From: "Mundhi Sabda H.Lesminingtyas" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Komunitas Simon Kirene

Dear All,

Lebih dari 100 keluarga pecandu narkoba, judi, seks, pornografi, game/internet dan penyandang HIV/AIDS yang datang ke LK3 merasakan betapa besarnya topangan saat mereka bertemu dengan teman senasib. Tangisan dan derita keluarga pecandu luar biasa beratnya. Namun penghiburan Ilahi lewat Firman Tuhan dan kehadiran teman senasib di Komunitas Simon Kirene - LK3 yang penuh empati, cukup banyak membantu dan menghibur mereka.

Bagi anak-anak Tuhan yang saat ini masih mengalami pergumulan karena salah satu atau beberapa anggota keluarganya menjadi pecandu, Komunitas Simon Kirene menyediakan teman dan tempat curhat, besok pada :
Hari       : Sabtu/4 Februari 2006
Waktu   : Jam 14.00 - 16.00
Tempat  : Counseling & Parenting Education Center - LK3
               Gedung Mutiara Lantai 3
               Jl. Kiai Tapa 99 A, Grogol

Acara curhat ini dipersembahkan oleh LK3 secara cuma-cuma. Untuk informasi & pendaftaran, hubungi Samurai di telpon 021-5644129 atau HP 0817.4969794

Salam hangat,
Ning
======================================================
 

Merubah Tanpa Membuat Resah

Oleh Mundhi Sabda H. Lesminingtyas 

 

Saat saya bergabung ke LK3, Pdt.Julianto Simanjuntak menyodorkan ketentuan mengenai jam kerja. Seketika itu saya merasa kurang srek karena jam kerja yang dimulai jam 09.00 hingga jam17.00 itu terkesan telalu santai. Sebenarnya saya ingin langsung mengusulkan supaya jam kerjanya diubah lebih pagi. Namun sebagai orang Jawa yang serba ewuh pakewuh, saya tidak enak hati jika terlalu banyak protes. “Mungkin Pdt. Julianto tahu betapa repotnya saya sebagai single parent yang tinggal sangat jauh dari kantor, sehingga baru bisa sampai di kantor pada jam 09.00” begitulah saya mencoba berpikir positif.

 

Saya berpikir ada baiknya saya mencoba dulu jam kerja yang telah ditetapkan. Saya juga tidak terlalu cepat mengusulkan perubahan kalau toh akhirnya saya sendiri tidak bisa menepatinya. Setidaknya saya harus yakin dulu bahwa sesuatu yang akan saya usulkan benar-benar lebih baik dari sebelumnya dan saya sendiri bisa melakukannya.

 

Hari pertama masuk kantor, saya berangkat dari rumah seperti hari-hari sebelumnya. Walaupun jam kerja di kantor lama dimulai jam 07.30 dan jam kerja di LK3 baru dimulai jam 09.00, namun saya tetap berangkat dari rumah jam 05.15. Saya memang tidak mau berangkat lebih siang karena hal itu akan menyusahkan diri saya sendiri.

 

Walaupun kantor LK3 jaraknya lebih jauh dari kantor saya yang lama, namun tetap saja saya sudah berada di kantor sebelum jam 08.00. Hari-hari pertama sebelum para penjaga gedung hafal dengan kebiasaan saya, mereka membuka gedung tepat jam 08.00. Mau tidak mau saya harus duduk di depan pintu beberapa menit sampai pintu dibuka. Semula saya merasa malu karena datang terlalu pagi, tetapi lama-kelamaan justru para penjaga gedung yang malu dan berusaha membuka gedung sebelum jam 08.00.

 

Saya hampir tidak ambil pusing kalau saya datang dan mulai bekerja jauh sebelum waktu yang ditentukan. Sayang sekali,jam-jam pertama di pagi hari tidak bisa saya manfaatkan secara optimal karena Bung Sam; partner kerja saya baru datang jam 09.00 atau bahkan lebih siang lagi. Bukan hanya datang siang, Bung Sam terlalu lamban untuk menjadi partner saya. Dari hati yang paling dalam saya berharap, walaupun Bung Sam lebih senior,  saya ingin ia mau menambah kecepatan dan kedisiplinan kerja sesuai dengan irama dan ritme kerja saya.

 

Walaupun beberapa kali Pdt. Julianto menekankan bahwa Bung Sam berada di bawah koordinasi saya, namun lagi-lagi sebagai orang Jawa, saya tidak enak hati untuk mengaturnya. Saya berpikir, Bung Sam sudah dewasa dan jenjang pendidikannyapun lebih tinggi dari pada saya. Beberapa kali saya bilang kepada Pdt Julianto “Saya tidak enak hati menegur Bung Sam. Yang bisa saya lakukan hanyalah bekerja keras dan penuh semangat. Saya berharap apa yang saya lakukan bisa diikuti Bung Sam”

 

Mungkin karena melihat saya bekerja sebelum jam 08.00, Pdt. Julianto akhirnya menetapkan jam kerja mulai jam 08.00-16.00. Saya lega sekali karena keinginan saya terkabul tanpa harus banyak usul.

 

Walaupun urusan dengan Pdt. Julianto tentang jam kerja selesai, namun urusan dengan Bung Sam cukup menyita energi saya. Tampaknya Bung Sam tidah tahu kwalitas dan kecepatan kerja seperti apa yang saya harapkan. Lagi-lagi sebagai orang Jawa, saya tidak enak jika harus menggurui orang yang lebih senior. Mau tidak mau saya harus menambah contoh-contoh nyata bagaimana menyelesaikan tugas dengan baik dan cepat. 

 

Entah pada minggu keberapa, Bung Sam mulai datang ke kantor tepat waktu. Bahkan beberapa kali ia datang sebelum jam 08.00. Namun dengan datang lebih awal, kecepatan dan kualitas kerja Bung Sam tidak otomatis meningkat. Beberapa kali saya mengajak diskusi atau mengerjakan sesuatu sebelum jam 08.00, namun Bung Sam justru menegur saya “Ntar lah Mbak,ngapain harus cepat-cepat? Ini khan belum mulai jam kerja”. Hati saya sebenarnya cukup geregetan dengan irama dan ritme kerja Bung Sam yang tidak senada dengan saya. Saya berpikir, apa yang saya lakukan merupakan standar minimal untuk mencapai tujuan LK3, sehingga tidak boleh diturunkan. Saya yakin, Bung Samlah yang harus meningkatkan kinerjanya dan bukan saya yang harus menurunkan standar.

 

Setelah bekerja bersama-sama selama hampir 2 bulan, saya cukup gembira dengan perkembangan Bung Sam. Beberapa kali ia datang lebih dulu dari saya. Tak jarang ia bekerja dengan serius sebelum jam 08.00. Selain itu saya melihat Bung Sam lebih luwes dan enak diajak bekerja sama. Sebagai partner kerja yang masih baru, Bung Sam sebenarnya cukup cepat menyesuaikan diri. Saya sangat senang melihat Bung Sam mau menambah kecepatan dan kualitas kerjanya, tanpa merasa saya yang menuntutnya. Saya bersyukur, saat saya kecewa dengan kualitas dan kecepatan kerja Bung Sam, saya tidak menyatakannya dengan kata-kata negatif yang bisa membuat Bung Sam demotivasi. Saya senang kalau apa yang saya lakukan bisa merubah sesuatu tanpa membuat orang lain yang dituntut berubah itu tidak resah.    

 



-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke