From: [EMAIL PROTECTED] 

Dua Yerusalem


OPEN FORUM 043002 B
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Saya sepenuhnya setuju dengan pandangan anda mengenai gereja dan semua 
hal itu, tetapi saya ingin anda memberikan penjelasan untuk saya, dan saya 
berpikir itu juga akan bermanfaat bagi banyak orang-orang yang lainnya. 
Pertanyaan saya adalah, bagaimana anda bisa berpandangan bahwa Yerusalem dan 
Yudea melambangkan gereja Perjanjian Baru?

MR. C: Ini adalah suatu pertanyaan yang baik. Bagaimana kita bisa mengerti 
bahwa Yerusalem melambangkan gereja Perjanjian Baru? Di Galatia pasal 4 
ayat-ayat 25 dan 26, Allah sedang menunjukkan bahwa suatu peristiwa sejarah 
yang terjadi dalam Perjanjian Lama yang merupakan sebuah perumpamaan yang 
menunjuk pada realitas rohani, dan di sana kita membaca demikian:
"Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab -- dan ia sama dengan Yerusalem yang 
sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. Tetapi 
Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita."

Di sini Allah sedang berbicara tentang dua Yerusalem yang ada, dan Allah sedang 
mengaitkan keduanya sebagaimana kita mengaitkannya dengan Injil. Yang satu 
adalah Yerusalem sorgawi yang merdeka, artinya, yang merdeka dari segala dosa, 
yang merdeka dari murka Allah, dan yang merdeka dari kuasa iblis; Kota itu 
dihuni oleh orang-orang percaya sejati. Itu adalah Yerusalem sorgawi, Yerusalem 
yang ada di atas sana.

Di sisi lain, Allah juga berfirman mengenai Yerusalem lain, Yerusalem "yang 
sekarang", yaitu yang masih diperbudak. Ini adalah kota Yerusalem yang dihuni 
oleh mereka yang berusaha untuk diselamatkan dengan perbuatan-perbuatan mereka 
sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada anugerah Allah. Entah bagaimana 
mereka percaya bahwa mereka harus melakukan sesuatu agar bisa diselamatkan, dan 
oleh karena itu mereka masih berada didalam perhambaan rohani.

Nah, inilah Yerusalem yang ada di dunia ini sekarang. Dimanakah mereka dapat 
ditemukan? Tentu saja mereka tidak ditemukan di kota Yerusalem secara harafiah 
yang berada di sekitar Laut Tengah, antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota 
Yerusalem yang itu bukanlah tempat di mana kita bisa menemukan mereka yang 
mengaku sebagai orang-orang percaya, baik mereka yang benar-benar orang percaya 
sejati, ataupun mereka yang hanya berusaha untuk menjadi orang percaya namun 
sebenarnya masih mengalami perhambaan rohani. Bukan Yerusalem yang itu.

Kalau demikian, di manakah Yerusalem itu? Baiklah, di manakah orang-orang yang 
rindu untuk diselamatkan atau mengaku bahwa mereka telah diselamatkan? 
Sepanjang zaman gereja Perjanjian Baru, mereka adalah para anggota 
gereja-gereja dan jemaat-jemaat. Dan ada dua Yerusalem didalam gereja-gereja 
tersebut. Ada orang-orang percaya sejati yang dikaitkan dengan Yerusalem 
sorgawi. Mereka juga digambarkan sebagai emas, perak dan batu permata di 1 
Korintus pasal 3, di mana Allah sedang berfirman mengenai gereja-gereja yang 
digambarkan seperti sebuah bait Allah. Dan kemudian ada juga "Yerusalem yang 
sekarang", yaitu mereka yang tidak diselamatkan, mereka masih berada di dalam 
perhambaan rohani. Mereka belum dibebaskan dari dosa-dosa mereka. Mereka 
seperti kayu, rumput kering atau jerami di dalam bait Allah. 

Setiap gereja atau denominasi yang ada di sepanjang era Perjanjian Baru 
memiliki dua macam orang seperti ini di dalamnya. Kadang-kadang sebagian besar 
di antara mereka adalah Yerusalem sorgawi dan sebagian kecil yang menjadi 
Yerusalem yang sekarang, yaitu mereka yang masih berada dalam perhambaan 
rohani. Pada masa yang lain, dan khususnya pada zaman kita sekarang ini, yang 
paling sering terjadi adalah mereka yang menjadi Yerusalem sorgawi merupakan 
sekelompok kecil dari seluruh jemaat, sementara sebagian besar anggota-anggota 
didalam jemaat adalah orang-orang yang masih berada dalam perhambaan rohani. 
Mereka adalah Yerusalem yang sekarang. Mereka berada dalam perhambaan rohani 
karena mereka berusaha untuk diselamatkan berdasarkan sejenis ajaran yang 
menekankan pekerjaan "dan" anugerah, di mana mereka berkata, "oh iya, memang 
itu adalah anugerah Allah, tetapi kita juga harus melakukan sesuatu agar dapat 
diselamatkan."

Jadi kita lihat di sini bahwa hanya gereja-gereja dan denominasi-denominasi 
yang merupakan tempat di mana kita akan menemukan Yerusalem. Dan kota Yerusalem 
ada di wilayah atau propinsi Yudea, sehingga Yudea dan Yerusalem keduanya dapat 
disamakan dengan gereja dan jemaat. Itulah sebabnya kita membaca di Lukas 
21:20-21 demikian:
"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, 
bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di 
Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam 
kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di perdusunan jangan masuk 
lagi ke dalam kota,"

Yerusalem adalah gereja-gereja dan denominasi-denominasi yang terdiri dari 
Yerusalem sorgawi dan Yerusalem yang sekarang. Dan ketika kita melihat 
Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara Iblis, maka keluarlah dari sana karena 
Yerusalem itu telah berada di bawah penghakiman Allah.

I wait for the LORD, my soul doth wait, and in his word do I hope  (Psalm 
130:5). 
www.familyradio.com 
===============================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Peraturan Melkisedek

In a message dated 8/1/2005 7:57:30 PM Pacific Standard Time, dmaengkom@ writes:

Hello Setia,
Alkitab PL hanya berbicara sedikit mengenai Imam Melkisedek yaitu Raja Sodom 
(??) yang memberkati Abraham. Di Ibrani, Penulis membandingkan Melkisedek 
dengan Yesus. Mohon penjelasan dari penggalian anda, siapakah Melkisedek ini? 
Terima kasih dan salam,
Daniel
-------------------------------------------------

Dear Beloved,

Pertama-tama Melkisedek adalah bukan raja Sodom, memang ayat di Kejadian pasal 
14 sedikit rancu sehingga kita hampir menyangka bahwa Melkisedek adalah salah 
seorang raja dari Sodom tetapi Ia bukan raja dari Sodom, di Kejadian 14:17-18 
kita baca:
"Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang 
bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah 
Syawe, yakni Lembah Raja. [Dan] Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan 
anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi." 

Dalam kitab King James ada kata "dan" ketika ayat 18 dimulai, sehingga jelaslah 
bahwa Melkisedek bukan berasal dari Sodom tetapi Ia adalah raja dari Salem. 
Nama Salem sendiri berarti "damai sejahtera". Dan nama Melkisedek berarti "raja 
Salem" (raja damai sejahtera) dan "raja kebenaran" (Ibrani 7:2). Dengan 
informasi ini dengan cepat kita mengetahui bahwa Melkisedek menunjuk kepada 
Yesus, Melkisedek dan Yesus adalah pribadi yang sama. Ingatlah di Yesaya 9:6 
Yesus disebut sebagai "Raja Damai" dan di Yohanes 14:6 Ia disebut sebagai 
intisari dari "Kebenaran". 

Dan kemudian kita mendapatkan kelihatannya Allah mengangkat Daud menjadi "imam 
untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek", di Mazmur 110:4 kita baca:
"TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk 
selama-lamanya, menurut Melkisedek." 

Nah, sebetulnya disini bukan Daud yang diangkat menjadi imam yang kekal, Daud 
adalah seorang manusia biasa, tetapi Allah kadang-kadang menggunakan Daud 
sebagai gambaran dari Tuhan Yesus Kristus yang adalah "Imam Besar Agung" (Imam 
Mahdi) yang kekal. Di Ibrani 4:14 kita baca:
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua 
langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan 
iman kita." 

Sekarang kita dapat melihat kaitannya. Ingatlah bahwa Kristus adalah keturunan 
Daud, itulah sebabnya didalam kitab Mazmur Daud kita banyak menemukan "Mazmur 
Mesianic", yaitu Mazmur-mazmur yang berbicara tentang Yesus.

Pada masa Perjanjian Lama imam-imam besar bertugas untuk mempersembahkan 
binatang yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosa, pertama untuk 
dosa-dosanya sendiri dan kemudian untuk dosa-dosa umat. Hanya setahun sekali 
imam besar boleh memasuki "ruang maha kudus" yang dipisahkan dengan 
tabir/gorden di dalam Bait Allah. 

Dan Yesus adalah Imam Besar Agung dan Ia juga adalah Anak Domba, Ia 
mempersembahkan tubuh dan darah-Nya sendiri di atas kayu salib sebagai korban 
yang tidak bercacat sekali dan untuk selama-lamanya (Ibrani 7:27, Ibrani 9:14). 
Kita tidak mengerti mengapa Kristus dapat menjadi imam dan sekaligus menjadi 
Anak Domba, ini adalah misteri ilahi, tetapi di Yohanes 1:29 Alkitab berkata:
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 
"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Kemudian tentang Melkisedek ini Alkitab juga berkata bahwa "Ia dijadikan sama 
dengan Anak Allah [=Yesus]". Di Ibrani 7:1-3 kita baca:
"Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi 
menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan 
memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. 
Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga 
raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak 
bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena 
ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai 
selama-lamanya."

Tidak diragukan lagi bahwa Melkisedek adalah pribadi yang sama dengan Yesus 
Kristus. Kita harus ingat bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Anak Manusia. 
Sebagai Anak Allah, Dia tidak mempunyai bapa atau ibu atau adik lak-laki dan 
perempuan. Dia berasal dari masa kekekalan yang lampau. Oleh sebab itu Dia 
adalah imam besar yang kekal dan juga raja yang kekal. Dan Melkisedek juga 
adalah seorang imam dan seorang raja. Itulah sebabnya Ibrani 6:19-20 berkata 
demikian:
"Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah 
dilabuhkan sampai ke belakang tabir [ruang maha kudus], di mana Yesus telah 
masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, 
menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya." 

Jadi sebetulnya Yesus sudah pernah mengambil bentuk manusia, yaitu tampak atau 
kelihatan seperti manusia, sebagai Melkisedek dan Abraham berbicara kepada-Nya 
dan melihat-Nya. Disini Abraham tidak melihat Allah dalam seluruh kemuliaan-Nya 
tetapi ia hanya melihat Allah dalam bentuk manusia. Allah adalah Allah, Ia 
dapat berbuat apa saja yang Ia inginkan.

There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who 
walk not after the flesh, but after the Spirit  (Roma 8:1).

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit,
Setiawan 
==========================================
From: [EMAIL PROTECTED] 

Satu Titik


OPEN FORUM 041800 Q
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Maukah anda menerangkan Matius 5:18 ? Saya diajarkan bahwa itu berarti 
kita harus merayakan hari ke-tujuh sabat karena disitu dikatakan satu titikpun 
tidak dirubah dari hukum Taurat.

MR. C: Di Matius 5:18 kita baca:
"Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi 
ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, 
sebelum semuanya terjadi."

Hukum Tuhan adalah seluruh Alkitab. Kalau anda menterjemahkan ayat ini secara 
harafiah, saya bisa menunjukkan banyak hukum-hukum di Perjanjian Lama yang 
menunjukkan bahwa kita harus mempersembahkan kurban bakaran, kurban darah, dan 
kita tidak boleh makan makanan yang haram (babi, anjing, kelinci, kepiting, 
udang, ikan yang tidak bersisik, dll.), setahun tiga kali para laki-laki harus 
pergi ke Yerusalem, semua anak laki-laki harus di sunat secara jasmani, harus 
menyalakan api yang tidak boleh padam, dll. Ini juga adalah hukum-hukum yang 
Tuhan berikan, sama halnya dengan hukum mengenai hari ke-tujuh sabat.

Kalau anda menggunakan Matius 5:18 untuk menjalankan hari Sabtu sabat karena 
tidak satu titikpun dirubah dari hukum Taurat, apakah anda juga mempersembahkan 
kurban bakaran? Apakah anda juga mempersembahkan kurban darah? Apakah anda juga 
merayakan bulan baru? 

Kenapa anda hanya memilih merayakan hari ke-tujuh sabat saja? Bagaimana dengan 
hukum-hukum yang lainnya? Kalau anda ingin konsisten berarti anda juga harus 
menjalankan semua hukum-hukum yang lain; karena itu kalau anda tidak 
mempersembahkan kurban bakaran tetapi hanya menjalankan hari ke-tujuh sabat 
saja, anda sudah melanggar hukum Tuhan. 

Kalau anda tidak mematuhi semua hukum-hukum-nya, tetapi anda atau gereja anda 
hanya memilih-milih yang ini dijalankan sedangkan yang lainnya tidak, anda 
sedang membuat peraturan anda sendiri mengenai bagaimana hal itu harus 
dijalankan. Kalau kurban bakaran, kurban darah, dan perayaan bulan baru sudah 
dipenuhi oleh Kristus, berarti hari ke-tujuh sabat juga sudah dipenuhi oleh 
Kristus (Kolose 2:17-18). Hal mengenai hari ke-tujuh sabat ini sudah memenuhi 
tujuannya, yaitu kita "tidak boleh bekerja" untuk keselamatan kita sendiri, 
Kristus-lah yang melakukann seluruh karya keselamatan untuk kita (Efesus 2:8-9).

Di Matius 28:1, Tuhan berkata, "Menjelang menyingsingnya fajar pada hari 
pertama sabat-sabat [jamak] itu,......" Kata sabat disini ditulis dalam bentuk 
"jamak", jadi kita mengetahui bahwa era baru sabat Perjanjian Baru sudah 
dimulai. Dan kita tidak menemukan hal ini di dalam hukum-hukum upacara seperti 
halnya hari ke-tujuh sabat.

Kita tidak bisa menunjuk dan memilih kemudian membengkokan firman-firman Tuhan; 
kita tidak bisa hanya memilih peraturan yang kita sukai dan yang menurut kita 
bisa diterima. Kita harus konsisten di dalam ketaatan kita kepada firman Tuhan. 
Kalau kita tidak konsisten, itu berarti kita sedang berbohong, dan sebetulnya 
kita sedang membuat injil kita sendiri.

PENANYA: Saya pernah mendengar anda mengatakan bahwa hari Sabtu sabat hanyalah 
merupakan hukum upacara, bayangan dari hal-hal yang akan datang, dan di Kolose 
2 dikatakan hal ini sudah digenapi oleh kayu salib. Kalau ini adalah benar, 
bagaimana kita tahu kalau hari Minggu Sabat juga bukan sebuah bayangan?

MR. C: Hari Minggu sabat bukan merupakan hukum upacara. Hukum yang ke-empat 
dari sepuluh perintah Allah, yaitu mengenai hari ke-tujuh sabat (Sabtu), 
berulang-ulang dibicarakan sebagai suatu peringatan atau tanda, yaitu, menunjuk 
kepada sesuatu. Di Kolose 2:16, Tuhan berbicara mengenai hari ke-tujuh sabat 
sebagai bayangan, dan di dalam ayat ini Tuhan tidak membicarakan tentang hari 
pertama sabat yang jatuh pada hari Minggu. Hari Minggu sabat adalah merupakan 
hal yang berbeda, dan ini tidak pernah dibicarakan sebagai suatu tanda, tetapi 
ini merupakan "hukum moral" bukan hukum upacara. 

Tuhan berbicara mengenai hari Minggu sabat sebagai "hari kudus Tuhan" di Yesaya 
58:13-14, kita baca:
"Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan urusanmu 
pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari sabat "hari kenikmatan", 
dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan 
tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau 
berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku 
akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan 
kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa 
leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya."

Karena itu, hari Minggu sabat adalah berbeda seluruhnya dengan hari ke-tujuh 
sabat (Sabtu) dimana peraturannya kita sama sekali tidak boleh melakukan 
pekerjaan apapun pada hari itu.

PENANYA: Dimana di dalam Alkitab Tuhan mengganti hari Sabtu sabat kepada hari 
Minggu sabat?

MR. C: Kita tidak bisa melihatnya di dalam kitab versi King James, tetapi kita 
bisa melihatnya di dalam Greek Interlinear Bible, walaupun kita tidak mengerti 
bahasa Yunani. Di dalam beberapa ayat-ayat, salah satunya di Matius 28:1 
tertulis:
"Setelah hari sabat [tunggal] lewat, ......................"

Tetapi di dalam bahasa aslinya Yunani, kata sabat ini adalah sebuah kata yang 
jamak, jadi ini berarti, "Setelah hari sabat-sabat [jamak] lewat,......" Jadi 
disini Tuhan menunjukkan bahwa pada hari Minggu pagi itu, era yang lama dari 
hari Sabtu sabat sudah berakhir. Di dalam bahasa Yunani, kata "minggu" adalah 
kata yang sama dengan kata "sabat", kata jamak yang sama itu juga digunakan di 
dalam ayat itu. Jadi seharusnya ayat ini berkata:
"Setelah hari sabat-sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada 
hari pertama sabat-sabat [jamak] itu,........"

Ini menunjukkan bahwa era baru dari hari Minggu sabat telah dimulai pada hari 
Minggu pagi itu. Dan kebenaran ini juga ditemukan di Lukas 24 dan Markus 16, 
dan juga dibicarakan di dalam ayat-ayat lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa 
hari Minggu sabat adalah berbeda dengan hari Sabtu sabat. Ketika Tuhan 
berbicara mengenai "hari sabat" di Kolose 2:16-17, itu menunjuk kepada 
hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama, disitu kita baca:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan 
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [ke-tujuh]; 
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya 
ialah Kristus!"

For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as 
the waters cover the sea. (Habakkuk 2:14)
www.familyradio.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke