From: Irnawan Silitonga 

Renungan Keluarga : Kegagalan Keluarga Adam

".Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, 
yang telah Kuperintahkan padamu : Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah."
   [ Kejadian 3:17 ]. 

Setiap kita dapat menarik pelajaran berharga, baik dari suatu keberhasilan 
maupun kegagalan. Seringkali, justru melalui kegagalanlah, kita memperoleh 
lebih banyak pelajaran berharga. Suatu kali, Thomas A. Edison ( 1847-1931 ), 
ditanya oleh asistennya apakah ia putus asa setelah melakukan 8000 kali 
percobaan tanpa suatu hasil, maka jawabnya, "Mengapa saya harus putus asa ? 
Kita telah membuat banyak kemajuan.
Setidaknya kita telah mengetahui 8000 perkara yang tidak berjalan dengan baik 
". Inilah yang seharusnya menjadi sikap kita. Kegagalan bukanlah sesuatu yang 
harus membuat kita putus asa, melainkan sesuatu yang membuat kita memperoleh 
pelajaran berharga. Terlebih
lagi, jika kita dapat menarik pelajaran berharga dari kegagalan orang lain.

Saat ini kita akan menarik pelajaran dari kegagalan keluarga pertama, yaitu 
keluarga Adam. Kegagalan Adam jelas terungkap melalui ayat diatas, yaitu tidak 
mendengarkan perintah Tuhan, melainkan mendengarkan perkataan isterinya. Apakah 
ini berarti seorang suami
jangan mendengarkan perkataan isterinya ?  Seringkali kegagalan suami terjadi 
justru karena ia tidak mau menerima nasihat isterinya. Jadi persoalannya disini 
adalah seorang suami harus dapat membedakan apakah perkataan isterinya berasal 
dari Tuhan atau tidak.
Dengan kata lain, seorang suami harus jelas mendengar suara Tuhan, apakah itu 
langsung dirasakan didalam hatinya, atau melalui isterinya. 

Dari pengalaman, umumnya kegagalan suami, baik dalam pekerjaannya atau 
pelayanannya, disebabkan ia telah mengabaikan nasihat isterinya. Mengapa 
demikian ?  Ini disebabkan karena peran seorang isteri adalah sebagai penolong 
suaminya, dan karenanya Tuhan sering memberi "indera keenam" pada seorang 
isteri, sehingga ia dapat membaca hal-hal yang tidak terbaca oleh akal suaminya.
Sekali lagi, ini tidak berarti setiap perkataan isteri berasal dari Tuhan. 
Seorang suami perlu belajar peka dalam hal yang penting ini. Mendengar suara 
Tuhan adalah hal yang sangat penting didalam kehidupan ini, dan Adam telah 
gagal disini. 

Kalau kita melihat keluarga pertama ini lebih jauh lagi, sebenarnya kepada 
Adam-lah Tuhan berbicara ( Kej. 2:16-17 ). Pada waktu itu Hawa belum ada, dan 
kenyataannya dalam percakapan dengan si Ular, Hawa telah menambah firman Tuhan 
dengan perkataan, "ataupun
raba buah itu" [ Kej. 3:3 ]. Hawa tidak memahami firman Tuhan dengan tepat, 
karena memang firman Tuhan itu dipercayakan pada Adam. Seharusnya Adam 
membagikan firman Tuhan itu pada Hawa. Ini adalah suatu pelajaran berharga, 
bagaimana seorang suami harus membagikan firman Tuhan pada isterinya. Tetapi 
sharing firman Tuhan oleh seorang suami, tidak dapat dilakukan seperti guru 
mengajari muridnya. Karena seorang isteri melihat banyak kelemahan suaminya, 
maka seorang suami harus mengalami pertumbuhan yang nyata dalam firman dan 
karakter, dihadapan isterinya. Dengan cara seperti inilah, suami membagikan 
firman pada isterinya. 
Jadi, dapat kita simpulkan, kegagalan keluarga pertama ini adalah karena sang 
suami, yang dipercayakan firmanNya, tidak membagikan dengan benar, firman Tuhan 
itu pada pasangannya. Atau, kegagalan ini bisa juga disebabkan karena Adam 
lebih mencintai Hawa dari pada Tuhan, sehingga ia lebih suka mendengarkan suara 
Hawa dari pada suara Tuhan. Semoga para suami Kristen memperhatikan perkara 
ini. 
====================================================
From: yogitry 

Kegagalan Keluarga Yakub/ Israel

1. Yakub lebih mengasihi Rahel dibandingkan Lea.
"Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibukanyalah kandungannya, 
tetapi Rahel mandul." (Kej 29:31)
Terlepas dari usaha penipuan Laban terhadap perjanjiannya dengan Yakub bahwa ia 
akan memberikan putri bungsunya, Rahel, jika Yakub bekerja padanya selama 7 
tahun, tetapi malah memberikan Lea, kakaknya, dengan alasan tradisi (rupanya 
sejak dahulu kala sudah ada sampai sekarang), Yakub akhirnya memliki 2 orang 
istri dan 2 orang gundik, namun ia lebih mengasihi Rahel dibandingkan 
isteri-isteri lainnya. Namun, ketidak adilan ini diperhatikan oleh Tuhan, dan 
Tuhan menolong Lea dengan memberikan anak yang banyak, agar kesedihannya 
terobati. Tuhan selalu menolong orang yang lemah dan tertindas dan 
mau berseru kepada-Nya.

2. Yakub mengasihi Yusuf dibandingkan saudara-saudaranya.
"Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf 
dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau 
menyapanya dengan ramah." (Kej 37:4)
Perilaku Yakub terhadap isteri-isterinya juga sama terhadap anak-anaknya. Yusuf 
yang berasal dari rahim Rahel, yang pada akhirnya dibukakan juga oleh Allah 
(Kej 30:22), juga mendapat perhatian lebih dari saudara-saudaranya yang lain. 
Yusuf mendapatkan wahyu dalam mimpinya bahwa ia akan jadi pemimpin dari 
saudara-saudaranya, dan mereka semakin benci terhadap Yusuf dan berusaha untuk 
mencelakakannya. Namun, dibalik semuanya, ada hikmah yang bisa kita simpulkan, 
yaitu bahwa seburuk-buruknya perilaku manusia dalam soal pilih kasih ataupun 
kebencian, tetap tidak dapat mengagalkan rencana Allah. Oleh karena itu, 
walaupun seburuk apapun dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, tetaplah 
percaya kepada Yesus, yang sanggup mengubah kita menjadi anak-Nya yang kudus. 
Tuhan Yesus mengajari kita agar berdoa "jadilah kehendakMu (bukan kehendak 
kita) di bumi seperti di Sorga (Mat 6:10b).

3. Yakub memberkati Efraim lebih dari Manasye, kakaknya.
"Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya diatas kepala 
Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye," 
(Kej 48:14)
Saya menduga bahwa perilaku ini disebabkan karena pengalaman masa kecilnya, 
bahwa Yakub pun sebagai anak bungsu merebut hak kesulungan serta berkat dari 
ayahnya atas Esau, kakaknya dan berakhir dengan pergumulan demi pergumulan, 
walaupun ia pada akhirnya berhasil menjadi pemenang. Takut pengalaman yang 
menimpanya akan terulang 
kembali, ia memberkati Efraim yang lebih muda lebih dari Manasye. 
Walaupun dipandang tidak baik oleh Yusuf, Yakub tetap memberkati cucunya dengan 
cara demikian. Kita pun harus menyadari, bahwa kadang-kadang kita menjadi iri 
kepada orang yang sepertinya lebih diberkati dibandingkan diri kita sendiri, 
dan otomatis menyalahkan Tuhan yang pilih kasih. Ketahuilah, bahwa Tuhan tidak 
sama dengan manusia. Ia tidak pilih kasih. Kasih-Nya sama besar terhadap semua 
manusia, rata dan tanpa pandang bulu. Hanya saja, apakah kita menyadari 
Kasih-Nya dan membalasnya? Untuk menyempurnakan Kasih, tentunya harus dua arah, 
namanya baru saling mengasihi. Jikalau manusia menolak kasih Allah yang 
terbesar lewat Yesus Kristus, apakah itu yang namanya mengasihi Tuhan?

4. Yakub memberkati (dan mengutuki) anak-anaknya pada saat penghabisan.
Kej 49:1-28 (Baca sendiri yach!)

Yakub mengenal sifat-sifat semua anaknya. Ia memberikan pesan terakhir dengan 
memberkati dan mengutuki anak-anaknya, sesuai dengan kelakuan mereka menurut 
penilaian Yakub. Lewat kisah-kisah mereka dalam Alkitab, kita dapat mengetahui 
bahwa Ruben, anak sulung Yakub, telah berzinah dengan Bilha, salah satu gundik 
dari Yakub. Walaupun Ruben pula lah yang melarang saudara-saudaranya untuk 
membunuh Yusuf, 
anak kesayangan Yakub dan berusaha menyelamatkannya, Yakub tidak mengetahui hal 
tersebut. Simeon dan Lewi adalah orang yang kejam dan pendendam. Yehuda 
bersetubuh dengan menantunya sendiri (secara tidak disadari), tetapi juga 
mengakui kesalahannya. Ia juga dipercaya oleh ayahnya untuk bertanggung jawab 
atas keselamatan Benyamin. 
Kesimpulannya: orang jahat akan mendapatkan kutuk dan orang baik mendapatkan 
berkat. Itu jikalau menurut ukuran manusia. Tuhan kita tidak begitu. Ia 
mengenal hati dan pribadi kita. Ia memberikan kesempatan agar orang berdosa 
dapat bertobat dan orang percaya dapat 
bertumbuh dalam imannya kepada Yesus. Ia menerbitkan matahari bagi orang baik 
dan orang jahat, dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak 
benar, begitu kata Matius 5:45. Ia juga menginginkan agar kita pun berbuat 
demikian, agar kita menjadi anak-anak Bapa yang di Sorga. Oleh karena itu, 
marilah kita mengasihi orang yang memusuhi kita, dan berdoa untuk orang-orang 
yang jahat kepada kita (Mat 5:44). Amien!
================================================
From: Irnawan Silitonga 

Renungan Keluarga : Kegagalan Keluarga Nuh

"Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam 
kemahnya.berkatalah ia : Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang 
paling hina bagi saudara-saudaranya" [ Kejadian 9:21,25 ].

Nuh dan anak-anaknya adalah orang yang diberkati Tuhan ( Kej. 9:1 ). Karena 
iman Nuh, keluarganya diselamatkan oleh perbuatan Tuhan yang ajaib. Keluarga 
Nuh adalah keluarga yang melayani Tuhan dan sehati sepikir menyembah Tuhan. 
Kepada keluarga Nuh dan
seluruh makhluk yang hidup, Tuhan berjanji tidak akan ada lagi air bah untuk 
memusnahkan bumi. Keluarga Nuh adalah keluarga yang memiliki perjanjian dengan 
Tuhan.

Kalau kita melihat bagaimana posisi keluarga Nuh dihadapan Tuhan, wajarlah 
kalau kita berpikir bahwa bumi akan dipenuhi oleh orang-orang yang diberkati 
Tuhan. Bahwa semua anak-anak Nuh akan melahirkan anak-anak yang diberkati Tuhan 
serta melayaniNya. 

Tetapi kita tahu bahwa kenyataannya tidaklah demikian.
Semua ini dimulai dengan kisah sedih, dan mungkin juga memalukan, yang tercatat 
dalam Kejadian 9:18-27.
Disitu diceritakan bahwa Nuh mabuk dan telanjang dalam kemahnya. Sementara Sem 
dan Yafet berusaha menutupi ketelanjangan Nuh, namun Ham tidak. Setelah Nuh 
sadar,
maka ia memberkati Sem dan Yafet, tetapi mengutuk Ham.

Sejauh mana dampak kutuk Nuh terhadap Ham, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi kita 
lihat bahwa cucu Ham yang bernama Nimrod ( Kej. 10:6,8 ) mendirikan kota yang 
bernama Babel, dimana sepanjang Alkitab, nama Babel ini selalu mempunyai 
pengaruh negatif terhadap Umat Pilihan Tuhan. Nampaknya juga, keturunan Ham ini 
mewarisi "kutuk perhambaan" sesuai yang diucapkan Nuh.
Secara jasmani, keturunan Ham ini melahirkan bangsa-bangsa yang memang 
"diperhamba" oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat dan lebih maju dari padanya. 

Apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Nuh ? 
Sesungguhnya yang terjadi pada keluarga Nuh adalah perpecahan. Seharusnya 
anak-anak Nuh tetap bersatu dan diberkati Tuhan. Tetapi akibat kegagalan Nuh, 
perpecahan itu terjadi. Sebagian keturunan Nuh diberkati Tuhan, dan sebagian 
lagi tidak diberkati, seperti yang diucapkannya. Ini perkara yang sangat 
menyedihkan. Seharusnya semua anak cucu orang benar itu, perkasa dimuka bumi 
dan diberkati Tuhan sesuai janjiNya. Itu sebabnya kami yakin bahwa berkat 
tertinggi bagi keluarga orang benar adalah berkat kesatuan. Apabila seluruh 
anggota keluarga bersatu hati menyembah Tuhan dalam satu mezbah keluarga, maka
keluarga ini mengalami berkat tertinggi. 

Kalau kita renungkan lebih jauh kegagalan Nuh, yaitu apakah ketelanjangannya 
atau kutuknya yang paling berdampak negatif, maka nampaknya kutuk Nuh lebih 
berdampak negatif bagi keturunannya, dari pada ketelanjangannya. Seandainya, 
peristiwa ketelanjangan Nuh tidak diikuti oleh ucapan kutuknya, tentu ceritanya 
akan lain. Kalau memang ini benar, betapa pentingnya bagi seorang bapa agar 
selalu mengucapkan perkataan berkat bagi anak-anaknya. 

Gema Sion Ministry.  

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke