From: SS
KASIHMU MELAMPAUI KEHIDUPANKU
Your Love is better than my life
Tidak ada yang suka kalau ia menderita sakit-penyakit, itu sebabnya
orang-orang membayar mahal untuk suatu kesembuhan. Penyakit tidak memandang
bulu, kalau ia sudah menyerang sekaya, sepandai, se-berpangkat apapun tidak
dapat menahannya. Itu sebabnya , ada baiknya mencegah lebih dahulu dari pada
mengobati. Namun yang menjadi masalah adalah, penyakit itu kadang datang tanpa
kita duga. Bukan pula berarti kalau kita sudah percaya dan menyembah Tuhan
tidak ada sakit penyakitnya, buktinya Ayub dan rasul Paulus (bahkan tidak
sembuh hingga akhir hayatnya) menderita sakit penyakit. Terpulang dari
semuanya, saya melihat ada berkat khusus yang Tuhan hendak berikan kepada kita.
1 September 2005 kemarin ada seorang alumni mendadak meninggal dunia, padahal
dua tiga hari sebelumnya masih ke Kampus menghadiri acara wisuda.
Natal 1990, saya terpaksa tidak mengambil liburan, padahal saya pengin
sekali ke Jakarta menemui adik saya. Teman-teman kuliah sudah pulang, yang
dari luar pulau main ke Jakarta atau Bali. Sementara saya harus meringkuk di
RKZ Malang (sebutan untuk Rumah Sakit Katolik di Malang). Sembilan hari lamanya
saya mendekam, di sana, tentu tidak biasa bagi seorang yang hanya dioperasi
Usus buntu, normalnya dua tiga hari sudah boleh pulang ke rumah.
Malam hari sebelum ujian saya merasa adanya gejala perut kembung, namun
saya biarkan begitu saja sambil menggosok minyak Tawon ke bagian perut, saya
pikir biasa sehabis makan Mangga Mana Lagi yang terkenal itu. Namun ternyata
minyak itu tidak semujarab promosinya, tetap saja kembung - padahal saya harus
konsentrasi belajar, karena besok pagi ujian bahasa Inggris. Memang paginya
terasa agak enak, itu sebabnya saya paksakan ikut ujian, namun saya minta ijin
kerjakan di kamar. Kira-kira setengah jam berlangsung , tiba-tiba tubuh saya
panas dingin dan keringat bercucuran. Saya merasa tidak sanggup melanjutkan
ujian, bahkan untuk berdiri juga tidak sanggup.
Sekuatnya saya menjerit minta tolong, namun tidak ada yang mendengarnya,
teman-teman semuanya ujian, sedang di asrama sepi sekali. Kurang lebih duapuluh
menit, baru ada seorang kakak tingkat yang kebetulan sedang berada di kamar
datang menghampiri saya, segera ia mengantar saya ke puskesmas terdekat,
kebetulan pas berada di depan kampus. Setelah dokter memeriksa, saya diberikan
obat, namun tetap saja tidak kunjung sembuh.
Di kampus ada dua orang dokter yang secara suka-rela melayani para mahasiswa,
mereka tidak menerima bayaran sesen-pun, namun mereka sangat suka-cita kalau
boleh mengobati calon-calon hamba Tuhan yang sakit. Saya waktu itu
memeriksanya ke doker Wiyadhi, seorang dokter yang sedikit bicara, namun
bertangan dingin. Menurut teman-teman, kalau vonisnya itu selalu jitu. Dokter
mendiagnosa saya dan beliau katakan kalau saya menderita Infeksi usus. Saya
masih ingat, waktu itu saya langsung lega, sebab jujur saja saya takut
disuntik, waktu itu untunglah saya hanya diberi obat antibiotik selama tiga
hari, kalau pada hari ke tiga ternyata masih sakit, maka saya harus kembali.
Benar sekali, setelah hari ke tiga, keadaan tubuh saya makin lemah, kali ini
bukan hanya kembung, tetapi mulai terasa sakit. Malam itu juga teman saya
Philip (sekarang Gembala di Gereja Kristen Kalam Kudus , Bandung) mengantar
saya ke dokter, segera giliran saya diperiksa, tanpa ba- bi - bu , saya
divonis Usus buntu, dan malam itu juga saya diminta segera menuju ke dokter
internis untuk diperiksa lebih lanjut. Saya ingat , waktu itu saya langsung di
bawa ke dokter internis, saya sempat tawar-menawar pada dokter, saya bertanya
apakah ada kemungkinan disembuhkan tanpa operasi? Dokternya menjawab dengan
gamblang, "bisa" , tetapi SAYONARA!!. Wah kaget juga saya, sebab ternyata usus
buntu saya sudah infeksi dan pecah, untung saya konsumsi antibiotik, kalau
tidak maka benar-benar akan SAYONARA.
Sebenarnya saya sangat takut menghadapi meja operasi, namun apa boleh buat,
kali terpaksa harus dijalani. Ada teman saya , beberapa bulan kemudian juga
menderita seperti saya, dia juga takut menghadapi meja operasi, sehingga ia
"lari"dari kamar operasi, namun keesokan harinya ia berhasil ditaklukkan, sebab
dokter membiusnya terlebih dahulu di kamar. Dokter sempat mengajaknya
bernyanyi lagi "Sing Sing So (lagu Tapanuli), namun hanya dua kali "Sing Sing
So" , teman saya sudah KO.
Selesai operasi, hasilnya sangat memuaskan- menurut dokter sebenarnya Usus
buntunya sudah pecah, namun karena beberapa hari ini saya konsumsi antibiotik,
maka masih dapat bertahan; kalau tidak, inilah yang dimaksud dengan SAYONARA
tadi. Walaupun hanya Usus buntu, saya perhatikan bahwa operasi kali ini cukup
serius, bekas operasinya saja kurang lebih duabelas senti, dan bekasnya masih
ada hingga hari ini. Belum lagi dibuat lubang untuk dipasang selang supaya
mengeluarkan cairan dalam perut. Sembilan hari menginap di RKZ Malang,
melewati Malam Natal di pembaringan. Sakit, sepi dan sedih, namun inilah yang
harus dihadapi.
Satu hal yang saya syukuri adalah, Tuhan itu maha Kasih, IA masih memberikan
kesempatan pada saya hidup. Kita tidak tahu masih berapa lama diberi kesempatan
itu? Peristiwa 911 di Amerika, bencana Katrina dan tsunami, bom di mana-mana
bahkan kebakaran baru-baru ini di Jakarta yang telah menewaskan orang-orang,
cukup menghentak bahwa sebenarnya kita tidak berkuasa apa-apa dihadapan Tuhan.
Ketenaran, kekayaan, kekuasaan, bahkan kecantikan segera akan berlalu. Kita
datang ke dunia tidak membawa apa-apa, demikian juga kita meninggalkannya tidak
membawa apa-apa juga. Kematian itu ibarat menunggu giliran, dan setiap manusia
pasti mendapat bagiannya. Itu sebabnya selama masih hidup, pakailah kehidupan
ini menjadi penghiburan, suka-cita bagi orang lain dan Tuhan, bukan untuk
menyakiti atau merugikan orang-orang.
Saya melihat KasihNya melampaui kehidupan, mengapa demikian? Tuhan tidak hanya
mengasihi kita saat ini, tetapi selama-lamanya. Jelas sekali IA mengutus
AnakNya yang Tunggal menebus dosa kita untuk tujuan itu. Tuhan Yesus juga
mengasihi anda, KasihNya pasti juga melampaui Kehidupan anda (Yohanes 3 :16
"Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anaknya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"). Your LOVE is better then
my life. (SS)-
*************************************
Baca juga buku : Mengenal Dia Lebih Dalam (Kairos-2004), Dinamika Kehidupan
Orang Percaya (Yasinta-2004), segera terbit bacaan orang muda : PACARAN ASYIK
namun jangan ASYIK PACARAN!!
===============================================
From: Dewi Kriswanti
BERGANTUNG KEPADA TUHAN
Bacaan: Lukas 4:1-13
"Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata
serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia" (1
Yohanes 2:16).
Hari-hari sekarang ini banyak sekali orang yang menggantungkan hidupnya kepada
hal-hal yang sifatnya duniawi, tak terkecuali dengan orang Kristen. Orang
sering menggantungkan hidupnya kepada kekayaannya, jabatannya, atau pangkatnya.
Dalam pandangan banyak orang hal-hal seperti itu bisa membuat mereka
berbahagia.
Tetapi kenyataannya bisa kita lihat, banyak sekali orang yang hartanya melimpah
tetapi di dalam hidupnya tidak ada kedamaian. Kekayaannya justru membuat dia
gelisah, stress dan lain-lain. Tetapi, tidak membuat orang kapok, sebaliknya
rela "menjilat" demi mendapatkan yang diinginkannya.
Dalam pembacaan renungan hari ini, Tuhan mengingatkan supaya kita selalu
mengandalkan Tuhan dalam setiap apa yang kita kerjakan dan rencanakan, dan
percayalah bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan kita sebagai anak-anakNya.
Mengandalkan Tuhan bukan berarti kita tidak bekerja dan biarlah Tuhan saja yang
mengerjakannya bagi kita, sedangkan kita tidur-tiduran saja.
Memang Tuhan pernah bilang bahwa "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan
duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah
sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur" (Mzm.127:2).
Mengandalkan Tuhan itu berarti bahwa kita menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.
Karena kalau rencana Tuhan yang jadi pasti itu yang terbaik bagi kita. Seperti
doa Yesus di taman Getsemani, yang menyerahkan semuanya kepada Bapa (Mat.
28:39).
Percayalah bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita. Karena bila kita percaya
kepada Tuhan dan menyerahkan seluruh pergumulan dan rencana kita kepadaNya,
maka Tuhan akan menuntun kita kepada rencanaNya yang indah dalam hidup kita.
Janji-janji Tuhan akan di genapi dalam kehidupan kita, dan percayalah bahwa
Tuhan pasti akan menepati janjiNya. Dia bukanlah pribadi yang seringkali ingkar
janji, tetapi kita akan menerima janji-janji Tuhan itu apabila kita hidup
menurut rencanaNya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. (FL)
Doa:Tuhan Allah Bapa kami, tambahkan iman percaya kami, agar kami semakin hari
semakin bertumbuh di dalam Engkau. Amin!
ORANG YANG SELALU MENGANDALKAN TUHAN PASTI TIDAK AKAN PERNAH DIKECEWAKAN
=============================================
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]
Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/