From: melvin simanjuntak
"SEJENAK MENGUAK KEMBALI KEBANGKITAN YESUS"
by : mms
PENGANTAR
Bahasan ini mengenai persoalan di seputar kebangkitan Yesus. Pertama PERSOALAN
SIAPAKAH YUSUF DARI ARIMATEA. Kedua PERSOALAN KEBANGKITAN YESUS secara JASMANI
atau ROHANI (tubuh lama atau tubuh baru). Ketiga PERSOALAN PENAMPAKAN YESUS.
Ketiga persoalan adalah persoalan aktual, dan nyata berada ketika kita membaca
bagian proses kebangkitan Yesus.
Tulisan ini bukan referensi untuk pembenaran suatu teologi tertentu (seperti
kelompok Jesus Seminar), atau liberal, maupun fundamental. NAMUN kita dapat
belajar dari apa PESAN dari informasi yang disajikan ALKITAB. Karena itu
anggaplah tulisan berikut sebagai kajian kecil-kecilan. Mungkin tulisan ini
bisa memberi jawaban bagi rasa penasaran rekans milis.
Ada pun sebagian bahan-bahan yang bisa dijelajahi, mengingat waktu dan dana
tidaklah mungkin untuk melakukan eksplorasi secara komprehensif, adalah :
1. NOVUM TESTAMENTUM, editor Eberhard Nestle & Kurt Aland,Stuttgart,1963
2. ALKITAB TB LAI, 1993
3. E.P.Sanders, " The Historical Figure of Jesus", 1993
4. John D.Crossan, " Jesus: A Revolutionary Biography", 1994
5. Marcus Borg, " Meeting Jesus Again For The First Time", 1994
6. M.H.Bolkestein, " Kerajaan Yang Terselubung", 1997
Nah, sekarang mari kita memulai menjelajahi mereka secara tematis satu per satu.
DILEMATIS KEHADIRAN YUSUF DARI ARIMATEA?
Semua Kitab Injil memuat kehadiran Yusuf dari Arimatea, sebagai tokoh yang
sekonyong-konyong mengganggu pikiran tatkala DIPERLUKAN CARA PENGAMBILAN MAYAT
YESUS secara anggun dan elegan. Matius mencatat bahwa beliau adalah seorang
konglomerat sekaligus murid Yesus (antropos plousios...mathetes...). Perhatikan
Mat.27:57. Markus hanya menyebut beliau adalah anggota Majelis Besar terkemuka
yang rindu Kerajaan Allah (prosdezomenos ten Basileian tu Theou). Perhatikan
Mark.15:43.
Injil Lukas tampaknya mengambil sumber tradisi lisan yang sama seperti diambil
Injil Markus, yang menyebutnya anggota Majelis Besar dengan embel-embel berasal
dari sebuah kota Yahudi (prosedezeto ten Basileian tu Theou). Buka kembali
Lukas 23:50-51. Terakhir Injil Yohanes hanya mencatat beliau sebagai murid
Yesus (mathetes {tu} Yesou kekrummenos...ton phobon ton Yudaion), yang berdarah
Yahudi (Yoh.19:38). NAMUN dalam Injil Yohanes terdapat 2 hal yang perlu
dicatat. PERTAMA ada anak kalimat "tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada
orang-orang Yahudi". Kedua ada ditambahkan tentang kehadiran NIKODEMUS untuk
menguatkan kehadiran YUSUF dari ARIMATEA.
PERSOALAN MENDASAR adalah pembunuhan terhadap YESUS dengan cara salib,
dilakukan atau DIDALANGI dengan AKTOR INTELEKTUALnya adalah PARA PEMIMPIN AGAMA
saat itu, yakni Majelis Sanhendrin. Para imam dan para ahli taurat sangat
terlibat dalam PROSES PEMBUNUHAN TERHADAP YESUS. Mengacu pada pakar YUDAISME,
E.P.Sanders bahwa PARA PEMIMPIN AGAMA ADALAH DALANG atau MOTOR UTAMA DIBALIK
VONIS HUKUMAN MATI kepada YESUS. Ditambahkannya bahwa MODEL hukuman mati
seperti PENYALIBAN adalah HUKUMAN bagi PEMIMPIN GERAKAN PEMBANGKANGAN (saya
tidak menyebut PEMBERONTAKAN). Pendapat demikian diperkuat oleh Marcus Borg.
Pendirian seperti ini bisa diterima akal sehat mengingat ADA SALAH SATU MURID
YESUS yang BERALIRAN ZELOTISME, suatu aliran nasionalisme Yahudi untuk
memerdekakan bangsa Yahudi dari kungkungan bangsa Romawi.
Nah, tokoh YUSUF dari ARIMATEA bila benar-benar merupakan fakta DIPASTIKAN IKUT
TERLIBAT (lalu menyesal kemudian - mungkin - seperti kelakuan Yudas Iskariot)
dalam pembunuhan akbar terhadap Yesus. Mengapa? Sebab beliau adalah anggota
Majelis Besar dan terkemuka lagi. Mungkinkah peristiwa seperti itu mendekati
fakta yang ada? Itu kendala utama yang pertama.
Kendala utama yang kedua adalah penyebutan identitas mathetes (murid) Yesus
dalam Injil Matius dan Injil Yohanes MENIMBULKAN PERSOALAN BARU. Sejak kapan
dan dimana ada disebut murid YESUS bernama Yusuf dari Arimatea? Bila benar ada
maka tradisi gereja TELAH SALAH dengan MENGAJARKAN bahwa murid-murid YESUS
hanya 12 orang; termasuk guru-guru Sekolah Minggu (saya juga pernah mengalami
ini).
LANTAS muncul pertanyaan SANGAT PENTING dan KRUSIAL bagi kita, apakah bisa
dicarikan jalan keluar (solusi) terhadap "fakta" yang diungkap ALKITAB
tersebut? Saya mencoba menggali lagi isi ALKITAB, maka akhirnya kita bisa
mengambil 3 SIMPULAN penting untuk bisa diimani.
PERTAMA, YUSUF dari ARIMATEA adalah ORANG YANG SAMA dengan yang disebut di
dalam Injil tentang kekecewaan seorang konglomerat (silahkan buka Matius
19:16-17 // Markus 10:17-22 // Lukas 18: 18-23). Lalu muncul lagi pertanyaan,
mengapa injil Yohanes sama sekali mengabaikan hal itu? Tapi ada kelemahan,
karena disebut dengan jelas bahwa orang kaya itu pulang dengan kekecewaan.
Apakah di kemudian hari anak muda kaya itu berubah pikiran?
Tentang hal ini tidak ada informasi lanjutan dari Kitab-kitab Injil. Bila
pandangan ini bisa diterima maka akan mengundang pertanyaan lain, mengapa
tokoh-tokoh gereja masa purba tidak menimbang bahwa ketiadaan identitas dari si
tokoh kaya tersebut menjadi titik kelemahan ataukah dapat dikatakan sebagai
suatu "KESILAPAN SEJARAH"?
KEDUA, mungkin YUSUF dari ARIMATEA adalah salah satu murid-murid YESUS yang
pernah diutus Yesus sebanyak 70 orang (baca Lukas 10:1-20). Bisa saja
kemungkinan ini dipakai, walau sumber-sumber kitab injil tidak memberi
penjelasan lanjut tentang ke 70 orang yang pernah ditatar YESUS.
KETIGA adalah kemungkinan yang diacu John D.Crossan, yakni tokoh Yusuf dari
Arimatea adalah tokoh fiktif, hasil rekayasa dari tradisi Kristen mula-mula
ketika pengumpulan tulisan dan dokumen tentang kitab-kitab dikumpulkan untuk
dijadikan satu. Bila pandangan ini yang dipilih maka kita tidak membohongi
anak-anak dengan AJARAN bahwa murid-murid Yesus ada 12 orang. Pandangan ini
telah menggali dari kesaksian tulisan pakar sejarah Flavius Yosephus dan
Cornelius Tacitus. Tapi persoalan kita adalah TRADISI GEREJA lebih hebat dan
lebih kuat dari pada kebenaran Firman Tuhan itu sendiri.
PERSOALAN seperti sepele tapi cukup rumit, yakni ketika YESUS sudah wafat maka
HARUS ADA PIHAK BERWENANG untuk MENGAMBIL MAYAT YESUS. Tuduhan vonis kepada
YESUS sebagai PEMIMPIN GERAKAN PEMBANGKANGAN menyulitkan upaya itu, sebab
pengambilan mayat YESUS harus berhadapan dengan Pontius Pliatus.Akses terhadap
sumber kekuasaan menjadi dasar diperlukan seorang tokoh yang berwibawa dan
disegani. Peranan itulah yang dimainkan dengan apik oleh Yusuf dari Arimatea,
yang dinyatakan Crossan,"...he is also "rich" and that explains why he has
access to Pilate".
PERSOALAN KEBANGKITAN YESUS ?
Memang beberapa sumber di dalam Perjanjian Baru terdapat perbedaan menyangkut
para saksi, pembahasaan kehadiran "PRIBADI SUCI", namun yang LEBIH PENTING
menjadi PERTANYAAN kita adalah APAKAH YESUS sebelum dan sesudah KEBANGKITAN
masih sama "tubuhNya"?
Dalam Injil Markus diberitakan beberapa fenomena penting yang patut dicatat.
PERTAMA, fenomena kehadiran "SEORANG MUDA BERJUBAH PUTIH" mengundang perhatian
saksama. Apakah beliau benar-benar manusia, atau utusan TUHAN (malaikatkah?),
ataukah beliau itu rupa YESUS yang dimaksud? Yang ketiga tidak mungkin menjadi
pertimbangan mengingat pesan yang dibawanya," Kamu mencari YESUS orang Nazaret,
yang disalibkan itu. Ia telah bangkit...Ia mendahului kamu ke Galilea...(Mark.
16:6). Sampai di sini tidak ada misteri, namun ketika dikatakan mereka (Maria
Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome) ternyata TIDAK BERJUMPA dengan YESUS
dalam waktu yang "pagi-pagi benar (pagi buta?) pada hari pertama Minggu" (ayat
2). Bila dibaca lanjutan di ayat 12 dicatat FENOMENA PERISTIWA yang SANGAT
PENTING, "...sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua
orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan keluar kota".
Kalimat "MENAMPAKKAN DIRI DALAM RUPA YANG LAIN" menegaskan sesuatu hal yang
luar biasa telah terjadi, bahwa YESUS yang BANGKIT berbeda "rupa" dengan YESUS
semasa di bumi. Ini informasi dan fakta sangat berharga yang didapat dari Injil
Markus. Tentang fakta ini TIDAK DITEMUKAN dalam Injil-injil lain. Karena itu
saya berpendapat YESUS yang bangkit bukanlah YESUS SEJARAH, namun adalah YESUS
sebagai KURIOS. Belajar dari sejarah dapat dipahami intervensi TUHAN ke dalam
dunia sejarah. Apa yang dilakukan DIA terhadap kedua orang tersebut BERULANG
atau TERJADI lagi terhadap SAULUS (Kis. 9 : 3 - 6) merupakan kehendak nyata.
Matius hanya menyebut kunjungan Maria Magdalena, dan Maria lain di lokasi
kuburan YESUS. Mereka hanya menjumpai "malaikat berpakaian putih". Namun
setelah berjumpa dengan mereka, mereka "tiba-tiba" didatangi YESUS bahkan YESUS
masih sempat menyampaikan "syaloom", agak berbeda penyajian kedua Injil ini.
Namun yang jelas bahwa mereka TIDAK dijumpai YESUS di dalam kuburan, melainkan
di lokasi diluar kuburan. Gambaran ini memberi kesan kuat bahwa telah terjadi
PERISTIWA KEBANGKITAN.
Perlu DICATAT bahwa Injil Matius menunjukkan ekspresi kuat penolakan informasi
dari kalangan perempuan. Artinya setiap ada pesan dari perempuan ADALAH TIDAK
BENAR. Itu yang terjadi saat itu ketika YESUS menitipkan pesan agar disampaikan
kepada para muridNYA. Yang punya telinga TIDAK SUNGGUH MENDENGAR, dan yang
MENDENGAR tidak menyimak.
Dalam Lukas tidak ditemukan penampakan YESUS langsung "segera" setelah
kebangkitanNYA, sebagaimana dicatat Injil Markus dan Matius. Namun LUKAS justru
memberi tekanan ADANYA PROSES PENGGEMBALAAN LANJUTAN terhadap murid-muridNYA
secara berulang-ulang yang dilakukan YESUS selama 40 hari (Kis.1 : 3). Apakah
"SIMBOL 40 HARI" hanya merupakan catatan tambahan LUKAS untuk menunjukkan
KESESUAIAN dengan PERJALANAN bangsa ISRAEL yang menempuh 40 tahun dari Mesir
menuju TANAH PERJANJIAN atau 40 HARI MASA PENCERAHAN bagi PARA MURID ?
Agak aneh bahwa Injil Yohanes memulai berita kebangkitan YESUS dengan
menyatakan "tubuh YESUS telah dicuri" (Yoh.20 : 1-2). Sungguh heran mengapa
Yohanes memulai kabar tentang kebangkitan berangkat dari "REALITAS GOSIP",
sebagaimana yang dicatat dalam Injil Matius 28 : 13 ? Ataukah "tubuh YESUS
telah dicuri" merupakan FAKTA yang benar-benar terjadi? Bukankah pernyataan
sdemikian sangat bertentangan dengan kenyataan yang disebutnya juga di ayat 15
dimana YESUS menampakkan DIRI hanya kepada ibuNYA. Pernyataan YESUS pun
mengundang misteri,"Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?"
(Yoh.20 : 15). Pernyataan YESUS yang disebut Yohanes ini menurut saya sangat
mendukung fakta yang disebut Injil Markus "MENAMPAKKAN DIRI DALAM RUPA YANG
LAIN" sehingga TIDAK DIKENALI secara cermat oleh ibu YESUS. Namun hal itu
terjadi "SEBENTAR" saja, setelah naluri keibuan muncul secara spontan tangan si
ibu ingin meraih jubah YESUS, tetapi TIDAK DIBOLEHKAN YESUS. Mengapa?
Kemungkinan besar bila dijamah PENAMPAKAN YESUS DALAM RUPA YANG KURIOS maka
berakibat buruk bagi dia.
Dengan demikian di dalam INJIL terdapat FAKTA bahwa YESUS yang bangkit TIDAK
BENAR-BENAR YESUS sebagaimana yang mereka kenal sebelumnya, MELAINKAN YESUS
yang BANGKIT dengan RUPA yang hidup, RUPA YANG SEBENARNYA, sebagai KURIOS.
Inilah yang dimaksud dengan kesaksian Flavius Yosephus," On the third day he
appeared to them restored to life, for the prophets of God had prophesied these
and countless other marvellous things about him".
PERSOALAN LOKASI PENAMPAKAN YESUS ?
Ada perbedaan cukup tajam diantara kitab-kitab Injil tentang lokasi penampakan
YESUS yang bangkit. Tampaknya lagi-lagi tradisi gereja awal telah mengembangkan
tradisi tentang ini. Markus (14 : 28; 16: 7), Matius (28 : 16 - 20), Yohanes
21, ditambah penguatan dari Injil Petrus (14 : 60), dan juga 1 Korintus 15 :
1-11 mengungkapkan bahwa lokasi penampakan YESUS yang bangkit terjadi di
Galilea. Namun Injil Lukas yang kental historis justru menyebut lokasi lain,
yakni di sekitar Yerusalem.
Beberapa pakar PB hingga kini masih kelabakan dan berdebat tentang lokasi
tersebut. W.Michaelis melancarkan apologia terhadap tradisi eskatologis itu di
Yerusalem,NAMUN H.Von Campenhausen membenarkan tradisi eskatologis peristiwa
tersebut di Galilea.
Ada 2 solusi yang diberikan pakar bagi kita. PERTAMA K.Bornhauser menyatakan
bahwa sebenarnya ada nama daerah bernama Galilea di daerah Yerusalem, bahkan
dia menyebut nama tempat TAMAN GETSEMANI sebagai nama lain Galilea. KEDUA
E.P.Sanders menandaskan bahwa memang Injil Lukas terlalu cenderung berkarakter
"Yerusalem-sentris", dan pergerakan dari penampakan itu terjadi berulang di
Galilea dan juga di Yerusalem. Sanders menyatakan " I have views about parts of
it, such as the movement of the disciples: they fled to Galilea and then
returned to Jerusalem".
Nah, bila masih penasaran silahkan melakukan tinjauan atau kajian kritis dengan
mengeksplorasi sejumlah data dan informasi dari sumber-sumber acuan yang
relevan. Demikian pandangan saya dari pelacakan beberapa sumber sekadarnya.
Salam Liberal
mms
[Non-text portions of this message have been removed]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/