From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

   Salam dalam kasih Kristus,

   Faith ministry (pelayanan iman) menjadi topik pembahasan edisi
   e-JEMMi minggu ini. Apakah sebenarnya faith ministry itu? Untuk
   menjawab pertanyaan tersebut, kami memberikan dua contoh pelayanan,
   yaitu tentang kehidupan dan pelayanan George Muller yang disajikan
   dalam Kolom Profil Misi dan pelayanan YLSA yang kami sajikan dalam
   Kolom Doa Bagi Indonesia. Kedua organisasi tersebut mendasarkan
   pelayanan, aktivitas, dan kebutuhan mereka sepenuhnya pada kekuatan
   dan janji Allah. Marilah kita bawa mereka dalam doa, kiranya Tuhan
   terus menyertai pelayanan mereka.

   Kami yakin para pembaca e-JEMMi juga mengenal organisasi-organisasi
   lain yang mendasarkan diri pada pelayanan iman (faith ministry).
   Marilah kita doakan mereka, agar mereka terus memahami rencana Tuhan
   yang dinyatakan melalui firman-Nya, menjalin relasi dengan Allah
   melalui kehidupan doa yang sungguh-sungguh, dan memberitakan firman-
   Nya kepada banyak orang.

   Selamat berdoa dan selamat melayani! (End)

   Redaksi e-JEMMi

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
                   DUNIA SEDANG MENYAKSIKAN HIDUP KITA
           APAKAH MEREKA DAPAT MELIHAT YESUS DALAM DIRI KITA?
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* PROFIL MISI *~

                 KEHIDUPAN DAN PEKERJAAN GEORGE MULLER
                 =====================================

   George Muller, pendiri rumah piatu Ashley Down, di Bristol, Inggris,
   dilahirkan di Prusia, pada 17 September 1805. Pada masa mudanya, ia
   hidup dengan tidak mengenal Tuhan dan baru setelah berusia 21 tahun,
   ia bertobat dalam suatu persekutuan doa, yang diadakan di rumah
   seorang saudagar yang beriman. Tidak lama kemudian, ia pergi ke
   Inggris tanpa membawa surat-surat ataupun uang. Tidak ada orang yang
   mengenalnya di Inggris, dan ia hanya bisa sedikit bahasa Inggris.
   Apa sajakah yang dibawanya? Ia membawa Tuhan besertanya. Tidak lama
   sesudah ia tiba di Inggris, ia menulis dalam buku hariannya
   demikian: "Segenap hidup saya akan dipakai untuk melayani Tuhan yang
   hidup." Pendiriannya didasarkan semata-mata pada Alkitab. Dan,
   sepanjang hidupnya, ia berpegang teguh kepada Firman Tuhan. Tidak
   pernah ia meminta pertolongan kepada siapa pun dan tidak pernah ia
   menyatakan kepada seorang pun bahwa ia memerlukan pertolongan. Ia
   berharap semata-mata pada jawaban doanya yang disertai iman. Saat
   itu, lebih dari $7.500.000 sudah dikirim kepadanya untuk mendirikan
   panti asuhan itu (God's Orphanage) serta keperluannya dan untuk
   usahanya mengabarkan Injil dan penyebaran Alkitab.

   Di panti asuhannya ada 10.000 anak piatu terlantar yang menerima
   pertolongan dan pendidikan. Anak-anak itu setelah menerima cukup
   pendidikan, mereka dikirim ke berbagai tempat. Pada hari-hari tuanya
   ia sudah berjalan hampir 200.000 mil di 42 negeri dan memberitakan
   Injil kepada 3.000.000 pendengar.

   Sesudah melayani Tuhan semasa hidupnya, maka seperti Musa, rohnya
   diambil Tuhan, pagi-pagi sekali, pada 10 Maret 1898, tatkala ia
   berada sendirian saja dalam kamarnya. Waktu itu ia sudah mencapai umur 93 
tahun.

   "Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan
   umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya." (Mazmur 21:5)

   Jawaban Doa
   -----------
   Berikut ini adalah salah satu jawaban doa dari sekian banyak doa George 
Muller 
   yang terjawab dan tertulis dalam catatan riwayat hidupnya di bawah ini.

   28 Juli 1874:
   Sudah berbulan-bulan saya mempunyai firasat bahwa Tuhan bermaksud
   membawa kami kembali kepada keadaan-keadaan yang telah kami alami
   selama lebih dari 10 tahun, yaitu dari Agustus 1838 sampai April
   1849. Pada waktu itu setiap hari dengan tidak putus-putusnya kami
   harus berharap, bersandar, dan berdoa kepada Tuhan bagi keperluan
   kami sehari-hari, bahkan tidak jarang pula sampai pada setiap jam
   makan, baik jam makan pagi, siang, maupun malam. Kesukaran-kesukaran
   yang kami alami sangatlah besar, sebab Panti Asuhan itu sekarang
   sudah menjadi 20 kali lebih besar daripada dulu, jadi pengeluaran
   pun dengan sendirinya menjadi jauh lebih besar. Namun pada saat itu,
   saya terhibur juga karena kami tahu bahwa Tuhan lebih dulu
   mengetahui segala hal ini. Dan, jikalau hal ini adalah untuk
   kemuliaan nama-Nya, kebahagiaan jemaat-Nya, dan dunia yang belum
   bertobat ini, saya rela demi anugerah-Nya, berusaha untuk
   melaksanakannya sampai akhir hidup saya. Pengeluaran sehari-hari
   sangat besar, tetapi Tuhan Allah yang Mahakaya, yang mau memberi
   kepada kami dengan berkelimpahan itu senantiasa mencukupkan segala
   hal yang kami perlukan. Dan, kepastian inilah yang memberikan damai di hati 
saya.

   Jikalau Tuhan menghendaki pelaksanaan satu pekerjaan yang memakan
   kurang lebih $222.000 setahun, dan saya dipilih pada masa tua saya
   ini untuk melakukan lagi apa yang telah saya lakukan dari Agustus
   1838 hingga April 1849, bukan saja saya bersedia mengerjakannya
   bahkan lebih dari itu, dengan senang hati saya mau melaksanakannya.
   Saya bersedia melalui segala tantangan iman di dalam menghadapi
   kesukaran keuangan, asalkan dengan jalan itu Tuhan dapat
   dipermuliakan dan hal itu berguna bagi Jemaat-Nya dan bagi dunia
   ini. Berulang-ulang hal yang terakhir ini timbul dalam pikiran saya.
   Saya anggap diri saya seperti sudah ada dalam suasana tidak
   mempunyai apa-apa sama sekali, karena:
   - bukan saja harus memberi makan 2.100 orang, melainkan juga harus
     mencukupkan keperluan mereka yang lain, sedangkan segala
     persediaan telah habis;
   - perlu menyokong 189 pekabar lnjil, namun tidak ada sesen pun yang tersisa;
   - menyokong kira-kira 100 buah sekolah, dengan lebih kurang 9.000
     orang murid, namun tak ada uang datang;
   - kira-kira 4.000.000 traktat dan berpuluh-puluh ribu Alkitab harus
     dikirim ke mana-mana tiap-tiap tahun, padahal uang tak ada.

   Tetapi dengan iman yang teguh dan dengan melihat kemungkinan-
   kemungkinan yang ada di depan saya, saya berkata kepada diri saya,
   "Tuhan, yang sudah memulai pekerjaan ini dengan memakai saya, yang
   telah setia memimpin saya dari tahun ke tahun untuk meluaskan
   pekerjaan ini, yang juga telah menyokong pekerjaan ini selama lebih
   dari 40 tahun, pastilah Ia juga yang akan tetap menolong saya, dan
   tidak akan membiarkan saya kecewa, sebab saya telah menaruh sepenuh
   harapan saya kepada-Nya. Saya telah menyerahkan segenap pekerjaan
   ini kepada-Nya; tentu Ia pun akan mencukupkan segala keperluan saya
   juga di hari-hari yang akan datang, sekalipun saya tidak tahu dari
   mana Ia akan mengirimkan semua yang diperlukan itu."

   Dalam buku yang sangat mengharukan, yaitu "The Path of Prayer" (Cara
   Berdoa), Samuel Chadwick menulis suatu kejadian tentang kunjungan
   Dr. A.T. Pierson kepada Bapak Muller di Panti Asuhan anak-anak yatim
   piatu itu. Ia berkata, "Pada suatu malam, ketika semua petugas Panti
   Asuhan itu sudah tidur, George Muller mengajak Pierson berdoa
   bersama-sama dengan dia. Ia menceritakan kepada Pierson bahwa
   persediaan makanan sudah habis sama sekali dan tidak ada lagi
   makanan untuk dimakan keesokan harinya. Bapak Pierson mencoba
   menjelaskan dan mengingatkan dia bahwa semua toko telah tutup. Bapak
   Muller tahu semua itu. Akan tetapi, ia berdoa saja sebagaimana
   biasanya, dengan mengemukakan semua keperluannya kepada Tuhan.
   Akhirnya, keduanya berdoa bersama-sama -- George Muller berdoa,
   sedangkan Pierson mencoba berdoa. Sesudah itu mereka tidur, dan
   keesokan harinya ... makanan pagi untuk 2.000 anak yatim piatu telah
   tersedia dengan limpahnya seperti biasa. Baik Bapak Muller maupun
   Bapak Pierson, kedua-duanya tidak tahu dari mana dan bagaimana
   makanan itu datang. Bagaimana makanan itu datang, diceritakan oleh
   Simon Short dari Bristol pada keesokan harinya, dengan perjanjian
   agar dirahasiakan sampai si pemberinya meninggal dunia. Peristiwa
   ini memang sangat mengharukan, dan yang lebih mengherankan lagi dari
   segalanya ialah bahwa Tuhan telah menggerakkan hati orang itu pada
   tengah malam ketika ia sedang tidur dan menyuruh dia mengirimkan
   makanan pagi ke panti asuhan yang dibina Bapak Muller itu, padahal
   ia sendiri tidak tahu-menahu tentang kedua orang yang sedang berdoa
   itu. Dengan demikian, ia telah mengirim makanan yang cukup untuk
   menolong mereka selama satu bulan. Inilah kebajikannya Allah Elia;
   bahkan kebajikan Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.

   Charles Inglis, seorang pekabar Injil kenamaan, menceritakan
   kejadian-kejadian yang mengherankan sebagai berikut:

   Ketika saya pertama kali datang ke Amerika 31 tahun yang lalu dengan
   menyeberangi Lautan Atlantika, saya berkenalan dengan kapten kapal
   itu. Ia adalah seorang yang mempunyai iman yang besar, yang pernah
   saya kenal. Waktu kami berlayar menyusuri pantai Newfoundland ia
   bercerita kepada saya demikian, "Pak Inglis, waktu saya terakhir
   kali berlayar di samudera ini 5 minggu yang lalu, terjadilah satu
   hal yang ajaib sekali. Kejadian itulah yang mengubah segenap hidup
   kekristenan saya. Waktu itu bersama-sama kami di kapal, ada seorang
   hamba Tuhan bernama George Muller, dari Bristol. Telah 22 jam saya
   berjaga di dermaga tanpa dapat meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba
   saya dikejutkan oleh seorang yang menepuk bahu saya. Orang itu
   adalah George Muller."

   "Bapak Kapten", katanya. "Saya datang kepada Anda untuk
   memberitahukan bahwa saya harus berada di Quebec pada hari Sabtu
   sore". Hari itu hari Rabu.
   "Mustahil", jawab saya.
   "Baik! Kalau kapal ini tidak dapat membawa saya, Tuhan akan
   mengambil kendaraan lain untuk membawa saya. Sebab belum pernah saya
   tidak menepati satu janji pun selama 57 tahun ini."
   "Saya bersedia menolong Bapak, tetapi apa yang harus saya perbuat?
   Saya tidak berdaya sama sekali."
   "Marilah kita masuk ke kamar peta dan berdoa di sana," katanya.
   Saya menatap dia sambil berpikir dalam hati, "Dari rumah sakit jiwa
   manakah orang ini? Belum pernah saya mendengar ajakan seaneh ini."
   "Pak Muller", kata saya, "Tahukah Bapak betapa tebalnya kabut ini?"
   "Tidak", jawabnya, "Mata saya tidak memandang kepada betapa tebalnya
   kabut ini, melainkan kepada Tuhan yang hidup, yang senantiasa
   mengatur tiap-tiap segi hidup saya."
   "Kemudian ia bertelut lalu berdoa, satu doa yang sangat sederhana.
   Saya pikir, "Doa yang demikian hanya cocok untuk anak-anak yang
   berumur tidak lebih dari 8 atau 9 tahun." Adapun isi doanya itu
   begini, "Ya Tuhan, jikalau Engkau setuju dengan keberangkatan hamba,
   hilangkanlah kabut ini dalam waktu 5 menit. Tuhan tahu janji hamba,
   yaitu hamba harus berada di Quebec pada hari Sabtu. Hamba percaya
   bahwa inilah kehendak-Mu. Amin."
   "Setelah ia selesai berdoa, saya pun hendak berdoa juga, akan tetapi
   ia meletakkan tangannya ke atas bahu saya dan mencegah saya.
   "Pertama-tama," katanya, "Anda tidak percaya bahwa Tuhan mau
   mengabulkan doa kita. Kedua, saya percaya bahwa Ia sudah
   melaksanakan itu. Jadi tidak perlu lagi Bapak berdoa untuk itu."
   "Saya memandang kepadanya dengan heran. Lalu George Muller berkata
   kepada saya, "Pak Kapten, saya sudah mengenal Tuhan saya selama 57
   tahun, dan belum pernah satu hari pun Ia menolak saya datang
   menghadap kepada-Nya, Raja saya itu. Sekarang berdirilah, Pak
   Kapten, dan bukalah pintu, maka Bapak akan melihat, bahwa kabut
   sudah hilang." Saya berdiri dan membuka pintu. Benarlah, kabut itu sudah 
hilang. 
   Dan pada hari Sabtu sorenya George Muller benar-benar berada di Quebec.

   Diedit dari Sumber:
   Judul Buku   : Sejam dengan George Muller
   Judul Artikel: Kehidupan dan Pekerjaan George Muller
   Pengarang    : A. Sims
   Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1995
   Halaman      : 23-24; 28-34

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SUMBER MISI *~

 BY FAITH MINISTRY  ==>     http://www.byfaithministry.com/
   "By Faith Ministry dimulai dengan usaha pelayanan outreach keluarga
   di lingkungan sekitar kami. Kemudian pelayanan ini berkembang
   sehingga bisa melayani setiap wilayah dan negara. Kami sangat ingin
   melayani Anda semampu kami." By Faith Ministry adalah organisasi
   mandiri yang mendanai sendiri semua pelayanannya dan tidak menerima
   kontribusi keuangan. Salah satu bentuk pelayanan By Faith Ministry
   adalah mengirimkan bahan kursus Alkitab secara gratis. Namun sayang,
   saat ini By Faith Ministry yang dimulai sejak tahun 2000 ini tidak
   membuka pendaftaran kursus Alkitab yang baru. "Waktu yang kami
   luangkan untuk pelayanan ini merupakan anugerah yang besar. Kami
   menerima banyak kesaksian dari para peserta kursus Alkitab yang
   telah diubahkan hidupnya secara dramatis. Perubahan itu diperoleh
   sebagai buah doa dan iman kepada setiap Firman Tuhan."

 FAITH MINISTRY/MINISTERIO DE FE, INC. ==>     http://www.faithministry.org/
   Faith Ministry/Ministerio de Fe, Inc. adalah organisasi nonprofit
   yang mendedikasikan pelayanannya untuk membantu kaum miskin di
   perkampungan Reynosa dan Miguel Aleman di Mexico. Organisasi ini
   terlibat dalam penyediaan sarana tempat tinggal, kesehatan,
   spiritual, pendidikan, dan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Ayat
   yang mendorong pelayanan organisasi yang didirikan pada tahun 1994
   di McAllen, Texas ini adalah "... hanya iman yang bekerja oleh
   kasih" (Galatia 5:6). Visinya adalah membangun lima pusat pelayanan
   (termasuk gereja, klinik, asrama) di sepanjang perbatasan Mexico
   dimana para penduduknya berjuang keras untuk mempertahankan
   hidupnya. Saat ini dua pusat pelayanan sudah berhasil diselesaikan
   pembangunannya. Dukungan doa dari Anda akan membantu untuk Faith
   Ministry dalam menjangkau visinya. Ada banyak cara dimana Anda bisa
   terlibat dalam pelayanan Faith Ministry: menjadi sponsor pendidikan
   bagi seorang anak, membantu pembangunan rumah, atau terlibat dalam
   salah satu pelayanan klinik medis. Informasi lain yang disajikan
   dalam Situs Faith Ministry, antara lain di bagian: House
   Contruction, Education, Medical, Evangelism, dan How You Can Help.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI MISI DUNIA *~

 T A N Z A N I A
   Werner Drotleff dan Hans Ollesch, misionari dari organisasi misi --
   AVC ("Aktionskomittee für Verfolgte Christen", Action Committee for
   Persecuted Christians) melaporkan tentang Suku Masai di Tanzania.
   "Masai adalah suku pejuang yang angkuh dan mereka sangat menolak
   Injil. Karena gaya hidup yang dilakukan, kebanyakan dari anggota
   suku itu menderita AIDS dan suku ini terancam punah. Para pemimpin
   suku ini melihat kenyataan tersebut dan mereka mulai membuka diri
   terhadap Injil. Sebuah gereja baru didirikan sebagai hasil dari
   pelayanan penginjilan outreach yang diadakan di Ngotongoro tahun
   2004 dimana ada 16 orang Suku Masai yang dibaptis. Para petobat baru
   mengalami waktu yang sulit karena mereka dianiaya dan dipukuli.
   Beberapa tahun yang lalu, gereja baru juga didirikan di Ebenewe.
   Seorang wanita dari desa itu disembuhkan dari penyakit yang
   dideritanya dan seorang dukun juga mengalami pertobatan melalui
   pelayanan outreach. Saat melakukan pelayanan outreach berikutnya,
   ada sebuah gereja baru lagi yang dirintis. Penduduk beragama asli di
   wilayah itu mempengaruhi para pemuda untuk mengganggu pelayanan
   outreach yang dilakukan. Pemimpin agama asli, bahkan mencoba untuk
   merusak loudspeakers dan amplifier yang digunakan. Pada saat
   pelayanan dimulai, sekitar 30 penduduk desa yang beragama asli
   menghadiri pelayanan tersebut dan meminta pemimpinnya tadi untuk
   tidak mengganggu pelayanan itu. Para penduduk yang datang itu
   membawa kursi dari rumah dan mereka siap untuk menerima Firman
   Tuhan. Salah satu dari tujuh penduduk yang berespon terhadap Injil
   disembuhkan dari penyakit sukar tidur yang dialaminya. Pemimpin
   agama aslinya dan dukun setempat sebelumnya tidak bisa membantu
   untuk mengatasi penyakit tersebut. Dia dan sepasang suami-istri yang
   dulunya dikenal sebagai dukun di wilayah itu memutuskan untuk
   menerima Kristus. Ketiganya adalah anggota Suku Sigua -- suku yang
   sulit dijangkau Injil. Anda dapat melihat adanya sukacita melalui
   wajah-wajah penduduk suku yang telah dimenangkan."
   [Sumber: FridayFax, July 22, 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Bersyukur untuk pelayanan penginjilan outreach yang menjangkau
     Suku Masai dan Suku Sigua di Tanzania. Doakan pertumbuhan setiap
     gereja baru yang ada di wilayah tersebut supaya bisa memberikan
     follow-up bagi perkembangan iman jemaatnya.
   * Berdoa untuk para misionaris yang melayani di wilayah Tanzania.
     Allah terus memberikan hikmat dan kekuatan, baik secara fisik
     maupun mental, dan keberanian untuk memberitakan Injil.

 L A O S
   "Hal ini bermula dari sebuah peristiwa di bawah pohon pisang," kata
   seorang Kristen dari Laos. "Saya sedang berburu burung untuk
   santapan saya ketika seorang pria dari desa seberang duduk di
   samping saya dan mulai berbicara. Kami membicarakan tentang keluarga
   kami masing-masing. Saya bercerita kepadanya tentang istri dan ibu
   saya yang menderita sakit. Keduanya kerasukan roh jahat. Saya sudah
   mempersembahkan 12 ekor kerbau, namun tidak ada hasilnya. Pria itu
   lalu menceritakan tentang Sipak, penduduk di desanya yang pernah
   menyaksikan penyembuhan dalam nama seorang Tuhan yang disebut Yesus.
   Beberapa hari kemudian istri dan ibu saya meninggal. Dalam kegalauan
   hati, saya pergi ke desa seberang untuk menemui Sipak. Dia
   menceritakan segala sesuatu tentang Yesus kepada saya -- Dia diutus
   ke dunia untuk membebaskan manusia dari belenggu roh-roh jahat.
   Sipak juga menceritakan tentang Allah, Sang Pencipta. Karena Allah
   sangat mengasihi saya maka Dia mengutus anak-Nya, Yesus, untuk mati
   bagi dosa-dosa saya. Saya merasakan kasih Allah yang luar biasa
   setelah mendengar kesaksian dari Sipak. Saya memutuskan untuk
   menerima Yesus. Seketika itu, hati saya dipenuhi dengan damai dan
   sukacita. Saya mulai menceritakan pengalaman saya itu kepada banyak
   orang. Beberapa hari kemudian, ada empat keluarga di desa saya yang
   mengundang Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan mereka."

   "Tidak lama setelah itu, iman kami pun diuji. Saya dan dua orang
   petobat baru ditangkap polisi. Mereka memaksa kami untuk
   menandatangani deklarasi yang menyangkali iman kami kepada Yesus.
   Kami menolak dan mereka mengirim kami ke tempat kerja paksa. Kami
   harus bekerja keras sepanjang hari dan malam harinya kaki kami
   dirantai secara menyakitkan yang menyebabkan kami tidak bisa tidur.
   Setelah beberapa minggu, 12 orang Kristen di tempat kerja paksa itu
   (termasuk kami) dipanggil ke depan saat inspeksi pagi. Yang
   mengherankan, pemimpin tempat kerja paksa itu mengatakan, 'Kalian
   adalah orang baik. Sekarang kalian bisa pulang. Namun saya
   memperingatkan kalian: jangan menceritakan kepada orang lain tentang
   iman baru kalian atau kalian akan dikirim ke sini lagi'."
   [Sumber: FridayFax, July 22, 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Berdoa agar kesaksian-kesaksian dari penduduk desa yang telah
     menerima Yesus bisa terus disampaikan dan diresponi oleh penduduk
     yang tinggal di desa-desa sekitarnya. Mereka bisa menjadi saksi-
     saksi Kristus yang setia.
   * Doakan orang-orang Kristen di Laos agar mereka tetap
     mempertahankan imannya kepada Yesus meskipun banyak tekanan yang
     mereka hadapi.

 B U R K I N A   F A S O
   Di Burkina Faso, tingkat kemiskinan sangat tinggi dan sangat
   dibutuhkan adanya pelayanan kesehatan. Puji Tuhan! Ada orang-orang
   Kristen yang tergerak untuk mencukupi kebutuhan lebih dari 1.000
   orang yang tidak mampu membayar perawatan kesehatan setiap bulannya.
   Greg Yoder dengan pelayanan Christian World Outreach mengatakan
   bahwa klinik mata dan kesehatan yang didirikan telah membuka pintu
   untuk pekabaran Injil: "Ada seorang konselor Kristen di klinik
   tersebut yang menceritakan tentang Kristus dan sharing kepada setiap
   pengunjung klinik. Alasan mengapa klinik ini didirikan di Burkina
   Faso adalah untuk membantu memulihkan kesehatan para pasien baik
   secara jasmani maupun rohani." Pusat pelatihan ketrampilan juga
   sedang dibangun. Pusat ini akan membuka lebih banyak kesempatan lagi
   untuk melakukan pelayanan. "Sangatlah menyenangkan melihat semangat
   para pekerja misi ketika mengetahui bahwa mereka bisa berbuat lebih
   banyak lagi untuk memberitakan Injil, khususnya kepada para pemuda.
   Para pekerja ini bersukacita karena mempunyai dan memanfaatkan
   kesempatan untuk mensharingkan tentang Kristus kepada banyak orang
   dan melihat respon-respon yang diterimanya."
   [Sumber: Mission Network News, July 26th 2005]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Bersyukur untuk orang-orang Kristen yang membantu pelayanan klinik
     mata dan kesehatan yang didirikan di Burkina Faso. Doakan para
     konselor dan tenaga medis di klinik tersebut agar Tuhan terus
     memakai dan menguatkan mereka untuk melayani para pasien baik
     secara jasmani maupun rohani.
   * Berdoa untuk pembangunan pusat pelatihan ketrampilan agar dapat
     segera diselesaikan dan Tuhan mencukupkan segala kebutuhannya.
     Doakan juga agar kelak sarana ini dapat membuka lebih banyak
     kesempatan lagi untuk menjangkau para pemuda di Burkina Faso.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DOA BAGI INDONESIA *~

 YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
   ---------------------------
   YLSA adalah salah satu contoh organisasi non-profit yang falsafah
   pelayanannya adalah pelayanan iman (faith ministry), karena seluruh
   kebutuhan finansial pelayanan ini hanya bergantung kepada kemurahan
   Tuhan yang mengirimkan para donatur. Pelayanan YLSA, yang bergerak
   dalam pelayanan elektronik (via komputer dan internet), memiliki
   visi untuk menjadi "hamba elektronik", yaitu dengan membangun
   berbagai pusat sumber bahan, khususnya berbagai versi Alkitab, bahan
   biblika, dan bahan-bahan kekristenan lain dalam bentuk elektronik/
   digital. Misi pelayanan YLSA adalah:

   - menyediakan dan mendistribusikan CD SABDA© (Software Alkitab,
     Biblika Dan Alat-alat),   ==>     http://www.sabda.org/sabda/

   - membangun situs-situs sumber bahan kekristenan terlengkap,
     ==>     http://www.sabda.org/katalog/

   - menerbitkan publikasi-publikasi elektronik Kristen (salah satunya
     adalah milis publikasi e-JEMMi yang Anda baca saat ini),
     ==>     http://www.sabda.org/publikasi/

   - membangun komunitas pembelajaran online Kristen.
     ==>     http://www.pesta.org/

   Seluruh pelayanan YLSA diberikan secara GRATIS kepada seluruh
   masyarakat Kristen Indonesia yang membutuhkan. Untuk mengetahui
   lebih banyak tentang YLSA, silakan berkunjung ke alamat:
   ==>   http://www.sabda.org/ylsa/

   Pokok Doa:
   ----------
   * Bersyukur untuk penyertaan Tuhan atas pelayanan YLSA dan
     pemeliharaan yang Tuhan berikan di tahun-tahun yang telah
     dilewati. Bersyukur untuk para donatur, sukarelawan, mitra, dan
     staf YLSA yang setia mendukung pelayanan YLSA ini. Kiranya,
     terjalin kesatuan hati untuk melayani Dia dengan hati yang murni.

   * Doakan juga untuk pelayanan YLSA tahun 2005 ini, yang sudah dan
     belum dicapai. Kiranya, Tuhan terus memberikan hikmat dan pimpinan
     agar terus memakai pelayanan ini untuk kemuliaan nama-Nya.

   * Berdoa untuk rencana peluncuran CD SABDA versi 3.0. Kiranya
     persiapan yang dilakukan bisa segera selesai dan segera bisa
     dipakai oleh masyarakat Kristen Indonesia secara luas.

   * Doakan untuk dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan pelayanan
     YLSA, termasuk mencetak CD SABDA dan kebutuhan fasilitas lain.
     Kiranya, Tuhan tambahkan donatur untuk terlibat mendukung pelayanan ini.

   * Berdoa untuk proyek-proyek yang sedang dikerjakan YLSA, khususnya
     proyek Interlinier yang terus dikembangkan.

   * Doakan untuk kebutuhan SDM yang berdedikasi melayani Tuhan dan
     memiliki kemampuan memadai yang dibutuhkan. Kiranya, Tuhan
     kirimkan mereka, di mana pun saat ini mereka berada.

   * Doakan para Sahabat YLSA yang setia memberikan dukungan, baik doa,
     dana maupun tenaga.  Kiranya, berkat Tuhan senantiasa melimpah
     pada kehidupan mereka.

   Soli Deo gloria!

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* DARI MEJA REDAKSI *~

                  PEMBUKAAN KURSUS KELAS VIRTUAL PESTA
                  ====================================

   Kabar Gembira!

   Bagi Anda yang ingin mengikuti KURSUS KELAS VIRTUAL -- PESTA
   (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam), mulai bulan Agustus ini
   YLSA membuka pendaftaran baru periode Agustus - September 2005.

   Dengan dibukanya Kursus Kelas Virtual PESTA, maka sekarang peserta
   PESTA tidak hanya dapat mengambil bahan Kursus, tapi juga bisa
   belajar bersama-sama dengan rekan-rekan lain dalam satu kelas
   diskusi dengan didampingi oleh seorang Moderator (hanya sebagai
   fasilitator) melalui sistem Milis (Mailing List - email).

   Kursus perdana yang akan dibuka adalah: KEHIDUPAN RASUL PAULUS --
   (KRP). Kursus KRP ini terdiri dari 6 pelajaran, dan berlangsung
   selama 2 bulan, untuk mempelajari tentang latar belakang dan
   kehidupan Rasul Paulus. Pendaftaran peserta dimulai pada 1 Agustus
   dan akan ditutup 15 Agustus 2005 (atau kalau jumlah peserta 30 orang
   sudah terpenuhi). Biaya: Gratis.

   Syarat-syarat menjadi peserta Kelas Virtual PESTA:
   1. Mengisi Formulir Pendaftaran Kelas Virtual PESTA yang tersedia di:
      ==>  http://www.pesta.org/formulir.php?jenis=kelas
   2. Memiliki akses ke internet (minimal seminggu 3 kali).
   3. Belum pernah mengikuti pendidikan teologia formal (STT).
   4. Mengerjakan tugas menjawab semua pertanyaan dalam pelajaran yang 
diberikan.
   5. Berpartisipasi dalam diskusi secara aktif dan positif (taat pada
      peraturan diskusi).
   6. Memiliki sikap sportif dan keterbukaan untuk belajar.
   7. Mempunyai ketekunan untuk mengikutinya sampai akhir pelajaran.

   Jika Anda tertarik untuk mengikutinya, silakan mengisi Formulir
   Pendaftaran di:  ==>      http://www.pesta.org/formulir.php?jenis=kelas
   atau menulis ke:  ==>      < staf-PESTA(at)sabda.org >

   Nah, tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda!

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* SURAT ANDA *~

   From: "ccs-kppk" <ccs-kppk(at)>
   >Yth. Staf Misi
   >Terima kasih atas jawabannya.
   >Ada dua lembaga pendidikan teologi yang ingin saya informasikan:
   >1. Sekolah Tinggi Teologi Bandung Literature and Biblical Studies
   >   (STT BLBS).
   >   STT BLBS mempunyai dua Jurusan, yaitu Kepenulisan dan Media
   >   Massa. Dengan komposisi kredit: 120 SKS mata kuliah sesuai
   >   anjuran DEPAG dan 40 SKS mata kuliah penjurusan, yaitu
   >   Kepenulisan atau Media Massa.
   >   VISI STT BLBS: Mengembangkan kemampuan literatur biblika agar
   >   Injil semakin efektif diberitakan melalui literatur.
   >   MISI STT BLBS:
   >   (1) Mengembangkan anak-anak Tuhan sebagai saksi Kristus melalui
   >       literatur: mass media;
   >   (2) Mengembangkan anak-anak Tuhan sebagai seorang penulis yang
   >       biblika;
   >   (3) Mengembangkan anak-anak Tuhan sebagai speaker literatur yang
   >       biblika.
   >   STT BLBS menyelenggarakan Program S.Th. dan D-3. Penerimaan
   >   mahasiswa setiap semester. STT BLBS MENYEDIAKAN/MENGUSAHAKAN
   >   BEASISWA BAGI CALON MAHASISWA YANG KESULITAN BIAYA.
   >   Yang berminat silakan menghubungi: <sttblbs(at)yahoo.com>
   >
   >2. Consortium for Graduate Program in Christian Studies/CCS
   >   Bekerjasama dengan Fuller Theological Seminary (FTS), School of
   >   World Mission, CCS menyelenggarakan Program Doctor of Theology
   >   in Mission (D.Th. in Mission). Gelar ini sejajar dan diakui
   >   oleh FTS sebagai D.Miss.
   >
   >   Selain bekerjasama dengan FTS, CCS didukung 10 sekolah/lembaga
   >   pendidikan teologi yaitu Institut Alkitab Tiranus, IAT; Institut
   >   Injili Indonesia, Batu-Malang; Institut for Community and
   >   Development Studies, Jakarta; STT Jaffrey, Jakarta; STT Iman,
   >   Jakarta; STT Bethel, Jakarta; STII Yogyakarta; STT Jaffrey,
   >   Ujung Pandang; STBI Semarang; STT Cipanas.
   >
   >   Dosen-dosen merupakan alumni FTS yang sudah berkiprah dalam
   >   dunia pendidikan teologi maupun misi; dan dosen dari sekolah-
   >   sekolah teologi lainnya. Jika Anda ingin mendapat keterangan
   >   lebih lanjut hubungi:
   >   Agus Nugroho (Registrar) CCS <ccs-kppk(at)bdg.centrin.net.id>
   >
   >Semoga informasi kedua Sekolah Teologi ini bermanfaat bagi yang
   >ingin melayani Tuhan.

   Redaksi:
   Terima kasih banyak atas kiriman informasinya. Bagi para pembaca
   e-JEMMi yang berminat, silakan menghubungi kontak email yang
   tersedia. Kesediaan Anda menyebarkan informasi ini sangat kami hargai.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
~* URLS Edisi Ini *~

* Mission Network News              http://www.missionnetworknews.org/
* FRIDAY FAX                          http://www.cmd.org.nz/fridayfax/

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
     mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2005 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Rudi Kurniadi, Lisbet, dan Tesalonika
Staf e-MISI dan Staf Redaksi <owner-i-kan-misi(at)xc.org>
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: subscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org
Untuk kirim pertanyaan/saran/bahan:    <owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org>
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi              http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi               http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                                  http://www.sabda.org/ylsa/
SABDA Katalog                            http://www.sabda.org/katalog/
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke