From: Mang_Ucup 

Lho Edan!

"Edan lho!" dengan "Lho Edan!", arti dan maknanya berbeda seperti bumi dan 
langit. Bukan karena perkataan "lho" nya yang satu di depan dan yang lain 
dibelakang, melainkan karena yang satu sifatnya memuji dan meng-ungkapkan penuh 
rasa kagum atau berarti "diluar jangkauan pikirannya" sedangkan yang lain ialah 
menghina bahwa "lho adalah orang edan" atau orang yang "jangkau pikirannya 
sudah keluar" alias udah Nano-Nano, begichu!

Harimau hanya bisa menggeram . Burung hanya bisa berkicau. Apakah Anda pernah 
mendengar harimau berkicau? Atau kebalikannya burung menggeram?
Tetapi, karena manusia mempunyai tenggorokan yang bisa mengatur bunyi2an, bukan 
saja lebih bervariasi, tetapi yang penting lebih bermakna. Ia bisa mengucapkan 
kata yang sama, dengan berbagai nada, sehingga maknanya ber-beda2.
Sebagai perumpamaan kalau saya pulang kerja dan membawa hadiah untuk istri 
saya, ia menanyakan "Mau makan?" dengan nada yang lembut, saya merasa disayang, 
tetapi kebalikannya kalau saya pulang malam dari bar ia mengajukan pertanyaan 
"Mau makan?" tetapi dengan nada keras, saya merasa se-akan2 mau diracun.
Banyak orang merasa dipuji kalau mereka disebut sebagai "orang senang", tetapi 
kebalikannya merasa dihina kalau dipanggil "Oom senang". 

Bunyi kicau burung bahkan bunyi geram harimau tidak akan bisa membunuh, tetapi 
ucapan manusia  bisa menjadi penyebab kematian, kesengsaraan maupun 
persahabatan. Dengan perkataan kita bisa membunuh orang, umpamanya dengan 
memberikan kesaksian palsu, sehingga orang itu dihukum mati atau menyebar 
luaskan gosip, sehingga orang merasa malu akhirnya bunuh diri, atau 
menghancurkan rumah tangga seseorang sehingga akhirnya membuat banyak orang 
menderita. Penjarahan maupun pembakaran bisa terjadi hanya disebabkan oleh 
beberapa kata hasutan saja. 

Manusia bisa mengontrol dirinya memungkinkannya bersahabat dengan apa saja, 
juga dengan binatang2 buas, seperti para penjinak binatang itu, tetapi dalam 
saat bersamaan ia bisa memusuhi saudara atau koleganya yang dianggap tidak 
sepaham dengan dia. Bahkan banyak orang yang bisa memusuhi saudara kandung 
maupun orang tuanya sendiri. 
Kita nungging berdoa ber-kali2 sehari untuk mengucapkan terima kasih dan puji 
syukur kepada Sang Pencipta, tetapi kita tidak pernah mengucapkan terima kasih 
maupun pujian terhadap sesama manusia? Aneh tapi nyata!

Para pembimbing agama selalu menekankan kepada kita umatnya agar kita setiap 
saat selalu mengucapkan terima kasih, puji syukur sambil memuji dan memuliakan 
Sang Pencipta? Tetapi kenapa mereka jarang memberikan saran agar hal ini juga 
dilakukan terhadap sesama manusia, boro2 terhadap sesama manusia, terhadap 
pasangan hidup azah kagak pernah!

Pukulan bisa mematahkan tulang, tetapi perkataan bisa menghancurkan hati.
Rasa sakit dari pukulan akan hilang dlm waktu sehari, tetapi rasa sakit dari 
perkataan bisa bertahun-tahun bahkan seumur hidup tidak bisa dihilangkan.
Kita sangat mudah mengeluarkan perkataan marah dan kasar, tetapi sangat sukar 
sekali untuk mengucapkan perkataan lembut dlm bentuk pujian maupun kasih 
sayang. Kalau panah sudah dilepas dari busurnya tidak akan bisa ditarik 
kembali, begitu juga dgn perkataan. 

Kalau masakan yang dimasak oleh istri saya tidak enak, langsung ia dapat 
kritikan yang menyakitkan dari saya, tetapi kebalikannya kalau enak, apakah 
pernah saya memuji dia? Apakah pernah Anda mengucapkan terima kasih atas 
masakan dimasak dengan jerih payah dan penuh kasih sayang untuk Anda? Dimana ia 
telah ber-jam2 bekerja untuk mempersiapkannya ini semua, boro2 mengucapkan 
tengkyu, kalho kita mau ngomong aza pada saat kita makan udah bagus!
Bagaimana dengan kata2 kita bisa menjalin hubungan yang lebih harmonis antara 
suami & istri? Bagaimana dengan kata2 kita bisa memberikan motivasi kepada 
seseorang? Bagaimana pandangan dari sudut agama mengenai ucapan dan perkataan 
kita se-hari2?

Jutaan orang di dunia ini merasa sangat sukar sekali mengutarakan atau 
mengucapkan perkataan "I love you!" kepada orang yang mereka kasihi, mereka 
merasa sungkan, mereka merasa risih. Walaupun mereka tahu, bahwa suami, istri 
atau kekasih bahkan orang tua maupun anak mereka itu layak untuk mendapatkan 
ucapan perkataan "I love you!" Tetapi kenapa perkataan tsb sangat sukar sekali 
diucapkan? Tetapi kebalikannya perkataan kasar rasanya begitu mudah sekali 
lepas keluar dari mulut kita?

Kita malu untuk mengucapkan perkataan I love you, tetapi tidak malu untuk 
menipu, bahkan membunuh!
Banyak orang mempunyai pandangan: "Aku sudah memberikan BMW untuk istri aku, 
jadi buat apa perkataan I love you segala macam, udah enggak jamannya lagi?!" 
Ingat "We can buy sex but not love!"
Percuma kita memberikan hadiah kado yang mahal2 kalau ini tidak disertai dengan 
rasa kasih.

Usahakanlah agar hari ini minimum esok hari kita mengucapkan terima kasih 
kepada orang yang telah berkorban untuk kita dan mengucapkan "I love you" 
kepada orang yang kita kasihi! Percayalah hasil dari tiga kata ini akan merubah 
hubungan Anda dgn orang yang Anda kasihi!

Kita manusia bukan hanya membutuhkan Firman atau perkataan Allah saja, kita 
juga membutuhkan ucapan kasih sayang maupun penghargaan dari sesama manusia.
Berikanlah kepada orang yang kita kasihi bukan hanya sekedar roti saja, 
melainkan juga perkataan yang lembut dengan penuh kasih sayang. Pujian maupun 
ucapan terima kasih, sebanyak dan sesering mungkin. 

Renungkanlah kapan kita terakhir kali mengucapkan perkataan: 
-      Bagus, Indah, Enak dsb-nya atau kata2 lainnya yang bernadakan positiv 
untuk 
        mendorong seseorang?
-      atau ucapan Terima kasih untuk seseorang?
-      atau ucapan I love you kepada orang yang kita kasihi?

When you communicate, use words
That heal and nourish life
Instead of hurling angry words
That wound and stir up strife

Sharp words can dull respect
Words can't break bones, but they can break hearts
Ya TUHAN, jagalah mulutku dan awasilah bibirku.

Maranatha
Mang Ucup - The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org
=====================================================
From: "Dewi Kriswanti" <[EMAIL PROTECTED]>

DEWASA DI DALAM KRISTUS
Bacaan: 1 Korintus 3:1-3

"Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu 
menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" 
(1 Korintus 3:3b)

Manusia duniawi adalah orang yang belum dewasa di dalam Kristus, meskipun sudah 
mengenal Kristus. Kita tidak bisa memiliki sifat kekanak-kanakan secara rohani, 
sebaliknya kita harus menjadi dewasa di dalam Kristus. Terlepas dari posisi 
saudara, apakah sebagai hamba Tuhan maupun jemaat biasa, kita harus tetap 
menjadi dewasa di dalam Kristus. 

Saya pelajari di dalam Alkitab, saya jumpai ada tiga jawaban mengapa kita harus 
dewasa di dalam Kristus, yaitu:
1. Dunia ini menawarkan banyak pilihan (Ibr. 5:11-14). Kita hidup di dunia yang 
banyak pilihan, sehingga ketika seseorang mencoba mendefinisikan istilah 
"berhasil" selalu diidentikkan dengan kesempurnaan, padahal tidak ada 
seorangpun yang sempurna di dunia ini. Orang berhasil bukanlah orang yang tidak 
mempunyai masalah, tetapi seorang yang dapat memilih apa yang tepat baginya. 
Kegagalan, masalah dan penderitaan yang kita alami lebih banyak disebabkan oleh 
kegagalan kita menentukan sikap dan mengambil keputusan yang benar di hadapan 
Tuhan.

2. Anak-anak tidak paham tentang kebenaran (Ibr. 5:13). Anak-anak tidak bisa 
menentukan pilihan. Itulah sebabnya, setiap orang tua bertanggung jawab akan 
pertumbuhan anaknya. Orang tua akan mengambil pilihan dan menentukan keputusan 
yang baik untuk anak-anaknya. Orang dewasa terbiasa dengan makanan keras, yang 
melatih panca inderanya untuk membedakan yang baik dan yang jahat. Walaupun 
kadangkala berat, harus kehilangan orang yang kita kasihi dan sesuatu yang kita 
banggakan dalam hidup ini, tetapi kita perlu berdiri teguh pada kebenaran.

3. Anak-anak tertarik pada hal-hal yang tinggi (Rm. 12:2-3). Anak-anak menyukai 
hal-hal yang tinggi. Tidaklah mengherankan jika anak-anak tiba-tiba membawa tas 
bapaknya atau memakai sepatu ibunya, karena mereka meniru sesuatu dan berpikir 
tentang sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya. Seorang yang dewasa dapat 
memilih yang tepat bagi dirinya, karena dia tahu ukuran yang paling tepat yang 
disediakan Tuhan bagi dirinya.

Oleh karena itu, dewasalah di dalam Kristus! Jauhkanlah dari sifat-sifat iri 
hati, dengki, kekanak-kanakan, mendendam, tidak mau mengampuni, bocor mulut, 
tidak mau berdamai, suka permusuhan dan seterusnya. Dewasalah di dalam Tuhan, 
bertumbuhlah di dalam kebenaran-kebenaran FirmanNya dan kita akan mengetahui 
bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk anak-anakNya. (GL)

Doa:Ya Tuhan, ajarlah kami berakar dan bertumbuh di dalam kedewasaanMu dan 
kebenaran-kebenaran firmanMu. Amin
DEWASA DI DALAM KRISTUS BERARTI SELALU SIAP MENERIMA MAKANAN KERAS DARI FIRMAN 
ALLAH




[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke