|
From: [EMAIL PROTECTED]
LOGAT GANJIL Dalam kitab-kitab Perjanjian Lama kita menemukan beberapa petunjuk tentang program pengujian Allah terhadap gereja-gereja di akhir zaman, dan program pengujian ini adalah program pengujian yang sama yang datang kepada bangsa Israel pada zaman dahulu. Petunjuk yang mengarah pada hal ini pertama-tama kita temukan di 1 Korintus 14:21 dimana kita baca demikian: "Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan." Untuk memahami hal ini kita harus mengetahui latar belakang sejarahnya. 1 Korintus pasal 14 berbicara tentang fenomena bahasa roh yang terjadi di gereja Korintus. Beberapa orang disana menerima karunia dari Allah berupa pesan-pesan dalam bahasa roh yang tidak dapat dimengerti artinya oleh orang yang mengucapkannya ataupun oleh orang lain yang mendengarnya. Dan di 1 Korintus 14:2 Allah berkata demikian: ".......oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia." Kemudian dalam jemaat itu Allah juga memberikan karunia kepada beberapa orang lainnya untuk menafsirkan artinya. Melalui karunia ini, pesan-pesan yang diterima dalam bentuk bahasa roh dapat ditafsirkan sehingga dapat dimengerti oleh seluruh jemaat. Dan 1 Korintus 14:5 memberitahukan kepada kita bahwa pesan-pesan dalam bahasa roh ditafsirkan supaya --jemaat dapat dibangun--. Ini adalah peristiwa rohani yang sah dalam jemaat di gereja Korintus. Pada waktu itu mereka hanya mempunyai bagian Alkitab yang sekarang kita sebut sebagai Perjanjian Lama dan pada waktu itu Allah masih memecahkan keheningan antara dunia supranatural dan dunia biasa ketika Ia memberikan nubuat-nubuat tambahan kepada Paulus, Petrus, Yohanes, dll. Pada waktu itu Injil Perjanjian Baru belum selesai ditulis, dan bahkan dengan adanya penambahan-penambahan nubuat ini, gereja-gereja pada masa itu tidak mempunyai Firman Allah selengkap yang kita miliki sekarang. Pada saat yang sama ketika rasul-rasul menerima nubuat-nubuat secara langsung dari Allah, orang-orang di gereja Korintus juga menerima pesan-pesan dari Allah dalam bentuk bahasa roh (bahasa lidah). Pesan-pesan ini kebanyakan diterima dalam bentuk doa-doa, puji-pujian maupun nubuat-nubuat. Bagaimanapun juga itu adalah pesan-pesan dari Allah, dengan demikian itu adalah penambahan pada Firman Allah yang ada pada waktu itu. Dan di tengah-tengah pembahasan tentang bahasa roh di 1 Korintus pasal 14 ada suatu acuan yang menunjuk kepada hukum Perjanjian Lama dimana Allah menyatakan bahwa melalui "bahasa lain" atau "logat ganjil" (bahasa asing yang tidak dimengerti artinya) Allah akan berbicara kepada bangsa Israel dan mereka tidak akan mendengarkan Dia (1 Korintus 14:21). Dalam Perjanjian Lama Allah berbicara tentang "bahasa lain" itu di Ulangan pasal 28 dimana Musa berbicara kepada bangsa Israel ketika mereka akan memasuki "tanah perjanjian" yang merupakan gambaran tentang surga atau Kerajaan Allah. Dan Musa memperingatkan bahwa mereka tidak akan puas dengan Injil yang ia beritakan kepada mereka, di Ulangan 28:47-49 kita baca: "Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya. TUHAN akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari ujung bumi, seperti rajawali yang datang menyambar; suatu bangsa yang bahasanya engkau tidak mengerti," Ini adalah nas Kitab Suci yang mengacu pada peringatan di 1 Korintus 14:21 tentang fenomena bahasa roh. Sepuluh suku Israel yang berada di sebelah Utara dihancurkan oleh bangsa Asyur, setelah mereka berzinah secara rohani dengan bangsa Asyur. Bangsa Israel tertarik melihat orang-orang Asyur yang mempunyai kuda-kuda yang bagus, baju-baju yang bagus, perwira-perwira yang gagah dan ilah-ilah berhala yang menarik yang disembah oleh orang-orang Asyur. Sebagai akibat dari pemberontakan itu Allah menyebabkan bangsa Asyur, yang bahasanya tidak dimengerti oleh bangsa Israel, untuk menghancurkan Israel pada tahun 709 SM. Dan Allah juga sudah memberikan peringatan tentang "bangsa yang berbicara bahasa asing" ini beberapa tahun sebelum penghancuran itu terjadi, di Yesaya 28:11-12 kita baca demikian: "Sungguh, oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian [=Kristus = Firman Kristus = seluruh Alkitab], berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang [jatuh kebelakang], sehingga luka, tertangkap dan tertawan." Kelanjutan dari penghakiman Allah atas bangsa Israel terjadi kira-kira 100 tahun kemudian. Yehuda (dua suku yang berada di sebelah Selatan) mengejar bangsa Babel seperti halnya seorang pelacur. Dan bangsa Babel juga adalah bangsa yang bahasanya tidak dimengerti oleh bangsa Israel. Pada akhirnya bangsa Babel menghancurkan Yehuda sama sekali pada tahun 587 SM. Dan beberapa tahun sebelumnya mereka juga sudah diperingatkan oleh nabi Yeremia, dalam kitab Yeremia 5:15-17 kita baca demikian: "Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan suatu bangsa dari jauh menyerang kamu, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN, suatu bangsa yang kokoh kuat, suatu bangsa dari dahulu kala, suatu bangsa yang tidak engkau kenal bahasanya, dan yang tidak engkau mengerti apa yang dikatakannya. Tabung panahnya seperti kubur yang ternganga, mereka semuanya adalah pahlawan-pahlawan. Mereka akan memakan habis hasil tuaianmu dan makananmu, akan memakan habis anak-anakmu lelaki dan perempuan, akan memakan habis kambing dombamu dan lembu sapimu, akan memakan habis pohon anggurmu dan pohon aramu, akan menghancurkan dengan pedang kota-kotamu yang berkubu, yang kauandalkan." Disini Allah sedang memfokuskan kita pada "suatu bangsa yang tidak engkau kenal bahasanya". Ini juga adalah ayat yang mengacu pada peringatan yang mengerikan di 1 Korintus 14:21. Dan Allah berfirman di 1 Korintus 14:20-22 demikian: "Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan." Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat [menyatakan Firman Allah dari Alkitab] adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman." Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with grace in your hearts to the Lord (Colossians 3:16). www.familyradio.com ======================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Allah Yang Kudus In a message dated 12/7/2005 8:42:23 PM Pacific Standard Time, bgultom@ writes: Umat Kristen menyebut Yesus sebagai Tuhan atau Tuhan Allah dan Ia sdh ada sblm bumi dan segala isinya ini diciptakan oleh-Nya. ALFA OMEGA. Alkitab menyatakan bhw tak ada se org pun manusia yg bisa me-lht lsg sang penciptanya yaitu Allah atau yg kita sebut Tuhan yakni Yesus. Dalam perjanjian lama Musa hanya melihat Allah dari belakang, tetapi sebenarnya manusia sdh pernah melihat Allah itu sendiri bahkan selama 33 thn seumur Yesus ketika Dia msh berada di dunia ini dan yg paling dekat adalah murid2 Nya, ini sblm Dia di salib. Pertanyaan saya, mengapa disebutkan bhw manusia tak bisa melihat Allah? Manusia tak bisa melihat Allah, dlm Alkitab disebut bhw tak se org pun yg bisa melihat Allah bahkan bisa mati krn cahaya wajahNya, bisakah anda membantu menjelaskannya. GBU. -------------------------------------------- Dear Beloved, Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal dari Alkitab. Dia adalah Allah Yang Esa namun Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai tiga pribadi, yaitu: Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus namun ketiganya adalah satu. Dalam kitab 1 Yohanes 5:7 kita membaca demikian: "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman [=Kristus] dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu." Ini adalah misteri ilahi yang tidak dapat dimengerti oleh akal pikiran manusia kita. Sama halnya dengan Allah yang dengan "bersabda" saja dapat menciptakan alam semesta yang sangat indah dan kompleks ini dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, kita tidak mengerti bagaimana Allah dapat melakukan hal tersebut. Kemudian Alkitab menjelaskan seperti misalnya dalam kitab 1 Timotius 6:16 bahwa Allah Yang Maha Esa tidak dapat dihampiri tanpa melalui Tuhan Yesus Kristus, disitu kita baca demikian: "Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin." Begitu "Kudus dan Sucinya" Allah sehingga tidak ada satu orang manusiapun yang dapat melihat Allah dan tetap hidup, yaitu jika ia telah benar-benar melihat Allah dalam seluruh kemuliaan-Nya. Faktanya ketika siapa saja dari kita manusia berhadapan dengan Allah Yang Kekal dan Kudus dengan segera kita menyadari bahwa kita hanyalah mahluk berdosa yang pantas untuk dibuang ke dalam neraka. Kitab Ibrani 12:29 berkata demikian: "Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan" Dan Maleakhi 3:2 menggambarkan kedahsyatan penghakiman Allah, disitu kita baca: "Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu." Sedangkan tentang umat manusia Alkitab berkata seperti misalnya di Yesaya 64:6 demikian: "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami [yaitu pekerjaan kami sendiri] seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin." Bahkan nabi Ayub yang sangat saleh setelah bertanya-jawab dengan Allah tentang nasibnya yang buruk, berkata dalam Ayub 42:5-6 demikian: "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." Dan kita juga mengingat peristiwa pertemuan nabi Yesaya dengan Allah, dalam kitab Yesaya 6:5 nabi Yesaya berkata demikian: "Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." Ketika Yesaya berkata "aku binasa!", ini ditulis berdasarkan inspirasi ilahi yang berarti "Aku pantas untuk dibuang ke dalam neraka karena dosa-dosaku". Begitu buruknya dosa sehingga satu buah dosa yang paling kecil saja hukumannya adalah neraka yang kekal. Tetapi kemudian kita menemukan "jalan keluarnya" dalam Yesaya 6:6-7 dimana kita baca demikian: "Tetapi seorang dari pada Serafim itu [yaitu Allah sebagai hakim] terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Bara berapi di mezbah menunjuk kepada kurban bakaran yang diadakan setiap hari di dalam Bait Allah. Dan sebetulnya semua kurban bakaran dalam seluruh masa Perjanjian Lama menunjuk kepada "satu kurban bakaran terakhir", yaitu kurban yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus pada peristiwa kayu salib. Seluruh kurban bakaran tersebut adalah perumpamaan atau gambaran yang menunjuk kepada kenyataan bahwa Tuhan Yesus Kristus harus menanggung api neraka yang kekal untuk membayar upah dari dosa-dosa umat pilihan-Nya (Mazmur 50). Demikianlah Ia dapat menjadi Juruselamat kita dan membersihkan kita sama halnya ketika Ia membersihkan nabi Yesaya. Dan Alkitab menjelaskan bahwa seluruh umat manusia adalah manusia yang berdosa, kitab 1 Yohanes 1:10 menjelaskan demikian: "Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita." Kitab Roma 3:23 juga berkata demikian: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah [yaitu kehilangan citra Allah]" Dan Yeremia 17:9 yang berkata demikian: "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" Itulah sebabnya dengan sangat gawatnya kita semua membutuhkan seorang "Pengantara" untuk menghadap Allah Bapa Yang Kekal dan Kudus. Di 1 Yohanes 2:1 kita membaca demikian: "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil" Dan dengan sangat indahnya Ibrani 9:15 berkata demikian: "Karena itu Ia [Kristus] adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru [yaitu Injil Kasih Karunia], supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama." Janganlah salah mengenai hal ini, yaitu semua orang yang pernah hidup di dunia ini suatu hari nanti harus bertemu dengan Allah Yang Hidup yang menciptakan Alkitab. Dan Ia bisa menjadi Juruselamat anda atau menjadi Hakim anda, hanya ada dua kemungkinan itu yang ada. I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope (Psalm 130:5) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

