From: "e-JEMMi" <[EMAIL PROTECTED]>

** EDITORIAL **

   Salam kasih,

   Allah memberkati semua suku bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda,
   karena mereka diciptakan untuk kemuliaan-Nya! Coba pikirkan ini ...
   saat Anda berdoa di pagi hari, pada waktu yang sama, di seluruh
   dunia, orang-orang dari tempat yang berbeda ... dengan warna kulit,
   mata dan rambut yang berbeda ... mereka semua memanggil satu nama
   yang kita agungkan, yaitu nama Tuhan kita Yesus Kristus! Alangkah
   indahnya!! Mereka semua berdiri di hadapan takhta Allah memberikan
   kemuliaan kepada-Nya.

   Bagaimana mewujudkan ini? Semua suku-suku bangsa harus mendengar
   Kabar Baik, menerima Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya, supaya
   mereka dapat memuji dan memuliakan Nama-Nya, termasuk suku Hui!
   Mayoritas suku Hui yang tinggal di daratan China adalah orang yang
   belum percaya. Dalam kolom Profil Bangsa di edisi e-JEMMi minggu ini
   Anda akan belajar mengenal suku Hui. Selain itu kami juga
   menyertakan pokok-pokok doa untuk suku Hui yang bisa Anda doakan di
   persekutuan Anda atau dalam doa pribadi Anda. Bahkan Anda/
   gereja/persekutuan Anda dapat 'mengadopsi' suku ini sehingga Anda/
   gereja/persekutuan Anda bisa membawa mereka secara rutin dalam doa-
   doa. Teruslah memohon kepada Tuhan agar setiap suku bangsa mendengar
   Kabar Baik dan memuliakan Allah Tritunggal kita!

   Selamat berdoa.
   Redaksi e-JEMMi,
   (Lisbet)

         Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
                  dan baptislah mereka dalam nama Bapa
                 dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19)
           <
http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+28:19 >
______________________________________________________________________
** PROFIL BANGSA **

                              SUKU HUI
                              ========
   Jumlah penduduk: 10,7 juta
   Tempat tinggal : Tercerai-berai di seluruh RRC dengan konsentrasi di
                    propinsi Nangksi. Ada juga yang tinggal di negara
                    Taiwan, Kyrgyzstan, Kazakhstan dan Mongolia.
   Agama          : Islam
                    Orang Kristen sekitar 200 jiwa

   SATU MINORITAS

   Di Tiongkok bagian utara, secara khusus di propinsi Nangksi,
   sepertiga dari rakyatnya berasal dari latar belakang suku Hui. Di
   hampir setiap kota, propinsi dan daerah, selalu ada satu kelompok
   masyarakat minoritas suku Hui. Hampir 11 juta orang Hui tercerai
   berai di seluruh RRC. Walaupun mereka satu suku, terkadang mereka
   bisa terlihat berbeda jauh satu sama lain. Hal ini terjadi karena
   mereka sangat pandai menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Di
   samping itu agama dan kebudayaan di mana mereka tinggal sangat mudah
   mempengaruhi suku Hui, namun demikian identitas mereka sebagai orang Hui masih terlihat.

   PENDATANG YANG BERHASIL

   Leluhur orang Hui datang dari Arabia dan Persia sebagai pedagang.
   Dengan jumlah ratusan orang mereka melakukan perjalanan di rute
   "Jalur Sutera", yaitu menyeberang Asia menuju ke RRC. Pada abad ke-7
   sampai ke-14 pejuang-pejuang Arab ini datang ke Tiongkok untuk
   membantu kaisar Cina berperang melawan musuh-musuhnya. Selain jalan
   darat, ada di antara mereka yang tiba melalui jalan laut. Dan para
   pendatang ini banyak yang tidak kembali ke kampung halaman mereka di
   Arabia dan Persia serta memilih menetap di RRC. Orang Hui sangat
   membanggakan latar belakang ini.

   Ke mana saja mereka menetap di RRC, mereka mendirikan masjid-
   masjid, menikahi wanita-wanita Cina di tempat tersebut dan
   membimbing anak-anak mereka untuk menjadi Muslim. Agama mereka
   dicampuri dengan kebudayaan Tionghoa, sehingga mereka sekarang
   terkenal sebagai orang dengan agama Hui. Dari segi bentuk badan,
   mereka tidak berbeda jauh dengan suku Han, yang kita kenal sebagai
   orang-orang Cina. Suku Hui ini juga berbahasa Mandarin. Pakaian
   mereka sama dengan mayoritas masyarakat di RRC, tetapi sebenarnya
   mereka berbeda dengan orang Cina. Perbedaan itu sangat menyolok di
   bidang agama oleh karena kebanyakan orang Tiongkok tidak beragama
   atau ateis, sementara di sisi lain, suku Hui sangat menekankan agama mereka.

   CARA HIDUP MEREKA
   Dahulu orang Hui terkenal sebagai pedagang, yang juga menjadi
   penyebab utama mereka datang ke Tiongkok, tetapi sekarang mereka
   tidak lagi seperti itu. Pada masa kini jika mereka tinggal di
   pedesaan, mereka adalah petani yang menghasilkan beras dan gandum,
   tergantung pada iklim tempat di mana mereka tinggal. Jika mereka
   tinggal di kota, mereka mencari rumah di sekitar masjid, mereka juga
   banyak yang mengelola toko dan restoran. Selain itu, banyak juga
   yang bekerja sebagai penjual daging, pengemudi truk, pedagang kulit
   dan mutiara. Beberapa di antara mereka yang sudah menjadi dokter,
   guru, insinyur, dan dokter gigi sekalipun sampai sekarang tetap
   senang memelihara domba ataupun sapi. Mereka biasanya memakan nasi,
   daging sapi, ayam dan domba. Daging babi tidak dicicipi, kecuali
   jika disebut daging biri-biri, alkohol juga tidak mereka minum.

   Agama orang Hui adalah Islam. Menurut ajaran mereka lima rukun Islam
   wajib ditaati. Di antara suku Hui, terdapat banyak sekte dan aliran.
   Generasi yang terdahulu mencoba mengadaptasi agama Islam dengan
   kebudayaan Cina, misalnya mereka membangun masjid tidak seperti
   layaknya sebuah masjid. Di samping itu ada juga sekte yang
   menekankan untuk menghormati pendiri dan tua-tua agama. Di daerah
   Tiongkok Utara bagian Barat, jumlah orang Hui lebih banyak sehingga
   orang Hui lebih konservatif dari pada yang ada di daerah Utara bagian Timur.

   Perempuan Hui tidak boleh menikah dengan orang non-Hui, namun laki-
   laki suku Hui diijinkan mencari isteri dari suku Cina yang lain,
   asal mereka bersedia mengikuti agama Hui. Sejak 1949 orang Hui tidak
   bebas lagi mengatur pernikahan sesuai dengan ketentuan adat saja,
   sehingga sekarang ini orang tua tidak lagi bisa mengatur pernikahan
   anak mereka. Mereka tidak boleh menikah dalam usia yang sangat muda.
   Wanita diberi hak untuk menceraikan suami mereka jika mereka
   menginginkan dan mereka juga mendapat warisan.

   Pada zaman Revolusi Kebudayaan suku Hui sangat dianiaya, tetapi
   mereka kuat dan bisa bertahan dalam tekanan yang berat itu. Pada
   waktu itu banyak masjid dihancurkan. Sesudah Revolusi Kebudayaan,
   mereka dengan cepat membangun rumah ibadah mereka kembali, seperti
   di propinsi Nangksi 1.400 masjid dibuka lagi. Sekarang pemerintah
   RRC lebih terbuka terhadap agama orang Hui. Masjid tidak harus
   membayar pajak lagi, para imam juga boleh belajar agama mereka dan
   tidak harus menyembunyikan diri di bawah tanah. Suku Hui diberi hak
   untuk mengebumikan orang mati dan tidak lagi diwajibkan untuk
   dikremasi, walaupun suku Han tetap diwajibkan untuk mengkremasikan
   mayat mereka. Orang Hui lebih terbeban mengikuti program KB di RRC,
   di mana hanya 1 anak yang diijinkan bagi satu keluarga, tetapi
   mereka sering masih memiliki 2 anak per keluarga. Sekarang mereka
   tetap diarahkan untuk tidak menikah cepat. Jika mereka menikah di
   atas umur 25 tahun, dan hanya mempunyai seorang anak saja, maka mereka diberi hadiah.

   SIKAP TERHADAP AGAMA KRISTEN
   Walaupun mereka sangat ramah terhadap orang Kristen namun mereka
   tetap menolak untuk menjadi Kristen. Jika mereka menjadi Kristen
   mereka akan dianianya oleh keluarga mereka, komunitas agama lain dan
   orang-orang Komunis atheis. Ikatan pada agama Islam itulah yang
   menjadi salah satu alasan mengapa Injil sulit diterima. Walaupun
   Injil sudah lebih dari 30 tahun diberitakan kepada mereka, namun
   belum ada hasilnya. Sekarang ini ada kira-kira 200 orang Kristen di
   antara orang Hui. Siaran radio dan literatur Kristen sudah tersedia
   untuk menjangkau mereka dengan Injil. Selain itu ada satu tim
   pelayanan yang memiliki beban bagi suku Hui.

   POKOK-POKOK DOA
   1. Berdoa agar mereka terbuka bagi Injil dan tidak terkurung dalam
      tradisi dan kebudayaan mereka yang tidak membawa mereka kepada keselamatan.
   2. Berdoa untuk siaran radio bagi suku Hui agar kreatif dalam
      mengkomunikasikan Kabar Baik sehingga suku Hui tertarik dan menikmati siaran tersebut.
   3. Berdoa agar orang Hui mencari kebenaran melalui siaran radio yang mereka dengar.
   4. Berdoa untuk literatur Kristen yang disebar di antara suku Hui, agar dibaca dan dipahami.
   5. Berdoa untuk film Yesus dan Alkitab dalam bahasa mereka.
   6. Berdoa untuk orang Kristen di lingkungan orang Hui agar terbeban
      untuk menyaksikan kasih Kristus kepada mereka.
   7. Berdoa untuk gereja di seluruh dunia agar mereka bersedia mendoakan suku Hui dengan
       setia dan mencari jalan untuk memberitakan Injil kepada mereka.
   8. Doakan yang terbeban untuk melayani suku Hui, agar berani
      mendekati mereka dan bersedia untuk berkorban.

   Sumber diambil dari:
   Judul Buletin: Buletin Terang Lintas Budaya, Edisi 57/2004
   Halaman      : 4 - 6
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **

 WORLD EVANGELICAL ALLIANCE: SPREADING THE GOSPEL AROUND THE WORLD
==>    
http://www.worldevangelical.org/
   World Evangelical Alliance, yang diperkirakan memiliki 160+ juta
   anggota, adalah sebuah jaringan global antara gereja/sinode yang
   melayani The Worldwide Evangelical Church (Gereja-gereja Injili
   Seluruh Dunia) melalui beragam pelayanan dan organisasi, antara lain
   Asosiasi Injili Afrika, Asia, Eropa, Karibia, Pasifik Selatan,
   Amerika Latin, dan Amerika Utara. Anda dapat menemukan sumber-
   sumber/links seputar penginjilan, misi, penganiayaan, dan hak asasi
   manusia saat berkunjung ke situs ini.

 BRIGADA-ORGS-MISSION MOBILISERS (BOMM)
==>    
http://www.calebproject.org/bomm
   BOMM adalah sebuah jaringan penggerak misi yang sangat mengagumkan
   yang menggunakan jalur media forum diskusi. Dalam forum ini, setiap
   orang Kristen yang tertarik untuk menggerakkan pelayanan penginjilan
   dapat saling bertanya jawab, memberi kesaksian, membagikan sumber-
   sumber misi, berita, hal-hal yang mereka butuhkan, dan juga alamat-
   alamat yang berkaitan dengan dunia misi. Selain itu, Anda juga dapat
   menemukan artikel-artikel misi menarik yang telah dimuat BOMM.
   Informasi lain seputar misi dapat Anda jumpai saat berkunjung di situs ini.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **

* R W A N D A
   Menjangkau generasi baru dengan pesan pengharapan. Bangsa Rwanda
   masih terus berjuang melawan masa lalu yang menyakitkan. Di samping
   bergumul melawan masalah trauma kejahatan pembantaian massal, banyak
   warga Rwanda yang berharap dapat memulai babak kehidupan baru. Wakil
   organisasi Book of Hope, Rob Hoskins mengatakan bahwa mereka sedang
   merencanakan pendistribusian besar-besaran tahun ini, demi tujuan
   rekonsiliasi secara menyeluruh. "Betapa ini adalah kesempatan luar
   biasa bagi kami saat bisa kembali ke negara ini setelah 12 tahun
   berlalu. Kedatangan kami bukannya untuk mengingatkan terus akan
   jutaan orang yang telah terbunuh. Namun keyakinan kami adalah 'Ada
   pengharapan bagi generasi yang baru dan harapan itu ada dalam Injil.
   Jadi, dalam jangka waktu sekitar 100 hari, lebih dari 2 juta anak-
   anak dan pemuda Rwanda akan menerima Firman Tuhan.'" Hoskins
   mengatakan bahwa mereka bekerja bahu membahu dengan pihak
   pemerintah. Namun, ia meminta untuk tetap berdoa bagi proyek ini
   karena: "Masih ada tentangan dari kaum minoritas non-Kristen di
   negeri ini. Mereka mencoba masuk ke gereja dan polisi beragama non-
   Kristen mencoba menyita peralatan audio kami dan beberapa barang
   lain yang kami perlukan untuk proses pendistribusian ini. Jadi masih
   akan ada peperangan rohani yang akan terjadi. Musuh tidak ingin
   melihat kita melaksanakan rencana agung kerajaan Surga."
   [Sumber: Mission Network News January 13th 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Doakan agar kerjasama yang baik antara Book of Hope dan pemerintah
     Rwanda terus terjalin.
   * Terus doakan keamanan dan keteguhan hati umat Tuhan di Rwanda.
     Berdoa agar mereka bisa bertahan dalam peperangan rohani saat
     memberitakan Firman Tuhan. Agar Roh Kudus menyertai dan
     memperlengkapi para pekerja organisasi pelayanan Book of Hope.

* E K U A D O R
   Lima puluh tahun telah berlalu sejak peristiwa terbunuhnya lima
   misionaris yang mencoba menginjili suku Indian di hutan Ekuador.
   Namun, suasana yang begitu berbeda kini disaksikan oleh pilot
   Mission Aviation Fellowship saat ia sedang mengitari tepi sungai
   dimana para mendiang misionaris tersebut dulu dipanahi. Sekitar 200
   orang di bawah terlihat sedang menyaksikan upacara pembaptisan 10
   orang suku Indian Waorani. Suku Waorani sebelumnya dikenal sebagai
   orang Auca (kejam) sebelum mereka dijamah oleh kasih Tuhan lewat
   anggota-anggota keluarga para misionaris yang terbunuh di tahun 1956
   itu. Acara pembaptisan itu adalah puncak dari sebuah kegiatan
   konferensi Waodani. Lloyd Rogers dari Christian Mission in Many
   Lands menyebut bahwa ini adalah kegiatan pertemuan orang percaya
   Waorani yang terbesar. "Wanita-wanita telah berjalan kaki lebih dari
   3 hari dan banyak orang yang terlambat dan baru sampai ketika tengah
   malam, yang rela menelusuri sungai dengan perahu kano. Ini
   menunjukkan betapa luar biasanya usaha banyak orang ini untuk dapat
   sampai di sini. Kami sangat rindu untuk dapat mendengar Firman Tuhan
   diberitakan dengan cara yang benar-benar spesial." Kematian para
   misionaris lima puluh tahun yang lalu telah menjadi benih Injil yang
   sekarang telah bertumbuh dan menghasilkan buahnya.
   [Sumber: Mission Network News January 13th 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Naikkan syukur untuk jiwa-jiwa baru dari suku Waorani yang
     telah diselamatkan oleh jamahan kasih Allah. Berdoa agar hati
     mereka dapat terus bertumbuh dalam iman yang semakin kokoh.
   * Berdoa agar firman Allah dapat terus diberitakan kepada orang-
     orang Indian yang belum percaya dan orang-orang yang telah percaya
     dapat menjadi alat yang spesial untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa.

* U K R A I N A
   Pemerintah Ukraina kembali mengalami goncangan. Majelis Perundang-
   undangan negara itu mengajukan tuntutan pemecatan perdana menteri
   akibat melakukan kesepakatan mengenai impor bahan bakar dengan
   Rusia. Hal itu membuat posisi Presiden Victor Yushchenko dalam
   bahaya. Barry Gardner dari Russian Ministries sangat memperhatikan
   hal ini karena Yushchenko adalah pendukung kebebasan beragama di
   negeri itu. Secara politis, Gardner percaya bahwa orang Kristen
   tetap akan baik-baik saja. "Orang Kristen di Ukraina sedang terus
   berkembang saat ini. Jadi, ada banyak kegiatan kerohanian di negara
   itu. Artinya bahwa ketika ada orang baru yang datang, yang mungkin
   tidak akan terlalu bersahabat dengan kegiatan misi, nampaknya tetap
   tak akan terjadi ancaman tekanan seperti yang sedang kami takutkan
   akan terjadi di Rusia." Kasus ini sendiri telah disampaikan kepada
   Mahkamah Agung. Gardner mengajak orang Kristen untuk terus berdoa.
   "Doakan agar kebebasan beragama tetap terjadi di Ukraina sehingga
   kami dapat terus melanjutkan penyebaran Injil di negara itu, itu
   yang pertama. Yang kedua, tentu, agar masyarakat Ukraina tidak
   menderita di musim dingin ini di tengah kontroversi seputar harga bahan bakar."
   [Sumber: Mission Network News January 13th 2006]
   Pokok Doa:
   ----------
   * Bersyukur untuk kebebasan beragama yang terjadi selama
     pemerintahan Presiden Yushchenko. Doakan agar kebebasan beragama
     tetap terjadi di Ukraina bahkan jika sampai terjadi pergantian presiden. Doakan agar Russian
     Ministries dapat terus melanjutkan penyebaran Injil di negara itu.
   * Berdoa agar masyarakat Ukraina tidak menderita di musim dingin di
     tengah kontroversi seputar harga bahan bakar. Doakan agar
     kebijakan pemerintah dapat membuat keadaan ekonomi negara ini menjadi stabil kembali.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **

                         ZENDING WEC INDONESIA
                         =====================

   Pokok Doa:
   ----------
   1. Untuk pimpinan WEC Indonesia:
      * Berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan untuk semua tugas baru di Indonesia.
      * Bersyukur atas beberapa pelayanan yang sudah dapat terlaksana.

   2. Untuk misionaris WEC di luar negeri:
      * Mengucap syukur untuk pelayanan yang dapat terus dilaksanakan
        di tempat mereka masing-masing.
      * Bersyukur atas pertolongan Tuhan yang membuka pintu untuk studi
        lanjut bagi pekerja WEC di luar negeri.
      * Berdoa agar pembinaan petobat-petobat baru dapat dilaksanakan
        dalam penuh kasih, kesabaran dan pengertian.
      * Doakan persekutuan mereka dengan orang pribumi agar tetap rukun dan terbuka.
      * Doakan kesehatan dan kekuatan tubuh jasmani dan rohani para pekerja.

   3. Kantor WEC:
      * Berdoa agar Tuhan menolong dalam menjalankan operasional kantor di tempat baru.
      * Berdoa untuk hubungan yang baik dengan tetangga sekitar kantor.

   Sumber: Buletin Terang Lintas Budaya, Edisi 62/2005
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **

* Mission Network News             
http://www.missionnetworknews.org/
* New Mission Tribes                               http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________

Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
    (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
     mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
                    Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
   Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
   Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi    :              < staf-misi(at)xc.org >
Untuk berlangganan              :   < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti                  : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan    : < owner-i-kan-misi-JEMMi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi        :          
http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi                   : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA                      :           http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog             :            http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************

_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke