From: Dian Novita Elfrida
 
Sharing kasus Indramayu

Dear families,

Beberapa waktu yang lalu berita di bawah ini diposting oleh Sdr. Yunpri.
Tanggal 1 September yang lalu saya mendapat kesempatan menghadiri sidang keputusan dan bertemu dengan ketiga ibu tersebut. Saat itu pengadilan menjatuhkan vonis 3 tahun penjara bagi ketiga ibu dan denda sebesar Rp.1.500.000,-

Berikut ini aku mau mensharingkan berkat yang aku dapat waktu berbicara dan bertemu dengan mereka.
Aku kagum sekali dengan kekuatan mereka. Mereka tampak sangat tenang dan senyuman selalu menghiasi wajah mereka. Sebelum sidang mulai aku menyempatkan diri berbicara dengan mereka. Aku bertanya kepada ibu Rebekka, "Ibu?apakah ibu sudah siap menghadapi keputusan yang akan diberikan hakim nanti ?" Ibu Rebeka dengan yakin menjawab, "Saya siap!

Apapun keputusannya saya siap. Tuhan bilang sama saya bahwa Dia bisa membebaskan saya dengan mudahnya dari tempat ini, dari kepungan orang banyak ini. Dia bisa melakukannya dengan sangat mudah. Itu hanya masalah waktu, dan biar waktu Tuhan yang terjadi."

Demikian pula dengan ibu Ratna, ketika ditanyakan bagaimana perasaannya saat ini, dia berkata, "Saya pribadi menginginkan kebebasan, tetapi saya yakin segala sesuatu ada di dalam kendali Tuhan." Tidak berbeda dengan kedua rekannya ibu Eti juga berkata, "Saya siap dengan segala keputusan yang akan diberikan oleh hakim."

Saat itu aku memang tersenyum mendengar jawaban mereka, tetapi sesungguhnya hatiku begitu bergejolak, aku kagum akan ketegaran yang mereka miliki. Dan akupun mengungkap kan kekagumanku kepada ibu Rebeka (saat itu Ibu Rebekkalah yang posisinya paling dekat dengan aku). Aku bilang,  "Ibu, aku salut dengan kekuatan yang ibu miliki." Dia menjawab, "Bukan saya yang kuat, tapi Tuhan yang menguatkan saya."

Lalu aku bertemu dengan putri dari ibu Rebekka, Linda. Aku menyalaminya dan mengajaknya berbincang-bincang. Ketika aku menanyakan kabarnya, dengan senyum lebar di wajahnya dia menjawab, "Luar biasa!!" Aku bertanya mengapa ayahnya tidak ikut ? Linda bilang, papanya memilih untuk tinggal di rumah.
Dengan jujur Linda berkata bahwa emosi mereka sebenarnya cukup terganggu dengan teriakan orang-orang yang seringkali menghujat ibunya. Linda mengatakan, "Coba bayangkan? siapa yang tidak marah kalau mendengar orang-orang berteriak : Gantung Ibu Rebeka, bunuh ibu Rebeka !" Aku mencoba menempatkan diriku dalam posisi Linda dan aku bisa membayangkan betapa sulitnya menjadi dia saat itu. Setiap minggu Linda dan papanya harus mendengar orang-orang menghina dan menghujat ibunya. Pasti bukan hal yang mudah. Aku juga mengerti mengapa papanya memilih untuk tinggal di rumah.
Lalu Linda juga bercerita tentang kondisi ketiga ibu. Linda bilang selama ini orang-orang selalu melihat betapa kuatnya ibu-ibu tersebut dan mereka selalu penuh sukacita. Tetapi sesungguh nya ada masa-masa dimana mereka juga menangis, ada saatnya mereka merasa sedih, takut dan jenuh di dalam penjara. Sekali lagi aku mencoba menempatkan diriku dalam posisi mereka, dan aku sangat mengerti bahwa perasaan-perasaan tersebut adalah hal yang wajar.

Terakhir setelah sidang selesai dan vonis dijatuhkan aku kembali mendatangi mereka. Aku coba menguatkan mereka. Tetapi mereka sepertinya tetap tegar.
Dengan senyum yang tetap menghiasi wajah mereka menyambut uluran tangan saudara-saudara yang mencoba untuk menguatkan mereka. Aku mendengar ibu Ratna berkata, "Saya tetap percaya, rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan."

Terpujilah Tuhan yang tetap memberikan kekuatan kepada mereka di tengah situasi yang sulit. Aku juga menemui Linda, dia juga terlihat tenang dan kuat. Aku bertanya apa yang akan dilakukan selanjutnya. Linda bilang belum tahu, akan dibicarakan lebih lanjut dengan pengacara mereka untuk kemungkinan naik banding.

Pelan-pelan aku menjauh dari tempat mereka terkurung di balik terali besi, memberikan kesempatan kepada orang-orang yang juga ingin menyalami dan berbicara dengan ibu-ibu tersebut. Dari kejauhan aku kembali memperhatikan ketiga ibu. Aku baru menyadari bahwa saat itu  juga ada orang lain di dalam sel tersebut bersama dengan mereka, sedang menunggu sidang pengadilan berikutnya. Bedanya, mereka memang melakukan tindakan kriminal. Aku sedih, ketiga saudariku disamakan dengan para penjahat. Tapi aku teringat pernyataan ibu rebekka yang pernah aku dengar dari seorang teman, "Kami disini sedang menggenapi setengah dari rencana Tuhan." Dan aku teringat perkataan ibu Rebekka sebelum sidang dimulai, "Tuhan bisa membebaskan saya dari tempat ini dan dari kepungan orang banyak dengan mudahnya. Itu hanya masalah waktu." Dalam hati aku berdoa, kiranya ketiga saudariku ini bisa tetap kuat menantikan Tuhan menggenapi kehendak-Nya bagi mereka, pada waktu-NYA.

Teruslah berdoa bagi Ibu Rebekka, Ibu Ratna dan Ibu Eti. Doakan agar mereka tetap yakin akan kehendak Tuhan dan akan pimpinan Tuhan atas hidup mereka.
Doakan agar Tuhan memakai mereka untuk mengabarkan Injilnya di dalam penjara. Doakan juga keluarga mereka agar tetap kuat menghadapi masa-masa sulit ini. Dan berdoa agar Tuhan memberikan hikmat-NYA bagi pengacara mereka untuk mengambil langkah yang selanjutnya.
Blessings,
di

========================================================
Saya Fwr dari millist lain:

Saya kirimkan tulisan dlm bahasa Indonesia yang saya dapatkan di selebaran :

KASIH DALAM PERBUATAN edisi Mei-Juni 2005. Jika anda ada yang ingin tanya langsung pada sumbernya bisa menulis surat ke : [EMAIL PROTECTED]
Silahkan 3 IBU DIPENJARA DI INDRAMAYU REBEKA ( JUGA SEORANG DOKTER) BERSAMA SUAMINYA TELAH MELAYANI TUHAN DI KEC.HARGEULIS, INDRAMAYU, JABAR, SEJAK 1999 DAN SAAT ITU MEREKA MEMULAINYA DENGAN 8 KELUARGA DEBAGAI JEMAAT MEREKA HINGGA SEKARANG MENJADI 50 JEMAAT.

MEREKA MENGGUNAKAN RUMAH SALAH SATU JEMAAT, IBU ETY , SEBAGAI TEMPAT BAGI PELAYANAN ANAK2, PELAYANAN INI DISEBUT "MINGGU CERIA". SEKOLAH"MINGGU CERIA" INI MENGAJAR 30 ANAK2. MEMANG ADA YANG BUKAN BERAGAMA KRISTEN, TETAPI IA DATANG TANPA PAKSAAN.

SEJAK DESEMBER 2004, SEKELOMPOK ORANG' AGAMA LAIN' MEMINTA MEREKA UNTUK MENGHENTIKAN PELAYANANNYA . TETAPI MEREKA TETAP MELAKUKAN IBADAH BERPINDAH-PINDAH DARI SATU RUMAH KERUMAH LAINNYA. DIAKHIR DESEMBER,ANAK2 DIBERI HADIAH NATAL BAJU KAOS. PADA BULAN APRIL LALU, MEREKA MENGADAKAN LIBURAN KE TAMAN MINI INDONESIA INDAH DI JAKARTA UNTUK MEMPERINGATI PASKAH. SEMUA ANAK YANG INGIN IKUT ACARA INI HARUS DITEMANI OLEH ORANG TUA MAREKA DAN ANAK2 TERSEBUT DIMINTA MEMAKAI KAOS HADIAH NATAL SEHINGGA ORANG TUA MEREKA DAPAT DENGAN MUDAH MENGAWASINYA. ACARA DIIKUTI OLEH 100 ANAK DENGAN MENUMPANG DUA BIS.

TIBA2 PADA TANGGAL 14 MEI, REBEKA, IBU RATNA (KOORDINATOR PELAYANAN MINGGU CERIA) DAN IBU ETTY DIPANGGIL KEKANTOR POLISI. DARI JAM 09.00 SAMPAI 16.30
MEREKA DIINTEROGASI, LALU POLISI MENGUBAH STATUS MEREKA MENJADI TERSANGKA. MEREKA LANGSUNG DITAHAN DENGAN TUDUHAN BAHWA MEREKA TELAH MENIPU ANAK2 KECIL UNTUK PINDAH AGAMA KE KRISTEN. SEORANG ANAK KECIL BERUMUR 12 THN YANG PERNAH MENERIMA ALKITAB DAN KAOS DARI GEREJA DIJADIKAN SABAGAI SAKSI.

ANAK 12 THN INI ADALAH ANAK SEORANG PELACUR YANG TINGGAL DEKAT RUMAH IBU ETY YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT PELAYANAN MINGGU CERIA.
ANAK ITU SENDIRI YANG MEMINTA ALKITAB DARI KAMI", KATA REBEKA. SAMPAI SAAT INI TIDAK ADA ANAK2 YANG DISEBUTKAN YANG BERPINDAH AGAMA.
DENGAN TUDUHAN ITU MEREKA DIJERAT OLEH PASAL 86 UU NO 23 TAHUN 2002, TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. TANGGAL 1 JUNI, BERKAS PERKARA TELAH DILIMPAHAN KE KEJAKSAAN NEGERI INDRAMAYU DAN KETIGA IBU TERSEBUT YAITU DR. REBEKA LAONITA Z., IBU RATNA MALA BANGUN, DAN IBU ETY PANGESTI, DIJEBLOSKAN KE LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LP) INDRAMAYU DAN MENGHADAPI TUNTUTAN HUKUMAN PENGADILAN SELAMA 5-7 THN.

BERILAH DUKUNGAN UNTUK MENGUATKAN IMAN MEREKA. TULISLAH SEPUCUK SURAT ATAU KARTU POS KEPADA MEREKA DENGAN ALAMAT :
REBEKA, ETY,RATNA
LEMBAGA PEMASYARAKATAN INDRAMAYU
JALAN GATOT SUBROTO
INDRAMAYU 45213

I have found a desire within myself that no experience in this world can satisfy; the most probable explanation is that I was made for another world
- C.S. Lewis
================================================
From: "STT Efrata" <sttie...>
 
Tiga faktor...

Salah satu media elektronik melansir berita yang menarik alasan yang mendasar mengapa terorisme lebih berkembang di Indonesia di banding di negara asia yang lain.
Ketiga alasan tersebut adalah masalah lemahnya payung hukum, rendahnya pendidikan dan suburnya kemiskinan.
 
Sebuah analisa dan kesimpulan yang sangat masuk akal.
Tidak terasa waktu bergulir dan kita kembali dipenghujung tahun 2005. Tidak lama lagi nuansa natal akan semarak diberbagai aspek kehidupan dan berbagai kepentingan.Itu berarti satu tahun lagi sebentar lagi akan kita lalui.
Tiga faktor kondisi masyarakat tersebut memenuhi pikiran saya. Dalam konteks pelaksanaan panggilan pelayan lewat pendidikan teologi, saya merenung kembali sejauhmana segala usaha pembentukan kepada para hamba Tuhan yang belajar di institusi dimana saya
mengabdi mendapatkan manfaat maksimal dari aktivitas pendidikan mereka, sehingga mereka sungguh-sunguh disiapkan untuk mampu berperan secara nyata dalam panggilan pelayanan dalam konteks masyarakat yang gelisah dan menderita.

Fakta itu menyadarkan saya betapa pentingnya suasana sharing dikembangkan dalam kehidupan kristen, baik secara individu maupun institusi. Romantisme kepuasan
menikmati kehidupan rohani secara individu semakin digelisahkan dengan tantangan panggilan pelayanan kristen yang bersekutu dan mengglobal.
Saya menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelahan...kiranya anugerah Allah menyemangati saya kembali dan kiranya Tuhan Yesus akan terus memberi
inspirasi untuk memikirkan dan mewujudkan pelayanan pendidikan teologi yang sedang saya kerjakan lebih efisiensi dan tepat guna untuk menjawab tantangan jaman dalam terang dan kekuatan Allah.
Kiranya kita semua lebih disanggupkan untuk menjadi garam dan terangnya, bahkan mungkin dalam lingkup terkecilpun.

Tuhan Yesus memberkati Saudara sekalian. Amin.
Pdt. Sapto Harsoyo, M.Th.;D.Min.
Ketua STTI Efrata,
Jl. Jeruk 67, Wage, Taman-Sidoarjo.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke