From: [EMAIL PROTECTED] 

Dua Loh Batu


OPEN FORUM 041399 G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Apa yang terjadi dengan dua loh batu dari tabut perjanjian?

MR. C: Saat terakhir yang kita ketahui dari tabut perjanjian tersebut adalah 
benda itu berada di dalam Bait Allah di kota Yerusalem yang dibangun oleh 
Salomo. Tetapi tempat ibadah tersebut telah dihancurkan oleh bangsa Babel di 
tahun 587 SM. Dan sebenarnya, seluruh Yerusalem dihancurkan dan Bait Allah 
dibakar. Tak dapat disangkal lagi prajurit-prajurit Babel telah mengambil tabut 
perjanjian tersebut dan melucuti emasnya, karena itu dilapisi oleh emas, dan 
kemudian keberadaannya tidak diketahui lagi.

PENANYA: Dalam Lukas pasal 24 Yesus tidak menyebutkan bahwa hari sabat diganti 
dari hari Sabtu kepada hari Minggu, mengapa?

MR. C: Setelah Yesus bangkit dari antara orang-orang mati, Dia memunculkan 
diri-Nya kepada para rasul, dan dalam bahasa aslinya Yunani, Lukas 24:1 berkata:
"Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama sabat-sabat [ditulis dalam bentuk 
jamak] itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan 
mereka."

Dalam kata lain mereka pergi untuk membalsem tubuh Kristus pada hari Minggu 
pagi, tetapi tubuh Yesus sudah tidak ada disana; Dan dengan ditulisnya kata 
sabat di ayat ini dalam bentuk jamak, itu menandakan bahwa era hari ke-tujuh 
sabat telah berakhir. Di dalam Perjanjian Baru Tuhan mengajar bahwa pada hari 
Minggu pagi ketika Yesus bangkit itu adalah hari pertama dari era sabat 
Perjanjian Baru. 

Sekarang kita harus membuat keputusan: apakah kita akan mengikuti Alkitab atau 
kita akan mengikuti apa yang gereja kita ajarkan? Apabila kita lebih percaya 
kepada gereja kita daripada percaya kepada Alkitab, maka kita berada dalam 
kesulitan yang besar sebab tidak ada gereja yang mempunyai wewenang yang sama 
seperti Alkitab. Alkitab adalah firman Tuhan yang sejati, dan kita harus 
mendengarkan Tuhan dengan sangat-sangat teliti dan berhati-hati.

Kita juga menemukan kebenaran yang sama di Matius 28:1, dimana dalam bahasa 
aslinya Yunani, ayat ini berkata:
"Setelah hari sabat-sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada 
hari pertama sabat-sabat [jamak] itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang 
lain, menengok kubur itu."

Kita harus mengenali bagaimana caranya Tuhan menyatakan hal ini. Saya tidak 
menaruh kata jamak tersebut di situ; Tuhan-lah telah menaruh kata tersebut di 
situ. Kita harus memeriksa segala sesuatu yang telah diajarkan kepada kita; 
Jika kita berpegang pada doktrin yang salah, entah yang mana itu, kita telah 
terbiasa untuk menerima doktrin tersebut sebagai kebenaran. Tetapi kita tidak 
dapat mempercayai kepada segala hal yang telah diajarkan pada kita, dan kita 
harus percaya kepada Alkitab.

Era hari ke-tujuh sabat telah berakhir, itu adalah akhir dari suatu masa. 
Dimulai dengan peristiwa kebangkitan Kristus pada hari Minggu pagi itu suatu 
masa sabat yang baru dari sabat Perjanjian Baru telah dimulai, yang 
peraturannya adalah sama sekali berbeda dengan hari ke-tujuh sabat dimana anda 
tidak boleh melakukan suatu pekerjaan apapun. 

Pada waktu anda mendapatkan bahwa sesuatu yang telah diajarkan secara luas oleh 
gereja anda adalah salah, apakah anda masih tetap berkeras hati, dan berkata, 
"Saya tidak peduli dengan apa yang Alkitab katakan, ini adalah apa yang telah 
diajarkan kepada saya." Baiklah, anda dapat berbuat hal itu, namun anda sedang 
mengolok-ngolok firman Tuhan. 

Seharusnya kita membiarkan Alkitab yang menjadi wewenang yang terutama walaupun 
ketinggian hati kita harus menderita dan kita harus mengakui bahwa sebelumnya 
kita telah berada di jalan yang salah. Kita harus berjalan dengan sangat-sangat 
merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita tidak pernah ingin berusaha untuk 
memperbaiki apa yang telah Tuhan nyatakan.

For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as 
the waters cover the sea.  (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com 
====================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

HUKUM TAURAT

"Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian 
baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis [sepuluh perintah], tetapi 
dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. 
Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun 
pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel 
tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang 
demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 
Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih 
mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran." (2 Korintus 3:6-9)

Ungkapan "hukum yang tertulis" dan "huruf pada loh-loh batu" menunjuk kepada 
sepuluh perintah dalam hukum Taurat. Tuhan memberikan sepuluh perintah itu 
kepada Musa di atas gunung Sinai yang ditulis pada dua loh batu. Dan pada waktu 
itu muka Musa menjadi bersinar begitu cemerlang sehingga umat Israel tidak 
sanggup untuk menatapnya (Keluaran 34:29). 

Memang hukum-hukum Taurat adalah benar, kudus dan mulia, tetapi sebetulnya 
hukum Taurat itu justru hanya membuat manusia mengerti akan dosa. Itulah 
sebabnya dikatakan bahwa hukum Taurat "mematikan" atau "memimpin kepada 
penghukuman". 

Tanpa hukum Taurat manusia tidak menyadari bahwa perbuatannya adalah salah 
(walaupun hati nurani mereka akan menyalahkan mereka karena hukum-hukum Tuhan 
ada tertulis di dalam batin manusia - Roma 2:15). Tetapi dengan adanya hukum 
Taurat manusia semakin menyadari ada banyak sekali dosa-dosa dan 
pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan setiap harinya. 

Jadi hukum Taurat adalah baik bagi orang yang menjalankan seluruh hukum-hukum 
itu termasuk mengadakan kurban bakaran dan kurban darah untuk penghapus dosa, 
tidak boleh makan makanan jasmani yang haram, tidak boleh melakukan pekerjaan 
apapun pada hari ke-tujuh sabat, merayakan hari-hari raya tertentu, semua anak 
laki-laki harus disunat secara jasmani, semua laki-laki harus datang ke 
Yerusalem setahun tiga kali, harus menyalakan api yang tidak boleh padam, dll. 

Tetapi kita mengetahui bahwa tidak ada seorang manusiapun yang sempurna, dalam 
kata lain siapakah diantara kita yang tidak pernah melanggar salah satu dari 
sepuluh perintah Allah (yaitu: Jangan menyembah allah lain, Jangan menyebut 
nama Tuhan dengan sembarangan, Jangan membuat patung, Jangan bekerja pada hari 
ke-tujuh sabat, Hormatilah ayah ibumu, Jangan membunuh, Jangan mencuri, Jangan 
berzinah, Jangan bersaksi dusta/berbohong, Jangan menginginkan kepunyaan 
sesamamu) ? 

Alkitab berkata jika kita melanggar salah satu saja dari hukum-hukum ini kita 
telah melanggar seluruhnya (Yakobus 2:10). Dan tidak ada seorang manusiapun 
yang selalu taat dan tidak pernah berbuat dosa. Semua manusia pasti pernah 
berbuat dosa, baik dosa di dalam pikiran, dosa ucapan maupun dosa perbuatan. 
Dan upah dari sebuah dosa yang paling kecil saja adalah maut atau "kematian 
kedua" di dalam kekekalan (Roma 6:23). 

Karena itu sebetulnya hukum Taurat hanya memberitahukan kepada kita bahwa kita 
semua adalah manusia yang berdosa! Ini memberitahukan kepada kita bahwa kita 
semua sangat-sangat memerlukan seorang Juruselamat. Kita memerlukan seseorang 
yang mau menggantikan tempat hukuman kita di neraka yang kekal. Disinilah Yesus 
Kristus datang dalam "pelayanan Roh" sebagai penggenapan janji keselamatan 
Allah. Di Roma 8:3-4 kita baca:

"Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh 
daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri 
dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia 
telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum 
Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut 
Roh."

Itulah sebabnya di Ibrani 8:13 kita baca:
"Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang 
pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi 
tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya." 

Jadi apakah sekarang kita harus mengabaikan seluruh hukum Taurat? Sama sekali 
tidak. Sebaliknya dalam Roh Kristus kita meneguhkannya (Roma 3:31). Nah kalau 
demikian apakah kita masih harus menjalankan upacara-upacara di dalam 
Perjanjian Lama? Ini juga tidak. Hukum-hukum upacara Perjanjian Lama termasuk 
menguduskan hari ke-tujuh sabat telah dipenuhi dalam karya Kristus diatas kayu 
salib. Di Kolose 2:16-17 berkata kepada kita:

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan 
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [semua ini 
adalah hukum-hukum upacara Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh sabat]; 
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya 
ialah Kristus!"

Hukum-hukum upacara ini hanyalah "bayangan" atau "tanda" atau "peringatan" atau 
"perumpamaan" dari apa yang harus datang. Kita tidak lagi merayakan sebuah 
bayangan karena hal-hal tersebut sudah menjadi kenyataan di dalam karya Tuhan 
Yesus Kristus. Sekarang kalau kita membaca tentang upacara-upacara di dalam 
Perjanjian Lama kita mencoba untuk memahami apa arti rohaninya, dan kita bisa 
melihat Injil Yesus Kristus di dalamnya, tetapi kita tidak perlu untuk 
menjalankannya lagi. 

Malahan kalau kita masih merayakan hal-hal tersebut, berarti kita sedang 
mengingkari kayu salib, yaitu secara efektif kita berkata bahwa Kristus tidak 
pernah pergi ke kayu salib untuk menyelesaikan karya-Nya untuk menebus 
dosa-dosa kita. Mereka yang masih merayakan hukum-hukum upacara Perjanjian Lama 
masih merasa perlu untuk melakukan usaha-usaha atau pekerjaan-pekerjaan 
tertentu untuk menggenapkan keselamatan mereka, ini menunjukkan bahwa mereka 
sebetulnya tidak percaya seratus persen kepada Injil Kasih Karunia, yaitu bahwa 
Tuhan akan menggenapi keselamatan mereka berdasarkan anugrah-Nya pada waktu Ia 
berkenan.

So faith comes by hearing, and hearing by the word of God.  (Roma 10:17)

May the Lord richly bless you,
Setiawan


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke