From: Dewi Kriswanti 

Epilog: Mulai Pagi ini..

Seperti biasa aku bangun tergesa-gesa,
Langsung mengurus ini dan itu,
Terburu-buru makan, tergopoh-gopoh ke tempat kerja.
Aku tidak mempunyai cukup banyak waktu.
Aku orang sibuk, banyak tugas, banyak acara;
Karena itu aku tidak sempat berdoa.

HAri itu segala yang  kulakukan menubruk ke sana sini.
Persoalan dating bertubi-tubi.
"Mengapa Tuhan tidak menolong?" aku bertanya.
Tuhan menjawab, "Tetapi kamu tidak meminta."

Aku ingin hari itu bertabur bunga-bunga keberhasilan,
Namun yang kuhadapi adalah belukar berduri.
Aku heran mengapa Tuhan tidak menunjukkan jalan.
Tuhan pun balas nertanya, "Mengapa kamu tidak mencari?"

Persoalan demi persoalan membuat aku terjerembab,
Aku putar otak dan berupaya, namun sia-sia.
Dalam hati aku menggugat mengapa Tuhan tidak memberi jawab.
Tuhan berkata, "Tapi kamu tidak bertanya."

Jalan macet menghadang, jalan buntu menunggu,
Beban masalah menekan aku merunduk.
Pelbagai kunci kucoba untuk membuka pintu.
Tersenyum Tuhan berucap, "Mengapa kamu tidak mengetuk?"

Kepalaku oleng bak kapal bersandar tanpa sauh,
Hatiku gelisah meronta seperti ikan dalam pukat.
Aku merintih, "Tuhan, mengapa engkau begitu jauh?"
Tuhan menjawab, "Tapi kamu tidak mendekat."

Lalu mulai pagi ini,
Aku terlebih dahulu menenangkan diri,
Berkonsolidasi, mencari visi, bermeditasi.
Begitu banyak yang hari ini perlu kukerjakan.
Tapi justru sebab itu aku membuka hubungan : "Selamat pagi, Tuhan..."
==================================================
From:  damarina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Menghormati anak anaknya lebih daripada Tuhan

ELI adalah Imam Besar di Israel yg melayani dlm bait suci yg ada di Silo.
Ia di kenal sebagai orang yg menghormati anak anaknya lbh drpd Tuhan.
Walaupun ia menegur anak anaknya ( yg melakukan tugas tugas keimaman) atas 
pelanggaran moral mereka dgn perempuan2 dan karena tlh memandang korban 
persembahan kpd Tuhan dgn loba, ttp ia tdk memecat mereka dari keimaman. Tuhan 
mengirimkan hambaNYA yg berkata.
"Mengapa engkau memandang dgn loba kpd korban sembelihanKU dan korban sajianKU, 
yg tlh KU perintahkan dan mengapa engkau menghormati anak2mu lbh drpdKU....1 
Sam 2; 29-30)

Sayangnya, saya mengenal banyak hamba Tuhan yg menomor satukan keluarga mereka 
ketimbang Tuhan. Ijinkan saya membagi salah satu dari banyak cerita : seorang 
misionari dan istrinya merasa cemas krn menganggap kehidupan seorang misionari 
akan terlalu keras dan sulit bagi putra putra mereka yg masih muda belia.
Sekalippun Tuhan tlh menjamin bhw Ia akan memelihara anak anak mereka, mereka 
tetap memilih utk meninggalkan ladang misi yg merupakan panggilan mereka.
Mereka kembali ke negara asal mereka dan tinggal di sana.

Pada suatu hari, seorang dari putra mereka sakit parah.
Sang ayah dgn tergesa langsung melompat ke truknya dgn menggendong anak ini, 
lalu melarikannya kerumah sakit.
Sayangnya, ketika ia sdg memundurkan truknya, ia tdk sadar bhw ia menggilas 
putranya yg lain sampai meninggal.
Ketika ia tiba di rumah sakit putranya yg sedang sakit meninggal.
Ketakutan mereka thd keselamatan kedua putra mereka yg menyebabkan mereka 
meninggalkan ladang misi sekarang malah menjadi kenyataan di negara mereka 
sendiri dan bukan di ladang misi.

Kedua putranya meninggal pd hari yg sama di negara sendiri, sementara jika 
mereka tinggal di ladang misi, Tuhan tentu akan menjaga mereka.
Akibat lain, thd orang orang yg di panggil ke ladang misi dan menolak utk pergi 
karena mereka memiliki anggota keluarga yg masih muda adalah Tuhan memgambil 
seluruh kerinduan mereka utk melayani di negara asing dari hati mereka..

Saya menganggap pelajaran ini sangat berharga bagi saya, karena saya memiliki 
seorang teman ( seorang mantan misionari ) yg telah meninggalkan ladang 
pelayanannya dan pulang negaranya karena ingin menyekolahkan anak anaknya.

Hasil yg menghancurkan hati adalah, hanya satu orang dari empat anaknya yg 
kembali ke ladang misai dan yg lainnya sdh merasa cukup puas hanya dgn 
melakukan sesuatu yg lbh rendah daripada panggilan yg seharusnya dlm hidup 
mereka.
Ttp betapa besar rasa pahit dan penyesalan yg dirasakan oleh dia dan istrinya.
Ia meninggal dlm sebuah konvensi misionari di mana ia sdg mendorogn orang lain 
utk menyerahkan hidup mereka ke ladang misi di negara asing.
Seorang pemimpin harus benar benar meletakkan istri dan keluarganya di atas 
mezbah, shg ia dpt mengikuti Tuhan sepenuhnya dan menyelesaikan pelayanannya.

Kembali pd contoh dari Imam Eli, jerat yg lain bagi seorang pemimpin adalah 
menempatkan anak anaknya yg terikat pd minuman keras, pelanggaran moral atau 
keduaniawaian pd posisi otoritas dlm gereja dan mengijinkan mereka melayani dlm 
keadaan berdosa.

Inilah hal yg sangat di benci Tuhan dan seringkali membuat seorang pemimpin 
kehilangan segalanya spt yg dialami oleh Imam Eli.

Kami memiliki seorang hamba Tuhan dlm persekutuan kami yg walaupun sdh di 
peringatkan berkali kali mengenai kecenderungan putrinya yg keras kepala, tdk 
segera mengambil tindakan.

Gadis ini terus dipakai secara ekstensif di dlm gereja krn iam memiliki talenta 
di bidang musik.
Namun akhirnya ketahuan bhw kehidupan gadis itu di sepanjang minggu adalah 
kehidupan yg amoral, pecandu obat obatan, dan minuman keras.
Namun gadis ini msh terus diijinkan utk menjadi anggota tim musik karena 
ayahnya menolak banyak kesempatan utk mengadakan pemberesan dan sebaliknya 
ayahnya tersebut malah berpihak kpd putrinya yg murtad.
Gerejanya akhirnya pecah dan ia sekarang berada dlm keadaan melarat.
Inilah hukuman dari Tuhan yg mahakuasa.

Karena itu, marilah kita mengadakan perbedaan yg nyata antara yg kudus dan yg 
najis, serta tdk mengijinkan hubungan kekeluargaan membuat kita berkompromi utk 
menurunkan standar standar Tuhan dlm gereja kita.

Buku Kepemimpinan
Oleh Paul G Caram
GBU 
===============================================


[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke