TRANSFORMASI janganlah STAGFORMASI


��.Iman tanpa perbuatan adalah mati, Yakobus 2:26


�TRANSFORMASI� menjadi kata yang begitu popular di kalangan Kristiani. 
Walaupun saya memandang positif setiap acara yang dikemas dengan tema itu, 
tetapi ada banyak hal yang harus kita nilai dengan bijaksana sehingga 
pengertian kata �transformasi� tidak hanya menjadi �jargon� belaka dan 
sekedar acara kumpul-kumpul doa, mengundang pembicara kondang, sewa stadion, 
nyanyi-nyanyi, dan dilanjutkan dengan acara doa, lalu pulang. Optimisme 
terhadap �perubahan� memang baik, in fact, kita mempunyai Allah yang Maha 
Kuasa, Dia Allah yang mampu mengubah!. Jaringan Doa Nasional yang menjadi 
fasilitator Gerakan Doa Transformasi Kota di Indonesia, beberapa hamba Tuhan 
pada tahun 2000 mendapat nubuat bahwa pada tahun 2005, 50% penduduk 
Indonesia akan menjadi Kristen. Nah sekarang kita sedang menginjak tahun 
2005, untuk hal tersebut kita jadi dibuat bingung apasih yang dimaksud 
dengan  �harapan� dan apa yang dimaksud dengan �nubuat�?. Indonesia akan 
dimenangkan bagi Tuhan! puji Tuhan!. Itu harapan kita semua.

Pada tanggal 2 September 2002 di Istora Senayan Jakarta, Rev. Cindy Jacobs 
kembali menubuatkan : Indonesia akan dimenangkan; Domba akan menjadi 
mayoritas; Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen; Terjadi revival di 
Pulau Bangka; Pemerintah Indonesia akan dimenangkan bagi Kristus; Tuhan akan 
membangkitkan pengusaha-pengusaha Kristen, menjadi  sangat-sangat kaya. 
Karena Tuhan membutuhkan banyak gereja, gedung pertemuan, sekolah-sekolah, 
prasarana;  Indonesia akan memiliki sekolah Kristen di setiap pelosok, dst. 
Kemudian Nubuat serupa diulangi lagi pada Pada acara National Prayer 
Conference (NPC) 12-16 Mei 2003. Selebihnya bisa kita baca di :
http://www.fire-ministry.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7

Umat Kristen adalah umat yang suka berdoa, berdoa supaya diberkati, supaya 
sehat, supaya sukses, berdoa untuk keluarga, berdoa untuk pacar, berdoa 
untuk masa depan, dll. Tetapi berapa banyak yang suka berdoa untuk bangsa 
dan negara?. �Booming Transformasi� terjadi sejak 3 tahun lalu dalam kemasan 
�National Prayer Conference� dan akan kembali digelar selama 50 hari mulai 
bulan April 2005, di 500 kota di Indonesia.  Acara tersebut akan berpuncak 
pada 050505 (Triple Five/ 5 Mei �05). Kegiatan-kegiatan ini sungguh indah, 
dan memiliki nilai luhur karena kita memang perlu berdoa bagi bangsa, negara 
dan lingkungan kita, tetapi tentu saja kita tidak boleh melihatnya secara 
�gampang� karena untuk memenangkan Indonesia, anak-anak Tuhan tidak boleh 
berkutat di rumahnya sendiri saja dan tidak melihat �keluar� dan mencermati 
keadaan yang terjadi di sekitar kita. Menyedihkan sekali bahwa banyak umat 
Kristen masa kini hanya cenderung menjadikan gereja sebagai pelarian untuk 
menghindari tantangan itu. Sebagian besar dari kita hanya mementingkan 
hal-hal surgawi dan melupakan tanggung jawab kita di bumi. Doa penting 
tetapi Action juga penting : �ora let labora�. Memang ada tertulis �TUHAN 
akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja� (Kel 14:14), tetapi ada 
juga Firman yang  menulis �Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah 
serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti 
merpati� (Mat 10:16), Artinya, Tuhan memberi tugas kepada kita untuk menjadi 
cerdik dan arif  ditengah dunia yang jahat/bahaya untuk menjadi terangNya 
secara aktif dan bukan diam saja.


TRANSFORMASI DI SEKITAR KITA

Tanpa gembar-gembor TRANSFORMASI, kalangan Half Brother kita sudah lebih 
dulu melakukan transformasi di Indonesia ini. Marak muncul 
cendekiawan-cendekiawan dan menduduki pos penting di Universitas Negeri, 
Rumah Sakit Negeri; Pos-pos penting pemerintah dikuasai ICMI, itu contoh 
dari hasil transformasi. Undang-Undang yang sifatnya sektarian mulus 
diluluskan di Parlemen, itu juga salah satu contoh dari hasil transformasi. 
Sudah saatnya kita juga perlu membaca-baca media tidak hanya Kompas/ Suara 
Pembaharuan saja, tetapi tapi cobalah baca-baca Republika, Sabili, dst. 
Supaya kita tidak terlalu kaget dengan apa-apa yang sudah mereka kerjakan. 
Saat kita masih teriak-teriak transformasi, doa transformasi, dan masih 
dalam kebingungan terhadap konsep transformasi itu sendiri, mereka sudah 
melangkah jauh kedepan.

Al Zaitun di Indramayu, Jabar : Pesantren paling kolosal, paling besar, dan 
paling modern di dunia, Al Hikam di Malang, dll. Institusi Pendidikan  
dibangun diatas lahan 150 hektar, apapun disana, sawah, peternakan, lab-lab, 
sampai teropong bintang juga ada. Sekolah Kristen yang paling bagus di 
Indonesia tidak ada yg menandingi kelengkapan mereka. Bahkan Pesantrennya 
ABB di Ngruki pun juga ber-innovative dengan mendatangkan guru-guru dari 
China, untuk mengajar santri-santri mereka belajar bahasa Mandarin yang 
sekarang nge-trend.  Pesantren-pesantren lain juga sedang dan sudah 
dimoderenisasi. Mereka sangat aktif dalam gerakan untuk menciptakan good 
civil society yang dikenal dengan �Masyarakat Madani�. Istilah Madani 
berasal dari kata Medina, artinya membangun komunitas/masyarakat yang sesuai 
�Muhammad�s seventh-century city-state of Medina�. Jika anda pergi ke 
kantor-kantor pemerintah, atau kemanapun sekarang ini, anda akan menemui 
banyak sekali kaum perempuan berkerudung, gaya berpakaian yang menjadi trend 
ini, juga hasil dari transformasi :)

Zaman Gus Dur menjadi Presiden dan baru-barunya Partai PKB berdiri, kita 
mengenal sederetan nama-nama politisi muda; Ali Maskur Musa, Kofifah Indar 
Parawangsa, Muhaimin Iskandar, Saifullah Yusuf dll. Tampang-tampang mereka 
ini seperti orang-orang biasa, tidak istimewa, tapi begitu mereka membuka 
mulut dan bersuara, wow! they are really something!. Mereka ini orang-orang 
yang terdidik, berwawasan dan terbiasa bicara dalam suatu sidang. Dan 
ternyata benar, mereka ini memang sudah dididik seniornya untuk menjadi 
seorang pemimpin. Mereka sudah dilatih dan dipersiapkan : bagaimana memimpin 
sidang, bagaimana menutup sidang, bagaimana berbicara di forum, bagaimana 
menggagalkan sebuah sidang (walaupun sidang itu sudah dibuka) dan mereka 
dididik dengan pengetahuan politik dan wawasan kebangsaan. Inilah bedanya, 
ketika pemuda-pemudi kita asyik �ber-franky sihombingan�, jingkrak-jingkrak 
di acara-acara music rohani. Kalangan mereka sedang sibuk menggodok 
pemudanya menjadi pemimpin masa depan. Sosok Hidayat Nur Wahid (HNW) yang 
berumur 40-an itu sudah menjadi ketua MPR, Lembaga tertinggi Negara ini, itu 
adalah salah satu dari hasil transformasi. Kemudian, lihat saja bagaimana 
HNW ini mengkader yuniornya, beliau adalah orang yang berkomitmen, menaruh 
dirinya sebagai pribadi �percontohan� dari kebersahajaannya.

Para senior mereka mau menjadi Sufi, dana mereka dipakai untuk LITBANG, 
membangun pesantren yang bagus-bagus, dan... kaderisasi! Hazim Muzhadi, 
Seorang Kyai, Pemimpin NU, berbicara dan berpenampilan sangat sederhana, 
Pemimpin Pesantren Al-Hikam ini adalah salah satu transformator, dimana para 
santri-nya sudah berkiprah dalam masyarakat dan dalam perpolitikan 
Indonesia.  Sosok AA Gym juga merupakan figur transformator, menyajikan 
Islam dalam kemasan sejuk, manis dan intelek, dari pengajaran-pengajarannya 
kita bisa menyimak bahwa beliau rajin membaca buku-buku karya John Maxwell 
dan Dale Carnagie.

Sekolah Muslim, Rumah Sakit Muslim, Komunitas Cendekiawan Muslim, Politikus 
Muslim, Parpol Muslim, Finance Institutions/ Bank Muslim (Syariah), dll. 
semakin berkibar menjadi bagian penting yang turut menentukan laju kehidupan 
di negara ini. Kehidupan ibadah para selebriti dieksploitasi besar-besaran 
apalagi para mualaf-nya. Pengajaran Kyai Kondang marak dikemas dengan cara 
yang menarik, bahkan merekapun mulai banyak memproduksi lagu-lagu rohani, 
buku-buku rohani, game-game komputer bernuansa Islami tetapi menarik dan 
gaul. Transformasi mereka ini sudah ke segala arah (multidimensional), hukum 
dan undang-undang pun sudah ditransformasi. Kejadian yang patut kita catat 
dalam bencana Tsunami di NAD dan sekitarnya, Bulan Desember 2004 lalu, salah 
satunya adalah pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang menyatakan "anak-anak 
Atjeh hanya boleh diadopsi oleh orang-orang yang seagama". Sebagian besar 
kalangan non-Muslim menganggap ucapan beliau �tidak pantas dan bernuansa 
SARA�. Ternyata Wapres tidak asal bicara, karena pernyataannya berdasarkan 
hukum/UU No 23 Tahun 2002 yang mengatur hal-ikhwal adopsi anak, yang berlaku 
dan sudah disahkan.  Pertanyaannya, berapa banyak kalangan kita yang �tahu� 
perihal UU baru ini?.

Dari situ, kita bisa melihat salah satu hebatnya kiprah-kiprah Politisi 
Muslim di Parlemen, mereka sudah membuat batasan-batasan, perlindungan agar 
seorang jangan menjadi murtad. Indonesia negara Hukum, setiap warga-negara 
harus tunduk pada hukum yang berlaku. Jadi apapun Produk HUKUM dari DPR yang 
sudah disahkan harus ditaati seluruh rakyat. Sedangkan komunitas Kristen 
kita ini "buta" dan "tidak aware" akan urusan-urusan kemaslahatan. Bahkan 
kita sendiri tidak tahu ternyata "sudah ada banyak" undang-undang semacam 
itu pasca Reformasi yang sudah disahkan, belum lagi Undang-undang yang lain 
dan macam-macam RUU yang sedang akan disahkan. Masalahnya DPR tidak pernah 
sosialisai UU yang akan dan sudah disahkan mereka, inilah repotnya. 
Sedangkan Politisi Kristen yg ada disana juga tidak pernah secara transparan 
menunjukkan, ini lho ada UU baru dan sifatnya sektarian. Well, mungkin 
mereka ada di dunianya sendiri.

Sedangkan kita yang rakyat biasa ini pikirannya tetep santai dengan 
anggapan, Indonesia Pancasialis jadi tidak pantas ada Undang-undang 
Sektarian, Tetapi kenyataannya "sudah ada banyak", bukan? Bahkan akan banyak 
ada lagi produk-produk Undang-undang baru. Mungkin Sudah waktunya kita 
semua, para pendeta dan hamba Tuhan tidak hanya memikirkan sisi Teologis 
yang vertikal dan berada dalam komunitas horizontal yang sempit (dalam 
komunitas Kristen sendiri). Tetapi harus memikirkan urusan-urusan 
kemaslahatan secara luas, dalam Alkitab kita banyak mencatat bagaimana 
nabi-nabi Allah juga aktif dalam mengurus masalah-masalah kemaslahatan orang 
banyak. Walaupun Hamba Tuhan  itu bukanlah seorang politisi, komunitas kita 
ini harus awas terhadap keadaan sekitar, mulai tanggap terhadap semua 
gerak-gerik perpolitikan negeri ini.

Urusan IPTEK, kalangan mereka juga mengeksplorasi secara besar-besaran 
sumber-sumber ilmu dari Barat dan dari berbagai sumber, saya mempunyai 
beberapa buku/literatur kristiani yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh 
penerbit Muslim �Mizan-Bandung�. Mereka merekrut banyak ilmuwan untuk 
�transfer ilmu�, kabarnya Prof. Yohanes Surya sudah diminta untuk menjadi 
salah-satu �pakar� di salah satu institusi yang mereka punya. Inilah bukti 
betapa mereka �hunger� akan pembaharuan dan perbaikan. Beberapa puluh tahun 
lalu, kalangan Kristiani dikenal sebagai masyarakat intelektual, dari 
sinilah umat Muslim berusaha keras untuk mengejar, membuat komunitasnya 
maju, menyamai dan bahkan melebihi, dan saat-saat ini makin terbukti. Dulu 
ada anggapan, kalau sekolah di Madarasah itu tidak maju, tetapi sekarang 
sebagian besar sudah maju. Selanjutnya sekarang ini, anda bisa 
membanding-bandingkan apa yang dilakukan PIKI, ISKA, FKKI  dengan apa yang 
sudah dicapai ICMI. Bandingkan pula apa yang dilakukan CSIS dengan apa yang 
sudah dicapai oleh CIDES. Hati-hati lho, kita bisa tertinggal jauh, mereka 
telah melakukan transformasi pendidikan dan intelektual.

Sementara TRANSFORMASI yang didengungkan komunitas Kristen ini cuma jargon 
belaka, hanya sebatas �sebuah acara di stadion� terus udahan. Ibarat sebuah 
acara komedi dan sarana menghibur diri, atau mungkin lebih tepat "katak 
dalam tempurung" tidak tahu dunia luar. Proyek percontohan yang biasanya 
dipresentasikan di KKR/gereja : Transformasi di Uganda & Fiji, misalnya, 
ternyata juga "blew up berita saja" dan rekayasa data. TRANSFORMASI tidak 
boleh diartikan suatu perubahan radikal dari negeri porak-poranda kemudian 
secara revolusioner berubah menjadi negeri Antah-Berantah yang bebas problem 
(Eutopia). Transformasi bukan perubahan yang bersifat supranatural, ibarat 
perubahan besi menjadi emas, emas menjadi berlian. Tetapi transformasi 
adalah suatu proses, yang laju-prosesnya sangat bergantung pada action dan 
reaction dari orang-orangnya.

Boleh-boleh saja kita berpikiran positif dan mengimani akan ada Transformasi 
Indonesia, tapi kita dan para Hamba-hamba Tuhan perlu mentransformasi diri 
sendiri dulu, sikap, mental dan wawasan, karena mereka adalah leaders yang 
kata-katanya didengar dan diikuti oleh jemaatnya. TRANSFORMASI hanya bisa 
dimulai dimulai ketika setiap orang berkomitmen melakukan perubahan dalam 
hidupnya. Mohon maaf jika saya berbicara keras dan menyinggung, ada hal-hal 
yang pingin saya tanyakan kepada panitia penyelenggara; apakah puncak acara 
pada Triple Five nanti bukannya hanya sebuah perayaan terhadap 
�nubuat-nubuat yang tidak terjadi� yang sudah direlease tahun 2003 yang 
lalu, apakah para hamba Tuhan itu akan diundang kembali?. Ataukah acara ini 
hanya sekedar peringatan transformasi, dan pemenuhan jadwal yang sudah 
diset-up beberapa tahun sebelumnya? Hanya acara rutinkah?. Setiap kita harus 
mempertanggung-jawabkan apa yang kita ucapkan, apalagi ketika kita berbicara 
atas nama Tuhan. Ada banyak tulisan-tulisan yang kritis terhadap acara-acara 
yang dikemas dengan tema transformasi oleh Bp. Herlianto misalnya, hendaknya 
tulisan-tulisan beliau tidak dianggap sebagai sesuatu yang �memusuhi� atau 
bertentangan, kita perlu otokritik!


TRANSFORMASI-STAGFORMASI

Program TRANSFORMASI harus dilanjutkan dengan program lanjutan seperti yang 
dibicarakan, pembaharuan, kegiatan nyata pelatihan-pelatihan dan sebagainya. 
Sehingga benar-benar tercipta transformasi fisik, transformasi moral dan 
rohaniah. Menjadi orang yang bisa mengubah dan mau diubah dalam action 
nyata, kemudian dari perubahan moral dan skill itu akan menciptakan 
perbaikan, itulah misi dari Transformasi. Kata TRANSFORMASI jangan menjadi 
jargon kosong seperti halnya istilah REFORMASI.  Pasca lengser-nya Bapak 
Suharto kata �reformasi� sangat booming seperti halnya kata transformasi di 
kalangan kita lima tahun terakhir ini, bukan?. Janganlah kata transformasi 
yang kita dengung-dengungkan hanya sekedar �asal berubah, asal lain atau 
asal beda� seperti halnya kata �reformasi�. Kata transformasi harus 
benar-benar diwujudkan terhadap suatu perubahan dari tidak baik menjadi 
lebih baik.

Apabila Transformasi ini tidak diwujudkan, dimana misinya selesai 
berbarengan dengan acara puncak pada Triple Five nanti. Walaupun 
TRANSFORMASI itu dikemas dengan sangat spektakuler baik dalam kemasan acara 
dan publisitasnya, maka transformasi ini akan berhenti/stagnan, dimana 
hingar-bingarnya istilah itu tidak akan mampu mewujudkan perubahan dan 
sekedar retorika kosong. Janganlah kegiatan-kegiatan transformasi itu 
menimbulkan stagnasi iman, atau sekedar acara verbal, parisisme, angin 
surga, dan launching nubuat-nubuat baru (yang belum tentu tergenapi), maka 
yang terjadi adalah Stagformasi, bukan Transformasi. Dan ini tentu 
bertentangan dengan Firman Allah :

Yakobus 2:22,26
2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh 
perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa 
perbuatan-perbuatan adalah mati.



MENJADI TRANSFORMATOR

Perwujudan transformasi selalu dimulai dan diprakarsai oleh seorang atau 
sekelompok orang yang mempunyai karakteristik memimpin, mendobrak dan 
mengubah. Jika komunitas Kristen ingin melakukan transformasi, maka kita 
perlu leaders dan orang-orang yang patut menjadi contoh dan menjadi 
pendorong terhadap terjadinya proses transformasi. Sebenarnya sudah ada 
acuan yang sudah diluncurkan dalam ide-ide transformasi, yaitu lima 
indikator yang harus ditunjukkan oleh seorang Leaders/Transformator adalah 
kemampuannya untuk mentransformasi visi, nilai-nilai, ide, pengetahuan dan 
aksi. Jika saja lima indikator itu bisa diwujudkan, maka obsesi kita 
terhadap Transformasi di Indonesia ini akan bisa diwujudkan sesuai yang 
dicita-citakan.

Figur transformator juga harus memiliki kemampuan dan wawasan ilmu dan iman, 
karena iman saja tidak cukup. Paulus dipilih Yesus menjadi salah satu 
transformator, disamping mempunyai karakter �kolerik�, seorang mantan 
pendosa itu dipilih karena kemampuan pengetahuan-nya dan keberanian-nya. Dan 
ini tidak berarti seorang biasa tidak boleh menjadi transformator, tetapi 
untuk menjadikan cita-cita transfomasi terwujud dengan efektif, maka kita 
perlu transformator-transformator yang ber-inner directed yang mampu 
memberikan pengaruh dan spirit bagi orang banyak.

Deng Xiaoping dan Zu Rongji adalah transformator, sehingga China masa kini 
menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Seorang transformator harus 
mempunyai integritas, ucapan dan tindakannya selaras. Zu Rongji terkenal 
dengan julukan �Judge Bao� adalah seorang yang benar-benar berintegritas 
terhadap ucapannya dan tindakannya dalam program anti korupsi yang 
dicanangkannya.

Gandhi adalah seorang transformator, ada harga yang harus dibayar untuk 
membuat orang menurut arahannya. Gandhi adalah sosok manusia yang 
beritegritas, rakyat India melihat bukti apa yang dia ucapkan dan apa yang 
dia lakukan. Gandhi adalah orang besar yang bisa saja menjadi kaya-raya 
tetapi dia tidak mempergunakannya. Gaya hidupnya selaras atas ajarannya 
tentang Ahimsa dan Swadesi. Dia memakai pakaian dari kain dan benang yang 
dipintalnya sendiri dan itu menjadi simbol bagi orang banyak untuk 
membangkitkan rasa nasionalismenya. Perjuangan dengan cara demikian membawa 
Rakyat India kepada kemerdekaan, dan transformasi itu terjadi.

Contoh figur-figur diatas masing-masing punya Strong Character yang mampu 
untuk mempengaruhi pola-pikir orang banyak, karakter leaders demikian yang 
kita perlukan. Sementara strong character yang kebanyakan dimiliki leaders 
kita hanya di "borju" nya saja. Maka kita, terutama para Hamba Tuhan, jangan 
harap Indonesia akan ter-transformasi dari budaya anti-malu terhadap 
korupsi, jika leaders kita ini masih banyak yang maruk duit. Jangan harap 
akan ada transformasi moral jika leaders kita tidak memberikan contoh moral 
yang baik. Jangan harap Indonesia ini akan ter-transformasi dari sikap-sikap 
primordialisme sempit kepada sikap persaudaraan, jika setiap denominasi dan 
bahkan gereja-gereja bertikai dan terpecah-belah, setiap hari muncul gereja 
baru yang didirikan untuk �tandingan� gereja induk dan pembelotan terhadap 
gembala.

Kita dan para Hamba Tuhan, janganlah pula bicara atas nama Tuhan, jika 
ucapannya itu tidak benar-benar dari Tuhan, janganlah bernubuat atas nama 
Tuhan dan dengan PD menyebut �certain time� Tuhan akan �doing something� 
jika akhirnya nubuatan itu meleset. Kita perlu transformator-transformator 
yang mempunyai itegritas terhadap segala ucapannya dan perbuatannya, yang 
tidak punya penyakit �amnesia� atau pura-pura lupa terhadap nubuat yang 
pernah direlease dan tidak ada relevansinya. Cukuplah sudah nubuat-nubuat 
yang kita terima, dalam 2 Petrus 1:21 sangat jelas menyatakan bahwa nubuat 
berasal dari  Tuhan, "sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak 
manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama 
Allah". Allah kita berintegritas, Dia tidak akan pernah berkontradiksi 
dengan diriNya Sendiri.


Selanjutnya saya kutipkan bacaan menarik sbb :


MENGUBAH DUNIA DENGAN MENGUBAH DIRIKU.

Sufi  Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini: 'Waktu masih 
muda,  aku  ini  revolusioner  dan  aku  selalu berdoa: Tuhan, berilah aku 
kekuatan untuk mengubah dunia!'

'Ketika  aku  sudah  separuh  baya  dan sadar bahwa setengah hidupku sudah 
lewat  tanpa  mengubah  satu  orang  pun,  aku mengubah  doaku  menjadi:  
'Tuhan,  berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan 
denganku: keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'

Sekarang  ketika  aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku 
mulai melihat betapa  bodohnya  aku.  Doaku satu-satunya  sekarang  adalah:  
'Tuhan,  berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri.' Seandainya sejak 
semula  aku berdoa   begitu,   maka   aku  tidak  begitu  menyia-nyiakan 
hidupku!'

Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir  tak seorang pun 
berpikir bagaimana mengubah dirinya.

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 
1994/ http://media.isnet.org/sufi/Mello/Burung/MengubahDiriku.html )


Blessings in Christ,
Bagus Pramono
February 17, 2005

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke