|
From: [EMAIL PROTECTED]
Konsili Nicea OPEN FORUM
120899 C
SELAMAT DATANG DI FORUM TERBUKA PENANYA: Bagaimana dan dalam keadaan apa para penulis firman Tuhan di-inspirasi oleh Roh Kudus? MR. C: Ini adalah pertanyaan yang bagus. Bumi berusia sekitar 13,000 tahun, kurang lebih 9500 tahun sebelum zaman Musa, dan kita mengetahui bahwa Musa yang hidup kurang lebih 3500 tahun yang lalu menulis lima kitab yang pertama dari Alkitab. Musa menuliskan tentang penciptaan seolah-olah dia berada disana, dan dia juga menuliskan tentang percakapan antara Allah dengan si ular, serta antara Allah dengan Adam dan Hawa. Musa juga menulis tentang perkataan dan nubuatan Nuh dan Abraham, yang hidup ribuan tahun sebelumnya. Bagaimana Musa bisa menuliskan semua ini dengan akurat dan benar? Jawabannya, tentu saja, bahwa Allah yang harus memberitahukan kepadanya setiap kata demi kata untuk dituliskannya. Jadi Allah-lah yang membimbing tangan Musa sehingga dia menuliskan di dalam kitab-kitab tersebut apa saja yang Allah ingin untuk dituliskan. Beberapa waktu setelah itu, Yeremia menulis kitab Yeremia, sebagai contoh dia menerima wahyu secara langsung dari Allah. Dan dia diberitahukan untuk menulis sebuah kitab (Yeremia 30:2), dan dia hanya mengutip dari Allah, dan kemudian kitab itu menjadi bagian dari Alkitab. Dalam bahasa aslinya Ibrani dan Yunani setiap kata yang ada di dalam Alkitab adalah tepat seperti apa yang Allah ingin tuliskan kepada umat manusia. Dalam kitab 2 Petrus 1:21 kita baca demikian: "sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." PENANYA: Apakah konsili Nicea yang menetapkan pandangan mengenai "Tritunggal" ? MR. C: Tidak. Pandangan bahwa hanya ada satu Allah dengan tiga Pribadi yang berbeda ditetapkan oleh Alkitab (Matius 28:19, Yohanes 4:24, Yohanes 6:27, Yohanes 6:45, Yohanes 6:46, Yohanes 10:30, Yohanes 14:9, Yohanes 17:11, Mazmur 51:11, Efesus 4:30, 1 Tesalonika 4:8, 1 Yohanes 5:7). Hal itu kemudian ditetapkan kembali oleh konsili Nicea atau konsili-konsili lainya. Konsili Nicea dan kemudian konsili Dordrecht, dan beberapa konsili lainnya, adalah usaha-usaha yang dilakukan gereja pada masa itu untuk merumuskan dan menyatakan doktrin Alkitab untuk kepentingan pengajaran. Pengajaran itu dapat berupa tanya jawab atau katekismus, atau berupa serangkaian postulat atau prinsip. Tetapi pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan konsili-konsili ini tidak memiliki otoritas seperti otoritas yang ada di dalam Alkitab. Alkitab adalah otoritas yang paling utama dan yang paling berwenang. Alkitab diinspirasikan secara ilahi, tetapi pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh konsili-konsili tersebut tidak diinspirasikan secara ilahi, tanpa kita perlu memandang ketepatannnya (dan kadang kala mereka juga membuat pernyataan yang sangat akurat). For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea (Habakkuk 2:14) www.familyradio.com =================================================
From: [EMAIL PROTECTED]
Mati Rohani In a message dated 5/23/2006 12:11:39 AM Pacific Standard Time, sijabat@ writes: Bapak Setiawan yang terkasih, Dari beberapa artikel pencerahan/pemahaman alkitab dari Bapak yang sampai saat ini dengan setia saya ikuti saya semakin mendapat pemahaman bahwa keselamatan adalah semata-mata karya agung dan pemberian Tuhan. Tidak ada usaha yang dapat kita perbuat untuk itu. Jika demikian halnya, apakah magna sesungguhnya dari firman Tuhan dalam Yeremia 29:13? Di sini dinyatakan bahwa apabila kita sungguh2 mencari Tuhan maka kita akan mendapatkannya. Bukankah ini berarti "usaha sendiri" yaitu usaha manusia? Mohon diberi penjelasan lanjut Syaloom -------------------------------------------------------------- Dear Beloved, Prinsip Alkitab yang benar adalah kita harus membandingkan "hal yang rohani dengan hal yang rohani", yaitu membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam seluruh Alkitab yang membicarakan hal yang sama. Oleh sebab itu ketika kita sampai pada sebuah kesimpulan kita harus memastikan bahwa kesimpulan tersebut berada dalam persetujuan dengan segala sesuatu lainnya yang ada tertulis di dalam Alkitab. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa kita sudah sampai pada kesimpulan yang benar. Ketika kita tidak takut untuk melihat seluruh ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab tanpa memandang ayat manapun yang kita baca, dan kita selalu memperoleh kesimpulan yang sama barulah kita boleh yakin bahwa kita telah sampai pada kebenaran. Nah, dalam kitab Yeremia 29:13 kelihatannya menyatakan bahwa kita harus berusaha sendiri untuk mencapai keselamatan kita, disitu kita baca demikian: "apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati" Tetapi sebenarnya satu-satunya cara supaya kita bisa mulai untuk mencari Tuhan dengan "sepenuh hati" adalah jika Allah sedang menarik kita ke dalam program keselamatan-Nya. Bila kita memisahkan ayat diatas dari ayat-ayat lainnya yang ada di dalam Alkitab maka kita dapat berkata, ya kita harus berusaha melalui pekerjaan-pekerjaan kita sendiri supaya bisa mendapatkan keselamatan kita, tetapi pendapat seperti ini akan menjadi lemah ketika kita membandingkannya, seperti misalnya dengan kitab Roma 3:10-11 dimana Tuhan berkata demikian: "seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah." Atau kitab Filipi 2:13 dimana kita membaca demikian: "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." Jika kita merasa hancur di hadapan Tuhan, jika kita memohon keselamatan kepada Tuhan, hal itu terjadi karena Allah sedang bekerja di dalam kehidupan kita. Dari dalam diri kita sendiri, kita tidak pernah mau mencari Tuhan dengan sepenuh hati kita. Pada dasarnya manusia adalah mati secara rohani sama seperti "tulang-tulang yang sangat kering" yang dijelaskan dalam Yehekiel pasal 37. Nah, dengan mengingat prinsip-prinsip ini sekarang kita mengerti mengapa Yohanes 6:44 berkata demikian: "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." Demikianlah manusia dilahirkan mati secara rohani, secara rohani manusia adalah sebuah mayat yang tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Manusia begitu mencintai dosa-dosanya sehingga manusia tidak dapat datang kepada Tuhan menurut syarat-syarat Tuhan. Sudah merupakan sifat alami manusia, bahwa manusia sudah merasa cukup puas dengan keadaan dirinya. Kadang ada orang-orang yang ingin untuk berbaik kepada Tuhan, tetapi mereka melakukannya menurut syarat-syarat mereka sendiri, menurut keinginan mereka sendiri. Sudah merupakan sifat alami manusia bahwa kita tidak pernah menghormati Tuhan menurut syarat-syarat Tuhan. Yaitu kita harus merendahkan diri dihadapan-Nya, mengakui semua dosa-dosa kita, dan menangis kepada-Nya untuk meminta belas kasihan-Nya. Tetapi kita tidak pernah mau untuk berbuat hal itu, sebab hal itu akan mempengaruhi ego kita atau rasa percaya diri kita kepada diri sendiri. Hanya bila Tuhan sudah mengerjakan karya keselamatan-Nya, yaitu kasih karunia-Nya di dalam diri kita maka kita akan menjadi manusia yang baru setelah kita dipatahkan oleh Tuhan, dan kemudian kita akan mulai membenci dosa-dosa kita. Jadi pertama-tama Tuhan-lah yang harus memberikan kita telinga rohani untuk mendengarkan perintah-perintah-Nya, memberikan kita keinginan, kehendak dan kekuatan untuk mematuhi segala kehendak-kehendak-Nya. Inilah cara kerja keselamatan. Tuhan memerintahkan manusia untuk berbalik kepada-Nya, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat melakukan hal itu. Karena itu Tuhan-lah yang harus memasuki kehidupan kita dan memberikan hidup yang kekal pada kita (Roh Kudus). Tuhan memberikan kita mata rohani untuk melihat dan telinga rohani untuk mendengarkan kehendak-kehendak-Nya. Tuhan-lah yang harus memberikan kepada kita kekuatan dan membangkitkan keinginan kita. Ketika kita sudah menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus hal itu terjadi karena Tuhan-lah yang mengerjakan seluruh karya keselamatan tersebut dalam semua aspek-aspeknya. Dalam kitab Yohanes 6:65 Yesus berkata demikian: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." Dan kitab Amsal 20:12 menerangkan kepada kita demikian: "Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN." Itulah juga sebabnya Alkitab berkata bahwa kita harus memberikan seluruh kemuliaan, kehormatan, kemegahan dan keagungan atas keselamatan hanya kepada Tuhan (1 Korintus 1:31). For the earth shall be filled with the knowledge of the glory of the LORD, as the waters cover the sea (Habakkuk 2:14) May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit, Setiawan -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM - Daftar : [EMAIL PROTECTED] Keluar : [EMAIL PROTECTED] Posting: [email protected] JNM Mailing list are managed by : Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver) If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED] or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED] Web Site : http://www.iprf.us -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|

