Thesis 30: Penyesalan
PERTOBATAN

 

Thesis 30 

 

Dukacita duniawi adalah berduka karena kita melanggar hukum dan tertangkap. 
Dukacita Ilahi adalah berduka karena kita telah menyakiti hati dan melukai 
Sahabat terbaik kita.

 

Pernahkah engkau mengemudi di atas 100km/jam? Pernahkah engkau dihentikan dan 
ditilang? Apakah engkau menyesal? Untuk apa engkau menyesal? Menyesal karena 
tertangkap? Atau menyesal karena mengemudi terlalu cepat?

 

Pernahkah engkau diperintahkan untuk, "katakan kamu menyesal"? Semua kita 
pernah menyaksikan seorang anak yang telah melakukan suatu kesalahan dan tidak 
ada sedikitpun penyesalan padanya. Kemudian ayah atau ibunya datang dan 
berkata, "Sekarang katakan bahwa kamu menyesal."

 

Dan anak itu menundukkan kepalanya dan kakinya mengais-ngais lantai dan 
kelihatan sangat tidak senang. Akhirnya dia bergumam, "Aku menyesal." Dan orang 
tua itu menganggap masalah sudah selesai. Apakah anak itu menyesal? Dia 
menyesal karena dia harus berkata bahwa ia menyesal!

 

Alkitab membicarakan dua jenis "penyesalan." "Dukacita menurut kehendak Allah 
menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan 
disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian." 2 
Korintus 7:10. Jadi, ada dukacita Illahi dan ada dukacita duniawi. 

 

Dukacita Illahi                            VS   Dukacita duniawi

 

üPersoalan hubungan                    û Terbatas pada tingkah laku

üMengubah hidupmu                  û Hanya mengubah perbuatanmu dan bersifat 
sementara

üSangat perlu                              ûTidak bernilai

 

Yudas memiliki kesedihan yang berasal dari dunia. Dia menyesal karena 
tertangkap basah. Dia menanti hingga menit-menit terakhir untuk memastikan 
rencananya berhasil. Tetapi akhirnya ternyata Yesus tidak mau melepaskan 
diri-Nya dan para imam dan penguasa menghukum Dia, Yudas maju dengan 
penyesalannya. Dikatakan dalam Matius 27:3, "menyesallah ia (Yudas)".

 

Ini adalah ciri khas penyesalan duniawi yang menunggu hingga tertangkap tangan. 
Adalah satu hal "menyesal" setelah engkau dibuktikan bersalah, tetapi 
sebaliknya adalah hal yang lain "menyesal" bahkan sebelum engkau dituduh 
bersalah.

 

Contoh lain dalam Alkitab tentang jenis penyesalan yang salah adalah Kain. Dia, 
juga, menunggu hingga menit-menit terakhir dan bahkan kemudian berdebat dengan 
TUHAN. "Saudaraku? Siapa? Oh, Habel? Apakah aku harus selalu menjaga adikku?"

 

Penyesalan yang berasal dari TUHAN, di sisi lain, pada dasarnya sangat berbeda. 
Kita bersedih karena kita melukai seseorang yang kita kasihi. Desire Of Ages, 
hal. 300, menyatakan demikian: "Kita sering bersedih karena perbuatan jahat 
kita membawa akibat-akibat yang tidak menyenangkan kepada diri kita; tetapi ini 
bukanlah penyesalan. Kesedihan yang benar karena dosa merupakan hasil pekerjaan 
Roh Kudus. Roh Kudus menyatakan hati yang tidak bersyukur telah menghina dan 
mendukakan Juruselamat, dan membawa kita di dalam kesedihan yang mendalam ke 
kaki salib. Setiap dosa yang kita lakukan, kembali melukai Yesus; dan saat kita 
memandang Dia yang telah kita pakukan, kita berduka karena dosa-dosa yang telah 
membawa penderitaan ke atas-Nya. Kesedihan seperti inilah yang akan menuntun 
kepada penolakan terhadap dosa."

                                                   

Hal ini memberikan kita alasan tegas lain mengapa penyesalan haruslah muncul 
sebagai hasil dari datang kepada Kristus. Kita tidak bisa bersedih karena telah 
melukai seseorang yang kita kasihi jika kita tidak mengasihi orang itu! Ingat 
ketika engkau masih kecil, dan engkau telah melakukan sesuatu yang membuat 
seorang anak tetangga yang nakal menjadi terluka? Apakah engkau menyesal?

 

Saat kita bertambah dewasa, kita belajar (saya berharap demikian) sedikit demi 
sedikit tentang semua hal yang meliputi kasih terhadap sesama manusia, sehingga 
kebaikan kita meluas melewati lingkaran teman-teman dekat kita. Namun 
kenyataannya tetap saja, semakin  engkau mencintai seseorang maka semakin 
sedihlah hatimu ketika engkau melukainya.

 

Saat kita belajar mengenal Yesus dan mempercayai kasih yang Dia miliki untuk 
kita, kita akan menemukan bahwa kita sungguh-sungguh menyesal ketika kita 
membuat-Nya bersedih. Ini adalah penyesalan yang berasal dari Allah, "yang 
tidak akan disesalkan."

 

95 Theses on Righteousness by Faith, Morris L. Venden, 

Pacific Press Publishing Associations-Boise, Idaho.

Translated by Joriko Melvin Sihombing

 

 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL 
PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jesus-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke