From: [EMAIL PROTECTED] 

Perintah Ke-4


OPEN FORUM 030101 JP-G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Ketika Yesus masih berada di bumi, Dia pergi ke rumah Ibadat pada hari 
ke-tujuh Sabat. Kenapa kita tidak mengikuti perintah ke-empat itu sama seperti 
yang Yesus lakukan?

MR. C: Bangsa Israel tidak diperbolehkan untuk bekerja pada hari ke-tujuh sabat 
(Sabtu) adalah sebuah hukum upacara. Itu harus dipatuhi sampai Kristus datang, 
karena seperti juga hukum-hukum upacara yang lainnya misalnya kurban bakaran 
dan kurban darah semuanya sudah dipenuhi di dalam Kristus. Di Kolose 2:16-17 
kita baca:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan 
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [semua ini 
adalah hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh 
Sabat]; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang 
wujudnya ialah Kristus!"

Yesus pergi ke rumah Ibadat pada hari ke-tujuh Sabat karena Dia masih berada 
dibawah hukum upacara tersebut. Dia juga disunat, dan bangsa Yahudi masih 
menjalankan upacara kurban bakaran dan kurban darah. Tetapi ketika Kristus 
bangkit dari antara orang mati pada hari Minggu pagi di tahun 33 M, era hari 
ke-tujuh Sabat sudah berakhir.

Dengan kebangkitan Yesus, era baru dari sabat-sabat yang baru dimulai pada hari 
pertama Minggu pagi itu. Di Matius 28:1 di dalam bahasa aslinya (Greek 
Interlinear Bible) kita baca:
"Setelah sabat-sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari 
pertama sabat-sabat [jamak] itu,............" 

Kebenaran yang sama juga ditemukan di dalam ayat-ayat pembukaan Markus 16, 
Lukas 24 dan Yohanes 20. Sabat yang baru yang jatuh pada hari Minggu, adalah 
bukan sebuah hukum upacara, itu adalah bagian dari hukum moral (Yesaya 
58:13-14). Hari ke-tujuh Sabat menekankan bahwa seseorang tidak boleh bekerja 
dalam cara apapun untuk mendapatkan keselamatannya, tetapi untuk "beristirahat" 
di dalam pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus (Efesus 2:8-9). Sekarang kita 
memperingati hari pertama Sabat untuk mengingat kebangkitan-Nya.

OPEN FORUM 042399 J
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENELPON: Mengapa saudara menghilangkan hari Sabat dari ke-10 perintah di 
Keluaran 20 ?

MR. C: Kita harus membaca ke-sepuluh perintah dalam terang seluruh Alkitab. 
Sekarang ini, mereka yang menjalankan hari ke-tujuh Sabat berada dalam 
pelanggaran terhadap hukum Allah. Mereka melanggar hukum Allah, karena mereka 
tidak membaca seluruhnya apa yang Alkitab hendak katakan tentang hari ke-tujuh 
Sabat. Mereka hanya membaca beberapa ayat-ayat, dan itu menempatkan mereka 
dalam bahaya yang amat serius dengan Allah.

Alkitab berkata bahwa Sabat ke-tujuh adalah bayangan dari hal-hal yang akan 
datang. Sabat ke-tujuh adalah suatu tanda, peringatan, bayangan atau gambaran 
yang menunjuk kepada fakta bahwa kita hendaknya tidak melakukan pekerjaan 
apapun dengan usaha kita sendiri untuk diselamatkan. Di Efesus 2:8-9 kita baca:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil 
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang 
yang memegahkan diri."

Masalah sebenarnya adalah: apakah anda akan mendengarkan gereja anda yang tetap 
percaya bahwa hari ke-tujuh Sabat adalah hari untuk berbakti, atau, apakah anda 
akan mendengarkan Alkitab? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa perintah ke-4 
adalah bagian dari hukum upacara Perjanjian Lama, tetapi hal itu adalah begitu 
penting hingga Allah menempatkannya di dalam ke-10 perintah bersama dengan 
sembilan hukum lainnya, yang adalah hukum moral. 

Ini menegaskan betapa pentingnya perintah ke-4 itu, tetapi itu adalah hukum 
upacara dan itu menunjuk kepada kenyataan bahwa kita hendaknya "tidak" 
mempercayai pekerjaan kita sendiri supaya dapat diselamatkan. Kita seharusnya 
bersandar sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Pada waktu Kristus bangkit dari antara orang mati, hukum-hukum upacara itu 
telah terpenuhi. Kemudian dalam Perjanjian Baru kita mempunyai upacara baptisan 
air dan upacara perjamuan kudus, dan hanya itulah hukum-hukum upacara yang 
harus kita taati selama era gereja. Kedua hukum-hukum upacara tersebut juga 
mengarah kepada sesuatu yang mempunyai realitas atau hakekat rohani. Di 
Keluaran 31:12-16, kita baca:
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: 
Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah PERINGATAN 
antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah 
TUHAN, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah 
hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia 
dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang 
itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. Enam hari lamanya boleh dilakukan 
pekerjaan, tetapi pada hari yang ke-tujuh haruslah ada sabat, hari perhentian 
penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari 
Sabat, pastilah ia dihukum mati. Maka haruslah orang Israel memelihara hari 
Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal."

Dalam kata lain Tuhan Yesus Kristus adalah tempat "perhentian" kita. Di Kolose 
2:16-17 kita baca:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan 
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [ke-tujuh]; 
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya 
ialah Kristus!"

So faith comes by hearing, and hearing by the word of God.  (Roma 10:17)
www.familyradio.com 
=============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Orang Raksasa (nephalim)


OPEN FORUM 051199 B
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Di kitab Kejadian 6:1-5, kelihatannya apa yang diharapkan oleh Tuhan 
dari laki-laki sebagai pemimpin atas perempuan gagal. Maukah anda berbicara 
tentang ayat ini?

MR. C: Tuhan memberikan kita prinsip dasar, Ia berkata di 2 Korintus 6:14-15:
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang 
tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? 
Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang 
terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya 
dengan orang-orang tak percaya?" 

Kuk yang paling ketat adalah dalam hubungan pernikahan, karena keduanya menjadi 
satu daging. Jadi sewaktu prinsip ini berlaku pada banyak bidang di dalam 
kehidupan, ini terutama berlaku pada hubungan pernikahan. Di Kejadian 6:1-4 
kita baca:
"Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi 
mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah [orang percaya] melihat, 
bahwa anak-anak perempuan manusia [orang dunia] itu cantik-cantik, lalu mereka 
mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai 
mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam 
manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua 
puluh tahun saja. "Pada waktu itu orang-orang raksasa [nephalim] ada di bumi, 
dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak 
perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; 
inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang 
kenamaan."

Di dalam ayat ini Tuhan memberitahukan kepada kita apa yang terjadi ketika kita 
melanggar prinsip itu; mereka tidak berhenti untuk berpikir bahwa orang-orang 
yang tidak percaya itu bukan pengikut Tuhan.

Inilah bagaimana roda percintaan bekerja, anda bisa menjadi lebih tertarik 
kepada seseorang, dan anda akan membuat alasan-alasan yang baik untuk orang 
itu. Sebetulnya anda tahu bahwa seharusnya anda tidak menikahi orang itu, 
tetapi anda terlanjur cinta, dan cinta itu buta, dan hal yang terjadi 
selanjutnya adalah anda menikah. Dan Tuhan memberikan ganjaran dari perbuatan 
semacam itu.

Titik utama dari dua orang percaya yang ingin menikah adalah pada Tuhan, 
bagaimana besar dan herannya Tuhan dan berkat-berkat yang diberikan-Nya. 
Sedangkan orang percaya yang menikah dengan orang yang tidak percaya, titik 
utama perhatiannya bergeser dari Tuhan kepada dunia.

Ungkapan ""Pada waktu itu orang-orang raksasa [nephalim] ada di bumi", berarti 
ada orang-orang "terkenal" atau orang-orang "kenamaan", seperti ilmuwan, atlit, 
dll. yaitu orang-orang yang "besar namanya" di bumi. Mereka dan keluarganya 
berpaling kepada dunia. Mereka mulai hidup sama seperti orang dunia. Di dunia 
ini puji-pujian difokuskan pada orang-orang besar, merekalah yang menerima 
kehormatan dan kemuliaan. Mereka tidak perduli dengan hal-hal rohani. Mereka 
berpaling dari Tuhan dan berfokus pada betapa hebatnya dunia ini. Tentu saja, 
mereka mau anak-anak mereka supaya menjadi besar juga, mereka menginginkan 
anak-anaknya mengambil tempat tinggi seperti matahari. Jadi begitulah normalnya 
yang terjadi dalam pernikahan campuran antara orang percaya dan orang yang 
tidak percaya (walaupun ada beberapa pengecualian). Di Kejadian 6:5 kita baca:
"Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala 
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata," 

Dengan kata lain, hal itu menjadi semakin buruk lagi. Mereka mulai tertarik 
kepada "anak-anak perempuan manusia", yang menandakan bahwa mereka tidak 
mentaati perintah Tuhan bahwa kita tidak boleh menjadi pasangan yang tidak 
seimbang. Tetapi mereka menikah juga dan kejahatan menjadi berlipat ganda. 
Kemudian datanglah penghakiman Tuhan, di Kejadian 6:7 kita baca:
"Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu 
dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan 
burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 

Hal ini juga akan terjadi di hari terakhir nanti, akan ada penghakiman. Sejarah 
mengulang sejarah, kecuali dalam hal ini adalah penghakiman yang terakhir 
kalinya.


OPEN FORUM 111299 A
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Maukah anda berkomentar mengenai mengenai "anak-anak Allah" di 
Kejadian 6:1-2 ?

MR. C: Kisah yang diceritakan di ayat ini terjadi sekitar 120 tahun sebelum 
peristiwa air bah di zaman Nuh. Kita baca di Kejadian 6:1-2:
"Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi 
mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak 
perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara 
perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka."

Alkitab adalah penjelas dari Alkitab, jadi dari Alkitab-lah kita harus belajar. 
Pertanyaannya adalah siapakah "anak-anak Allah" ? Ketika kita menjadi 
diselamatkan kita diangkat menjadi anak di dalam keluarga Allah. Allah berkata 
di Roma 8:14-15 kita baca:
"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak 
menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah 
menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya 
Abba, ya Bapa!"

Hubungan manusia dengan Allah menjadi retak karena dosa, tetapi ketika kita 
menjadi diselamatkan, kita diangkat kembali ke dalam keluarga besar Allah. Jadi 
ungkapan "anak-anak Allah" menunjuk kepada orang-orang percaya yang sejati.

Sedangkan ungkapan "anak-anak perempuan manusia" menunjuk kepada orang-orang 
dunia yang tidak diselamatkan. Allah berkata di 2 Korintus 6:14, bahwa kita 
tidak boleh menjadi menjadi "pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang 
yang tak percaya."

"Anak-anak Allah" yaitu orang-orang yang percaya, melihat "anak-anak perempuan 
manusia", yaitu orang-orang yang tidak percaya, mereka baik, sopan, bermoral 
atau bermartabat, dan mereka menjadi terlibat dalam jalinan kasih bersama 
mereka, dan kemudian menikah. Tetapi mereka melanggar hukum Allah, kita tidak 
boleh menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak 
percaya.

Kita baca di Kejadian 6 tentang akibat dari apa yang mereka lakukan, yaitu 
kejahatan menjadi bertambah banyak. Di ayat 5 kita baca:
"Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala 
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,"

Kejahatan manusia telah menjadi begitu hebatnya di zaman Nuh sehingga Allah 
menghancurkan seluruh muka bumi dengan air bah. Dan Allah hanya menyelamatkan 
delapan orang, yaitu Nuh dan isterinya, dan tiga orang anak-anaknya beserta 
isteri mereka (Kejadian 6 dan 7).

For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as 
the waters cover the sea.  (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com 


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke