From: "e-Konsel" <[EMAIL PROTECTED]>

                     -*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-

   Ada orang bijak yang berkata, kalau Anda ingin melihat bagaimana
   seseorang mengatur hidupnya, lihatlah bagaimana cara dia menggunakan
   waktu dan uangnya! Memang pendapat di atas ada banyak betulnya. Cara
   kita mengatur keuangan seharusnya bukan merupakan hal yang bisa
   disepelekan. Cukup banyak orang Kristen yang berhasil melakukan 10
   perintah Allah, namun gagal dalam hal yang satu ini, yakni soal keuangan.

   Uang memang barang yang unik. Ia bisa dikendalikan, namun kalau kita
   tidak hati-hati kita bisa terjerat dan dikendalikan olehnya. Tuhan
   Yesus, dalam khotbah-khotbah-Nya, banyak sekali menggunakan
   ilustrasi yang membahas soal uang. Ia, bahkan pernah menantang kita
   untuk memilih antara Diri-Nya atau Mamon. Lalu, apakah uang itu
   jahat? Tentu saja tidak, karena uang tidak bermoral. Tapi Tuhan
   sangat ingin kita bisa mengatur uang yang Ia percayakan pada kita
   untuk dikelola dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Lalu,
   bagaimana seharusnya kita mengatur uang? Nah, tentu Anda sudah tidak
   sabar untuk membaca sajian kami ini, bukan? Silakan saja segera menyimak. 
(Sil)

   Redaksi

*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

               -*- BAGAIMANA MENGATUR KEUANGAN ANDA? -*-

   Berapa banyak uang yang Anda perlukan untuk mencukupi biaya hidup
   secara normal? Berapa pun besarnya uang yang kita dapatkan, selalu
   saja kita berkata, "Belum cukup." Uang memang merupakan benda yang
   sangat menggoda. Kita mencari, menyimpan, mengembangkan,
   mengkuatirkan, dan memimpikannya.

   Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa cinta akan uang adalah akar
   dari segala kejahatan (lihat 1Timotius 6:10). Jika Anda ingin
   mengatur keuangan Anda dan hidup sejahtera tanpa dikejar perasaan
   kuatir berkenaan dengan uang, berikut ini ada beberapa saran yang
   dapat Anda lakukan.

   1. Ujilah ukuran dan nilai yang Anda pegang selama ini.
      ----------------------------------------------------
      Ukuran dan nilai yang kita jadikan patokan dalam hidup ini
      berpengaruh terhadap cara kita mengatur keuangan. Tentu, kita
      akan membelanjakan uang yang kita miliki untuk hal-hal yang kita
      anggap penting dan bernilai. Oleh sebab itu, tidak berlebihan
      jika ada orang yang berkata bahwa bila kita ingin mengetahui hal-
      hal apa saja yang berharga dalam pandangan seseorang, amatilah
      bagaimana ia membelanjakan uangnya.

      Kita hidup dalam masyarakat dengan prinsip, "Beli dahulu, bayar
      kemudian, gaya dulu, urusan belakangan." Seringkali sebagai orang
      percaya kita membelanjakan uang dengan mental seperti itu. Secara
      tidak sadar kita sebenarnya sedang mengembangkan sikap "aji
      mumpung", maksudnya selagi hidup, mengapa kita tidak bersenang-
      senang? Namun Yesus tidak menyarankan kita untuk hidup seperti itu.

      Oleh sebab itu, ada baiknya kita mengkaji ulang cara kita
      membelanjakan uang. Berapa banyak yang kita gunakan untuk membeli
      berbagai peralatan atau fasilitas yang memudahkan hidup dan
      berapa banyak uang yang kita pakai untuk meningkatkan penampilan?
      Berapa banyak uang yang kita pakai untuk keperluan orang lain dan
      berapa banyak uang yang kita pakai untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri?

      Berapa banyak uang yang kita gunakan untuk membeli benda-benda
      yang memang diperlukan dan berapa banyak uang yang kita gunakan
      hanya sekadar untuk memenuhi keinginan? Berapa banyak uang yang
      kita gunakan untuk membeli hal-hal yang sifatnya sementara dan
      berapa banyak uang yang kita belanjakan untuk hal-hal yang berdampak 
panjang?

   2. Mengatur anggaran belanja.
      --------------------------
      Sebagian besar uang yang kita peroleh biasanya kita belanjakan
      untuk hal-hal penting yang memang harus diprioritaskan. Sebagai
      contoh, kita mendahulukan pembayaran tagihan rekening listrik,
      sampah, air, uang sekolah anak-anak, biaya transportasi ke tempat
      kerja dan sekolah, telepon atau PBB. Apa jadinya kalau tagihan
      listrik tidak dibayar selama beberapa bulan? Tentu, Perusahaan
      Listrik Negara (PLN) akan memutus saluran listrik ke rumah kita
      sehingga rumah menjadi gelap gulita.

      Jika kita perhatikan jumlah tagihan yang wajib dibayar, kadang
      kala kita harus mengelus dada sebab hampir separuh penghasilan
      kita digunakan untuk membayar semua tagihan tersebut, namun dari
      sisi lain kita juga membutuhkan semua itu dan tidak punya pilihan
      lain. Oleh sebab itu, hendaknya kita tidak mencoba-coba memakai
      uang yang seharusnya digunakan untuk membayar semua tagihan itu
      untuk membeli atau membayar sesuatu yang lain dengan alasan apapun.

      Anggaran keuangan adalah acuan pembelanjaan keuangan kita. Uraian
      tidak perlu terlalu rinci sehingga terkesan rumit. Yang
      terpenting adalah kita mengetahui secara garis besar penggunaan
      keuangan kita sehingga kita tidak akan berbelanja dalam jumlah
      begitu rupa sehingga mengorbankan hal-hal yang harus kita
      prioritaskan. Ada saatnya kita harus memutuskan apakah kali ini
      kita akan makan di rumah makan atau memasak sendiri, membeli
      pakaian baru yang sedang mendapat potongan 50% atau memakai
      pakaian yang ada, membayar polis asuransi pendidikan anak atau
      melunasi angsuran sepeda motor. Kita dapat melihat dan
      mempertimbangkan secara bijaksana sesuai dengan kondisi keuangan
      yang ada. Kita tidak akan dapat menyusun anggaran keuangan dengan
      baik sebelum kita dapat memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

      Biasanya kita mudah tergelincir membelanjakan uang untuk hal-hal
      yang bukan prioritas utama pada awal bulan. Kita berbelanja tanpa
      perencanaan matang. Akibatnya, kita terkejut pada saat persediaan
      uang menipis, padahal masih setengah bulan lagi kita akan
      menerima gaji. Di situlah kita kemudian menyadari pentingnya
      anggaran pengeluaran. Tapi semuanya sudah terlambat. Untuk
      membiayai kehidupan selanjutnya, akhirnya kita terpaksa kas bon
      ke kantor yang berarti mengambil lebih dulu gaji bulan depan.

      Sebagai teladan bagi anak-anak kita, pola pemakaian keuangan kita
      pun akan ditiru oleh anak-anak kita. Peragaan dalam mengelola
      keuangan keluarga akan menjadi pelajaran bagi anak-anak tentang
      bagaimana mengatur keuangan dalam kehidupan mereka kelak.

      Dalam keluarga kami, anak-anak tahu bahwa sumber keuangan kami
      terbatas. Mereka juga tahu kapan kami mendapatkan gaji. Oleh
      sebab itu, jika mereka memerlukan sesuatu yang harganya cukup
      mahal, maka mereka memberitahukan kepada kami jauh-jauh hari agar
      kami dapat mulai menyisihkan sedikit demi sedikit. Mereka juga
      kami ajak untuk menabung sehingga pada saat mereka membutuhkan
      sesuatu yang bersifat mendadak, mereka dapat membuka tabungan
      mereka dan kami sebagai orangtua cukup menambah kekurangannya.
      Itulah cara kami mengajar anak-anak kami hidup bijaksana dalam
      hal pemakaian uang. Bagaimana mungkin kami mengajar mereka hidup
      hemat sementara kami hidup tanpa perencanaan sehingga cenderung
      membelanjakan keuangan kami untuk hal-hal yang sesungguhnya tidak
      terlalu kami perlukan?

   3. Hindari membeli karena dorongan perasaan.
      -----------------------------------------
      Belanja dengan mengandalkan perasaan akan membawa kita masuk ke
      daerah bahaya. Satu-satunya jalan keluar dari daerah bahaya
      tersebut adalah segeri pergi dari pusat perbelanjaan sebelum kita
      ditarik untuk berbelanja lebih banyak lagi. Bagaimanapun, semakin
      banyak yang kita lihat, semakin banyak pula yang kita inginkan.
      Pusat perbelanjaan memang didesain sedemikian rupa untuk
      mendorong perasaan orang supaya terus-menerus berbelanja.

      Untuk menghindari hal semacam itu, kami sekeluarga biasanya
      mencatat hal-hal yang akan dibeli sebelum masuk ke pusat
      perbelanjaan. Sebelum pergi, kami telah memutuskan benda apa yang
      akan kami beli. Kepada anak-anak, kami juga memberitahukan
      keputusan tersebut sehingga mereka tidak dapat seenaknya
      memasukkan apa saja yang mereka inginkan ke dalam kereta dorong
      belanjaan kami.

      Sesekali, mungkin ini bukan gagasan yang baik, kami membawa anak-
      anak ke pusat-pusat grosir dimana harga barang sedikit lebih
      murah. Dengan demikian, kita dapat memberikan sedikit kebebasan
      bagi anak-anak untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan dengan
      jumlah anggaran yang sama. Saya pernah membaca bahwa istri
      biasanya akan membelanjakan uang mereka secara bijaksana jika
      suami memberinya kebebasan penuh, bahkan ada kalanya ia akan
      masih dapat menyisihkan sedikit tanpa mengorbankan kebutuhan yang ada.

      Idealnya, suami ataupun anak-anak hendaknya juga belajar memakai
      uang secara bijaksana dan tidak berbelanja atas dasar dorongan
      perasaan. Di sinilah pentingnya mempersiapkan catatan belanja
      sebelum pergi berbelanja. Sebaliknya, sangat mudah membuat alasan
      untuk membeli hal-hal yang sesungguhnya tidak terlalu diperlukan,
      yang di kemudian hari hanya akan mengakibatkan penyesalan karena
      uang kita habis sebelum waktunya.

   4. Hati-hati membeli benda mahal.
      ------------------------------
      Kita perlu ekstra hati-hati sebelum memutuskan untuk membeli
      benda-benda mahal seperti mobil, rumah, barang elektronik,
      perlengkapan mebel, dan lain-lain. Cobalah sedapat mungkin untuk
      menghindari metode pembelian dengan sistem angsuran kendatipun
      kelihatannya menguntungkan, sebab tanpa membeli dengan cara
      mengangsur, benda itu tidak akan pernah terbeli. Belum lagi bila
      mengingat tingkat kenaikan harga barang yang jauh lebih tinggi
      dibandingkan tingkat kenaikan suku bunga bank. Saran ini
      dimaksudkan agar saat ini kita tidak berbelanja sedemikian rupa
      namun di kemudian hari kita harus hidup menderita selama
      bertahun-tahun karena sebagian besar penghasilan kita habis untuk
      membayar angsuran, sementara benda yang dibeli tidak dapat kita
      manfaatkan secara maksimal.

      Istri saya sangat berhati-hati bila ia harus mengambil keputusan
      membeli benda-benda yang mahal harganya. Ia akan mencari
      informasi dari toko yang resmi dan harga pasti dari sumbernya.
      Dengan demikian, ia akan dapat mengetahui variasi harga yang
      ditawarkan di berbagai tempat lengkap dengan variasi model barang
      yang tersedia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

      Saya sendiri lebih cenderung langsung menuju ke sebuah toko dan
      membeli benda yang saya perlukan. Memang, seringkali saya
      mendapatkan harga yang sedikit lebih murah, namun kurang awet.
      Sementara jika istri saya yang membeli, biasanya benda itu akan
      lebih tahan lama karena memiliki mutu yang terbaik. Kendatipun
      sepintas lalu harganya lebih mahal, namun jika dapat dipakai
      lebih lama. Maka, secara tidak langsung kita telah menghemat keuangan.

   5. Memberi untuk orang lain.
      -------------------------
      Satu hal penting yang perlu ditambahkan ke dalam daftar
      pengeluaran kita adalah memberi untuk orang lain. Ada kepuasan
      dan sukacita tersendiri ketika kita memberi untuk orang lain.
      Walaupun ada kalanya kita berpikir, bagaimana mungkin kita dapat
      memberi jika untuk memenuhi keperluan keluarga sendiri pun masih
      kurang. Sementara seandainya dipaksakan memberi, jumlahnya akan
      tidak banyak karena jumlah penghasilan yang ada pun sedikit.

      Pengertian banyak atau sedikit sendiri sebenarnya relatif. Jika
      kita membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain yang
      kondisi ekonominya lebih lemah, tentu kita akan merasa memiliki
      banyak. Tetapi, kalau kita membandingkannya dengan orang lain
      yang penghasilannya jauh lebih tinggi dibandingkan kita, tentu
      kita merasa memiliki sedikit. Jadi, semuanya tergantung dengan
      siapa kita membandingkan diri.

      Perlu disadari bahwa berapa pun penghasilan kita, semua itu
      adalah pemberian Tuhan dan Ia pun mau agar kita juga bersedia
      memberi untuk orang lain. Pentingnya memberi kepada orang lain
      yang memerlukan bantuan, berulang kali ditegaskan dalam seluruh Alkitab.

   6. Belajar mencukupkan diri.
      -------------------------
      Dalam suratnya kepada Timotius, Paulus menulis,
        "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi
        keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam
        dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada
        makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya
        terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
        berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang
        menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
        Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh
        memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan
        menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1Timotius 6:6-10)

      Sementara itu dalam suratnya kepada jemaat Filipi Paulus berkata,
        "...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala
        keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu
        kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada
        sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang,
        maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun
        dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam
        Dia yang memberi kekuatan kepadaku."  (Filipi 4:11-13)

      Paulus dapat mencukupkan diri karena ia memiliki iman. Tentu ada
      satu rentang waktu tertentu dimana Paulus harus mengalami
      kekurangan dan kelaparan, namun di dalam hatinya ia menyadari
      akan kasih, kesetiaan, dan penyertaan Tuhan. Mungkin, keyakinan
      seperti itu tidak membuatnya kaya secara materi, namun hal itu
      membawanya kepada pengucapan syukur sebab Tuhan menyediakan
      segala sesuatu yang dia perlukan dalam jumlah yang cukup. (BS)

   [Sumber disadur dari, "Parents & Children - How to Manage Your
   Finances ", by Gary R. Collins, edited by Jay Kesler, Ron Beers, &
   LaVonne Neff, Victor Books, USA, 1986]

-*- Sumber: -*-
   Judul Buku: Sahabat Gembala, Edisi Juli 2005
   Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2005
   Halaman   : 10 - 15

*TELAGA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TELAGA*

                 -*- MENGAJAR ANAK MENGGUNAKAN UANG -*-

   Cinta akan uang bisa muncul dari dua situasi yang bertolak belakang, yaitu:
   1. Kita dibesarkan di lingkungan dimana uang berlimpah, sehingga
      kita bisa menikmati hidup dengan mudahnya. Oleh karena itu, kita
      menjadi terbiasa dengan keberadaan uang di kantong kita, tanpa
      disadari terbentuklah hubungan cinta antara kita dan uang itu.

   2. Hidup yang sangat sulit dimana susah sekali membeli kenikmatan
      hidup karena tidak tersedianya uang.

   Dua kondisi ini sama-sama berbahaya, sebab Tuhan berkata: "Ini
   adalah akar, akar dari segala kejahatan."

   Hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mengajarkan anak menggunakan uang:

   1. Konsep uang jajan, ini akan menolong anak belajar mengatur uang.
      ----------------------------------------------------------------
      Anak hanya bisa mengatur uang jika dia memegang uang, tanpa uang
      di tangannya tidak ada yang harus diatur. Uang saku bisa mulai
      kita berikan pada waktu anak-anak itu duduk di kelas 0 (nol),
      yaitu uang saku untuk membeli sesuatu yang memang dia inginkan
      atau perlukan pada jam sekolah itu. Setelah itu, misalnya pada
      usia 11-12 tahun, kita bisa mulai memberi uang lebih, supaya
      nantinya dia dapat mulai menggunakan uang untuk keperluan lain.

   2. Mengajarkan prinsip pemakaian uang yakni membedakan antara yang
      perlu dan yang tidak perlu.
      ---------------------------------------------------------------
      Dapat membedakan antara sesuatu yang menyenangkan hati atau
      antara yang sedang menjadi tren dengan yang benar-benar dia
      butuhkan. Tapi yang lebih penting adalah mengajarkan:
      a. Mengutamakan membeli barang yang ia butuhkan.
      b. Kemudian membeli barang yang ia sukai.
      c. Barulah seandainya ada uang yang tersisa, dia dapat membeli
         barang yang memang sedang menjadi tren.

   Amsal 3:9-10,
     "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari
     segala penghasilanmu. Maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh
     sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan
     air buah anggurnya."

   Yang Tuhan katakan di sini adalah bahwa harta itu tidak selalu
   berkonotasi negatif atau salah. Kita mesti mempunyai pengajaran yang
   berimbang, jangan sampai kita akhirnya menekankan kepada anak bahwa
   uang itu adalah kotor, hitam dari setan. Harta adalah sesuatu yang
   memang sebetulnya bisa digunakan untuk hal yang baik. Artinya, kita
   bisa memuliakan Tuhan, membuat nama Tuhan menjadi dipuji oleh karena
   harta yang kita miliki atau yang kita berikan itu. Dikatakan juga
   "dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu", artinya supaya
   kita mengakui bahwa semua itu berasal dari Tuhan dan tetap menjadi
   hak milik Tuhan, Tuhanlah yang harus menikmatinya, bukan kita.

   Tuhan berkata: "Lumbung-lumbungmu akan terisi penuh sampai melimpah-
   limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah
   anggurnya." Artinya, kalau kita mampu memberikan harta kita kepada
   Tuhan, Tuhan akan memberikannya kepada kita. Saat tangan kita
   terlalu erat menggenggam, tidak akan banyak yang Tuhan bisa taruh di
   dalam tangan kita. Tapi ketika tangan kita bisa dengan elastis
   membuka genggamannya, maka akan lebih banyak yang Tuhan letakkan
   pada tangan kita. Prinsip inilah yang hendaknya akan terus kita
   ajarkan kepada anak-anak supaya mereka tidak mempunyai pandangan
   yang negatif tentang harta, sehingga dia bisa mengembalikannya kepada Tuhan, 
dan 
   dengan itu pula dia memuliakan Tuhan dan Tuhan memberkati dia.

-*- Sumber: -*-
   [[Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. #072B
     yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
    ==>  http://www.telaga.org/ringkasan.php?anak_menggunakan_uang.htm
       -- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
        e-Mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)xc.org
                                  atau: < TELAGA(at)sabda.org >      ]]

*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*

              -*- JANJI ALLAH BAGI HIDUP KITA -- UANG -*-

   Membahas tentang uang memang tidak pernah ada habisnya. Kehidupan
   kita sehari-hari pun tidak pernah lepas dari uang. Berikut ini
   adalah daftar ayat-ayat yang Allah berikan supaya kita dapat
   bijaksana dalam mengelola uang.

   Amsal 23:4,5         Amsal 22:2              Yehezkiel 7:19
   Mazmur 37:16         Pengkhotbah 5:12-14     Amsal 13:7
   Yakobus 2:5          Ulangan 8:18            Pengkhotbah 5:10
   Pengkhotbah 4:6      Mazmur 9:8              Amsal 22:16
   Mazmur 12:5          Ayub 5:15,16            Amsal 28:22
   Amsal 17:5           Amsal 11:28             Ayub 36:15
   Amsal 22:22          Amsal 28:20             Amsal 15:16
   1Timotius 6:17-19    Amsal 11:4              Amsal 28:6
   Mazmur 41:1

-*- Sumber diedit dari: -*-
   Indeks Janji-janji Allah untuk Hidup Kita (CD SABDA)
   Nomor Topik: 09173
   Copyright  : Yayasan Lembaga SABDA [Versi Elektronik (SABDA)]

*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*

                       -*- INSIGHT BAGI SUAMI -*-
            TRIK MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN KEUANGAN KELUARGA

   Andi adalah seorang marketing executive di salah satu perusahaan
   ternama dengan gaji sekitar 20 juta rupiah per bulan. Ia memiliki
   seorang istri dan 2 orang anak yang berumur 3 dan 5 tahun. Andi juga
   memiliki usaha sampingan memasarkan produk kesehatan dan berhasil
   mendapatkan tambahan pendapatan yang tidak sedikit. Karena itu, ia
   menginvestasikan uangnya di beberapa bisnis yang ia dirikan bersama
   dengan teman-temannya.

   Sayangnya, Andi tidak melakukan pencatatan dengan benar. Hanya ia
   sendiri yang mengerti mengenai semua kegiatan transaksi utang-
   piutang dari semua usaha tambahannya ini. Beberapa catatan yang ia
   miliki hanya ia simpan pada PDA sementara beberapa dokumen
   diletakkan pada tas yang selalu berada di mobilnya. Istrinya cukup
   puas dengan keberhasilan yang dia miliki dan menganggap bahwa
   keluarga mereka berada dalam kondisi keuangan yang baik dan memiliki
   masa depan keuangan yang cerah.

   Suatu saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, Andi
   mengalami kecelakaan mobil. Ia pun tewas seketika. PDA dan tas
   kerjanya hilang dicuri orang. Istrinya sangat sedih karena
   kehilangan orang yang dicintainya. Tetapi hal yang telah sedemikian
   buruk ini belum berakhir. Beberapa hari kemudian, beberapa orang
   datang untuk meminta istrinya membayar tagihan yang dimiliki Andi
   dari bisnis-bisnisnya. Sang istri yang tidak pernah mengerti
   tentang bisnis yang digeluti oleh suaminya itu, mau tidak mau harus
   membayar tagihan-tagihan ini. Beberapa rekan bisnis Andi
   memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keuntungan bagi diri
   mereka sendiri karena kebetulan Andi juga tidak memiliki MOU
   (memorandum of understanding/nota kesepahaman) untuk semua
   kesepakatan yang telah ia buat. Akibatnya, istri Andi harus mengurus
   semua urusan bisnis suaminya, padahal dia sendiri tidak mengerti
   mana kewajiban yang sesungguhnya dan mana yang hanya merupakan rekayasa.

   Di dalam keadaan yang seperti ini, orang yang memiliki utang kepada
   suaminya banyak yang tidak menunjukkan diri mereka. Akhirnya istri
   Andi harus menjual rumahnya untuk melunasi semua kewajiban suaminya.
   Suatu keluarga yang terlihat mempunyai masa depan keuangan yang
   terjamin, ternyata bisa hancur dalam waktu sekejap saja. Istri Andi
   sekarang terpaksa bekerja untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya.
   Kehidupannya berubah total dalam waktu yang sangat singkat. Ini
   memang sebuah kisah yang tragis, tapi mungkin bisa terjadi pada
   banyak keluarga.

   Bagaimana Cara Menghindari Jebakan Ini?
   ---------------------------------------
   Untuk menghindari kejadian yang menimpa keluarga Andi, Anda harus
   mempersiapkan suatu strategi untuk kemungkinan terburuk yang bisa
   terjadi pada hidup Anda. Menghindari musibah kecelakaan memang sulit
   untuk dilakukan. Kadang manusia memang berada pada tempat yang tidak
   tepat pada saat yang tidak tepat pula sehingga dia harus mengalami
   musibah. Oleh karena itu, strategi yang harus dipersiapkan bukanlah
   strategi untuk menghindari musibah, melainkan strategi untuk
   mempersiapkan pasangan Anda supaya tidak dibebani tanggung jawab
   berlebihan ketika Anda mengalami musibah. Kehilangan orang yang
   dicintai merupakan suatu pukulan yang berat, apalagi jika harus
   menanggung urusan keuangan dari pasangannya. Ini akan mengakibatkan
   suatu tekanan yang sangat besar.

   Ada tiga langkah praktis untuk mempersiapkan masa depan keluarga Anda:
   1. Siapkan asuransi untuk orang yang menjadi tanggungan Anda.
      ----------------------------------------------------------
      Asuransi adalah pemindahan risiko yang harus ditanggung oleh
      seseorang kepada pihak perusahaan asuransi. Dengan mengikuti
      asuransi berarti Anda memindahkan risiko yang Anda miliki kepada
      perusahaan asuransi. Oleh karena itu, saya tidak menyarankan
      orang yang belum memiliki tanggungan keluarga untuk mempunyai
      asuransi jiwa. Jika Anda masih sendiri dan belum memiliki
      tanggungan, untuk siapakah klaim asuransi jiwa Anda itu? Anda
      hanya akan menguntungkan perusahaan asuransi tersebut saja.

      Tetapi keadaan menjadi sangat berbeda ketika status Anda adalah
      sebagai tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri atau
      ayah dan ibu serta adik-adik Anda. Dalam keadaan seperti ini,
      Anda mutlak memerlukan asuransi jiwa. Dengan memiliki asuransi
      jiwa, maka orang yang berada dalam tanggungan Anda itu tidak akan
      menghadapi masalah keuangan ketika Anda mengalami musibah. Istri
      Andi tidak akan mendapatkan tambahan masalah keuangan jika Andi
      memiliki asuransi jiwa.

      Jangan pernah menggabungkan asuransi dengan investasi. Tujuan
      kedua hal ini sangat berbeda. Asuransi berusaha mengalihkan
      risiko, sedangkan investasi berusaha untuk mendapatkan uang
      dengan cara menanggung risiko. Oleh karena itu, saya sama sekali
      tidak menyarankan Anda meletakkan uang yang Anda miliki pada
      suatu produk yang menggabungkan antara asuransi dan investasi.
      Produk seperti ini nampak bagus di permukaannya, tetapi secara
      konsep merupakan produk yang tidak memiliki kejelasan. Ingat,
      investasi senantiasa memiliki potensi untuk mendatangkan
      kerugian. Jika ada suatu produk yang menggabungkan asuransi dan
      investasi, bagaimana jika seandainya Anda membutuhkan asuransi
      dan ternyata produk tersebut sedang mengalami kerugian? Asuransi
      adalah asuransi sedangkan investasi adalah investasi. Jangan
      pernah menggabungkan kedua hal ini menjadi satu.

   2. Siapkan investasi.
      ------------------
      Anda harus memiliki investasi jangka panjang. Dengan demikian,
      orang yang berada dalam tanggungan Anda akan tetap memiliki
      kemungkinan mendapatkan penghasilan ketika Anda mengalami
      musibah. Jika saya mengatakan tentang investasi jangka panjang,
      jangan pernah berpikir bahwa hanya Multi Level Marketing (MLM)
      yang bisa melakukannya seperti anggapan umum yang dimiliki oleh
      banyak orang. Masih ada banyak peluang investasi yang lebih
      menjanjikan dari MLM. Pada cerita kasus di atas, Andi sebenarnya
      sudah memiliki investasi yang baik karena sudah berani mendirikan
      bisnis bersama dengan rekan-rekannya. Hanya saja Andi tidak
      menjalankan bisnisnya tersebut dengan baik.

   3. Memiliki pencatatan yang baik.
      ------------------------------
      Anda harus memiliki catatan yang rapi tentang semua dokumen
      keuangan Anda. Dengan demikian, pasangan Anda akan mengetahui
      posisi keuangan yang Anda miliki saat ini. Karena itu pula, Anda
      hendaknya memberitahu pasangan Anda nomor rekening tabungan yang
      Anda miliki, dokumen deposito, rekening saham yang Anda miliki,
      obligasi milik Anda, safe deposit box di beberapa bank yang Anda
      miliki, dan sebagainya.

      Pasangan Anda juga sebaiknya mengetahui utang dan piutang yang
      Anda miliki. Paling tidak, Anda harus memberitahu pasangan Anda
      mengenai letak dokumen milik Anda. Ada baiknya jika Anda
      melibatkan istri Anda dalam membantu mengatur dokumen Anda.
      Seringkali istri, bahkan lebih cermat dibandingkan Anda.

      Di dalam berbisnis dengan teman, Andapun harus memiliki MOU
      supaya teman Anda tidak tergoda untuk memanipulasi pasangan Anda
      ketika Anda mengalami musibah.

   Dengan mempersiapkan diri secara baik, masa depan juga akan
   bersahabat dengan Anda. Masa depan Anda dan pasangan Anda sangat
   ditentukan oleh apa yang Anda lakukan saat ini. Masa depan tidak
   pernah dapat dinantikan dengan pasif, masa depan harus Anda
   persiapkan dengan aktif.

   [Benny Santoso dan Wiyono Pontjoharyo adalah pasangan penulis buku
   "All About Money Kebebasan Finansial Dalam Perspektif Kristiani"]

-*- Sumber: -*-
   Judul Majalah: GetLIFE! #07/2004
   Penulis      : Benny Santoso dan Wiyono Pontjoharyo
   Penerbit     : Yayasan Pelita Indonesia, Bandung, 2004
   Halaman      : 52 - 54

*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI Anda-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*

   Dari: Indri <indria(at)>
   >Saya ingin menginformasikan sebuah seminar workshop tentang autis
   >pada 8 - 10 September 2005 di Hotel Novotel, Mangga Dua Square,
   >Jakarta dengan pembicaranya para ahli dari dalam dan luar negeri.
   >Acara ini diselenggarakan oleh  PROKIDS Jakarta. Jika ada yang
   >berminat bisa mendaftar dan mendapatkan informasi lengkapnya di:
   >telp: (021) 6516170, 70971579
   >SMS : 0813-1795-2333
   >Fax : (021) 3806724, 5302107
   >email: <prokids(at)centrin.net.id>
           <prokids_therapy(at)yahoo.com>
   >Terimakasih, GBU

   Redaksi:
   Terima kasih untuk informasinya, bagi pembaca yang berminat dan
   ingin mengikuti acara tersebut, segera saja menghubungi nomor
   telepon dan alamat email di atas.

e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL

                         STAF REDAKSI e-Konsel
                          Ratri, Evie, Silvie
                     PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
                          Yayasan Lembaga SABDA
                      INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
                          Sistem Network I-KAN
                       Copyright(c) 2005 oleh YLSA
                       http://www.sabda.org/ylsa/
                     http://www.sabda.org/katalog/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel(at)sabda.org>
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
dapat dikirimkan ke alamat:             <owner-i-kan-konsel(at)xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Berhenti:     Kirim e-mail kosong:  unsubscribe-i-kan-konsel(at)xc.org
Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
ARSIP publikasi e-Konsel:  http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke