak tadi 
adalah agar guru sekolah minggunya membawa Yesus dalam seluruh karya 
pewartaannya. 

Kata-kata kunci dalam bacaan-bacaan suci hari ini adalah menjadi Nabi - Hamba 
Yahwe dan Rasul. Tugas seorang nabi sebenarnya dalam bacaan Injil menjadi 
nampak dalam tugas seorang Yohanes Pembaptis, yakni membawa setiap orang kepada 
Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Artinya, seorang nabi harus berani berkorban dan tetap setia pada kehendak 
Allah. Alur pikir ini sama dengan tugas seorang Hamba Yahwe seperti dilukiskan 
dalam bacaan pertama. Seorang Hamba Yahwe mempunyai tugas menyatukan bangsa 
Israel yang tercerai-berai. Hamba Yahwe juga menjadi terang yang menghantar 
bangsa-bangsa lain kepada keselamatan. Dia berkorban dan berusaha melaksanakan 
kehendak Yahwe dalam hidup.

Sebagai orang yang percaya, Rasul Paulus dalam bacaan kedua, mengingatkan kita 
pada panggilan utama kita yakni menjadi rasul - mewartakan Kristus ke dan di 
tengah dunia. Tentu orientasi ajakan ini ada pada kesaksian hidup sehari-hari. 
Jauh sesudah itu, Paus Yohanes Paulus II kembali menegaskan bahwa panggilan 
setiap orang yang dibaptis dulu hingga hari ini adalah memberi kesaksian. Kita 
menyadari bahwa kesaksian hidup menuntut banyak hal
dari diri kita; seperti Yohanes rela melepaskan semuanya untuk Yesus, demikian 
setiap kita pun boleh berani meninggalkan egoisme kita demi Kristus. Dalam 
kelemahan dan keterbatasan kita, hendaknya kita pun tetap berusaha untuk selalu 
menghantar orang lain sampai kepada Yesus. "Lihat, itulah Anak Domba Allah yang 
menghapus dosa-dosa dunia."
=======================================
From: Leonard Han 

TENTANG NAMA ISMAIL
by Andar Ismail

Banyak orang salah paham tentang nama Ismail. Ada yang berkata, "Itu nama 
Arab." atau "Itu julukan jelek, yaitu keledai liar."

Salah paham itu pertama-tama disebabkan karena orang mengira bahwa yang bernama 
Ismail dalam Alkitab hanyalah satu orang yaitu anak Abraham dan Hagar. Padahal 
dalam Alkitab ada banyak orang lain yang bernama Ismail. Ini beberapa 
contohnya. Pertama, ayah seorang hakim yang memenuhi kualifikasi "takut akan 
Tuhan, setia dan tulus hati" di Yerusalem (lihat 2 Taw 19:8-11). Kedua, seorang 
pemimpin pasukan Yehuda (lihat 2 Taw 23:1). Ketiga, seorang imam yang turut 
membangun Bait Allah (lihat Ezra 10:22). Keempat, seorang perwira tinggi (lihat 
Yer.40:7 s/d 4:16).

Memang benar yang lebih dikenal adalah Ismail anak Abraham dan Hagar. Namun 
tentang ini pun ada banyak salah paham.

Ada yang menafsirkan bahwa Ismail anak Hagar tidak meneruskan garis keturunan 
Abraham. Padahal eksegese teks asli Kejadian 21:12-13 menunjukkan garis ganda 
keturunan. Eerdman's Dictionary of the Bible menegaskan (terj.), "Meskipun 
Abraham mempunyai banyak putra lain, namun hanya Ismail dan Ishak yang mendapat 
keistimewaan sebutan putra."

Selanjutnya, ada yang menafsirkan Ishak dan Ismail kemudian menjadi seteru. 
Anggapan itu keliru, sebab kedua saudara itu sama-sama memakamkan ayah mereka 
(lihat Kej.25:9). Dalam budaya Yahudi itu merupakan tanda keakraban saudara 
kandung. Juga keturunan mereka tidak berseteru. Seorang keturunan Ismail 
menjadi panglima pasukan Daud (lihat 2 Sam.17:25), seorang lagi menjadi kepala 
pengawas unta-unta keluarga raja Daud (lihat 1 Taw.27:30).

Ada pula salah tafsir atas ungkapan "keledai liar", "tangan melawan" serta 
"menentang" di Kej.16:12; Padahal dalam budaya Yahudi itu merupakan pujian atas 
sifat tangguh.

Sejarah Yahudi menunjukkan bahwa keturunan Ismail pada umumnya diterima baik 
sebagai bagian anak bangsa. Namnun ada saja orang berprasangka. Ada orang 
Yahudi yang menganggap Sarah danIshak sebagai lambang kebebasan anugrah, 
sedangkan Hagar dan Ismail sebagai lambang perbudakan dosa. Ketika mengecam 
Gereja Kristen Yahudi di Galatia yang kembali menjalankan Taurat, Rasul Paulus 
terpengaruh oleh lambang itu dan mengibaratkan mereka sebagai Ismail yang 
"hidup menurut daging" sedangkan Gerjea Kristen Yahudi yang menginggalkan 
Taurat disebut sebagai Ishak yang "hidup menurut roh" (lihat Gal.2:15 s/d 5:26).

Dua puluh abad kemudian prasangka itu dibesar-besarkan dengan menyebarkan 
anggapan bahwa Ishak dan Ismail adalah seteru, bahwa keturunan Ishak adalah 
bangsa Yahudi yang beragama Yahudi sedangkan keturunan Ismail adalah bangsa 
Arab yang beragama Islam, dengan kesimpulan bahwa kedua bangsa dan agama itu 
adalah seteru. Anggapan itu samasekali tidak punya dasar historis.

Para pengarang Kejadian secara eksplisit menghargai Ismail dalam sejarah 
Yahudi, dengan mencatat bahwa Ismail disunat bersamaan dengan Abraham (lihat 
Kej.17:26). Budaya Yahudi menilai putra yang disunat bersamaan dengan ayahnya 
sebagai putra utama. Pengarang juga mencatat bahwa janji berkat Allah berlaku 
atas Ismail (lihat Kej.21:3) lalu menyimpulkan pasal itu dengan ungkapan "Allah 
menertai anak ini" (Kej.21:20). Tetapi banyak orang kurang mengerti dan 
menganggap Ismail sebagai "warganegara kelas dua".

Lalu mengapa saya mengganti nama menjadi Ismail? Ini penjeleasannya.

Setiba di Wisma Sending Oegstgeest setelah mengurus penggantian nama di KBRI 
Den Haag, seorang mantan guru saya yang pernah menjadi sendeling puluhan tahun 
di Indonesia berkomentar," Saya mengerti. Orang Tionghoa di Indonesia 
diperlakukan seperti Ismail, seperti warganegara kelas dua. Padahal saya tahu 
banyak orang Tionghoa berjasa untuk masyarakat. Ismail juga anak bangsa Allah 
dan janji Allah berlaku atas dia. Tapi prasangka itu, ya saya lihat sendiri 
diskriminasi itu."

Ternyata sendeling itu bisa membaca pikiran saya. Memang itulah latar belakang 
mengapa saya memilih nama Ismail. Nama itu saya pilih sebagai tangis dan teriak 
atas diskriminasi.

Kemudian sendeling tua itu berkata lagi, "Nama Ismail punya arti yang dalam. 
Yishmael, Allah mendengarkan. Yishmael, Allah sedang mendengarkan ..."

Pengantar Warta Jemaat Minggu 30 Jan 2005 - GKI Samanhudi
by ANDAR ISMAIL

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke