From: [EMAIL PROTECTED] Rancangan Damai Sejahtera
OPEN FORUM 050201 D SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bisakah saya minta tolong anda menjelaskan Yeremia 29, ayat-ayat 10 hingga 13 ? MR. C: Yeremia 29:10-13 kita baca demikian: "Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera [keselamatan] dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati," Nah, tujuh puluh tahun yang Allah sedang bicarakan di sini adalah suatu periode waktu didalam sejarah yang dimulai dari tahun 609 SM, ketika Israel dan Yehuda mengalami serangan yang hebat, mula-mula diserang oleh Mesir dan kemudian oleh bangsa Babel, sampai akhirnya benar-benar dihancur-leburkan pada tahun 587 SM oleh Babel, yaitu bangsa yang "bahasanya tidak dapat dimengerti oleh bangsa Israel". Dan kemudian orang-orang yang masih hidup dibawa ke dalam pembuangan ke wilayah Babel, dan akhirnya, tujuh puluh tahun sesudah tahun 609 SM, yaitu tepat di tahun 539 SM, orang-orang Media dan Persia menaklukkan Babel, sehingga bangsa Israel dibebaskan dan mereka bisa pulang kembali ke Yerusalem. Itulah masa tujuh puluh tahun yang Allah maksudkan disini. Dan sementara secara historis hal itu memang benar-benar terjadi, hal itu dinubuatkan akan terjadi, dan memang hal itu telah terjadi sebagai perumpamaan bersejarah. Secara rohani hal itu berarti keselamatan masih mungkin terjadi. Apa yang sedang Allah bicarakan disini adalah mengenai "masa siksaan dahsyat yang terakhir" (great tribulation) ketika gereja dikepung dan diserang habis-habisan oleh Iblis. Gereja telah dibiarkan untuk semakin lama semakin menjadi semakin tersesat, dan kemudian pada akhir dari masa tujuh puluh tahun tersebut, Allah akan menggenapkan program keselamatan-Nya dengan datang pada hari pengadilan terakhir. PENANYA: Satu pertanyaan lagi, apakah setiap orang percaya berperan seperti menara pengawas? Apakah kita ditugaskan untuk mengawasi sesuatu? MR. C: Ya, anda sedang memakai ungkapan dari Yehezkiel 33. Kita adalah para penjaga yang seharusnya menantikan kedatangan Kristus, dan kita merupakan musuh bagi semua orang-orang yang tidak diselamatkan. Itulah sebabnya kita juga diperintahkan untuk mengasihi musuh-musuh kita. Orang-orang yang tidak diselamatkan secara rohani masih berada didalam penjara Iblis dan akan dibawa kepada penghakiman, dan kita harus mengumumkan peringatan kepada dunia bahwa Kristus sedang datang sebagai hakim, sehingga mereka yang tidak diselamatkan dapat memiliki kesempatan untuk menerima keselamatan. Dan kita memberikan peringatan ini dengan memberitakan Injil. Dan melalui Injil itulah Allah akan menyelamatkan mereka-mereka yang Ia hendak selamatkan. PENANYA: Dan Allah juga berkata bahwa jika kita tidak memberikan peringatan itu, maka nyawa mereka akan dituntut dari kita? MR. C: Ya, bagian ini berkata seperti "engkau adalah garam dunia, dan jika garam itu menjadi tawar, maka garam itu tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.". Apa yang diajarkan disini adalah sama, artinya, kita yang menjadi orang-orang percaya sebenarnya mengetahui realita mengenai hari penghakiman dan neraka karena kita telah mempercayai Alkitab. Dan kita mengetahui bahwa seluruh dunia ini berada di bawah murka Allah, kecuali kalau orang tersebut telah diselamatkan, dan kita mengetahui bahwa kita telah diberi tugas untuk memperingatkan dunia ini. Orang-orang percaya adalah para penjaga. Kita harus menyatakan pada dunia ini bahwa hari penghakiman sedang mendekat sehingga mungkin ada orang-orang yang akan berseru kepada Allah memohon belas kasihan-Nya, dan akan ada orang-orang yang akan diselamatkan ketika Allah bekerja melalui Injil. Itulah sebabnya kami bekerja bersama-sama dalam satu pelayanan seperti Family Radio, di mana kami hanya mempunyai satu tujuan, dan tujuan itu adalah untuk memperingatkan dunia bahwa hari penghakiman sedang mendekat. Nah, apakah anda sudah siap? Apakah anda sudah siap untuk bertemu dengan Allah? Dan inilah jalan keluarnya jika anda tidak siap, anda masih bisa berseru kepada Allah untuk memohon belas kasihan-Nya, dan kiranya Allah didalam rahmat-Nya yang besar akan menyelamatkan anda juga. I wait for the LORD, my soul doth wait, and in his word do I hope (Psalm 130:5). www.familyradio.com ==================================================== From: [EMAIL PROTECTED] Semoga OPEN FORUM 022599 F SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Apakah pada tempatnya untuk mengatakan "Tuhan memberkatimu" atau seharusnya kita berkata, "Semoga Tuhan memberkatimu." Saya tidak menemukan kedua-duanya dalam Alkitab. MR. C: Saya tidak pernah memikirkan hal itu dengan sungguh-sungguh. Tetapi secara tidak kebetulan, ada banyak sekali orang yang tidak mengerti kata "berkat". Salam atau memberi hormat atau jawaban, "Semoga Tuhan memberkatimu", atau "Tuhan memberkatimu", itu hanya menjadi ucapan biasa saja dan tidak dengan pengertian yang sungguh-sungguh. Sebetulnya kata "berkat" mempunyai arti berkeinginan yang paling baik bagi orang yang kita berkati tersebut. Alkitab mengatakan di Matius 5:43-45 kita baca: "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar." Dengan begitu, adalah tidak salah untuk berkata, "Semoga Tuhan memberkatimu," tetapi kita ingin mengatakannya dengan kesungguh-sungguhan. Apabila kita berkata, "Semoga Tuhan memberkatimu," itu berarti kita sedang berkata, "Semoga Tuhan memberikan hadiah yang paling baik bagimu." Nah, hadiah apakah yang paling baik? Hadiah yang paling baik yang bisa kita dapatkan adalah "keselamatan". Dengan kata lain, yang terutama, kita meminta bahwa kiranya Allah boleh memberikan keselamatan yang berasal daripada-Nya kepada orang tersebut, dan itu adalah pada tempatnya karena kita seharusnya senantiasa mempunyai keinginan untuk keselamatan orang-orang yang lainnya. Dan ungkapan "semoga" menunjukkan bahwa tidak ada orang yang dapat mendikte Allah, sedangkan jika kita mengatakan, "Tuhan memberkatimu," implikasinya adalah bahwa kita meminta kepada Allah untuk memberkati orang itu. Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord (Colossians 3:16). www.familyradio.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] Bantuan Moderator : [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

