|
From: Merlyn Wenas
Kesabaran Di Dalam
Doa
Mana kala apa yang kita pikirkan tidak tepat, Tuhan berkata, "TIDAK." Tidak - kala pemikiran itu bukan pemikiran yang terbaik Tidak - kala pemikiran itu sama sekali salah Tidak - walaupun pemikiran tersebut mungkin saja dapat menolongmu, namun juga akan menimbulkan masalah bagi orang lain Mana kala waktunya tidak tepat, Tuhan berkata, "PERLAHANLAH." Apa jadinya kelak bila Tuhan menjawab setiap doa secepat kita menjentikkan jari-jari kita? Tahukah engkau apa yang akan terjadi? Tuhan akan menjadi hambamu, bukan Tuanmu. Tiba-tiba saja Tuhan mengabdi kepadamu, bukan engkau yang mengabdi kepada-Nya. Mana kala engkau berbuat kesalahan, Tuhan berkata, "BERTUMBUHLAH." Orang yang mementingkan dirinya sendiri harus bertumbuh di dalam ketidak-egoisan. Orang yang terlalu berhati-hati harus bertumbuh di dalam keberanian. Orang yang suka menguasai orang lain harus bertumbuh di dalam kepekaan. Orang yang senang mencela harus bertumbuh di dalam tenggang rasa. Orang yang selalu berpikiran negatif harus bertumbuh di dalam sikap positif. Orang yang senang mencari kepuasan jasmani harus bertumbuh di dalam berbagi rasa dengan orang-orang yang menderita. Mana kala semuanya telah benar, Tuhan berkata, "PERGILAH." Mukjizat terjadi: Pecandu berat alkohol dilepaskan. Pecandu obat bius menemukan kebebasannya. Yang ragu-ragu menjadi percaya layaknya seorang anak kecil. Jaringan tubuh yang terkena penyakit mulai menjadi sembuh karena pengobatan. Pintu yang menuju ke arah impianmu tiba-tiba terbuka dan berdirilah Tuhan di sana sambil berkata, "PERGILAH!" Ingatlah: Penundaan oleh Tuhan bukan berarti pengingkaran janji Tuhan. Waktunya Tuhan sempurna adanya. Kesabaran adalah yang kita perlukan dalam berdoa. ===============================================
From: MANG UCUP
Label Jahat vs Jihad ! Hampir semua orang berburu barang-barang yang memiliki label yang keren-keren, agar kelihatan nih buatan luar negri dan juga nih barang mahal euuuu.uuy! Mulai dari anak-anak s/d kakek gaek yang mo modar sekalipun masih tertarik oleh segala macam label, mulai dari celana dalam s/d sabun mandi harus memiliki label tertentu, bahkan ke rumah ibadah pun demikian, apabila sang pengkhotbah memiliki label sebagai pengkhotbah sejuta umat, pasti umatnya pun akan datang berbondong-bondong. Demi label kita bersedia membayar harga tingi bukan hanya dengan uang saja kalau perlu dengan darah sekalipun mereka ikhlas untuk membayarnya, lihat saja berapa banyak orang yang bersedia mati demi label yang satu karena sewot diberi label "Jahat" sedangkan yang lain karena ingin mendapat label "Jihad". Dan tidak bisa dipungkiri juga bangsa kita tidak bisa bersatu, karena kebanyakan labelnya, masing-masing merasa label agama, label suku, label status yang dimilikinya adalah yang terbaik. Kita manusia sebenarnya dikota-kotak satu dengan yang lain juga hanya berdasarkan label saja. Apa bedanya minum kopi di Starbuck sama diwarung kopi lainnya, yang sudah pasti demi label kita harus bersedia bayar empat sampai lima kali lipat dari harga kopi ditempat lain. Begitu juga kalau kita beli T-Shirt yang no-name dengan T-Shirt yang sudah berlabel perbedaannya bisa 10 kali lipat, semuanya hanya demi label saja. Tanya sama diri sendiri; kenapa banyak orang Jkt senang ke Bdg, karena disono mereka bisa beli baju, sepatu maupun tas yang memakai label kloningan baca palsu, mulai dari Christian Dior s/d Esprit semuanya ada. Secara tidak sadar mereka ini sebenarnya melakukan penipuan, pertama menipu pabrik sipemilik label, kedua menipu orang yang lain yang melihatnya, ketiga menipu diri sendiri. Dan tanyalah sama diri sendiri apakah ini dosa ? Ini semuanya kita lakukan hanya demi ingin mendapatkan label sebagai "Wong Sugih" yang ngetren begitu. Apakah Anda ingin tulisan yang Anda posting mendapatkan jawaban di milis ? Mudah, gunakanlah kata-kata kasar dengan menghina sesama rekan di milis, pasti Anda akan mendapatkan jawaban. Komentar yang berbentuk pujian pada umumnya isinya selalu singkat, tetapi kebalikannya komentar kritikan, isinya selalu panjang. Dan tanyalah penulis mana yang ngetop di milis, pada umumnya adalah para penulis provokatif yang sering menggunakan kata-kata yang jorok dan kasar, sebab tulisan mereka pasti dibaca orang. Jadi kesimpulannya berikanlan label kasar dan jorok di dalam tulisan Anda pasti dijamin laku dan akan banyak yang mengomentarinya ! Sejak mang Ucup mulai bermilis ria, banyak sekali pembaca yang memberikan gelar label dari universitas Bonbin mulai dari "Kecoak s/d Buaya", begitu juga dengan mereka yang merasa kagum atas oret2annya mang Ucup, sehingga merasa perlu memberikan predikat mulai dari label "Goblok s/d Sinting", sedangkan para agamawis biasanya menobatkan saya dengan label "Iblis s/d Nabi Sesat" jadi komplit sudah cem-macem label yang pernah mang Ucup dapatkan, tetapi tidak satu label pun yang nempel di jidat saya apalagi sampai tembus ke ulu hati, semua label-label tersebut hanya sekedar numpang lewat saja. Masalahnya label apapun yang diberikan kepada saya, entah itu label yang berisikan pujian ataupun hinaan tidak akan dapat merubah kepribadian maupun perasaan saya. Apakah melalui label tersebut, mang Ucup nya akan berubah menjadi lebih baik atau lebih jahat ? Apakah melalui label tersebut kasih sayang istri maupun keluarga saya akan berkurang ? Apakah melalui label tersebut nilai harga diri saya semakin berkurang ?Tidak ! Walaupun kenyataannya harus diakui dan juga terbuktikan, bahwa banyak sekali persahabatan maupun pernikahan menjadi kandas, hanya karena gara-gara label! Ketika ia masih memiliki label "konglomerat" sahabat pun berjibun, tetapi ketika labelnya berubah menjadi "wong miskin" maka berakhir pulalah persahabatan maupun pernikahan tersebut. Sejak kita brol lahir di dunia ini, sebenarnya kita sudah diberikan label berupa nama keluarga maupun nama panggilan, dan tanyalah apakah kita telah bisa menjaga label nama keluarga kita dengan baik, apakah kita bisa menjaga label nama diri sendiri ? Dan bagaimana dengan label nama jabatan, pangkat, maupun gelar Anda, apakah ini bisa dinyatakan benar-benar bersih tulen tanpa noda KKN ? Tanyalah berapa kali sudah kita nyolong pulsa telpon kantor atau menyolong jam kantor dengan pulang lebih awal ataupun bolos kerja dengan 1001 macam alasan ! Setiap orang akan merasa sewot dan marah apabila mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan labelnya, apakah Anda tidak akan marah apabila membeli Oli merek Top 1, tetapi kenyataannya isinya tidak identis dengan labelnya. Berapa kali sudah kita mendengar maupun membaca si Pulan yg memiliki label sebagai penganut agama X, tetapi kok kenyataannya selainnya korupsi gede-gedean, ia juga masih punya banyak istri simpanan tuh ! Begitu juga berapa kali sudah mang Ucup memalsukan label, dari label status nikah, dirubah menjadi label bujangan ting-ting, eh jadi duda tong-tong deng ! Oleh sebab itulah marilah kita renungkan bersama, apakah label agama yang Anda anut pada saat sekarang ini sudah identis dengan prilaku Anda sehari-hari ? Ataukah ini juga hanya sekedar label klonginan saja, sebab masih jauh bedanya antara label dan kelakuan ! Dengan mudah kita bisa mengelabui orang lain melalui label palsu, tetapi jangan harap kita akan bisa membohongi diri sendiri maupun Sang Pencipta ! Bagaimana dengan diri Anda, apakah Anda akan ngambek apabila ada orang yang menghina Anda dengan memberikan label "Setan Lho !", sebelumnya Anda ngambek sebaiknya bacalah dahulu Matius 10:24-25 Maranatha Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- YAHOO! GROUPS LINKS
|

