|
PENGAMPUNAN Thesis
34 Orang
yang lebih banyak diampuni akan mengasihi lebih banyak.
Orang yang lebih mengasihi akan lebih
menurut. Apakah
engkau menyukai Petrus?
Sepertinya namanya menjadi lobih populer dibanding murid-murid yang lain. Seringkali orang sulit mengenalnya. Dia
merebut kesempatan. Dia berani menanyakan pertanyaan
yang salah. Dia berani mengambil resiko memberikan
jawaban yang salah. Petrus
adalah orang yang datang kepada Yesus dengan pertanyaan klasik tentang
pengampunan, dicatat dalam Matius 18:21. TUHAN, sampai berapa
kalikah aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kali? Dia sering kali
menanyakan pertanyaan retorikal; dia merasa sangat yakin dengan
kesimpulan-kesimpulan yang dibuatnya. Tujuh kali
kelihatan sudah cukup banyak bagi Petrus. Orang-orang
Farisi berhenti hanya pada tiga kali. Petrus mau
menggandakan batasan mereka dan bahkan melangkah satu langkah lebih jauh, tiba
pada angka sempurna 7. Bagus, Petrus! Tunggu
dulu, sebelum engkau menghakimi Petrus. Tentu, engkau telah mengetahui jawaban Yesus. Aku berkata
kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh
kali. Ayat 22. Tetapi singkirkan
dulu itu sebentar dan ingat kapan terakhir kali tetanggamu, teman atau anggota
keluargamu melakukan sesuatu yang membuatmu perlu mengampuni mereka.
Dan engkau mengampuni mereka. Tetapi
mereka melakukannya lagi. Maka engkau mengampuni mereka
lagi. Sampai tujuh kali. Tidakkah engkau hampir kehabisan pengampunan terhadap mereka saat
itu? Namun, 490 kali adalah jumlah yang sangat
banyak! Keluarga
kami tinggal selama tujuh tahun di sebuah college di California
Utara.
Sekolah itu terletak di pegunungan, seperti yang dikatakan penduduk setempat,
delapan mil dari dosa yang terdekat. Tempat itu adalah
sebuah perkampungan orang-orang kristen. Dan di
lingkungan yang demikian, pendeta sering kali disebut sebagai kepala polisi,
hakim, dan sekaligus juri. Pada
suatu hari Minggu telepon berdering. Salah seorang anggota jemaat ingin agar saya menangani masalah
dengan tetangganya. Kuda tetangganya telah berlari
melalui kebun bunganya. Dan dia merasa bahwa saya
adalah orang yang paling tepat menangani masalah
ini. Jawaban
yang harus saya berikan kepada pelapor ini terdapat dalam Lukas 17:3,4. Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan
jikalau dia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap
engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku
menyesal, engkau harus mengampuni dia. (Bahkan Petrus mungkin akan menganggap itu terlalu banyak jika tujuh kali itu
terjadi hanya dalam satu hari!) Bagaimana jika saya berkata
kepada orang yang melapor itu, Apa yang engkau perlu lakukan adalah
mengampuni. Dan jika kuda tetanggamu berlari melalui
kebun bunganmu enam kali lagi hari ini, ampunilah enam kali lagi. Alkitab
berkata, bahwa kuda itu masih dapat datang 489 kali lagi! Itu
adalah jumlah waktu yang sangat banyak sehingga mungkin tidak ada lagi bunga
yang tersisa di kebun untuk diinjak kuda
itu! Yesus
merekomendasikan pengampunan tanpa batas. Dan
Dia tidak meminta kita untuk lebih pengampun dari pada Allah, sehingga kita tahu
bahwa pengampunan Allah juga tanpa batas, selama kita mau tetap datang
kepada-Nya dan meminta pengampunan dan menerima karunia
pengampunan-Nya. Tetapi
kadangkala orang sering kali merasa takut di sini. Mereka bertanya, Bukankah itu akan menjadi semacam memberikan
izin? Jika pemilik kuda itu diampuni 490 kali, atau bahkan 7 kali dalam
sehari, tidakkah mereka akan mulai berpikir bahwa kuda mereka berhak berlari
melalui kebun bunga itu? Tidakkah ajaran pengampunan tanpa batas akan menuntun kita menganggap remeh kasih karunia
Allah? Yesus
menjawab pertanyaan itu dalam perumpamaan-Nya kepada Simon tentang dua orang
yang berhutang. Baca
Lukas 7. Dia menceritakan kepada Simon, Maria dan murid-murid lainnya, orang
yang diampuni lebih banyak, akan mengasihi lebih
banyak. Semakin banyak engkau diampuni, maka akan
semakin besar kasihmu. Sekarang
kita perlu menambahkan hanya satu ayat lagi, Yohanes 14:15. Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala
perintah-Ku. Di
sinilah kita mengerti. Pengampunan Allah adalah tak terbatas. Tetapi ini tidak
menuntun kita kepada izin untuk berdosa, karena orang yang diampuni lebih banyak
akan lebih mengasihi. Dan bila engkau lebih
mengasihi, maka engkau akan lebih
menurut. Sesederhana itu.
Yesus
tahu keadaan setiap jiwa. Engkau mungkin berkata, Aku orang berdosa, sangat berdosa.
Engkau mungkin memang demikian; tetapi semakin jahat engkau, semakin besar
kebutuhanmu akan Yesus. Dia
menghapuskan air mata dan menyembuhkan hati yang hancur. Dia tidak
mengatakan kepada siapa pun semua yang dapat Ia
nyatakan, tetapi Dia menawarkan kekuatan kepada setiap jiwa yang terguncang.
Dengan cuma-cuma Dia mengampuni semua yang datang kepada-Nya
untuk mendapatkan pengampunan dan pemulihan.The Desire of
Ages, hal. 568. 95
Theses on Righteousness by Faith, Morris L. Venden,
Pacific
Press Publishing Translated
by Joriko Melvin Sihombing -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- YAHOO! GROUPS LINKS
|
Title: Thesis 34

