Renungan Keluarga: Kejadian ( 4 )

“bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya ? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar “ [ I Yohanes 3:12 ].
“anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah “ [ Lukas 3:38 ].

Pada renungan ini, kita akan melihat bagaimana Adam, sebagai anak Allah, dapat memiliki keturunan seperti Kain, yang berasal dari si jahat. Apakah Adam bertanggung jawab sepenuhnya atas kejahatan Kain ?

Kejahatan Kain berawal ketika ia dan adiknya, Habel, mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan sebagai korban persembahan ( Kejadian 4:3-4 ). Karena Kain petani, maka ia mempersembahkan sebagian hasil tanah itu sebagai korban persembahan kepada Tuhan. Sementara itu Habel adalah gembala kambing domba, maka ia mempersembahkan anak sulung kambing dombanya sebagai
korban persembahan. Alkitab mencatat bahwa Allah tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya, sedangkan Habel dan korban persembahannya diindahkan Tuhan.
Alkitab tidak menjelaskan dengan terus terang, mengapa Allah tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya. Tetapi dari penjelasan selanjutnya dapat kita ketahui bahwa pada dasarnya Kain adalah seorang yang tidak berbuat baik dan membiarkan dosa menaklukkan dirinya ( Kejadian 4:6-7 ). Kain membiarkan dirinya dikuasai dosa sehingga ia membunuh adiknya, Habel.

Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa manusia, sampai tingkat tertentu, bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Seorang anak bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Seorang bapa tidak dapat dimintai pertanggung-jawaban atas seluruh perbuatan si-anak. Tetapi, yang harus digaris-bawahi disini adalah ungkapan sampai tingkat tertentu.
Mengapa demikian ? Karena bagaimanapun juga, seorang bapa mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap anak-anaknya. Tuhan mempercayakan anak-anak kepada seorang bapa, dan karenanya seorang bapa bertanggung jawab terhadap masa depan si-anak. Bahkan seorang bapa diberi hak untuk memberi nama kepada anaknya. Memberi nama disini, seperti Adam memberi nama pada segala makhluk, berarti memberi makna kepada kehidupan si-anak kelak. Memberi nama berarti juga “menentukan akan menjadi apa kelak si-anak”. Karena seorang bapa diberi otoritas yang besar untuk dapat melayani anaknya serta untuk memberi makna kepada kehidupan si-anak, maka pertanggung-jawaban seorang bapa juga menjadi besar.

Kedua hal ini, yaitu tanggung jawab anak dan tanggung jawab bapa, jangan dikacaukan, melainkan harus dijaga agar tetap berada ditempatnya. Seperti dua rel kereta api, dimana masing-masing rel memiliki fungsi dan perannya sendiri agar kereta dapat berjalan normal,
demikian juga kedua tanggung jawab ini. Masing-masing mempunyai fungsi dan perannya sendiri. Pada akhirnya, Allah akan menghakimi bapa dan anak sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing. 

Jadi, dalam kasus Kain membunuh Habel, jelaslah bahwa Adam memiliki tanggung jawab tertentu. Syukurlah Allah memberikan Set kepada Adam sebagai ganti Habel, agar keturunan ilahi dapat berlanjut terus. Demikianlah Adam , sebagai anak Allah, memiliki keturunan yang memanggil nama Tuhan, generasi demi generasi (Kejadian 4:26 ).

Bagaimana dengan seorang bapa yang melayani Tuhan, namun mendapatkan anak yang jahat dan mempermalukan nama Tuhan ? Berdasarkan pelajaran diatas, maka kita dapat yakin bahwa tanggung jawab atas semua ini harus diletakkan pada pundak si bapa, dan juga si anak.
Tetapi kita juga percaya bahwa Tuhan akan memulihkan keturunan hamba Tuhan ini dengan memberikan “Set” kepadanya. Amin.

Gema Sion Ministry.
     
==========================================
From: "irnawan silitonga" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Renungan Keluarga: Kejadian ( 6 )

".anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan  itu, siapa saja yang disukai mereka " [ Kejadian 6:2 ].
".RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal didalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja " [ Kejadian 6:3 ].

Kejadian pasal 6 menceritakan kesatuan yang terjadi antara anak-anak Allah dengan anak-anak perempuan manusia. Akibat kesatuan ini, penghakiman Allah jatuh keatas manusia. Manusia akan dihapuskan oleh air Bah, dan hanya Nuh sekeluarga yang diselamatkan. Saat ini, kita akan merenungkan mengapa anak-anak Allah menyatu dengan anak-anak perempuan manusia. Siapakah anak-anak Allah disini ?

Salah satu prinsip penting dalam menafsirkan Alkitab adalah dengan memperhatikan konteks. Pasal-pasal sebelumnya ( pasal 4 dan 5 ) menceritakan keturunan Adam, dan juga keturunan Kain, yaitu suatu keturunan yang hidup jauh dari hadapan Tuhan. Telah kita lihat bahwa sekalipun Adam sudah jatuh dalam dosa, namun didalam Injil Lukas 3:38, Adam disebut anak Allah.
Tentunya, anak Allah akan memiliki keturunan yang juga anak Allah. Ini merupakan pemikiran yang sederhana dan sehat. Sementara itu, pasal-pasal selanjutnya selalu membicarakan manusia dan keturunannya, bahkan seluruh kitab Kejadian terfokus kepada manusia dan keturunannya, dan tidak pernah berbicara tentang keturunan malaikat. Karena itu, jika kita memperhatikan konteks, sudah sewajarnya kita menafsirkan anak-anak Allah pada pasal 6 ini sebagai
keturunan Adam. Jadi, anak-anak Allah yang mengambil isteri dari antara anak-anak perempuan manusia itu adalah keturunan Adam, dan bukan para malaikat.     

Penafsiran kita diatas juga diteguhkan oleh perkataan Tuhan sendiri sesaat setelah anak-anak Allah menghampiri anak-anak manusia, demikian firmanNya, "RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal didalam manusia.tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja ". Seperti dicatat pada pasal 5 bahwa keturunan Adam rata-rata mencapai umur 900 tahun. Tetapi setelah peristiwa di pasal 6, maka tidak ada lagi anak-anak Allah yang mencapai umur 900 tahun. Nampaknya, anak-anak Allah yang hidup sebelum peristiwa di pasal 6, memiliki penyatuan dengan Roh Allah sedemikian sehingga mereka dapat mencapai usia 900 tahun-an.
Tetapi setelah anak-anak Allah menyatu dengan keturunan Kain yang hidup jauh dari hadapan Tuhan, maka Roh Allah "mengundurkan diri" sehingga mereka hanya mencapai usia 120 tahun saja.

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari peristiwa diatas ? Yang jelas, perkawinan antara orang-orang kudus dengan yang tidak kudus, hanya mendatangkan penghakiman Allah. Jika seorang pemuda/i yang telah menyerahkan dirinya bagi Tuhan, namun menikah dengan pasangan yang tidak kudus, maka keluarga ini ada dibawah penghakiman Allah.

Ada hal yang harus kita renungkan lebih jauh lagi.
Mengapa anak-anak Allah, yang hidup bergaul dengan Allah, masih dapat atau masih ingin menyatu dengan anak-anak manusia yang hidup jauh dari persekutuan denganNya ? Jika kita memperhatikan kehidupan Yesus, maka kita dapat melihat bahwa sekalipun Ia bergaul dengan pelacur-pelacur dan para pemungut cukai, yang dipandang sebagai orang berdosa, namun Ia tidak menyatu dengan mereka. Seperti minyak yang tidak dapat menyatu dengan air, sekalipun ditempatkan dalam satu wadah, demikian juga Yesus tidak dapat menyatu dengan pelacur-pelacur dan pemungut cukai. Kekudusan Yesus mencapai taraf yang sempurna. Yesus telah sungguh-sungguh dipisahkan hanya bagi kemuliaan Bapa.
Itu sebabnya Ia tidak dapat menyatu dengan pelacur-pelacur, sekalipun Yesus bergaul dan sangat
mengasihi mereka.                      

Kekudusan kita sebagai anak-anak Allah perlu terus bertumbuh. Kita perlu terus bergaul dengan Allah yang kudus, agar kita sendiri menjadi kudus. Kekudusan kita haruslah mencapai tingkat tertentu sehingga kita dapat bergaul dengan siapapun, namun tidak dapat menyatu, dan tidak mengambil bagian dalam dosa-dosa mereka.

Jika kita yakin bahwa keluarga kita telah dipisahkan dan dikuduskan untuk kemuliaan Bapa, maka kita tidak perlu kuatir akan pergaulan anak-anak kita yang masih remaja atau pemuda. Kekudusan Kristus akan membungkus anak-anak kita sehingga mereka tidak jatuh kedalam
pergaulan buruk.

Gema Sion Ministry. 
==============================================
From: "irnawan silitonga" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Renungan Keluarga: Kejadian ( 7 )

".Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak keseluruh bumi" [ Kejadian 11:4 ].

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa keluarga ( keturunan ) pasangan Adam-Hawa telah gagal menggenapi rencana Allah untuk memenuhi bumi serta menaklukkannya, maka kita lihat kembali disini bahwa keluarga ( keturunan ) Nuh juga gagal menggenapi rencana Allah. Sama seperti kegagalan keluarga Adam yang disebabkan salah satu keturunannya, yaitu Kain yang berasal dari si jahat dan yang menurunkan anak-anak manusia yang hidup jauh dari hadapan Tuhan,
demikian juga kegagalan keluarga Nuh disebabkan karena salah satu keturunannya, yaitu Nimrod membangun pemerintahan manusia yang memberontak dihadapan Allah.
Renungan kita kali ini akan terfokus kepada usaha keturunan Nuh, yang dimotivasi oleh Nimrod, untuk membangun sesuatu yang bertentangan dengan rencana Allah.

Nimrod adalah cucu Ham, anak Nuh. Tentang Ham, Nuh pernah berkata. ".Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya ". Sebenarnya disinilah awal kegagalan keluarga Nuh.
Keluarga ini menjadi pecah karena peristiwa mabuknya Nuh. Perpecahan ini terus berkembang, melalui peristiwa menara Babel, sehingga bangsa bangkit melawan bangsa, suku melawan suku, dan seterusnya.

Alkitab mencatat bahwa Nimrod adalah orang yang mula-mula berkuasa di bumi ini, dan ia seorang pemburu yang gagah perkasa dihadapan Tuhan ( Kej. 10:8-9 ).
Ungkapan "gagah perkasa dihadapan Tuhan", seolah-olah menunjukkan bahwa Nimrod seorang yang mempermuliakan Nama Tuhan. Namun, kata Ibrani untuk istilah "dihadapan", mempunyai arti yang sangat bervariasi.
Dalam Kej. 10:9, seperti juga misalnya dalam Bilangan 16:2, kata Ibrani untuk istilah "dihadapan" secara literal berarti memberontak.  Dan didalam Jewish Encyclopedia, nama Nimrod berarti dia yang membuat semua yang memberontak melawan Tuhan. Jadi, Nimrod adalah seorang pemimpin yang mengajak orang lain memberontak kepada Tuhan.

Pengaruh kepemimpinan Nimrod terjadi di tanah Sinear dimana menara Babel didirikan (Kej. 10:10, 11:2 ).
Oleh kepemimpinan dan motivasinya, keturunan atau keluarga Nuh bersepakat mendirikan kota dengan menara yang puncaknya sampai kelangit. Tujuan mereka adalah mencari nama dan jangan terserak keseluruh bumi.
Mereka bukan bermaksud mencari Nama Tuhan serta mempermuliakanNya, melainkan mencari nama bagi diri mereka sendiri. Mereka membangun kota, yaitu suatu pemerintahan, yang mana mempermuliakan nama manusia.
Semua ini bertentangan dengan rencana Tuhan, sebab Tuhan berkehendak agar manusia memenuhi bumi dan menaklukkannya bagi kemuliaan NamaNya.

Karena keturunan Nuh berusaha membangun sesuatu bagi kemuliaan mereka sendiri, maka Tuhan menghentikan usaha ini dengan cara mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak dapat mengerti satu dengan lainnya. Tuhan mendatangkan perpecahan kepada keluarga Nuh, sehingga lahirlah bangsa-bangsa di muka bumi ini.
Dan jika bangsa-bangsa yang ada di muka bumi ini terus mempermuliakan diri mereka sendiri, maka perpecahan akan berkembang menjadi peperangan antar bangsa, antar suku, kaum, ras dan sebagainya. Demikianlah memang yang terjadi saat ini.

Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kegagalan keturunan Nuh ini ? Pertama, kita harus memerintahkan anak-cucu kita agar jangan mempermuliakan diri sendiri atau mempermuliakan keluarga kita sendiri. Jangan mencari nama bagi keluarga kita untuk mempermuliakan diri sendiri, agar Tuhan tidak mendatangkan perpecahan kedalamnya. Kedua, sebagai seorang bapa, jangan sampai mengeluarkan kata-kata negatif kepada anak-anak kita, apalagi kutukan. Kutukan Nuh terhadap Ham telah melahirkan Nimrod, yang pada gilirannya menimbulkan masalah bagi keluarga. Semoga didalam keluarga atau keturunan kita, tidak lahir "Nimrod-Nimrod" yang mendatangkan penghakiman Allah atas keluarga kita.

Jadi, hendaklah kita membangun keluarga yang berjalan seturut dengan rencanaNya. Hendaklah keluarga kita memenuhi dan menaklukkan bumi ini semata-mata demi kemuliaanNya.

Gema Sion Ministry.      
========================================================
 
Renungan Keluarga: Kejadian ( 8 )

“Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran…” [ Kej. 11:27 ].
“Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap disana. Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran “ [ Kej. 11:31-32 ].

Sebagaimana kita tahu bahwa di dalam kitab Kejadian ada ungkapan kunci, dimana ungkapan ini muncul 10 kali dalam kitab ini. Ungkapan kunci dalam kitab Kejadian adalah, “This is the genealogy of… (Inilah keturunan dari…)”.
 
Karenanya, kitab Kejadian dapat dibagi menjadi 10 bagian, sesuai dengan ungkapan kunci tersebut.
Jadi, bagian pertama kitab ini menjelaskan “keturunan” langit dan bumi (2:4).
Bagian kedua, keturunan Adam, seperti ayat kita diatas (5:1).
Bagian ketiga, keturunan Nuh (6:9).
Bagian keempat, keturunan Sem, Ham, dan Yafet (10:1).
Bagian kelima, keturunan Sem (11:10).
Bagian keenam, keturunan Terah (11:27).
Bagian ketujuh, keturunan Ismael (25:12).
Bagian kedelapan, keturunan Ishak (25:19).
Bagian kesembilan, keturunan Esau (36:1).
Bagian kesepuluh, keturunan Yakub (37:2).

Kita lihat bahwa ungkapan “inilah keturunan Terah” tercatat pada bagian keenam kitab Kejadian. Kenyataan ini membuktikan, sekurang-kurangnya, bahwa Terah adalah seorang yang cukup penting sehingga baik dirinya maupun sejarah keturunannya dicatat.
Selanjutnya tertulis bahwa Terah membawa keluarganya untuk pergi ke tanah Kanaan, yang juga merupakan tujuan kepergian Abraham. Nampaknya, Terah mendapat “panggilan Tuhan” sebagaimana Abraham, untuk pergi ke tanah perjanjian.

Tetapi kita lihat bahwa dalam perjalanannya ke tanah Kanaan, Terah menetap di Haran, dan bahkan mati disana. Terah tidak mencapai tanah Kanaan sebagaimana yang direncanakannya. Kita tidak mengetahui dengan pasti mengapa Terah menetap di Haran. Besar kemungkinan bahwa Haran adalah tempat yang cukup menyenangkan untuk didiami. Setelah menempuh
perjalanan dari Ur Kasdim yang tentunya cukup meletihkan, Terah mendapat tempat yang menyenangkan di Haran. Nampaknya, inilah yang menjadi sebab mengapa ia tidak melanjutkan perjalanannya ke tanah Kanaan.
Berbeda dengan Abraham yang mendapat perintah Tuhan untuk terus melanjutkan perjalanannya ke tanah Kanaan.

Sebagai seorang bapa di dalam keluarga, Terah kurang berhasil memimpin keluarganya mencapai tanah perjanjian. Terah tidak bergerak maju terus didalam rencana Tuhan. Terah berhenti ditengah jalan. Demikian juga, Terah tidak membawa seluruh keluarganya pergi ke tanah Kanaan, karena ia meninggalkan Nahor, walaupun kita tidak mengetahui apa penyebabnya.

Kalau kita renungkan lebih jauh mengapa Terah kurang berhasil dalam memimpin keluarganya, maka hal ini disebabkan karena ia memang tidak mendengar Firman Tuhan secara pribadi sebagaimana Abraham. Panggilan Tuhan, bagi Terah, tidak sejelas panggilanNya kepada
Abraham. Terah tidak bergaul dengan Firman Tuhan sebagaimana Abraham. Walaupun ini memang masalah pilihan Kasih KaruniaNya, namun kita tetap mendapat pelajaran bahwa keberhasilan seorang bapa dalam memimpin keluarganya, sangat tergantung dari pergaulannya dengan Firman Tuhan. Jadi, pilihan Kasih Karunia adalah bagian Tuhan, tetapi tanggung jawab seorang bapa haruslah tetap dijalankan, yaitu bergaul dengan Firman Tuhan.

Semoga para bapa didalam keluarga Kristen semakin bergaul akrab dengan Firman Tuhan, agar dapat memimpin keluarganya mencapai “tanah perjanjian”, dan tidak berhenti di tengah jalan.

Gema Sion Ministry.
   


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke