From: Suzianty Herawati 

MENGAPA KITA MEMULIAKAN ALLAH
Pdt. Dr. Stephen Tong

"...semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk 
kemuliaan-Ku..." (Yesaya 43:7)

Tuhan menciptakan manusia bukan supaya manusia hidup dan berbuat sekehendak 
hatinya. Tuhan menciptakan manusia supaya manusia tahu, ia harus memuliakan 
Allah Pencipta. Inilah tujuan kita diciptakan, tujuan kita ditebus.

Waktu saya masih kecil saya selalu ingat suatu ayat yang mengatakan, 
"muliakanlah Allah; muliakanlah Tuhan". Lalu saya berpikir, apakah Tuhan tidak 
malu, tidak sungkan, meminta orang memuliakan Dia? Saya tidak mengerti, maka 
saya tanya guru sekolah minggu saya. Guru menjawab: "Saya juga tidak mengerti!" 
Kalau guru tidak mengerti, mana bisa saya mengerti? Tetapi saya merasa, pasti 
ada jawaban dalam Kitab Suci, karena Allah tidak main-main. Kemudian saya 
temukan dalam Kitab Suci, dua kali Allah berkata, "Aku tidak akan memberikan 
kemuliaan-Ku kepada yang lain. Aku tidak mengizinkan kemuliaan-Ku diberikan 
kepada ilah-ilah yang palsu." (Yesaya 42:8).

Tidak lama setelah saya menjadi hamba Tuhan, pemuda-pemudi menanyakan 
pertanyaan sama, "Mengapa Allah minta kita memuliakan Dia?" Saya tanya kembali, 
"Sebelum kita memuliakan Allah, apakah kemuliaan Allah sudah sempurna?" 
Jawabnya: sudah! Kalau kemuliaan Allah sudah sempurna sebelum seorang 
memuliakan Dia, mengapa Dia minta lagi supaya kemuliaan diberikan kepada-Nya? 
Saya sebenarnya tidak mengerti, tetapi satu hal saya mengerti. Matahari 
mempunyai cahaya sendiri, tetapi bulan tidak mempunyai cahaya sendiri. Bulan 
hanya memantulkan 8% dari cahaya matahari yang diterimanya; dia menjadi 
reflektor untuk memancarkan kembali cahaya itu kepada benda-benda lain.

Andaikata saya mengambil cermin lalu memakainya sebagai reflektor untuk 
memantulkan kembali cahaya ke sumber cahaya tersebut, apakah dengan demikian 
sumber cahaya itu bisa menjadi lebih bercahaya? TIDAK! Tetapi di sini ada satu 
pengertian yang penting, yaitu KEMBALI KEPADA ASAL. Itulah maknanya. Allah mau 
kita kembali kepada asal. Allah mau kita hidup dalam arah yang benar. Berapa 
banyak orang yang mempunyai arah hidup yang salah? Berapa banyak orang yang 
mempunyai suara bagus tetapi tidak memakai suara itu untuk Tuhan? Berapa banyak 
orang yang namanya kristen tetapi menyanyi di kelab malam? Berapa banyak orang 
yang namanya anak-anak Tuhan tetapi menyanyi untuk memuja hawa nafsu? Di 
sinilah letak perbedaan antara anak-anak Tuhan dan mereka yang tidak mengenal 
Tuhan. Bagi anak-anak Tuhan, bakatku berasal dari-Nya, uangku berasal dari-Nya, 
kesehatanku berasal dari-Nya. Berapa banyak orang yang dalam hal ini tidak 
mengerti! Mereka mengatakan, bakatku dariku, kepintaranku dariku, semua sukses 
dariku, segala keunggulanku adalah karena aku lebih dari orang lain.

Celakalah kalau kita menjadi orang tidak mengetahui sumber. Celakalah kalau 
kita tidak mengerti, bahwa Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu yang kita 
terima. Sampai saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, barulah kita menjadi 
sadar bahwa keberadaan kita pada hari ini adalah anugerah Tuhan saja. Demikian 
dikatakan Paulus, "Karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada 
sekarang." (1Korintus 15:10).

Pada saat seorang Kristen mempunyai kesadaran sedemikian, pada saat dia 
mengerti akan sumbernya, dia sudah melangkah dalam hidup kerohaniannya ke 
pangkalan yang benar; dia berdiri di atas batu karang yang benar. Dia tahu, dia 
adalah dia; dia diciptakan oleh Tuhan, dia menikmati sukses karena Tuhan. 
Suaranya diberi oleh Tuhan, waktu dan hidupnya berasal dari Tuhan. Kalau 
kesadaran ini sudah ada, mungkinkah seseorang menjadi sombong, congkak, 
membanggakan diri dan merebut kemuliaan Tuhan? Itu tidak mungkin. Tetapi 
kesadaran jangan berhenti di situ saja. Kesadaran itu harus mengarahkan kita 
kembali kepada Tuhan. Kalau bakatku, suaraku, kesehatanku, berasal 
daripada-Nya; kalau segala sesuatu yang baik dalam hidupku berasal 
daripada-Nya, apakah yang seharusnya aku perbuat? Memakai semuanya untuk 
kemuliaan Allah! Kesadaran itu membawa kita bukan hanya ingat akan sumber, 
tetapi kembali berarah kepada sumber.

Ketika saya berumur 17 tahun, oleh pekerjaan Roh Kudus saya teringat akan cinta 
kasih Kristus di atas kayu salib. Sekali lagi saya berkata kepada Tuhan, "Di 
sini hamba-Mu, aku doulos-Mu, aku hamba- Mu, karena aku telah ditebus dengan 
harga tunai, dengan darah Kristus yang mahal." Dalam Alkitab, Petrus menyebut 
tentang darah yang sangat bernilai, the precious blood of Christ (1Petrus 
1:19). Pertanyaan ini muncuk satu kali saja dalam Alkitab -darah yang amat 
berharga, darah dari anak Allah sendiri, yang telah menebus saya. Siapakah 
saya? Saya adalah tebusan Tuhan. Seorang pendeta yang tua sekali di Tiongkok, 
dalam khotbahnya 50 tahun lalu berkata demikian, "Sebelum suatu barang saya 
beli, barang itu milik toko. Setelah saya beli, barang itu milik saya. Mengapa 
saya membelinya? Karena saya mau mempunyai hak milik atas barang itu." Apa 
sebabnya saudara ditebus oleh Tuhan? Apa sebabnya saudara dibeli dengan darah 
yang begitu mahal? Karena Tuhan mau mempergunakan hak milik atas dirimu!

Saudara-saudara, Dia mau memakai saya, Dia mau memakai saudara, dan Dia mau 
berkata kepada saudara, "Muliakanlah Aku karena darah Anak-Ku yang tunggal. Aku 
sudah menebus engkau, Aku sudah membeli engkau dan sekarang Aku mau engkau 
memuliakan Aku." Umat Kristen memiliki agama yang bernyanyi karena ada yang 
kita puji, yaitu Tuhan penebus kita. Lagu-lagu yang dikumandangkan dalam 
pagelaran perdana Jakarta Oratorio Society berbicara tentang Kristus, Kristus, 
Kristus. Kita diingatkan kembali akan Kristus, domba Allah, yang sudah mati 
disembelih untuk mengangkut dosa dunia; domba Allah yang membersihkan hati 
nurani kita masingmasing. Dia patut dipuji dan dimuliakan. Marilah kita 
bersama-sama memuji Dia, bersyukur kepada-Nya dengan hati nurani yang bersih. 
Mari kita kembalikan kemuliaan kepada Tuhan.

Sumber: Majalah MOMENTUM No. 2 - Juli 1987


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke