From: "Maya" <[EMAIL PROTECTED]>
 
Yesus ku dasyat!

Dear temans,

Hari ini saya mau bersaksi bahwa Tuhan Yesus kita memang sungguh Tuhan yang ajaib dan mulia! Sungguh dasyat dan luarbiasa! Terimakasih Tuhan Yesus, hamba sungguh bersyukur dan berterimakasih untuk kasih karunia-Mu yang begitu ajaib!
tadi malem saya dan suami kembali ke dokter untuk pemeriksaan serta mengetahui hasil tes biopsi. sungguh ajaib, hasil tes biopsi mengatakan bahwa tonjolan yang ada di dalam usus besar suami saya bukan jaringan ganas melainkan hanya peradangan usus. si dokter keliatan ragu dengan hasil biopsi tersebut, sebab sebelumnya dia sudah vonis bahwa jaringan tersebut
kelihatannya ganas. tapi saya mau bilang, semua hanya karena pekerjaan Tuhan Yesus! semua karena intervensi Nya. saya mau tetap percaya dengan penuh iman bahwa Tuhan saja yang sudah berkarya dan campur tangan di dalam hasil biopsi tersebut. Tuhan sudah menunjukkan kemuliaan Nya pada semua orang bahwa Dia adalah Allah yang sanggup, tidak ada yang terlalu sulit bagi Dia, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Dia melebihi segala sesuatu, segala akal, segala ilmu. Terimakasih Bapa ku di sorga, terimakasih Yesus ku...

untuk semua temans yang sudah email dan kasih dukungan via japri, saya sangat berterimakasih untuk segenap doa dan dukungannya. Tuhan Yesus senantiasa memberkati dan mengasihi kita semua.....................

yang sangat dikasihi Tuhan Yesus,
Maya
======================================================
From: "Berman Sitorus" <[EMAIL PROTECTED]>

Karena topik ini masih hangat dan simpangsiur, semoga tulisan ini semakin membantu bersikap yang sesuai dengan prinsip.
Lihatlah Pemimpin dari kapasitasnya bukan hanya dari kesalahan2nya, seakan-akan kita akan memimpin lebih baik dari dia.

      MENGADILI SOEHARTO? BELAJAR DARI KAYU SALIB.
                         Oleh: Berman R. Sitorus

Pada waktu Yesus disalibkan, turut 2 orang penjahat yang kejahatannya tidak diragukan lagi, disalib disebelah kanannya dan disebelah kirinya. Kedua penjahat tersebut jelas-jelas jahat dan telah melalui proses pengadilan yang adil.

Ketika disalib perilaku kedua penjahat itu yang sangat berbeda.
Penjahat disebelah kiri mencemooh dan menggoda YESUS yang berkuasa dan tidak bersalah agar mengeluarkan kekuasaan dan kehebatanNYA untuk melepaskan diri dari Salib, dengan berharap tentunya dia juga ikut dibebaskan.

Penjahat disebelah kanan, sadar benar kalau dia itu penjahat dan pantas dihukum. Melihat Yesus yang tidak bersalah dan menjadi "tidak berdaya" menaruh simpati dan empati. Dia tidak menyalahkan orang yang menyalibkan Yesus karena salah menyalibkan, atau menyalahkan pengikut Yesus yang pengecut karena tidak berani melawan pemerintah saat itu untuk membebaskan Yesus dari hukuman  atau atas perlakuan yang tidak atau kurang pantas yang dialami Yesus.

Penjahat disebelah kiri dasar penjahat sejati, pencuri uang dan hak orang lain, bahkan sampai sudah menjelang ajal dan sedang menjalani hukumanpun dia masih coba mencuri dan mengambil keuntungan dari kesengsaraan orang lain (Yesus). Sudah putus urat nuraninya, jangankan nurani semua uratnya sudah putus termasuk urat malu.

Penjahat disebelah kanan lain lagi. Dia sadar bahwa tidak ada gunanya memanfaatkan setiap kesempatan untuk kepentingan dirinya sendiri dan atau menyalahkan orang lain untuk situasi yang tidak baik. Daripada membahas mengapa Yesus disalib dan kesalahan mereka yang
menyalibkanNYA. Penjahat yang tahu diri ini mencoba memberikan apa yang dapat diberikannya supaya Yesus yang jadi korban, setidaknya terhibur dan terobati dari rasa sakit hati atas ketidak adilan yang dialamiNya.

Kita semua manusia  sebenarnya yang digambarkan Yesus dengan penjahat dikanan dan kiriNya. Karena semua kita berdosa, tidak ada satupun yang benar. Bagaimana Sikap kita  sebagai penjahat, merasa jahat dan bersimpati kepada mereka yang lebih baik dan diperlakukan tidak adil, dengan memberi simpati atau empati?, atau memberikan setitik bantuan untuk meringankan beban mereka, seperti penjahat yang disebelah kanan Yesus?

Apa yang dilakukan oleh beberapa orang diantara kita kepada mereka yang lemah dan tertindas sesungguhnya melakukannya kepada Yesus. Membantu mereka yang miskin pengetahuan, pengalaman dan harta agar dapat memperbaiki hidupnya atau merubah hidupnya menjadi lebih baik. Salah satunya abang Eliakim Sitorus.

Daripada mencari siapa yang salah dan membuang waktu untuk menyalahkan mereka yang kita tidak tahu juga mereka itu siapa. Disingsingkannya lengan bajunya, digulungnya celananya, ditinggalkannya keluarganya dan kota besar, supaya mereka yang lagi sedih karena kekurangan, setidaknya memperoleh simpati dan pertolongan yang bisa dilakukannya.
Abang Eliakim ini terjun dalam community development.

Dibandingkan dengan abang Eliakim, mungkin aku belum bisalah, tapi setidaknya aku pernah merasakan kebahagiaan dari mereka yang pernah kuberikan simpati dan empatiku atas kesusahan dan kesulitan mereka. Hampir di 1/3 wilayah Indonesia terkecuali Jawa Tengah dan Jawa Timur pernah aku kerja dan tinggal bersama mereka. Indahnya pengalaman itu, tanpa mencari sebab siapa yang salah, lebih kepada melakukan yang mungkin untuk memperbaiki keadaan.

Abang Mangapul Sagala mengambil bagian tanggungjawab membantu mereka yang miskin secara rohani dengan memberikan harapan dan kekuatan baru didalam iman kepada Yesus.

Tentunya masih banyak yang lain yang melakukannya karena kesadaran bahwa mereka berhutang dan dasarnya mereka juga penjahat yang sudah diampuni dan menerima anugerah Tuhan Yesus, dan merasa beruntung karena masih diberi waktu dan tenaga.

Penjahat seperti apa kita, terlihat dari pandangan kita tentang kejahatan orang lain yang sudah terbukti jahat atau yang masih diduga jahat. Semakin kita menganggap orang lain jahat tapi kita tidak melakukan sesuatu yang bisa mengurangi penderitaan orang lain yang kita ketahui, semakin jahatlah kita.

Mau jadi penjahat yang dikiri atau yang dikanan Yesus? Ambillah tindakan yang mungkin dilakukan untuk meringankan kesusahan orang disekitar kita, daripada sibuk mencari penjahatnya, karena seringkali ternyata yang kita cari-cari itu ternyata diri kita.

Ini tentunya tidak dimaksudkan kepada mereka yang berprofesi sebagai Hakim, Jaksa dan Polisi, yang memang kerjanya mencari penjahat. Namun hati-hati juga, jangan-jangan penjahat yang paling dicari adalah mereka yang kita lihat dicermin pada saat kita memandang kecermin
dikamar sendirian.

Kedepan mari kita perbaiki lingkungan kita dengan taat hukum dan memberikan kontribusi nyata kepada orang disekitar kita.
Berani menyatakan yang benar itu benar apapun harganya, dan berani menyatakan yang salah itu salah apapun konsekwensinya.
Berani menghukum berat yang bersalah, dan juga mendukung putusan dan hukuman yang berat kepada mereka yang salah meskipun itu kenalan, keluarga atau diri kita sendiri.

Jangan sampai ada yang keliru menyamakan Yesus dengan Suharto, Yesus tidak berdosa dijadikan dosa untuk menebus dosa manusia. Suharto orang berdosa dan bersalah seperti kita untuk dijadikan peringatan supaya kita tidak melakukannya.

Apa yang ditabur Yesus sudah dituaiNYA, tidak ada satu namapun diduniaini yang melebihi namaNYA, dan dalam namaNya bertekuk lutut semua mahluk, dan oleh kematian dan kebangkitanNYA semua manusia yang percaya selamat.

Apa yang ditabur Suharto sudah dituainya, ditaburnya duka kini dia berduka. Dipenjarakannya orang-orang yang dianggapnya salah, kini anaknya dipenjara. Dipermalukannya orang-orang yang menurut orang lain tidak pantas, kini dia dipermalukan oleh orang-orang yang tidak pantas
dan oleh anak cucunya sendiri.

Suharto tetap harus mempertanggungjawabkan semua yang dilakukannya kepada TUHAN penciptaNYA yang tidak akan mengadili dan menghukumnya dengan berat sebelah. Kita yang merasakan kebaikan dan kekurangannya, belajarlah untuk tidak sama dengan Suharto apalagi lebih buruk dari dia.

Jayalah negriku, jayalah  bangsaku, tempat ayah ibu membesarkan daku. Lestari negriku, lestari bangsaku. Jaya dan lestarilah NKRI-ku

Salam,
Berman Sipendosa Rutin.
PS. Masih ingat kesalahan dan dosa Imam Lewi dan anak2nya? Imam Lewi yang dibiarkan Tuhan terus hidup begitu menderita karena dosanya yang gagal sebagai Imam dan ayah? Hukuman atasnya dan anak2nya luar biasa.
Samuel dipilih Tuhan, siapa Gerangan jadi Samuel di NKRI? Berdoalah, mungkin anda atau saya. SIapa sedialah dan lakukanlah yang mungkin untuk membangun dan memperbaiki.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
     Mailing List Jesus-Net Ministry Indonesia - JNM -
Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Posting: [email protected]

JNM Mailing list are managed by :
Indonesian Pentecostal Revival Fellowship (IPRF) Denver, USA (or GPdI Denver)
If you have any comment or suggestion about this mailing list, to : [EMAIL PROTECTED]
or If you want to contact IPRF Denver USA, to : [EMAIL PROTECTED]
Web Site : http://www.iprf.us
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-




SPONSORED LINKS
Arizona regional multiple listing service United regional health care system Anda networks


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke