|
From: Wiempy
Refleksi - Mengapa manusia harus
takut? Setiap manusia mempunyai sesuatu yg
ditakutinya.
Dan objeknya berbeda-beda. Ada yg takut gemuk, sakit, ujian, tikus, dll. Tapi apakah yg perlu kita takuti? Sering kita takut sesuatu yg tak perlu kita
takuti. Malah yg perlu kita takuti, kita malah tak takut.
Sebagai manusia kita seharusnya takut : 1. Apakah hati nurani kita masih hidup atau bekerja? Paulus mengatakan kepada Timotius (I Tim 4:1-2) bahwa pada akhir jaman, hati manusia akan panas seperti besi panas. Artinya hati nuraninya telah hilang kepekaannya atau tdk bekerja lagi. Hati nurani berfungsi untuk menegur kita bila kita berbuat salah. Tapi jika kita terus menerus berbuat salah maka tegurannya tdk kita rasakan lagi. 2. Takut akan Allah. Mat 10:28 menyatakan pesan Yesus agar kita takut kepada Dia yg dapat membinasakan jiwa dan raga didalam neraka. Siapakah Dia yg dapat membinasakan jiwa? Ada 2 kemungkinan yaitu Tuhan atau iblis. Tapi disini jelas ditujukan kepada Tuhan. Kita harus takut kepada Tuhan. Apakah kehadiran kita setiap kebaktian hari Minggu dapat dikatakan sebagai rasa takut kita kepada Tuhan? Biarlah pribadi kita masing2 yg menjawab sendiri. Tapi banyak org Kristen yg jadi Kristen Mingguan. Mereka memang datang ke gereja setiap Minggu.
Tapi mereka dlm kehidupan sehari-harinya tdk mencerminkan rasa takut akan Tuhan.
Di dalam kehidupan keluarga, bisnis, karier, studi, dan juga teman-temannya tdk
menunjukkan kita takut sama Tuhan. Alkitab memberikan contoh 2 org yg takut sama
Tuhan yaitu Daud dan Paulus.
Motto Daud adalah : Tak takut manusia hanya takut Tuhan. Paulus menyatakan bagaimana ia mengekang dirinya agar tdk ditolak setelah pemberitaan Injil (I Kor 9:25). 3. Takut akan kemajuan kehidupan rohani kita. Ibr 4 topiknya adalah mendorong jemaat
membangun rohaninya dgn mengambil contoh dari kitab Keluaran.
Bangsa Israel yg keluar dari Mesir berjumlah 2 juta org. Tapi berapa org yg berhasil mencapai tanah
perjanjian Kanaan? Hanya 2 org yaitu Yosua dan Kaleb. Suatu tingkat keberhasilan
yg menyedihkan. Berapa banyak diantara kita yg akan masuk tanah perjanjian?
Banyak sekarang ini gedung gereja yg baru mengikuti standar interior modern,
tapi apakah kerohanian kita juga mengejar standar Tuhan? Marilah kita semua
merenungkan sejenak dan minta bimbingan Roh Kudus dlm memahami dan menjalankan
kehidupan rohani yg kita jalani.
==============================================
From: Wiempy
Peraturan Baru Masuk Surga Sensus terakhir menunjukkan bahwa akhir-akhir
ini surga sudah mulai padat penduduknya. Ini membuat Tuhan berpikir keras
bagaimana mengatasinya. Setelah mempertimbangkan berbagai cara akhirnya dibuat
aturan masuk surga yang baru. Dlm peraturan itu disebutkan bahwa utk masuk ke
surga, seseorang hrs mengalami hari yang paling buruk waktu
mati.
Besoknya, orang pertama datang ke gerbang surga. Malaikat di gerbang berkata, "Stop dulu ! Sebelum kau kuizinkan masuk, cerita dulu bagaimana hari terakhirmu di dunia." "Oke !" Kata orang itu. "Begini... Sudah cukup lama saya menduga istri saya selingkuh. Dari info yang saya dapat, saya tau tiap hari, istri saya selalu membawa kekasih gelapnya ke apartemen kami di lantai 25 dan berhubungan sex dengannya. Jadi hari ini sengaja saya pulang cepat dengan maksud menangkap basah mereka. Sampai di apartemen, segera saya dobrak masuk
dan memeriksa seluruh ruang untuk mencari si pria brengsek itu. Istriku,
setengah telanjang, menjerit-jerit selagi saya kesetanan mencari-cari si pria
brengsek ini" .
" Namun, saya tidak dapat menemukannya. Pada saat saya hampir menyerah, secara kebetulan saya melihat ke balkon apartemen kami dan melihat seorang pria sedang bergelantungan hanya dengan jari tangannya. Berani-beraninya pria ini, dia pikir bisa sembunyi dari saya. Dengan dibakar amarah, saya berlari ke balkon dan menginjak-injak jarinya sampai kemudian terlepas dan jatuh ke bawah ". "Tetapi sungguh sial dia tidak segera mati karena jatuhnya ke pohon dan semak-semak yang menahan jatuhnya. Ini bikin saya lebih marah lagi. Jadi dalam angkara murka, saya masuk kedalam dan meraih apa saja yang dapat saya lempar ke pria itu. Dan sungguh aneh, ternyata saya mendapatkan lemari es yang tanpa pikir panjang saya dorong ke pria itu. Dari lantai 25, lemari es itu segera meluncur jatuh menimpa pria itu dan menghancurkannya. Betapa puasnya aku ! Di tengah-tengah kegembiraan luar biasa tersebut saya kena serangan jantung dan mati mendadak." Malaikat terhenyak dan mencoba menganalisanya. Secara teknis, orang ini memang mengalami hari yang buruk sebelum mati, dikhianati istri dan mati mendadak sebelum menuntaskan dendamnya. Maka segera malaikat berkata, "Oke, Selamat datang disurga ! " dan mengizinkannya masuk. Beberapa detik kemudian, orang kedua datang ke gerbang surga. Segera malaikat berkata "Dengar peraturannya ya ! Sebelum kau kuizinkan masuk, kau harus cerita hari terakhir waktu kau mati". "Gak masalah ..." kata orang kedua ini. "Tapi kau pasti sulit percaya kejadian ini. Aku sedang berada dibalkon apartemen saya di lantai 26. Tiap hari saya melakukan senam sebentar di situ. Saking semangatnya, secara tidak sengaja saya terpeleset dan jatuh ke bawah. Namun sungguh beruntung, saya masih berhasil meraih ujung balkon di lantai 25, walaupun hanya dengan jariku. Dengan penuh harapan, saya berusaha naik ke atas. Namun entah dari mana muncul orang yang kesetanan keluar dari apartemennya dan menginjak-injak jari tangan saya. Ya, tentu saja saya kesakitan dan terlepas jatuh " . "Untungnya saya jatuh ke pohon dan semak-semak sehingga saya tidak langsung mati. Selagi saya tergeletak di bawah, tidak mampu bergerak disertai kesakitan luar biasa, saya lihat orang yang kesetanan ini mendorong lemari esnya ke bawah dan jatuh tepat diatas saya ... Matilah saya." Malaikat berusaha menahan tawanya setelah orang kedua ini selesai cerita. "Aku mulai suka peraturan baru ini, " pikirnya. Kemudian segera malaikat berkata, "Bagus. Selamat datang ke surga ! " dan orang kedua ini segera diizinkan masuk. Beberapa detik kemudian datang orang ketiga ke gerbang surga. "Tolong ceritakan kepada saya ttg hari terakhir saat engkau mati", kata Malaikat yang mulai menikmati peraturan baru ini. "Okay ... Coba anda bayangkan !! ", jawab orang itu. "Aku telanjang bulat di dalam lemari es......" ================================================
Who am I...? Suatu hari, aku bangun dini hari untuk menyaksikan sang surya terbit. Dan keindahan karya ciptaan Tuhan sungguh tak terlukiskan. Sementara aku mengaguminya, aku memuliakan Tuhan oleh karena karya-Nya yang mempesona. Sementara aku duduk di sana, aku merasakan kehadiran Allah dalam diriku. Ia bertanya kepadaku, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Aku menjawab, "Tentu saja Tuhan! Engkaulah Allah dan Juruselamat-ku!" Kemudian Ia bertanya, "Seandainya engkau cacat jasmani, apakah engkau akan tetap mengasihi Aku?" Aku terpana. Aku memandangi tanganku, kakiku dan seluruh bagian tubuhku yang lain sambil memikirkan betapa banyak pekerjaan yang tidak akan dapat aku lakukan, pekerjaan-pekerjaan yang selama ini aku anggap biasa. Dan aku menjawab, "Akan sangat berat Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau." Kemudian Tuhan berkata, "Seandainya engkau buta, apakah engkau akan tetap mengagumi ciptaan-Ku?" Bagaimana aku dapat mengagumi sesuatu tanpa dapat melihatnya? Kemudian pikiranku melayang kepada orang-orang buta di muka bumi ini dan betapa banyak di antara mereka yang mengasihi Tuhan dan mengagumi ciptaan-Nya. Jadi aku menjawab, "Sulit dibayangkan Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau." Kemudian Tuhan bertanya kepadaku, "Seandainya engkau tuli, apakah engkau akan tetap mendengarkan firman-Ku?" Bagaimana aku dapat mendengar jika aku tuli? Aku tersadar, mendengarkan Firman Tuhan tidak hanya dengan telinga, tetapi dengan hati. Maka aku menjawab, "Akan sangat berat, Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan firman-Mu." Kemudian Tuhan bertanya, "Seandainya engkau bisu, apakah engkau akan tetap memuliakan Nama-Ku?" Bagaimana aku dapat memuji tanpa bersuara? Lalu menjadi jelas bagiku: Tuhan menghendaki kita menyanyi dari kedalaman hati dan jiwa kita. Tidak jadi soal apakah suara kita terdengar sumbang. Dan memuliakan Tuhan tidak selalu dengan nyanyian, tetapi dengan berbuat baik kita menyampaikan pujian kepada Tuhan dengan ucapan syukur. Jadi aku menjawab, "Meskipun aku tidak dapat melantunkan nyanyian pujian, aku akan tetap memuliakan Nama-Mu." Dan Tuhan bertanya, "Apakah engkau sungguh mengasihi Aku?" Dengan tegas dan penuh keyakinan, aku menjawab lantang, "Ya Tuhan! Aku mengasihi Engkau karena Engkaulah satu-satunya Allah yang Benar." Aku pikir aku telah menjawab dengan benar, tetapi .... Tuhan bertanya, "JIKA DEMIKIAN, MENGAPA ENGKAU BERDOSA?" Aku menjawab, "Karena aku hanyalah seorang manusia yang tidak sempurna." "JIKA DEMIKIAN, MENGAPA PADA SAAT SUKA ENGKAU MENYIMPANG JAUH? MENGAPA HANYA PADA SAAT DUKA SAJA ENGKAU BERDOA DENGAN KHUSUK?" Tidak ada jawaban. Hanya air mata. Tuhan melanjutkan: "Mengapa melantunkan pujian hanya di gereja dan di tempat-tempat retret? Mengapa datang kepada-ku hanya pada saat doa? Mengapa meminta dengan demikian egois? Mengapa tidak setia?" Air mata mengalir jatuh di pipiku. "Mengapa engkau malu akan Aku? Mengapa engkau tidak mewartakan Kabar Sukacita? Mengapa pada saat aniaya engkau berpaling kepada yang lain sementara Aku menyediakan punggung-Ku untuk memikul bebanmu? Mengapa mengajukan alasan-alasan ketika Aku memberimu kesempatan untuk melayani dalam Nama-Ku?" Aku berusaha menjawab, tetapi tidak ada jawab yang keluar. "Engkau dikaruniai hidup. Aku menciptakan engkau, jangan sia-siakan hidupmu. Aku memberkati engkau dengan talenta-talenta untuk melayani Aku, tetapi engkau senantiasa menghindar. Aku telah menyingkapkan rahasia Firman-Ku kepadamu, tetapi pengetahuanmu tidak bertambah. Aku berbicara kepadamu, tetapi telingamu tertutup rapat. Aku menunjukkan belas kasih-Ku kepadamu, tetapi matamu tidak melihat. Aku mengirimkan penolong-penolong bagimu, tetapi engkau duduk berpangku tangan sementara mereka engkau singkirkan. Aku mendengarkan doa-doamu dan Aku telah menjawab semuanya." "APAKAH ENGKAU SUNGGUH MENGASIHI AKU?" Aku tidak mampu menjawab. Bagaimana mungkin? Aku amat malu. Aku tidak punya penjelasan. Apa yang dapat aku katakan? Ketika hatiku menjerit dan air mata telah membanjir, aku berkata, "Ampuni aku, Tuhan. Aku tidak layak menjadi anak-Mu." Tuhan menjawab, "Itu Rahmat, Anak-Ku." Aku bertanya, "Jika demikian, mengapa Engkau terus-menerus mengampuni aku? Mengapa Engkau demikian mengasihi aku?" Tuhan menjawab, "Karena engkau adalah Ciptaan-Ku. Engkau adalah Anak-Ku. Aku tidak akan meninggalkan engkau." Jika engkau menangis, hati-Ku hancur dan Aku akan menangis bersamamu. Jika engkau bersorak kegirangan, Aku akan tertawa bersamamu. Jika engkau putus asa, Aku akan menyemangatimu. Jika engkau jatuh, aku akan mengangkatmu. Jika engkau lelah, Aku akan menggendongmu. Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman, dan Aku akan selalu mengasihimu selamanya." Belum pernah aku menangis sedemikian pilu sebelumnya. Bagaimana mungkin aku bersikap dingin dan beku selama ini? Bagaimana mungkin aku melukai hati-Nya dengan segala kelakuanku? Aku bertanya kepada Tuhan, "Berapa besar Engkau mengasihi aku, Tuhan?" Tuhan merentangkan kedua belah tangan-Nya, dan aku melihat tangan-Nya yang berlubang tertembus paku. Aku bersimpuh di kaki Kristus, Juruselamat-ku. Dan untuk pertama kalinya aku berdoa dengan segenap hati. GBU -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- YAHOO! GROUPS LINKS
|

