Maria dan Yesus

OPEN FORUM 102501 D
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Di Yohanes pasal 2, pada peristiwa pernikahan di Kana, bisakah anda menjelaskan pembicaraan antara Yesus dan Maria, karena kelihatannya seolah-olah Maria mempunyai kendali atas Yesus.

MR. C: Baiklah, Maria dan para murid serta Yesus sedang menghadiri suatu acara pesta pernikahan, dan mungkin pesta ini diadakan oleh kerabat dekat, sangat mungkin kalau ini adalah kerabat dekat, karena kelihatannya Maria mempunyai andil di sini. Dan kita membaca di Yohanes 2:3 demikian:
"Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

Dengan kata lain, mereka telah kehabisan anggur, mungkin orang di situ lupa memesan lagi atau mungkin karena suatu hal yang lain. Kemudian Yohanes 2:4-5 berkata kepada kita demikian:
"Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

Ini adalah mujizat pertama yang Yesus lakukan. Anda harus ingat bahwa pada waktu itu, Kristus mungkin sekali berusia 35 tahun. Alkitab berkata bahwa Dia berusia "sekitar 30 tahun", tetapi pada kenyataannya, jika kita meneliti penanggalan secara akurat, Dia sekitar 35 tahun. Oleh karena itu selama 35 tahun Dia telah hidup bersama ibu dan ayah tiri-Nya, Yusuf, selama Yusuf masih hidup, dan kita tidak tahu kapan Yusuf meninggal dunia, dan Lukas 2:51 berkata bahwa Yesus hidup dalam asuhan mereka. Mereka bisa meminta Yesus untuk melakukan sesuatu, dan Dia dengan segera akan melakukannya. Dia adalah seorang anak yang sempurna.

Nah, Yesus telah memulai pelayanan-Nya secara resmi sebagai Juruselamat. Dia kini tidak lagi berada di bawah pengawasan orang tuanya. Dia kini adalah Anak Allah dan juga Anak Manusia, yang akan disalibkan. Dia tidak mengabaikan ibu-Nya, tetapi Dia sedang menunjukkan bahwa hubungan keluarga mereka tidak berjalan seperti dulu lagi, ketika Dia masih diasuh. "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Dengan kata lain, Dia sedang berfokus pada tugas-Nya untuk menuju kayu salib. Selama tiga setengah tahun berikutnya, fokus utama dari Tuhan Yesus Kristus adalah bahwa Dia akan naik ke kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Kemudian, di dalam situasi itu, Dia menunjukkan bahwa Dia benar-benar Anak Allah, Anak Manusia. Pertama-tama, Dia menciptakan anggur terbaik dari air, dan kita melihat kesejajaran akan hal ini dengan penciptaan. Kristus adalah sang Pencipta. Enam hari lamanya penciptaan. Enam buyung air. Dengan sekejap, anggur yang terbaik diciptakan. Tidak memerlukan waktu. Ada bahan-bahan yang memakan waktu yang lama untuk dibuat yang harus ditambahkan ke dalam air untuk membuat anggur yang baik, namun di sini sudah langsung tersedia dalam sekejap. Jadi disini Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia adalah sang Pencipta.

Yang kedua, Dia sedang menunjukkan bahwa Dia adalah sang Juruselamat, karena air ini adalah air pemurnian, dan anggur adalah suatu gambaran dari "darah Kristus" yang disediakan bagi siapa saja yang akan duduk bersama Dia pada pesta pernikahan sang Anak Domba dengan mempelai perempuan, yang digambarkan melalui pesta pernikahan di Kana ini. Hidup-Nya diberikan bagi siapa saja yang menjadi mempelai-Nya. Jadi, di sini, karya-Nya sebagai sang Penebus juga sedang ditunjukkan.

Kita membaca tentang Maria satu atau dua kali lagi. Dalam Matius 12, ketika ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berada di luar, ingatkah anda apa yang Yesus katakan? Siapakah ibu-Ku? Dan siapakah saudara-saudara-Ku? Mereka yang melakukan kehendak Allah adalah ibu dan saudara-saudara-Ku (Matius 12:48-50).

Sekali lagi Yesus tidak mau mengaitkan diri-Nya dengan keluarga dekat-Nya. Kemudian ketika Dia tergantung di kayu salib, saat terakhir Dia berbicara kepada ibu-Nya, Dia berkata, "Ibu, inilah anakmu!". Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" (Yohanes 19:26-27). Tetapi Yesus mengatakan hal itu sedemikian rupa sehingga ibu-Nya menjadi gambaran tentang orang-orang percaya di dalam Perjanjian Lama dan para murid sebagai gambaran dari orang-orang percaya dalam Perjanjian Baru. Orang-orang percaya dalam Perjanjian Baru harus memperhatikan orang Israel Perjanjian Lama dan memberitakan Injil kepada mereka. Jadi sekali lagi, ketika Dia berbicara kepada ibu-Nya, ini dalam konteks karya penebusan-Nya, bukan dalam hubungan antara ibu dan anaknya.

PENANYA: Di ayat pertama, apakah ada makna penting dari kenyataan bahwa pernikahan itu sudah berlangsung selama tiga hari?

MR. C: Ya, setiap kali kita melihat angka tiga, dan tiga adalah bilangan yang sangat umum, maka bilangan ini menekankan "maksud dan tujuan Allah". Inilah adalah tujuan dari Allah, Allah sedang berkata bahwa ini adalah tujuan-Ku untuk menunjukkan siapa Kristus dan apa karya-Nya.


OPEN FORUM 110599 F
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Bisakah anda menjelaskan Lukas pasal 1, ayat-ayat 46 - 49 ?

MR. C: Kita menyebut Lukas pasal 1, ayat 46 sampai 55, sebagai "Nyanyian Pujian Maria". Bagian ini adalah nyanyian pujian Maria bagi Tuhan. Bagian ini sangat berkaitan dengan nyanyian pujian Hanna bagi Tuhan ketika dia mengandung Samuel (1 Samuel 2). Dan kita baca di Lukas 1:46-47 demikian:
"Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,...."

Maria menyadari bahwa sebenarnya dia membutuhkan Juruselamat. Hal ini dengan segera menempatkan dia sama sederajat dengan kita semua di hadapan Allah. Kita semua adalah orang berdosa yang berada di bawah murka Allah; kita semua membutuhkan Juruselamat. Kemudian kita baca di ayat 48:
"sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,"

Yesus mendefinisikan "berbahagia" dalam Lukas 11:28 demikian:
"Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Banyak perempuan yang menjadi orang percaya pada masa itu, tetapi berapa banyak dari antara mereka yang namanya dicatat dalam Alkitab? Hanya sedikit, Maria ibu Yesus, Maria Magdalena, Salome dan seterusnya. Dari apa yang kita baca di Alkitab mengenai Maria ibu Yesus, kita tahu bahwa dia diselamatkan.

Sepanjang jaman Perjanjian Baru, selama kurang lebih 2000 tahun, banyak pengkotbah, guru Alkitab, dan mahasiswa Alkitab telah berkata mengenai Maria, "Sungguh luar biasa wanita ini menjadi seorang percaya, dan Tuhan memakai dia untuk memberikan Yesus rupa seorang manusia." Tetapi Maria sungguh berbahagia --bukan karena dia memberikan Kristus rupa seorang manusia-- tetapi karena ia telah menjadi orang yang percaya. Maria mendengarkan Firman dan memeliharanya; itulah sebabnya dia berbahagia.

Dan ungkapan yang berkata "seluruh keturunan akan menyebut aku berbahagia", Allah Roh Kudus menunjukkan bahwa kata-katanya --dan dia berbicara di bawah inspirasi Roh Kudus-- akan dicatat dalam Alkitab. Oleh karena itu, seluruh generasi akan mengetahui bahwa dia telah diselamatkan. Kemudian kita baca di Lukas 1:49 demikian:
"karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus."

Adakah orang percaya yang tidak dapat berkata bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar? Keselamatan adalah hal yang agung dan luar biasa. Fakta bahwa Kristus mengambil rupa seorang manusia adalah hal yang sangat agung dan luar biasa. Jadi, kita mengetahui bahwa pujian dan hormat bukanlah bagi Maria. Pujian dan hormat hanya bagi Tuhan.

Setiap orang percaya yang sejati dapat berkata, "karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus." Ada penjelasan atas bagian ini dalam Lukas 2:51, di mana kita baca:
"Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya."

Maria mendengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Dia menunjukkan bukti yang jelas bahwa dia adalah seorang anak Allah. Segala hal di dalam Alkitab mempunyai tujuan. Kita mengetahui dari Lukas pasal 11, ayat 27, bahwa ada beberapa perempuan yang ingin mencoba memuji-muji Maria, ibu Yesus, secara berlebihan. Hari ini, manusia ingin melakukan hal yang sama, mereka ingin menyembah Maria. Bagaimanapun juga lebih baik kita mendengarkan Yesus, bukan pikiran kita sendiri. Yesus tidak berkata, "Ya, Maria adalah wanita yang agung, dan saya senang bahwa dia menjadi ibu saya"

Yesus berkata dalam Lukas 11:28:
"Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Alkitab adalah Firman Allah, dan Allah berkata bahwa setiap orang percaya yang sejati adalah berbahagia.

OPEN FORUM 100302 G
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA

PENANYA: Saya mempunyai dua buah pertanyaan. Saya minta tolong bapak membuka Injil Yohanes pasal 2 mengenai kisah perkawinan di Kana. Bagaimana kita hendak memahami bagian ini, maksud saya, bagaimana kita bisa menemukan makna dari kisah ini dengan membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain?

MR. C: Baiklah perhatikanlah bahwa ada enam tempayan yang berisi penuh dengan air pembasuhan. Kita mengetahui bahwa Kristus hendak mengubah air itu menjadi anggur yang terbaik, dan hal ini membutuhkan karya penciptaan. Oleh karena itu, di dalam mujizat pertama yang Yesus lakukan ini, Dia sedang menegaskan bahwa Dia adalah Allah Sang Pencipta. Ingatlah, penciptaan berlangsung selama enam hari, dan penciptaan ini digambarkan dengan enam tempayan tersebut. Kita jangan terlewat untuk melihat kaitannya ini, yaitu: enam dengan enam. Dan kini Yesus sedang menunjukkan bahwa cukup dengan berfirman maka dengan sekejap air itu berubah menjadi anggur. Jadi kita mengetahui, ya, demikianlah caranya Tuhan menciptakan alam semesta. Dia berfirman dan dunia pun jadilah.

Nah, anggur itu disajikan pada pesta perkawinan, dan pesta perkawinan itu melambangkan pesta perkawinan yang akan terjadi untuk setiap orang percaya sejati karena kita adalah para mempelai rohani Kristus. Tentu saja, semuanya ini hanyalah simbol. Secara fisik, tidak akan terjadi pesta pernikahan seperti ini. Tetapi secara simbolis, kita adalah para mempelai Kristus dan secara simbolis pernikahan kita dilambangkan dengan pesta perkawinan tersebut, dan salah satu yang disajikan di dalam pesta perkawinan itu adalah anggur yang terbaik.

Di dalam Alkitab, anggur merupakan gambaran dari "darah Kristus", artinya, Dia memberikan nyawa-Nya untuk kita. Dia menanggung penghakiman Allah atas dosa demi kita supaya kita dapat memperoleh hidup dari Dia. Ini adalah suatu kebenaran indah yang memancar dari bagian ini, dan masih ada kebenaran lainnya, tetapi inilah yang terutama.

PENANYA: Jadi, ketika Maria berkata kepada Yesus di Yohanes 2:3, "Mereka kehabisan anggur", dan Yesus menjawab di Yohanes 2:4, "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.", apakah jawaban ini berkenaan dengan Allah yang hendak menyerahkan diri-Nya sendiri?

MR. C: Ya, dengan kata lain, Yesus sedang menunjukkan bahwa, "Sepanjang menyangkut pekerjaan rohani-Ku, Aku tidak berada di bawah kuasa ibuku. Aku sedang melakukan kehendak Bapa-Ku". Maksud utama dari perkataan itu adalah bahwa Dia hendak pergi ke kayu salib, dan itu adalah saat ketika waktu-Nya akan tiba. Yesus akan berada di bawah penghakiman Allah, yang menggambarkan kenyataan bahwa kita minum anggur yang terbaik dari Dia, yaitu darah-Nya (nyawa-Nya) supaya kita menerima hidup dari Dia.

Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away  (Matthew 24:35)
www.familyradio.com
===============================================

KESELAMATAN YANG SEJATI

Pada dasarnya agama-agama di dunia hanya dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar dalam ajaran keselamatannya. Yang pertama adalah agama-agama yang mengajarkan manusia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik tertentu guna menggenapkan keselamatannya (Injil Pekerjaan). Yang kedua adalah ajaran yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan bukan berdasarkan pekerjaannya sendiri melainkan 100% karena kasih karunia atau anugrah Tuhan atas dirinya (Injil Anugrah).

Semua jenis agama yang sudah ada, dan yang ada, dan yang akan ada akan masuk ke dalam kelompok yang pertama. Hanya Kekristenan saja yang masuk ke dalam kelompok kedua. Keselamatan berdasarkan kasih karunia adalah suatu kebenaran Alkitab yang tidak dapat diperdebatkan lagi karena sesungguhnya tidak mungkin manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan membayar upah dari dosa-dosanya di dalam Neraka yang kekal.

Berbeda dengan keyakinan kepercayaan-kepercayaan yang lain, Alkitab mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang baik di mata Allah. Bahkan bayi yang baru lahir pun telah memiliki sifat alami untuk berbuat berdosa. Manusia tidak perlu diajari untuk berbuat dosa karena manusia telah memiliki sifat turunan dari Adam dan Hawa yang cenderung memberontak terhadap perintah Allah karena --hawa nafsu mereka sendiri-- (Yakobus 1:13-14). Inilah yang dinamakan dosa warisan, di mana kita mewarisi sifat alami dan akibat dari dosa itu sendiri (yaitu maut). Kitab Roma 3:23-24 berkata demikian:
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah....."

Ilmu psikologi dan kepercayaan-kepercayaan yang lain mengatakan bahwa bayi yang baru dilahirkan seperti kertas putih bersih dan kemudian lingkungan berpengaruh besar terhadap kehidupannya. Dalam konteks tertentu, adalah benar bahwa bahwa mereka BELUM melakukan tindakan dosa, tetapi sebenarnya status bayi tersebut adalah berdosa, karena ia telah memiliki sifat alami sebagai manusia yang berdosa. Kitab Mazmur 58:3 berkata kepada kita demikian:
"Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat."

Dosa asal ini telah merasuk ke dalam SELURUH ASPEK atau KEBERADAAN manusia itu, mereka semua telah kehilangan kemuliaan (citra) Allah. Ingatlah bahwa Yesus mengatakan ketika seseorang melihat wanita dengan bernafsu, ia sudah berbuat dosa atau berzinah di dalam pikirannya (Matius 5:28). Ketika kita membenci seseorang, sesungguhnya kita telah berdosa melakukan pembunuhan rohani (1 Yohanes 3:15). Alkitab juga mengatakan jika kita tahu berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, kita sudah berbuat dosa (Yehezkiel 33:8). Bahkan bila kita berkata bahwa seseorang adalah bodoh (jahil) kita sudah patut untuk dibuang ke dalam api Neraka yang menyala-nyala (Matius 5:22).

Dalam kata lain setiap harinya manusia berbuat berdosa melalui PIKIRAN, PERKATAAN dan TINDAKANNYA. Ingatlah bahwa dosa bermula dari hati manusia.

Jadi jika demikian, manusia, rasul, atau nabi manakah yang dapat terbebas dari dosa? Tidak ada. Alkitab mengatakan bahkan perbuatan yang paling baik yang kita lakukan adalah seperti "kain kotor" di mata Allah (Yesaya 64:6). Mengapa demikian? Kalau kita mau jujur pada diri kita sendiri, perbuatan baik manakah yang pernah kita lakukan yang tidak mengandung unsur egois? Hanya Tuhan Yesus Kristus saja yang tidak pernah berbuat dosa, baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan sehingga Allah membuat Dia sebagai satu-satunya Anak Domba yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosa (Yohanes 1:29)

Yesus pernah memberikan tantangan yang paling agung yang pernah dilontarkan dalam sejarah: "Siapakah di antara kamu yang dapat membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" (Yohanes 8:46). Dalam sejarah tidak pernah ada seorang manusia pun yang berani melontarkan tantangan moral seperti ini. Allah adalah Allah Yang Maha Kudus dan Suci sehingga Ia tidak dapat mentolerir dosa sedikit pun. Dengan demikian bagaimana mungkin manusia yang penuh dosa itu mau atau dapat menghampiri Allah? Tidak bisa! Sebaik apapun perbuatan baik manusia, itu tidak bisa sepadan dengan standar kekudusan Allah yang sempurna. Bahkan Alkitab berkata bahwa seluruh umat manusia pada dasarnya adalah licik atau jahat. Kitab Roma 3:10-15 berkata demikian:
"seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah." 

Dan Yeremia 17:9 berkata demikian:
"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"

Dan Zakharia 7:12 berkata sebagai berikut:
"Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu...."

Oleh sebab itu, hanya oleh karena KASIH KARUNIA atau ANUGRAH Allah saja kita dapat beroleh keselamatan. Allah rela menjadi manusia, turun ke dalam dunia, menjadi hamba, taat dan setia sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat-Nya. Kitab Kisah Para Rasul 3:20-24 demikian:
"agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini."

Tetapi sayangnya ada banyak juga orang Kristen yang tidak rela bahwa keselamatan adalah 100% Anugrah dari Allah. Mereka merasa asing dengan konsep ini. Mereka berkata,"Pasti harus ada sesuatu pekerjaan yang dapat saya lakukan untuk menjamin keselamatan saya." Dalam kata lain mereka kurang percaya kepada Allah, mereka ingin memegang kendali atas keselamatan dan kapan saja mereka mau mereka dapat membuat keputusan yang terakhir mengenai nasib mereka di dalam kekekalan. Tetapi injil-injil yang mengajarkan konsep-konsep ini adalah bukan Injil yang berasal dari Alkitab.

Kitab Roma 9:15-16 mengajarkan demikian:
"Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu [yaitu keselamatan] tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Konsep ANUGRAH dalam Alkitab memang berbeda degan konsep Anugrah versi dunia. Ketika Alkitab berbicara mengenai Anugrah, itu berarti si Pemberi Anugrah tidak berkewajiban memberikan Anugrah tersebut dan sebenarnya si penerima Anugrah TIDAK LAYAK untuk mendapatkan Anugrah tersebut.

Jikalau saja benar bahwa keselamatan bergantung pada pekerjaan kita sendiri apakah mungkin ada orang yang diselamatkan? Jawabannya adalah tidak! Mengapa? Karena perbuatan baik kita sudah tercemar oleh dosa. Dari dalam diri kita sendiri kita tidak pernah mau untuk membuat Tuhan sebagai yang nomor satu di dalam kehidupan kita, tanpa pertolongan Tuhan kita dapat berlaku setia terhadap Kristus dan mau menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Apa yang biasanya terjadi manusia hanya mampu memberikan sisa-sisa dari kelimpahan mereka kepada Tuhan.

Jadi jangan pernah meremehkan Anugrah Allah. Anugrah itu gratis tetapi Anugrah itu justru sangat mahal sekali sehingga tidak ada orang yang dapat membelinya baik dengan uang maupun dengan hal-hal lainnya yang ada di dunia ini karena keselamatan yang sejati harus dibayar dengan darah (nyawa), yaitu darah Kristus, darah Anak Domba Allah yang tidak bercacat pada peristiwa kayu salib.

Dengan demikian kita mengerti bahwa kita diselamatkan dari Dosa dan Neraka bukan untuk kemuliaan kita sendiri tetapi kita diselamatkan untuk kemuliaan dan keagungan Allah sendiri. Kitab Efesus 2:8-9 berkata demikian:
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman [=Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

It is good that a man should both hope and quietly wait for the salvation of the LORD  (Lamentations 3:26)
www.familyradio.com
===================================================


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke