From: Yulia
 
KASIH MENGADAKAN PERUBAHAN

"Kasih menanggung di bawah apa pun dan setiap hal yang datang, selalu siap untuk mempercayai yang terbaik dari setiap orang, harapannya tidak luntur dalam semua keadaan dan itu tahan segala sesuatu (tanpa melemah). Kasih tidak pernah gagal - tidak pernah luntur atau menjadi usang atau datang pada kesudahan." (1 Kor 13:7-8, The Amplified Bible).

Kasih tidak pernah gagal. Tiada yang berhasil tanpa itu, dan tiada kegagalan yang dapat terjadi dengan itu. Bila Anda hidup oleh kasih, Anda tidak dapat gagal. Dibutuhkan iman untuk percaya bahwa kasih takkan gagal. Pikiran duniawi tidak dapat memahami itu karena manusia duniawi dan lingkungannya diperintah oleh keserakahan dan dosa.

Tetapi bila Anda menerapkan kasih oleh iman dan menolak untuk mencari kepentingan diri sendiri, maka Anda membiarkan Bapa bertindak untuk kepentingan Anda.

Selama Anda tinggal dalam kasih, Allah Bapa akan mengusahakan kepentingan Anda. DIA memastikan bahwa Anda berhasil.
 
Berjalan dalam kasih adalah keuntungan besar bagi Anda!
 
Kasih Agape ialah jenis kuasa yang baru. Itu menjadikan Anda penguasa dari setiap keadaan. Tiada senjata yang akan berhasil melawan Anda. Bahkan tiada seorang pun mempunyai kuasa untuk menyakiti perasaan Anda karena Anda tidak diperintah oleh perasaan, melainkan oleh kasih Tuhan.
 
Anda mengasihi seperti DIA mengasihi.
 
Kasih sanggup mengadakan perubahan menyeluruh dan mendasar.
Jika kita sepenuhnya memahami kasih Tuhan, kita mungkin akan saling bersaing, kita masing-masing berusaha semakin mengasihi sesama. Dan pastilah setiap orang akan muncul dari persaingan itu sebagai PEMENANG!
 
Karena kasih itu sesungguhnya adalah satu-satunya rahasia yang mengantar pada keberhasilan kita.
 
Roma 12:9-12
9 Kasihilah dengan ikhlas. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik.
10 Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga, dan hendaknya kalian saling mendahului memberi hormat.
11 Bekerjalah dengan rajin. Jangan malas. Bekerjalah untuk Tuhan dengan semangat dari Roh Allah.
12 Hendaklah Saudara berharap kepada Tuhan dengan gembira, sabarlah di dalam kesusahan, dan tekunlah berdoa.
====================================================
From: meikes
 
KASIH BAPA MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU

 

Waktu telah menunjukkan jam 23.00 ketika kami tiba di tempat tujuan untuk berlibur.  Bergegas kami berkemas untuk menuju ruang tunggu karena perjalanan yang harus kami tempuh masih cukup jauh.


Dari kejauhan tampak seorang lelaki sedang menunggu kami dengan wajah yang antusias, gembira bercampur haru, ia menyambut kami dengan bahagia.  Untuk pertemuan saat ini ia rela datang untuk menyapa kami di tengah malam yang berkabut karena hujan dan dingin yang terasa menusuk sampai ke tulang.  Kami bersalaman dengan penuh kehangatan dan tertawa dalam rasa bahagia bersama.

 

Sepanjang perjalanan berikutnya yang menembusi kegelapan dan kesunyian yang pekat dimana semuanya ingin segera lelap dalam senyap, pikiranku menerawang jauh ke beberapa waktu silam, terasa tidak jauh karena masih segar dan mekar di pelupuk mata.

 

CERITA tentang sebuah keluaga yang dibentuk dalam Tuhan dan penuh kasih karunia Tuhan, sangat diberkati dan mulai perlahan-lahan melayang jauh dari Tuhan.  Dan ketika hari-hari sulit dimana badai dan topan datang melanda  tak ada cukup skoci pengaman di dalam bahtera keluarga mereka.  Bahtera keluarga ini mulai diombang-ambingkan badai, terhempas ke sana-kemari, penuh goresan, penuh tempat yang bocor akhirnya compang-camping menunggu waktu tenggelam di tengah badai kehidupan yang begitu ganas tanpa belas kasihan.

 

Mereka saling berteriak mempersalahkan satu dengan yang lainnya atas semua kerusakan dan kebocoran yang terjadi, teriakan ketakutan anak-anak tak dihiraukan lagi, mereka berputar di dalam suatu pusaran air besar yang sungguh membuat mereka pusing dan mau menjadi gila.

 

Sang nahkoda kapal terus mempersalahkan dan mengutuk semua yang ada dan tinggal di dalam kapal itu, ia mulai melampiaskan rasa ketakutan dan ketidakberdayaannya dengan menganiaya mereka bahkan kadang-kadang ingin membunuh mereka dengan suatu pikiran yang berawan kelabu bahwa ini sebagai penebusan dari kesalahan yang mereka lakukan sehingga mungkin badai kehidupan dalam hidupnya bisa dibujuk untuk mereda, “What’s the hell is going on?”

 

Ia memandang rangka-rangka sang kapal dan mulai membacok-bacok dengan goloknya, menembaki atap-atapnya agar runtuh menimpa mereka semua, ingin membakarnya hingga habis ludes dalam ketiadaan, “Tuhanku, sungguh mereka membutuhkanmu!” seruku setiap saat ketika sang isteri datang menangis dan mengeluh di hadapanku dalam total penderitaan, kesakitan, kesengsaraan  penuh luka hati dan kepapaan yang tidak bisa terkatakan.

 

Saya hanya dapat menghiburnya, mengajaknya berdoa dan berkata, “Ibu, Tuhan Yesus sanggup menolongmu!  Ia tahu kekuatanmu dan Ia tidak pernah membiarkanmu mengalami semua ini tanpa Ia mengetahuinya.  Miliki Dia dalam segenap kehidupanmu, biarkan Dia mengambil alih seluruh kehidupan yang ada di dalam bahtera kehidupan keluargamu.  Saat murid-murid ketakutan dalam perahu karena ada badai dan ombak yang begitu besar melanda mereka dan Tuhan Yesus tertidur maka saat mereka membangunkan Sang Guru maka Ia berdiri dan menghardik sang badai ‘Diam dan Tenanglah!” dan semua menjadi pulih dan baik kembali.  Undang Tuhan Yesus hadir dalam bahtera kehidupanmu untuk memimpin seluruh kehidupan keluargamu.”

Ia menjawab, “Aku sekarang terus berdoa kepadaNya, meminta pertolonganNya tapi keadaan masih seperti ini juga…”


Aku menjawab, “Kadang-kadang tampaknya seperti Tuhan Yesus  tertidur dalam bahtera kehidupan kita saat badai kehidupan itu mengamuk tapi bukan berarti Dia tidak ada.  Kalau kau percaya Dia ada, maka ‘bangunkan Dia’ dengan semangatmu untuk mau bersekutu denganNya tiap hari bahkan tiap saat dan minta agar Tuhan menghardik semua badai dalam hidupmu saat ini agar menjadi ‘diam dan tenang’…kau boleh mulai belajar mengucap syukur kepada Dia atas berkat dan rakhmatNya yang selalu baru setiap pagi dalam kehidupanmu…mengucap syukur kalian sekeluarga masih sehat sampai hari ini, ada makan dan minum yang cukup walaupun sederhana, ada tempat untuk berteduh dari hujan dan panas, masih ada anak-anak yang begitu tampan dan manis serta pintar-pintar di sekolah bahkan mengucap syukur atas keadaan suamimu yang kejam dan sadis seperti itu karena dia adalah bagian Kasih Karunia Tuhan dalam hidupmu dan mulai berdiri di posisimu yang sebenarnya yang Tuhan beri untuk menjadi ‘Penolong yang sepadan’ bagi suamimu yang sedang jatuh dalam lobang got kegagalan dan frustrasi yang sangat dalam, kalau bukan kau yang dipakai pertama kali oleh Tuhan untuk menolongnya, lalu siapa lagi yang kau harapkan?  Kaulah yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong dirimu, suamimu dan anak-anakmu baru kau bisa dipakai untuk menolong orang-orang lain yang ada di sekitarmu.  Ibu, di dalam pengucapan syukur sekalipun di atas dasar tidak ada alasan untuk mengucap syukur sekalipun bahkan sebaliknya, ada kuasa Tuhan yang Maha Dashyat mengalir di dalamnya, kau cobalah…sekalipun rasanya mustahil…maka kau akan buktikan hasilnya…dan jaminannya tidak kurang-kurang…Tuhan sendiri yang beri jaminannya.”

 

Semangat Ibu ini tampak mulai bangkit sambil mengusap air matanya, ia berkata, “Lalu bagaimana menghadapi keadaan saat ia mulai mengamuk dengan golok, dengan semua barang tajam di tangannya bahkan senapan untuk menembak burung di tangannya serta mulutnya yang kotor tak terkirakan?” 

 

Aku menjawab, “Sejak engkau percaya Tuhan Yesus maka malaikat-malaikat diutus mengelilingimu, menjagamu di setiap keadaan, waktu dan tempat dan mereka diutus sebagai utusan Tuhan untuk melayani atau menolong orang-orang yang akan menerima keselamatan yaitu kau dan segenap isi keluargamu yang percaya.  Saat-saat seperti itu pakailah ‘Pelayanan Malaikat’, kau bisa meminta tolong kepada mereka dengan memakai ‘Nama Tuhan Yesus’ untuk melindungi kalian semua, meminta mereka untuk meringkus senjata-senjata tajam dan berbahaya di tangan suamimu bahkan membungkamkan mulut bibir suamimu yang sedang ‘berorasi’ tidak karuan itu sera meringkus dan  mengusir roh-roh jahat yang mempengaruhi dan menguasainya, cobalah untuk memakai berbagai perlengkapan ‘senjata Allah’ yang telah diberikan Allah Bapa kepada kita semua, sayang kalau tidak dipakai karena sudah diberi dengan cuma-cuma, tinggal cari tahu itu senjata model apa, gunanya apa dan  ambil semua itu dengan iman dan pakai juga dengan iman.  Dan jangan lupa terus setiap hari engkau dan anak-anakmu mendoakan suamimudan papa mereka agar mau mengenal Tuhan Yesus dan hidup bersamaNya.  Pokoknya dalam hidup ini ‘Miliki Tuhan Yesus maka kau miliki segalanya’ tapi sekalipun ‘kau miliki seisi dunia ini tapi tanpa Yesus’ sama saja “NOL besar” artinya tidak memiliki apa-apa.”

 

Saat itu ia mulai mempraktekannya dan kemudian saat kami bertemu lagi, ia mulai cerita, “Betul Meike…saat ia mengayunkan asbak ke arahku dengan kekuatan penuh tanpa bisa kuhindari dan berjaga-jaga sebelumnya maka aku hanya berdoa saja minta malaikat Tuhan menolong ternyata di tengah jalan asbak itu bisa berhenti sejenak dan kemudian belok arah menghantam tembok…saat ia mulai mencaci maki sambil mencak-mencak tak keruan aku minta saja malaikat Tuhan membekap mulutnya, eehh…tahu-tahu ia jadi diam sendiri, lemas dan masuk kamar pergi istirahat waktu bangun sudah omong baik-baik…dstnya”

 

Saya jadi tertawa mendengar ceritanya sebab tampak ia sudah mulai bangkit semangatnya dan gembira, saya katakan “Jangan lupa terus mendoakan keselamatan untuk suamimu, tetap minta Kasih Tuhan yang tak ada batasnya memenuhi dia, minta ampun atas segala kesalahannya dan kau belajar juga untuk mengampuninya.  Tak ada satupun dalam hidup ini yang Tuhan tidak turut bekerja di dalamnya, kau patut mengucap syukur karena Dia mengijinkan semua ini terjadi dalam hidup kalian, semata-mata karena “Kasih KaruniaNya” untuk membawa kalian kembali kepadaNya.  Seakan-akan semua pintu bahkan jendela tertutup bagi kalian sehingga hanya ada satu pintu kecil satu-satunya yang terbuka yaitu yang menuju Dia saja. Apakah artinya memiliki seluruh dunia ini tapi kehilangan kekekalan di dalam sorga?”

 

Tapi saat-saat tertentu Ibu ini jebol pertahanannya dan jatuh tersungkur dalam jurang stress yang dalam sekali, darah segar mulai keluar dari mulutnya tanpa batuk, ia menelponku ke kantor dan kami berdoa bersama-sama melalui kabel telepon, sekali lagi kuasa dan kasih Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh jarak dan materi sekecil dan sejauh apapun juga, ia mengalami kelepasan dan kesembuhan seketika dan ketika ia coba kontrol ke dokter tenyata tidak ada sedikitpun sakit yang diidapnya.


Saat-saat tertentu dalam keadaan yang sangat tertekan dan rasanya hampir gila ia datang ke tempatku dan kami berdoa sama-sama di kamar.  Ibu ini jatuh di bawah urapan kuasa Roh Kudus dan mulai berbahasa roh dengan kencang dan lancar tiba-tiba ia tertawa dengan bebasnya sampai tubuhnya terguncang-guncang di lantai sekian lama.

 

Ketika dia sadar, saya bertanya, “Apa yang Ibu alami barusan sampai Ibu bisa tertawa sedemikian bahagianya?”  Ia terheran-heran jadinya, “Apakah saya tadi tertawa-tawa?”  Saya tertawa jadinya, “Yah, Ibu tertawa selama 10 menit lebih, apa yang Ibu alami barusan?”

 

Ia menjawab, “Bagaikan mimpi saya mendapatkan diri saya berada di sebuah ruangan yang begitu luas dan putih bersinar dan sinar itu datangnya dari sebuah lilin yang menyala di tengah-tengah ruangan dan lilin itu semakin nampak membesar dan jelas di hadapanku, ada satu sosok gagah seperti seorang lelaki dalam sinar itu, tiba-tiba ada begitu banyak malaikat, ada yang kecil ada yang besar datang menghampiriku dan memegang tanganku dan mengajakku menari, mereka berkata, “Ayo, menari dan bersukacita…” dan kemudian kami mulai berayun-ayun di udara menari bersama-sama sambil tertawa-tawa penuh kegembiraan… itulah yang saya alami tadi sebelum sadar dan mendapati diri ada di lantai.”

 

Dalam keadaan tertekan sedemikian rupa tak ada jalan lain selain Tuhan Yesus membawa roh Ibu ini ke alam sorgawi dan mengajaknya menikmati sukacita di sana, sukacita yang menyembuhkan luka dalam jiwanya sekaligus memberikannya kekuatan yang baru untuk menghadapi hari-hari esok di depannya.” 

 

Ia sekarang tahu bahwa Tuhan Yesus itu ada dan sorga itu ada bahkan lebih nyata dari keadaan dunia yang nyata secara mata ini sebab semua yang ada di dunia ini hanyalah bayangan dari aslinya yang ada di sorga.

 

Ia kemudian belajar terus mengampuni dan mendoakan suaminya, kami sekeluarga juga tiap hari terus berdoa bagi suaminya.  Kami menyediakan waktu-waktu khusus untuk mengunjungi suaminya berbagi kasih dan damai sejahtera dalam berbagai hal, mulai mengangkat dia dari keterpurukan sikap yang membenci dan memusuhi semua orang karena ia menganggap pasti semua orang telah memandangnya rendah dan membuangnya, ia bahkan semakin menjauhkan diri dari keluarganya seakan-akan memutuskan hubungan dengan mereka.

 

Tapi perlahan-lahan kami melihatnya bangkit dan bersinar saat perhatian yang tulus, pujian yang tulus, pertolongan yang tulus dan doa yang tulus disampaikan dengan sepenuh hati, luka-luka harga dirinya mulai pulih dan menjadi sembuh, semangat hidupnya bangkit kembali dan ia mulai melembutkan hati menerima terang kasih Kristus dalam hatinya  dan mengijinkannya untuk menguasai seluruh hidupnya, ia mulai belajar mengampuni dirinya dan berlaku lembut terhadap dirinya sendiri saat pengampunan Tuhan mengalir atas dia, membasahi bahkan merembes sampai ke hati sanubarinya yang paling dalam, mematahkan segala rintangan dan kuk yang membelengu dia selama ini.  Kami memberikan Alkitab dan banyak buku rohani kepadanya yang dilahapnya dengan begitu lapar dan dahaga.  Tapi kemudian ia mengembalikan semua buku-buku itu kecuali Alkitabnya dengan berkata, “Saya sudah membacanya dan isinya sangat memberkati hidup saya, sekarang buku ini boleh dibagikan kepada orang lain yang mungkin membutuhkan seperti saya membutuhkannya di waktu-waktu kemarin.”

 

Kemudian ia berkata bahwa ia telah membuka hatinya mengundang Tuhan Yesus secara pribadi masuk dalam hidupnya, bertakhta sebagai Tuhan dan Raja selamanya.  Tiap hari ia rajin membaca firman Tuhan dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.  Ia berkata sambil tertawa, “Setelah kenal Tuhan Yesus, saya jadinya seperti  orang ‘bodoh’ saja, dulu kalau ada orang yang senggol sedikit saja, woowww, marahnya luar biasa…sekarang di ejek, di bodohin bahkan terang-terangan orangnya mau nipu ia sudah tidak bisa marah lagi…tapi jadi suabaaarrrrnya rruuaaarrrbiaasssaaaa, hehehe…ini suatu kasih karunia dan berkat yang amat besar dalam hidupnya dan seisi keluarganya.

 

KASIH BAPA DI DALAM ANAKNYA YESUS KRISTUS MENJADIKAN SEGALA SESUATU BARU DALAM HIDUP MEREKA SEKELUARGA, Ooohhh, Praise The Lord!

 

Saat ini ketika saya memandang dia dengan seisi keluarganya dalam kerukunan yang begitu manis, air mata  saya meleleh tanpa tertahankan lagi…saat ia memanggil nama isterinya dengan lembut dan manis, saat ia memeluk dan mencium anak-anaknya, sungguh hati saya tidak tahan untuk tidak bersyukur kepada Tuhan Yesus…”TUHAN, KASIH dan ANUGERAHMU CUKUP BAGI KAMI SEMUA!  Sungguh tidak ada yang mustahil bagiMu, segala sesuatu Kau jadikan baru…yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang.”

 

*Saudara-saudariku dalam Tuhan Yesus jangan pernah jemu-jemu berdoa bagi orang-orang yang kau kasihi bahkan untuk semua orang yang kau kenal dan jangan pernah lelah untuk berbuat baik senantiasa kepada mereka yang membutuhkannya.  Bukankah kita diciptakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang telah Bapa sediakan sebelum dunia dijadikan?”

 

Masih ingatkah kita akan lagu ini?

 

Kasih yang sempurna telah ku terima dariMu

Bukan karena kebaikanku

Hanya oleh kasih karuniaMu

Kau pulihkan aku, layakkanku ‘ntuk memanggilMu

 

Bapa, Kau b’ri yang ku pinta

Saat ku mencari ku mendapatkan

Ku ketuk pintuMu dan Kau bukakan

S’bab Kau Bapaku…Bapa yang kekal

 

Tak’kan  Kau biarkan…aku melangkah hanya sendirian

Kau selalu ada besertaku

S’bab Kau Bapaku…Bapa yang kekal

 

 

Jakarta, 19 Januari 2006

Yang selalu ingin dikasihi dan mengasihi,

meike



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke